Tampilkan postingan dengan label Alkitab Vs Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkitab Vs Sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2015

BUMI BERASAL DARI AIR


Alkitab memberikan informasi mengenai geologi, yakni asal muasal dari bumi. Alkitab menyatakan bahwa bumi itu berasal dari air, hal ini dinukilkan dalam ayat berikut :

2 Petrus 3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,

Sekarang mari baca informasi dari para ilmuan modern tentang geologi dibawah ini :

• Proses Terbentuknya Bumi

Bumi merupakan planet urutan ke-tiga dari sembilan planet yang mengelilingi matahari dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh mahluk hidup. Bumi terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, dengan radius ± 6.370 km. Bumi memiliki 2 macam lapisan, yaitu lapisan internal (dalam) dan lapisan eksternal (luar).

1. Lapisan dalam merupakan lapisan pembentuk bumi.
2. Lapisan luar merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor atau benda-benda luar angkasa lainnya.

Bumi berasal dari suatu gumpalan gas raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi Bima Sakti, lalu sistem tata surya. Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendingin dan memadat sehingga terbentuklah bumi. Diameter bulatan Bumi adalah 12.742 KM.

• Lapisan Dalam Bumi

Secara struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Kerak Bumi (crush)

Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%) Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.

2. Selimut atau selubung (mantle)

Merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.

3. Inti Bumi (core)

Terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.

A. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC.
B. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.

Dari data diatas kita bisa simpulkan bahwa bumi itu terbentuk dari gumpalan debu panas yang meledak, yang kemudian memadat menjadi bulatan bumi. Sedangkan air sendiri hanyalah bagian kecil dari bumi yang menenepati permukaan bumi. Permukaan bumi memang terdiri dari 70% air. Tapi ingat, itu hanyalah permukaannya saja. Lautan yang terdalam yang pernah terukur oleh manusia saat ini hanya mcapai kedalaman 10,9 KM, sedangkan jauh pada kedalam ribuan KM dibawah permukaan laut terdiri dari bebatuan padat dan magma yang berada pada inti bumi. Jadi klaim bahwa bumi berasal dari air hanyalah sebatas klaim kosong yang tidak ilmiah. Itu hanyalah pengamatan dari kaca mata orang-orang awam yang tidak mengetahui lapisan-lapisan bumi, diameter bumi dll.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Selasa, 19 Mei 2015

ALKITAB VS ZOOLOGI


Zoologi adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi perbandingan, psikologi hewan, biologi molekular, etologi, ekologi perilaku, biologi evolusioner, taksonomi, dan paleontologi.

Dan sekarang mari kita baca pandangan alkitab mengenai zoologi dibawah ini :

1. Darah Adalah Nyawa Segala Makhluk

Imamat 17:14 Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

Itu artinya makhluk yang tidak mempunyai sel darah seharusnya tidak mempunyai nyawa atau dapat dipastikan bahwa makhluk yang tidak mempunyai darah itu tidak ada. Karena tidak mungkin makhluk bisa hidup tanpa nyawa. Tapi benarkah demikian?

Dalam bidang zoologi, para ilmuan menemukan fakta bahwa ubur-ubur dan amuba hewan ber sel satu tidak memiliki sel darah. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ayat diatas bertentangan dengan sains.

2. Semut Tidak Mempunyai Pemimpin

Amsal
6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
6:7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

Disana dikatakan bahwa semut adalah hewan yang tidak mempunyai pemimpin, hal ini tentu saja telah menyalahi fakta. Sekarang kita bisa mengetahui bahwa setiap koloni semut pasti mempunyai pemimpin atau ratu.

3. Kelinci Adalah Pemamah Biak

Imamat 11:6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.

Pada ayat diatas dikatakah bahwa seekor kelinci itu hewan pemamah biak, hewan pemamah biak adalah hewan mengunyah makananya sampa dua kali. Kunyahan pertama yang kurang halus akan disimpan pada bagian Rumen, rumen merupakan tempat penyimpanan makanan yang belum dikunyah secara halus. Dan pada rumen tersebutlah makanan akan dibasahi, dan sedikit demi sedikit akan diteruskan ke retikulum. Dari retikulum, makanan tersebut dialirkan kembali ke mulut untuk dikunyah lagi sampai halus, lalu kembali ditelan lagi. Salah satu contoh hewan pemamah biak adalah sapi dan unta. Dan kita semua tahu bahwa kelinci bukanlah hewan pemamah biak.

4. Segala Binatang Diberi Makan Tumbuhan

Kejadian 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Kita tahu bahwa singa, ikan hiu, ular dan elang tidak memakan tumbuhan. Ikan paus juga tidak memakan tumbuhan, paus memakan plangton, dan plangton bisa mensintesiskan makanannya sendiri.

5. Binatang Yang Merayap Dan Bersayap Berkaki Empat

Imamat 11:20 segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu.

Ayat diatas membahas tentang seekor serangga yang merayap, bersayap dan berkaki empat. Tapi apakah serangga yang bersayap ada yang kakinya empat? Yang ada itu berkaki enam seperti lalat, lebah, laron, jangkrik, belalang dll. Ada juga yang berkaki delapan contohnya belalang sembah. Tidak ada spesies serangga yang bersayap dan berkaki empat.

6. Ular Memakan Debu

Kejadian 3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Mana ada ular memakan debu? Ayat-ayat diatas sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dari segi sians. Yang pasti Tuhan yang sesungguhnya tidak mungkin salah dalam menjelaskan ciptaanNya, kalau ada yang di kalim sebagai tuhan tapi ternyata tidak paham dengan apa yang diciptakan. Itu sudah pasti hanyalah tuhan abal-abal.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin :)

Kamis, 12 Maret 2015

ALKITAB VS MATEMATIKA


Apa yg anda pikirkan jika kitab yg diklaim sebagai kitab suci ternyata terdapat kesalahan sangat FATAL? Berikut saya beberkan beberapa kesalahan fatal alkitab ditinjau dari ilmu Matematika.

1. SALAH HITUNG JUMLAH KOTA

Yosua 19:
2. Sebagai milik warisan mereka menerima: Bersyeba (1), Syeba (2), Molada (3),
3. Hazar-Sual (4), Bala (5), Ezem (6),
4. Eltolad (7), Betul (8), Horma (9),
5. Ziklag (10), Bet-Hamarkabot (11), Hazar-Susa (12),
6. Bet-Lebaot (13) dan Saruhen (14): tiga belas kota dengan desa-desanya.

