Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

YESUS TIDAK RELA DISALIB

Kali ini saya akan berikan beberapa data dari alkitab mengenai ketidak relaan Yesus untuk disalibkan, silahkan dibaca dan dikaji baik-baik.

• BUKTI PERTAMA : Pembelian Pedang Untuk Melakukan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36 Jawab mereka: "Suatu pun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Ini adalah persiapan untuk perang, murid-muridnya telah dipersenjatai. Mereka telah memiliki gambaran hal yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tidak mau menyerah bergitu saja dijadikan bulan-bulanan oleh Yahudi tanpa adanya perlawanan yang berarti.

Lukas 22:38 Kata mereka: "Tuan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Senjata telah siap, perlawanan akan dilakukan. Kristiani sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang kiasan. Entah apa maksud dari pedang kiasan tersebut, namun jika yang dimaksud tersebut adalah pedang kiasan, lalu jubah apa yang dimaksud Yesus untuk dijual? Jubah kiasan? Apa pula maksud dari dua pedang yang telah murid-muridnya siapkan? Dan yang terpenting, pedang kiasan tentu tidak akan dapat memutuskan telinga seorang hamba Imam Besar.

Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Dalam hal ini Yesus sama sekali tidak membicarakan tentang pedang kiasan, satu-satunya pedang yang dimaksud Yesus tersebut adalah pedang untuk melukai, untuk melakukan perlawanan, untuk membela diri.

Yesus mengetahui kesetiaan murid-muridnya yang menyertainya saat itu yang bersedia berkorban dan mati demi dirinya. Dengan senjata yang seadanya serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, murid-murid Yesus yakin dapat memenangkan pertempuran dalam menghadapi kaum Yahudi.

Sebelum kristiani NGEYEL di point ini, silahkan kalian jawab pertanyaan berikut :

Mengapa Yesus menyuruh membeli pedang? Akan digunakan sebagai apa pedang tersebut? Untuk mengiris bawang kah?

• BUKTI KEDUA : Yesus Berdoa Memohon Untuk Diselamatkan

Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa 'cawan' dalam ayat tersebut bermakna kematian, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi, Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.

Doa Yesus yang meminta keselamatan juga sudah dinubuatkan dalam kitab Mazmur 22:20-21. Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah.

Pertanyaan :

Jika Yesus rela dibantai, mengapa ia memohon-mohon kepada Tuhannya agar diselamatkan?

• BUKTI KETIGA : Yesus Berjaga Semalaman Dari Serangan Musuh

Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah tersebut dan tertidur.

Markus 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Pertanyaan :

Untuk apa Yesus berjaga semalaman dan meminta muridnya berjaga juga dengan dia? Apa Yesus mau ronda di taman Getsmani?

• BUKTI KEEMPAT : Yesus Melakukan Pembelaan Saat Ia Dipengadilan

Matius 26:59-60
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Pengadilan ini hanya sandiwara, bagaimanapun keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, Yesus harus disalibkan. Tapi Yesus tidak dapat menahan diri untuk membela diri, Yesus adalah oknum tidak bersalah yang "keras kepala", meskipun dia tahu betul keputusan apa yang ada dalam hati para pengadilnya yang tidak adil tersebut untuk dirinya.

Yohanes 18:19-23
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Ada hal yang perlu ditinjau ulang dalam keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut.

Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Tapi telah disaksikan sendiri bahwa Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya, Yesus tidak terima saat ditampar oleh musuhnya dan meminta mereka untuk menunjukkan kesalahannya jika memang dia bersalah. jelas-jelas hal ini adalah pembelaan darinya karena Yesus memang tidaklah bersalah dalam kasus ini. Dan dari sini bisa kita lihat bahwa nubuat dalam kitab Yesaya diatas tidak berlaku buat Yesus, tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut. Lagi, Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya. Dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat anda teliti sendiri.

Pertanyaan :

Jika Yesus memang rela dibantai, mengapa dia melakukan pembelaan saat mau diadili?