Coba hitung ada berapa kota dari ayat 2 sampai ayat 6? Ternyata ada empat belas (14) kota. Tapi mengapa pada akhir ayat 6 hanya ditulis tiga belas (13) kota saja?

Next…

Yosua 19:7 En-Rimon (1), Eter (2), dan Asan (3): empat kota dengan desa-desanya
Coba hitung jumlah kota pada ayat diatas. Pasti jumlahnya ada tiga (3) kota, tapi mengapa pada ayat yang sama malah ditulis empat (4) kota?

Kenapa kitab yg diklaim berasal dari firman Tuhan bisa salah dalam bidang matematis? Kenapa Tuhan yg sejatinya adalah Maha Tahu malah tidak bisa berhitung seperti ini? Padahal di pasal sebelumnya si penulis sudah tepat mengitung sampai 12 dan 14 kota, tapi mengapa di pasal selanjutnya malah error begini?

2. SALAH HITUNG UMUR

2 Tawarik 22:2 Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.

Pada ayat diatas dikatakan bahwa umur Ahazia saat ia menjadi Raja adalah 42 tahun, sekarang coba kita bandingkan dengan ayat berikut :

2 Raja-Raja 8:26 Ia berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri raja Israel.

Pada ayat diatas dikatakan bahwa umur Ahazia saat ia menjadi Raja adalah 22 tahun, satu kisah yang sama dengan tokoh yang sama pula. Tapi dengan 2 keterangan yang berbeda dan saling kontradiksi.

3. SALAH HITUNG TAHUN

1 raja-raja
16:6 Kemudian Baesa mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Tirza. Maka Ela, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
16:7 Juga dengan perantaraan nabi Yehu bin Hanani firman TUHAN telah datang melawan Baesa dan melawan keluarganya, baik karena segala yang jahat yang telah dilakukannya di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN dengan perbuatan tangannya, dan dengan demikian menjadi sama seperti keluarga Yerobeam, maupun oleh karena ia telah membunuh Yerobeam.
16:8 Dalam tahun kedua puluh enam zaman Asa, raja Yehuda, Ela, anak Baesa, menjadi raja atas Israel di Tirza. Ia memerintah dua tahun lamanya.

2 tawarikh 16:1. Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.

Dalam ayat raja-raja dinyatakan Baesa sudah meninggal dan anaknya Ela, raja Israel menggantikannya pada tahun ke-26 pemerintahan Asa, namun pada ayat tawarikh Baesa justru ia pada tahun ke-36 pemerintahan Asa menyerang Yehuda. Bagaimana mungkin seseorang masih bisa menyerang sebuah kota, setelah 10 tahun kematiannya?

4. SALAH HITUNG JUMLAH PENDUDUK

Ezra
2:1 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2:2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
2:3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
2:4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
2:5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;

Nehemia
7:6 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
7:7 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
7:8 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
7:9 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
7:10 bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang;

Dalam kitab Ezra disana dikatakan bahwa jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang dari pembuangan ialah 770 orang. Sedangkan pada kitab Nehemia jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang ialah 650 orang. Lalu yang mana yang benar? Tidak mungkin satu kisah yang sama terdapat perbedaan jumlah orang seperti ini kan?

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Rabu, 11 Maret 2015

BUMI ITU DATAR MENURUT ALKITAB


Kali ini saya akan membahas mengenai ayat-ayat alkitab yang secara implisit menyatakan bahwa bumi itu datar. Diantaranya ialah ayat-ayat berikut ini :

Matius 4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

Lukas 4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

Daniel
4:10 Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi;
4:11 pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi

Ayat diatas tersebut membuktikan bahwa si penulis alkitab menganggap bahwa bumi itu datar, karna tidak mungkin orang bisa melihat seluruh bagian bumi walaupun orang tersebut berada diatas pohon dan gunung tertinggi di dunia sekalipun. Ini menunjukkan bahwa hal itu hanya berlaku jika bumi itu datar.

Adapun orang kristen yg berasumsi bahwa penglihatan yesus mengenai seluruh bumi itu adalah penglihatan ghaib atau tidak bermakna harfiah. Padahal kalau mereka mau sedikit lebih jujur, ayat tersebut sama sekali tidak bisa membenarkan asumsi mereka. Jika yg dilihat oleh yesus hanya sekedar penglihatan ghaib, maka ngapain juga iblis sampai membawanya ke tempat yg tertinggi? Dan mari kita baca ayat yang berikut ini :

Mazmur
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari
19:5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
19:6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

Pada ayat tersebut selain menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi, juga dikatakan bahwa TIDAK ADA YANG TERLINDUNG DARI PANAS SINARNYA. Hal ini membuktikan bahwa Alkitab menganut paham bahwa bumi itu DATAR. Kerena bumi yang bulat tidak mungkin bisa tersinari oleh matahari secara penuh. Pasti ada bagian yang terlindung dari sinar matahari.

Ada juga kristen yg mengatakan bahwa bumi itu bulat berdasarkan ayat berikut ini.

Yesaya 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Ayat hasil perkosaan dari LAI tersebut sama sekali tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, LAI dengan sengaja merubah ayat alkitab demi meluruskan niat mereka untuk menutupi kebobrokan alkitab. Dan mari kita bandingkan dengan ayat alkitab versi KJV berikut ini.

Isaiah 40:22 It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:

Dan sekarang coba kita lihat ayatnya dalam bahasa Ibrani berikut ini :

Yesaya 40:22 הישב על־חוג הארץ וישביה כחגבים הנוטה כדק שמים וימתחם כאהל לשבת

Disana dikatakan bentuk bumi ialah "Circle" atau lingkaran, dan dalam kitab Yesaya dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Ibrani, kita akan mendapatkan kata berikut "ח֣וּג" yang artinya "Circle/Lingkaran". Jadi kesimpulannya menurut alkitab bentuk bumi itu serupa dengan uang koin yg berbentuk lingkaran datar.

Demikianlah apa yang dapat kamk sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

ALKITAB DAN TEORI GEOSENTRIS


Kali ini kami akan membahas mengenai paham Geosentris didalam Alkitab. Salah satunya ialah terdapat pada ayat berikut ini :

Yosua
10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Ayat diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa alkitab menganut paham teori GEOSENTRIS. Yakni bumi sebagai pusat tata surya dan matahari mengelilingi bumi. Bisa dilihat dari ayat diatas dimana dikatakan bahwa matahari BERHENTI dan tidak bergerak. Ketika waktu malam dan siang terjadi begitu lama karena adanya keberhentian rotasi. Maka mana yang berhenti berotasi, matahari atau bumi? Tentu saja bumi, karena terjadinya siang dan malam itu dikarenakan rotasi bumi yang mengelilingi matahari. Dan hal ini kita kenal sebagai teori HELIOSENTRIS, yang sudah dibuktikan keakuratannya dari sudut pandang ilmu pengetahuan.

Seperti yang kita semua tahu, bumi berputar pada porosnya, sehingga kita mengalami siang dan malam. Lalu apa yang akan terjadi jika bumi tiba-tiba berhenti berputar?

• Semuanya Akan Meluncur pada Lintasan Balistik.

Hal pertama yang perlu diperhitungkan adalah momentum dari semua yang ada di permukaan bumi. Kita semua ditekan oleh gravitasi dan bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan rotasi dari 1674,4 km/jam (di khatulistiwa). Kita memang tidak merasakannya, karena momentum. Sama seperti tidak merasanya kita saat bergerak bersama mobil yang melaju di jalan raya. Tapi kita akan merasakan efeknya jika mobil tiba-tiba berhenti, atau me-rem mendadak. Jadi, jika bumi tiba-tiba berhenti berputar, semua yang ada di permukaan khatulistiwa bumi tiba-tiba akan bergerak dengan kecepatan awal lebih dari 1.600 km/jam ke timur. Kecepatan lepas dari Bumi adalah sekitar 40.000 km/jam, jadi kecepatan diatas tidak cukup untuk membuat kita terbang ke luar angkasa. Namun hal ini jelas akan menyebabkan beberapa kerusakan yang mengerikan karena segala sesuatu terbang dengan lintasan balistik ke timur. Bayangkan air lautan di khatulistiwa tiba-tiba bergerak ke timur dengan laju 1.600 km/jam. Hal yang sama juga dialami oleh udara yang akan menyebabkan badai terdahsyat yang pernah terjadi!

Kecepatan rotasi bumi menurun jika kita jauh dari khatulistiwa, ke arah kutub. Sehingga jika kita berada lebih ke selatan atau lebih ke utara dari khatulistiwa, maka kecepatan awal gerak kita saat bumi tiba-tiba berhenti berotasi, akan lebih kecil dari 1600 km/jam. Semakin kita lebih dekat dengan kutub bumi, kecepatan awal kita akan semakin kecil, bahkan jika kita berdiri tepat di kutub utara atau kutub selatan, kita akan nyaris tidak merasakannya.

• Bumi Takkan Terlindungi Dari Radiasi-Radiasi Yang Berbahaya bagi Kehidupan

Jika Bumi berhenti berputar, tidak akan ada lagi medan magnet bumi, karena rotasi bumilah yang memutar inti logam cair bumi dan menghasilkan medan magnet. Akibatnya, tidak akan ada lagi Aurora dan sabuk radiasi Van Allen yang melindungi kita dari sinar kosmik dan partikel berenergi tinggi lainnya, akan lenyap. Hal seperti ini akan menghancurkan Kehidupan di planet Bumi secara signifikan.

Maka dari data ilmiah tersebut, tentu saja kehidupan di bumi telah musnah semenjak kejadian itu terjadi. Toh knyataannya ketika matahari dikatakan berhenti bergetak dan mengakibatkan waktu dalam satu hari berjalan lebih lamban, manusia masih hidup di masa itu. Jadi bagaimana mungkin hal itu terjadi? Tentu saja hal itu tidak ilmiah, disini kisah berhentinya matahari dan bulan dalam alkitab lebih tepat jika disebut dongeng. Dan hanya anak-anak yang daya pikirnya memang rendah, yang mau mempercayai dongeng seperti ini sebagai kebenaran.

Ayat-ayat yang lain yang mendukung bahwa alkitab menganut teori geosentris diantaranya adalah sbb :

Habakuk 3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

Mazmur
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari
19:5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
19:6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

Pada kitab Mazmur diatas malah semakin menegaskan bahwa matahari itu BEREDAR MENGELILINGI BUMI. Matahari keluar dan beredar mengelilingi bumi. Dan pada ayat tersebut juga dikatakan bahwa TIDAK ADA YANG TERLINDUNG DARI PANAS SINARNYA. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Alkitab menganut paham bahwa bumi itu DATAR. Kerena bumi yang bulat tidak mungkin bisa tersinari oleh matahari secara penuh. Pasti ada bagian yang terlindung dari sinar matahari.

Nah mengapa alkitab justru terdapat kesalahan fatal dalam bidang sains seperti ini? Bukankah kitab suci yang membahas tentang sains harus teruji secara ilmiah?

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Senin, 02 Maret 2015

UKURAN BINTANG-BINTANG MENURUT ALKITAB


Mari kita lakukan analisis ilmiah mengenai perbintangan didalam alkitab, biar kita bisa menilai apakah alkitab sudah sejalan dengan ilmu pengetahuan atau sebaliknya. Coba kita perhatikan baik-baik seberapa besar ukuran matahari dan bumi, bandingkan seberapa besar ukuran matahari dan bintang Arcturus. Perhatikan seberapa besar bintang Arcturus dibanding bintang Antares, padahal ukuran bintang Antares itu paling tidak ialah bintang terbesar dengan nomor urut 15, ada 14 bintang lain yg lebih besar dari bintang Antares. Belum lagi jika Astronomi semakin berkembang, pasti masih banyak bintang lain yg jauh lebih besar dibanding bintang-bintang ini. Tapi dalam Alkitab, bintang-bintang di langit digambarkan sangat kecil sesuai pandangan manusia dengan mata telanjang, sehingga bisa jatuh ke bumi seperti buah ara yang berguguran atau seperti obor yang jatuh ke sepertiga sungai sungai di bumi. Mari kita baca ayat-ayat alkitab mengenai perbintangan di bawah ini :

Matius 24:29 Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

Wahyu 8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

Wahyu 9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Ayat diatas adalah nubuat tentang datangnya hari kiamat dan gambaran tentang apa yang terjadi pada saat hari kiamat. Pada ayat diatas dikatakan bahwa bintang-bintang di langit akan berjatuhan dari ke bumi seperti obor yang berjatuhan ke bumi. Dan disana juga dinyatakan bahwa bintang yang berjatuhan ke bumi hanya menimpa sepertiga sungai-sungai dan mata air di bumi. Sekarang kita baca lagi ayat-ayat yang lainnya didalam alkitab mengenai bintang-bintang dibawah ini :

Wahyu 6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Wahyu 12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang- bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri dihadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya

Sekarang coba bayangkan, jika satu bintang saja ukurannya bisa beribu-ribu kali lebih besar daripada bumi, lalu bagaimana logikanya jika diklaim bahwa sepertiga bintang-bintang dilangit jatuh menghujani bumi? Apa lagi bintang-bintang tersebut hanyalah menimpa sepertiga sungai-sungai di bumi. Dan setelah bintang-bintang tersebut berjatuhan ke bumi, masih ada kehidupan di bumi. Dalam hal ini jelas-jelas terjadi kesalahan fatal, tampaknya penulis alkitab tidak paham sama sekali tentang ilmu astronomi dan hanya menggunakan imajinasinya sesuai apa yg ia lihat dengan mata telanjang. Padahal di alam semesta ini terdapat ribuan galaksi dan jumblahnya akan terus bertambah. Dan didalam satu galaksi terdapat miliaran bintang-bintang. Suhu matahari saja bisa mencapai 15.000.000 °C, ini barulah suhu dari matahari, bintang yang ukurannya hanya seupil jika dibandingkan dengan bintang-bintang raksasa lainnya. Lalu apakah logis jika bintang dengan suhu yang sangat panas tersebut bisa jatuh ke bumi, dan manusia masih bisa hidup pasca berjatuhannya bintang-bintang di langit? Jangankan manusia, bumi saja akan langsung hancur terbakar sebelum bintang-bintang tersebut menyentuh permukaan bumi. Jadi jika dilihat dari ilmu Astronomi, masuk akalkah ayat-ayat alkitab diatas? Apakah mungkin tuhan pakek acara salah segala dalam berfirman?

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..:)

PANDANGAN ALKITAB TENTANG PEGUNUNGAN


Kali ini kita akan mencoba menganalisa pandangan alkitab tentang pegunungan, dari sudut pandang ilmu pengeahuan. Setelah saya baca beberapa ayat alkitab tentang pegunungan, saya bertanya-tanya seperti ini :

"Benarkah gunung-gunung pernah berlompatan seperti domba jantan? Digali oleh manusia sampai ke akar-akarnya? Terbelah oleh angin? Dan bisa dipindahkan ke tempat lain dan juga di tenggelamkan kedalam lautan hanya dengan bermodalkan iman sebesar biji sesawi?"

Pertanyaan ini muncul dalam benak saya, setelah saya selesai menjawab pertanyaan kristiani mengenai pegunungan yang berfungsi sebagai pasak yang menstabilkan bumi. Karena saya kurang puas hanya dengan menjawab pertanyaan mereka, maka setelah pertanyaan tersebut terjawab secara ilmiah, sebagai perbandingan sekarang saya ingin menanyakan mengenai gunung-gunung yang di klaim alkitab pernah berlompatan bagaikan domba jantan, digali manusia sampai ke akar-akarnya, terbelah oleh angin dan bisa dipindahkan dan ditenggelamkan hanya dengan modal iman sebesar biji sesawi. Klaim tersebut tertulis pada ayat berikut ini :

Mazmur 114:4 Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba.

Ayub 28:9 Manusia melekatkan tangannya pada batu yang keras, ia membongkar-bangkir gunung-gunung sampai pada akar-akarnya;

1 Raja Raja 19:11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Matius 21:21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.

Markus 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Ayat-ayat diatas menceritakan tentang kejadian ajaib ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, kisah tentang penambangan, kisah tentang Elia dan test keimanan. Dan sekarang mari kita baca pandangan para Ilmuan tentang pegunungan berikut ini :

Beberapa tahun yang lalu para ahli geofisika menemukan bukti bahwa kerak bumi berubah terus. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik (plate tectonics) yang menyatakan banyak pendapat bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentikan gerakan horizontal lithosfer. Para ilmuan Geologi moderen telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berkali-kali lipat dari ketinggian gunung di atas permukaan tanah. Jadi kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung berdasarkan informasi ini adalah kata "pasak" karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah. Pengetahuan semacam ini, tentang gunung-gunung yang memiliki akar yang dalam, baru diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19. Dalam teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi berupa 12 lempeng lithosfer setebal 5 sampai 100 km mengepung di atas substratum plastis (astenosfer), yang tebalnya sampai 3000 km. lempengan itu bergerak secara horizontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan terlipat ke atas dan ke bawah, melahirkan gunung-gunung. Misalnya, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkan formasi rantai pegunungan Himalaya dengan puncak tertingginya gunung Everest setinggi 8,848 km, terbentuk mulai 45 juta tahun yang lalu. Fase akhir terbentuknya gunung ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi. Hal ini menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer. Itulah fungsi gunung. Tanpa gunung, gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan antar lempang akan lebih drastis dan akan membahayakan kehidupan.

Para ilmuwan banyak berbeda pendapat dalam memahami peran gunung-gunung dalam mengokohkan bumi. sebab, kendati total keseluruhan massa gunung di atas permukaan bumi sangat besar, ia tetap tidak sebanding dengan massa bumi secara keseluruhan yang bobotnya mencapai kira-kira 1 miliar triliun ton. Bagitu juga ketinggian gunung, meski menjulang, ia tetap tidak sebanding dengan panjang jari-jari (diameter) lingkaran bumi. sebab, selisih antara ketinggian puncak gunung yang tertinggi di dunia (mount everest dengan ketinggian 8.848 M) dengan kedalaman palung yang paling dalam (yaitu palung mariyana di dekat kepulauan Filipina dengan kedalaman sekitar 11 KM) sangat tidak sebanding, padahal radius khatulistiwa bumi mencapai 6378,160 KM. dari situ tampak kemungilan kecekungan dan kecembungan bumi jika dibandingkan dengan radiusnya, dan persentasenya pun tidak lebih dari 0,3 % dari total radius bumi. Dari sini muncul pertanyaan yang menggoda akal, bagaimana mungkin gunung mampu menstabilkan bumi sementara bobot massa dan dimensinya begitu kecil jika dibandingkan dengan massa dan dimensi bumi? Pertanyaan ini baru dapat dijawab pada pertengahan tahun 60-an abad ke-20 ketika hasil penelitian berhasil menemukan bahwa kerak bebatuan bumi terpecah oleh jaring retak yang membentang puluhan ribu kilometer dan yang mengelilingi bumi ini secara keseluruhan dengan kedalaman yang berkisar 65 s/d 150 KM. hal ini mengakibatkan terpecahnya bebatuan bumi menjadi sejumlah lempengan bebatuan yang terpisah satu sama lain dengan tingkat perpecahan masing-masing. Lempengan-lempengan kerak bebatuan bumi ini mengapung di atas lapisan elastis bumi yang semi cair dan memiliki tingkat kepadatan dan kelekatan yang tinggi yang disebut "Lapisan Lunak Bumi".

Pada lapisan lunak ini, arus panas yang bergerak seperti kumparan yang berputar yang sangat kuat mengaktifkan arus-arus pembawa yang mendorong lempengan-lempengan kerak bebatuan bumi untuk menjauh satu sama lain atau berbenturan satu sma lain dengan kecepatan luar biasa yang membuatnya tidak layak di huni oleh makhluk hidup apa pun. Tidak ada yang mampu menenangkan dan menghentikan gerakan-gerakan liar lempengan kerak bebatuan bumi ini selain terbentuknya rangkaian-rangkaian pegunungan selama berfase-fase hingga mencapai fase final yang ditandai dengan digunakannya kedalaman samudera yang memiashkan antara dua benua yang saling berjauhan secara penuh. yaitu dengan mendorong salah satu benua pada kedalaman tersebut di bawah benua yang lain, sehingga kedua benua bertabrakan dan menekan bebatuan yang menggumpal diantara keduanya dalam bentuk rangkaian pegunungan besar yang membentangkan pasak-pasaknya untuk mengokohkan salah satu benua dengan bebatuan yang lain.

Pasak pegunungan juga mengokohkan penopang-penopang yang terpancang di bumi sebagaimana yang terjadi dengan pergeseran ke arah benua Asia, sehingga kedua benua (India dan asia) pun bertabrakan dan menghasilkan terbentuknya pegunungan himalaya sebagai rangkaian pegunungan yang terbaru di muka bumi sekaligus yang paling tinggi. Proses di atas merupakan proses pengokohan massa benua-benua di atas permukaan bumi, sementara mengenai proses pengokohan bumi sebagai planet, sudah diketahui adanya bahwa akibat perputaran bumi pada porosnya, bentuk bumi berubah dari bulat sempurna menjadi elips. kawasan di garis khatulistiwa bumi agak cembung sedangkan kawasan di dua kutub agak datar. kecembungan garis khatulistiwa ini membuat poros putarannya menjadi lambat dan dikenal dengan istilah badariyyah.

Dalam kondisi demikian, poros bumi bergoyang-goyang dan bergerak-gerak dengan gerakan yang berlawanan dengan gerakan bulan dan matahari, juga dengan benda-benda yang bergerak secara konstan dalam takaran dan arah kekuatan yang sama cepat. Gerakan yang cenderung liar ini diperkecil oleh keberadaan gunung-gunung yang memiliki akar yang menancap di kerak bebatuan bumi yang bentangan kedalamannya mencapai 10 hingga 15 kali lipat ketinggiannya di atas permukaan bumi. keberadaan gunung-gunung ini meminimalisir keliaran gerakan atau goyangan poros putar bumi dan menjadikannya lebih stabil dan lebih teratur dalam proses rotasinya mengelilingi porosnya, juga menjadikan goyangan dan gocangannya lebih rendah. persis seperti seperti apa yang dilakukan ruas-ruas timah di sekitar ban mobil yang memperkecil goncangan dan goyangan ban selama ban berputar. Sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung-gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi.

Pertanyaan saya :

1. Bagaimana mungkin pegunungan dengan akar yang menjulang jauh kedalam bisa berlompatan seperti itu?

2. Bagaimana mungkin manusia dapat menggali dasar pergunungan sampai ke akar-akarnya, padahal pada akar pegunungan terdapat magma yang amat panas?

3. Mungkinkah gunung yang kokoh bisa terbelah oleh angin?

4. Bagaimana mungkin pegunungan dengan akar yang menjulang jauh kedalam tanah dapat dipindahkan dan ditenggelamkan hanya dengan modal iman sebesar biji sesawi? Dan sudahkan kristiani membuktikan kebenaran test iman tersebut?

5. Dan apa yang terjadi pada lempengan bumi dan manusia yang hidup pada zaman saat pegunungan tersebut berlompatan, terbelah, dibongkar-bangkirkan sampai ke akar-akarnya dan dipindahkan juga ditenggelamkan?

Silahkan berikan tanggapan yang ilmiah dan jika ada catatan sejarah yang mencatat mengenai peristiwa yang sangat spektakuler ini, silahkan disematkan juga pada kolom komentar.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..:)

Minggu, 08 Februari 2015

PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT ALKITAB



Kali ini kita akan mengkaji keakuratan proses penciptaan alam semesta didalam alkitab dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Proses penciptaan alam semesta menurut alkitab diawali pada Kejadian 1:1, sebagai penjelasan dasar bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Tuhan. Lalu pada Kejadian 1:2-31 menjelaskan tentang rincian atau urutan waktu penciptaan mulai dari penciptaan bumi, langit, daratan, lautan, tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Alkitab memberikan informasi kepada kita mengenai proses penciptaan alam semesta beserta isinya yang telah rampung hanya dalam waktu 6 hari. Dan berikut ini adalah rinciannya :

1. Hari pertama tuhan menciptakan bumi dimana bumi masih dalam keadan kosong dan belum ada kehidupan didalamnya. (Kejadian 1:1-5)

2. Hari kedua tuhan menciptakan langit yang juga masih dalam keadaan kosong dan belum ada benda-benda langit didalamnya. Dan disana tuhan juga memisahkan air yg ada dibawah langit dan juga diatas langit. (Kejadian 1:6-8)

3. Hari ketiga tuhan menciptakan daratan yang meliputi benua, pulau dan juga gunung-gunung. Dan dihari yang sama tuhan juga menciptakan lautan dan juga tumbuh-tumbuhan. (Kejadian 1:9-13)

4. Hari keempat tuhan menciptakan benda-benda langit yakni matahari, bulan dan bintang-bintang. (Kejadian 1:14-19)

5. Hari kelima tuhan menciptakan segala binatang yang hidup di bumi, baik yang hidup di darat, air ataupun udara. (Kejadian 1:20-23)

6. Hari keenam tuhan menciptakan manusia untuk tinggal dan beranakcucu di bumi dan mengusahakan apa yg ada dibumi (Kejadian 1:24-31)

Dari ayat-ayat diatas maka sekarang kita bisa mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Sudah terjadi siang, malam dan perhitungan hari pada hari pertama, padahal Matahari baru tercipta pada hari keempat.

2. Bumi diciptakan lebih dulu daripada langit.

3. Pepohonan tercipta pada hari ketiga padahal Matahari baru tercipta dihari keempat.

4. Bumi tercipta lebih dulu daripada Matahari.

5. Penciptaan alam semesta beserta isinya hanya memakan waktu 6 hari.

-----

Dari kesimpulan diatas, maka sekarang mari kita lakukan alanisis ilmiah sebagai berikut :

1. Bagaimana bisa terjadi malam, siang dan perhitungan hari pada hari pertama padahal matahari baru tercipta pada hari ke empat?

Kristiani mungkin akan berasumsi bahwa terang yang diciptakan pada hari pertama disana bukanlah terang dari cahaya matahari, melainkan dikait-kaitkan dengan hal yang lain. Tetapi ilmu pengetahuan kini sudah memberikan penjelasan ilmiah kepada kita bahwa terjadinya malam, siang dan perhitungan hari itu disebabkan oleh rotasi bumi yang mengelilingi matahari. Jadi bagaimana mungkin sudah terjadi hal tersebut sedangkan matahari baru tercipta pada hari kenempat?

2. Bagaimana tumbuh-tumbuhan bisa hidup pada hari ke tiga sedangkan matahari baru diciptakan pada hari ke empat?

Perlu diingat lagi bahwa sinar matahari adalah pokok penting dalam proses fotosintesis pada tumbuhan yang akan memberikan kehidupan bagi tumbuhan tersebut. Proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Tumbuhan hijau yang menyerap energy dari cahaya matahari, kemudian menggunakannya untuk membuat karbohidrat.

3. Benarkah bumi tercipta lebih dulu daripad langit?

Para astronom telah melakukan penelitian untuk mengetahui umur alam semesta, matahari, bumi dan benda-benda langit lainnya. Dan telah didapatkan perkiraan umur alam semesta yaitu sekitar 13,7 miliyar tahun. Dan umur bumi adalah sekitar 4,5 miliyar tahun. Jadi hal ini tidak mungkin bisa dibenarkan dari sudut pandang ilmu pengetahuan jika bumi diklaim tercipta lebih dulu daripada langit.

4. Apakah bumi tercipta lebih dulu daripada matahari?

Saat ini telah diketahui bahwa usia matahari adalah sekitar 5 miliyar tahun, jadi masih lebih tua matahari daripada bumi yang usianya sekitar 4,5 miliyar tahun. Maka hal ini tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang ilmu pengetahuan jika bumi di klaim tercipta lebih awal daripada matahari.

5. Berapa lama proses penciptaan alam semesta beserta isinya?

Para ahli kosmologi memberikan informasi kepada kita bahwa proses penciptaan alam semesta memakan waktu kosmologis selama enam era yang sangat panjang, diantaranya adalah sebagai berikut :

A. Era Planck
B. Era Hadron
C. Era Lepton
D. Era Radiasi
E. Era Pembentukkan Protogalaksi
F. Era Runtuhnya Protogalaksi.

Dalam proses pembentukan bumi dari diperkirakan terjadi selama kurun waktu 10-20 juta tahun. Jadi sangat tidak masuk akal jika bumi di klaim telah rampung dibentuk selama satu hari. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Dalam teori Kabut, Immanuel kant tahun 1755 dikemukakan bahwa Matahari semula berbentuk kabut gas yang bersuhu amat tinggi dan berputar/berotasi dengan sangat lambat. Kabut gas ini makin lama mengalami penurunan suhu, sehingga makin berkerut menjadi lebih kecil dari keadaan semula dan gerak rotasinya makin cepat, dan akhirnya kabut gas tersebut menjadi bentuk cakram. Karena cepatnya gerak rotasi menyebabkan bagian-bagian tepi dari cakram tersebut lepas. Bagian kabut yang terlepas tetap berputar, dan lama-lama mengeras dan beredar mengelilingi pusat kabut. Dan proses seperti ini memungkinkan juga terjadi pada pembentukan bintang-bintang, planet dan benda-benda langit lainnya termasuk juga bumi. Dan tentu proses seperti ini tidak memakan waktu singkat, melainkan memakan waktu yang teramat panjang. Jadi masing-masing penciptaan tidak terjadi dalam satu hari, dalam hal ini Alkitab terjadi kesalahan fatal dalam bidang ilmu pengetahuan modern. Ilmu pengetahuan modern telah memberikan informasi kepada kita sebagai berikut :

A. Umur alam semesta adalah sekitar 13,7 Miliyar tahun
B. Umur Matahari adalah sekitar 5 Miliyar tahun
C. Umur bumi adalah sekitar 4,5 Miliyar tahun
D. Umur Bulan adalah sekitar 4,4 Miliyar tahun

Dari informasi tersebut maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa terdapat rentang waktu yang teramat panjang antara proses penciptaan Langit, Matahari, Bumi dan juga Bulan. Selisihnya sampai dalam kisaran miliyaran tahun. Jadi dari sini kita bisa memastikan bahwa proses penciptaan alam semesta tidak mungkin bisa selesai dalam kurun waktu 6 hari seperti klaim alkitab, mengingat urutan penciptaan didalam alkitab yang hanya berselisih satu hari.

6. Kapan untuk kali pertama bumi dihuni oleh makhluk hidup?

Pelepasan gas vulkanik diduga menciptakan atmosfer tua yang nyaris tidak beroksigen dan beracun bagi manusia dan sebagian besar makhluk hidup. Sebagian besar permukaan Bumi meleleh karena vulkanisme ekstrem dan sering bertabrakan dengan benda angkasa lain. Sebuah tabrakan besar diduga menyebabkan kemiringan sumbu Bumi dan menghasilkan Bulan. Seiring waktu, Bumi mendingin dan membentuk kerak padat dan memungkinkan cairan tercipta di permukaannya. Bentuk kehidupan pertama muncul antara 2,5 miliar tahun yang lalu. Kehidupan fotosintesis muncul sekitar 2 miliar tahun yang lalu, dan memperkaya oksigen di atmosfer. Sebagian besar makhluk hidup masih berukuran kecil dan mikroskopis, sampai akhirnya makhluk hidup multiseluler kompleks mulai lahir sekitar 580 juta tahun yang lalu. Pada periode Kambrium, Bumi mengalami diversifikasi filum besar-besaran yang sangat cepat.

Dalam teori Palaentologi menyatakan bahwa periodisasi pertumbuhan planet bumi ini terbagi atas enam periode yaitu :

A. Azoicum, yaitu masa tidak / belum adanya kehidupan dibumi yang baru terbentuk. Masa ini berlangsung sekitar 1 Miliyar tahun.

B. Exchoicum, yaitu masa kehidupan primitif dengan ditandai dengan aktifitas gunung berapi dan terbentuknya gunung-gunung di bumi. Pada masa ini sudah ditemukan adanya kehidupan berupa semacam tumbuhan ganggang primitif. Masa ini berlangsung sekitar 600.000.000 tahun.

C. Protorozoicum, yaitu masa dengan ditemukannya fosil. Masa ini berlangsung sekitar 650.000.000 tahun.

D. Palaezoicum, yaitu zaman purba disini semua phylum yang meninggalkan fosil sudah ada dalam permulaan zaman ini. Zaman ini dibagi lagi kedalam 7 subzaman yaitu Cambrian, Ordivician, Silurias, Devonian, Mississipian, Pennsylvanian dan Pernian. Lamanya sekitar 350.000.000 tahun.

E. Mesozoicum, yaitu zaman pertengahan. Invertebrata laun jumblahnya menurun di zaman ini. Tetapi Crustaceao modern muncul. Lamanya sekitar 140.000.000 tahun.

F. Cenozoicum, yaitu zaman sekarang. Pada zaman ini muncullah makhluk-makhluk tingkat tinggi dan manusia yang dimulai sejak 60.000.000 tahun yang lalu.

Disini kita mendapatkan informasi bahwa pada awal mula pembentukan bumi terjadi masa kekosongan makhluk hidup selama kurang lebih 2 miliyar tahun. Dikarenakan masih terdapatkan gas-gas beracun yang diakibatkan dari pelepasan gas vulkanik. Maka dari informasi tersebut kita bisa memastikan bahwa terciptanya kehidupan di bumi berupa tumbuh-tumbuhan dan juga segala binatang tidak mungkin terjadi dalam kurun waktu satu 2 hari setelah masa kekosongan bumi. Mengingat selisih waktu penciptaan keduanya yang hanya berselisih 2 hari dari masa kekosongan bumi.

7. Berapa umur bumi menurut alkitab?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, bahwa dari sudut pandang ilmu pengetahuan, umur bumi yang telah dikemukakan oleh para ilmuan saat ini ialah 4,5 miliyar tahun. Lalu berapa umur bumi menurut alkitab?

Jika kita membaca Alkitab mulai dari Kitab kejadian 5:1 hingga di Kejadian 5:32, kita akan mendapatkan silsilah 10 generasi dari manusia pertama di planet bumi yang bernama Adam sampai ke anak cucunya hingga Nuh beserta masing masing umurnya. Kemudian jika kita jumlahkan seluruh angka angka umur dari tiap generasi ketika memperanakkan masing masing keturunannya maka anda akan mendapatkan hasil 1554 TAHUN.

Perincian jumlah tahun tahun dari Adam hingga Nuh adalah sebagai berikut :

- Adam memperanakkan Set ketika berumur 130 tahun (Kej 5:3 )
- Set memperanakkan Enos ketika berumur 105 tahun (Kej 5:6 )
- Enos memperanakkan Kenan ketika berumur 90 tahun (Kej 5:9 )
- Kenan memperanakkan Mahalael ketika berumur 70 tahun (Kej 5:12)
- Mahalalel memperanakkan Yared ketika berumur 65 tahun (Kej 5:15)
- Yared memperanakkan Henokh ketika berumur 160 tahun (Kej 5:18)
- Henokh memperanakkan Metusalah ketika berumur 65 tahun (Kej 5:21)
- Metusalah memperanakkan Lamekh ketika berumur 187 tahun (Kej 5:25)
- Lamekh memperanakkan Nuh ketika berumur 182 tahun (Kej 5:28)
- Nuh memperanakkan Sem ketika berumur 500 tahun (Kej 5:32)

JUMLAH TAHUN ADAM minus TAHUN NUH = 1.554 TAHUN

Jika kita teruskan membaca mulai dari Kitab Kejadian 11:10 hingga Kejadian 11:26, maka kita akan mendapatkan umur anak-anak keturunan Nuh yaitu SEM hingga Abram dan berlanjut hingga Ishak dan Yakub pada Kitab Kejadian 21:5 dan Kejadian 25:26. Selanjutnya jika kita jumlahkan seluruh angka-angka umur tersebut, maka kita akan mendapatkan hasil 548 TAHUN

Perinciannya adalah sebagai berikut :

- Sem memperanakkan Arpakhsad ketika berumur 100 tahun (Kej 11:10)
- Arpakhsad memperanakkan Selah ketika berumur 35 tahun (Kej 11:12)
- Selah memperanakkan Eber ketika berumur 30 tahun (Kej 11:14)
- Eber memperanakkan Peleg ketika berumur 34 tahun (Kej 11:16)
- Peleg memperanakkan Rehu ketika berumur 30 tahun (Kej 11:18)
- Rehu memperanakkan Serud ketika berumur 30 tahun (Kej 11:20)
- Serug memperanakkan Nahor ketika berumur 30 tahun (Kej 11:22)
- Nahor memperanakkan Terah ketika berumur 29 tahun (Kej 11:24)
- Terah memperanakkan Abram ketika berumur 70 tahun (Kej 11:26)
- Abram memperanakkan Ishak ketika berumur 100 tahun (Kej 21:5 )
- Ishak memperanakkan Yakub ketika berumur 60 tahun (Kej 25:26)

JUMLAH TAHUN SEM minus YAKUB = 548 TAHUN

Bila dijumlahkan seluruhnya, maka umur manusia sejak Adam hingga Yakub adalah 1554 tahun plus 548 tahun = 2102 TAHUN

Untuk generasi sesudah Yakub, Alkitab tidak menuliskan tahun-tahun generasinya secara terperinci seperti generasi sebelum Yakub kecuali nama nama silsilah hingga Yesus (yang berbeda-beda jumlahnya antara yang tertulis pada Kitab Matius dan kitab Lukas).

Kitab Matius menuliskan ada 37 generasi dari Yakub hingga Yesus.
Kitab Lukas menuliskan ada 54 generasi dari Yakub hingga Yesus.

Mana yang benar dari kedua kitab tersebut menjadi relatif, sebab walau bagaimanapun secara logika mustahil kedua kitab itu sama-sama benar,

Untuk perhitungan umur manusia sejak Adam hingga Yesus, kita ambil saja yang terbanyak jumlah generasinya yaitu pada Kitab Lukas, agar diperoleh jumlah tahun maksimal.

Lalu berapa tahunkah masa antara Yakub hingga Yesus jika tidak ada rincian detail umur tiap-tiap generasinya?
Baik kita permudah saja.

Berdasar pada “firman Tuhan” di Kitab Kejadian 6:3
Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan SERATUS DUA PULUH TAHUN saja.”

Dan anda juga tak usah heran untuk kedua kalinya, sebab ternyata yang namanya “FIRMAN TUHAN” tersebut tak lebih dari sekedar “OMONG KOSONG”, eh ralat: ”FIRMAN KOSONG”, sebab ternyata ada juga generasi sesudah “FIRMAN (KOSONG) TUHAN” itu turun yang umurnya lebih dari 120 tahun. Silakan lihat sendiri umur dari SEM hingga TERAH di Kitab Kejadian 11:10 hingga 11.26. Ini resumenya :

- Umur Sem = 600 tahun
- Umur Arpakhsad = 438 tahun
- Umur Selah = 433 tahun
- Umur Eber = 464 tahun
- Umur Peleg = 239 tahun
- Umur Rehu = 239 tahun
- Umur Serug = 230 tahun
- Umur Nahor = 148 tahun
- Umur Terah = 205 tahun
- Umur Abraham = 175 tahun

Angka-angka umur generasi sesudah Nuh tersebut di atas adalah bukti matematis “FIRMAN (KOSONG) TUHAN” yang membatasi umur manusia hanya selama 120 tahun

kita asumsikan maksimal saja bahwa usia antara Yakub hingga Yesus adalah 120 TAHUN x 54 GENERASI = 6.480 TAHUN

Maksud ASUMSI MAKSIMAL yang kita buat adalah mengabaikan overlapping umur tiap generasi. Artinya Yakub dianggap berumur 120 tahun dan mati pada usia itu juga ketika memperanakkan Yuda. Demikian juga Yuda berumur 120 tahun dan mati juga pada usia itu ketika memperanakkan Phares, demikian seterusnya (walaupun kelihatan konyol) sehingga didapat hasil umur manusia dari Adam hingga Yesus adalah TIDAK LEBIH dari 2.102 tahun plus 6.480 tahun = 8.582 TAHUN.

Sedangkan jika memakai asumsi NORMAL bahwa generasi sesudah Yakub rata-rata menurunkan anaknya ketika mereka berusia 30 tahun, maka jarak waktu antara Yakub hingga Yesus adalah 30 tahun x 54 generasi = 1.620 TAHUN.

Jadi, menurut ASUMSI NORMAL, umur manusia sejak Adam hingga Yesus adalah 1.620 tahun plus 2.102 tahun = 3.722 TAHUN. Artinya, umur manusia dan bumi sejak Adam hingga sekarang adalah 3.722 tahun plus 2.012 tahun = 5.734 TAHUN.

Sedangkan jika Menurut ASUMSI MAKSIMAL, umur manusia sejak Adam hingga sekarang (tahun 2015 ) menurut perhitungan alkitabiah adalah TIDAK LEBIH dari 8582 tahun + 2015 tahun = 10.597 TAHUN

Kita permudah saja dengan menggunakan ASUMSI MAKSIMAL (atau silakan menggunakan asumsi-asumsi lain).

Dengan demikian umur Planet Bumi, tumbuh-tumbuhan dan binatang beserta seluruh jagat raya hingga saat ini tidak lebih dari 10.596 TAHUN. Tokh alkitab menceritakan bahwa penciptaan Bumi, tumbuh-tumbuhan dan binatang serta benda benda langit lainnya hanya berselisih 5 hari lebih dulu saja dari penciptaan Adam?

Lalu bagaimana dengan ditemukannya bukti fosil-fosil binatang Purba yang berasal dari jaman Jurassic (60 juta tahun yang lalu) dan Triasic (225 juta tahun yang lalu)? Atau bagaimana dengan bukti batuan tertua yang berumur 4 milyar tahun silam? Atau bagaimana dengan ditemukannya bukti fosil manusia purba (hominid) Australopithecus Afarensis yang diberi nama Lucy yang berumur 3,2 juta tahun, atau Australopithecus Sediba si Karabo yang berumur satu juta tahun lebih tua dari Lucy yang semuanya itu berumur sangat sangat jauh dari perhitungan umur bumi, manusia dan jagat raya menurut alkitab?

8. Apakah segala binatang yang bernyawa memakan tumbuh-tumbuhan?

Dari kesemua data diatas, juga sekaligus meruntuhkan argumen Kristiani yang mengklaim bahwa binatang-binatang memakan daging disebabkan oleh kejatuhan Adam dalam dosa. Klaim tersebut mereka pergunakan untuk menjawab pertanyaan ini :

"Menurut kitab Kejadian 1:30, Apakah benar segala binatang memakan tumbuh-tumbuhan hijau?"

Faktanya banyak ditemukan fosil-fosil binatang karnivora purba yang hidup sejak jutaan tahun yang lalu. Jadi jika kita hubungkan hal ini, kita akan dapat menarik kesimpulan bahwa kitab Kejadian 1:29 yang mengatakan segala binatang memakan tumbuhan hanyalah "FIRMAN KOSONG". Mengingat banyak ditemukannya fosil-fosil binatang karnivora yang hidup sebelum adam diciptakan.

Wooow! Hanya dalam satu pasal pertama pada kitab yang urutannya juga pertama saja sudah terdapat rentetan kesalahan ilmiah yang teramat fatal seperti ini. Jelas alkitab tidak akan pernah bisa menjawabnya kecuali apologi buta orang orang yang mempercayainya sebagai kitab suci yang memilih menyangsikan semua perhitungan dan metode saintis demi membela kitab suci berisi “FIRMAN (KOSONG) TUHAN” tersebut.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)