BUKTI KELIMA : Yesus Berseru Kepada Tuhannya Dan Berharap Untuk Diselamatkan

Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Dari sikap Yesus diatas kita bisa menyimpulkan bahwa ia sama sekali tidak rela dibunuh dan berharap Tuhannya mau menolong ia. Hal ini juga telah dinubuatkan dalam ayat berikut :

Mazmur 22:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.

Pertanyaan :

Lebih kurang sama dengan pertanyaan point 2

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Jumat, 26 Juni 2015

KONTROVERSI YESAYA 53


Kali ini saya akan membahas klaim kristen mengenai nubuat pada kitab Yesaya 53 yang sering di klaim sebagai nibuat untuk Yesus. Mari kita kritisi ayatnya satu persatu agar lebih memudahkan kita untuk mentahui apakah ayat tersebut cocok untuk Yesus ataukah tidak.

[1] Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
[2] Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Baiklah, saya tidak membahas tentang perbedaan bunyi kutipan itu di sini, karena saya hanya ingin fokus pada “siapa” yang cocok 100% dengan nubuat Yesaya 53 itu, karena setiap nubuat yang benar, harus cocok dengan yang menggenapinya 100%, baru dapat diakui sebagai nubuatan yang benar.

Apakah Yesus sanggup menggenapinya? Mari kita lihat! Jika memang benar, bahwa Yesus yang dimaksudkan nubuat itu, maka Yesus :

• Merupakan tunas (שרש)(syeresy’) dari tanah yang kering (ציה)(tsiyah);
Tapi kenyataannya, Yesus dilahirkan oleh wanita yang subur (פורה)(purah) lagi perawan (בתולה)(bathulah) yaitu : Maria. Bagaimana mungkin Maria dapat dianggap sebagai “tanah kering”, sementara ia dapat mengandung tanpa dicampuri oleh seorang laki-laki. Maria benar-benar “tanah subur”, dan bukan “tanah kering”.

“tanah kering” ini lebih cocok kepada Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis.
Perhatikan keterangan Lukas berikut ini:

“Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul (עקר)(‘aqar) dan keduanya telah lanjut umurnya” (Lukas 1:7)

• Tidak tampan (לא תאר) (Lo To-ar) dan tidak bersemarak (לא הדר) (Lo Hadar) (kurang menarik untuk dipandang)

Saya tidak mendapat keterangan dari perjanjian baru, bahwa Yesus memiliki wajah jelek atau pun tampan, sehingga saya tidak bisa menentukan apakah Yesus berwajah jelek seperti yang dinubuatkan Yesaya itu atau justru berwajah rupawan.

Jika Yesus berwajah rupawan, maka beliau tidak masuk dalam kategori nubuatan ini.

[3] Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
[4] Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
[5] Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

• Penderitaan yang digambarkan dalam ayat tersebut, hampir rata-rata para nabi telah mengalaminya, seperti: dihina, dianiaya, dibawa ke pembantaian, diremukkan, dst. Para nabi sebelum Yesus juga mengalami penderitaan bahkan sebagian sampai mati terbunuh. Hal ini ditegaskan dalam ayat berikut.

1 Raja Raja 19:10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Jadi dalam hal penderitaan, dihina dan diasingkan itu bukan hal yang baru untuk para utusan atau para nabi. Jadi bukan hanya Yesus saja yang mengalami penderitaan semacam itu.

• Yang spesifik adalah: “bilur-bilur yang menjadi penyembuh”. Umat Kristiani menganggap bahwa Yesus juga menyembuhkan penyakit, sehingga cocok dengan beliau kalimat itu.

Mari kita telusuri :
Dalam bahasa Ibrani bilur-bilur adalah habbuurah (חבורה) yang berasal dari kata habar (חבר) yang berarti “kekasih”.

Sehingga kalimat itu dapat diartikan menjadi : “dan oleh kasihnyalah kita menjadi sembuh”

Namun, lagi-lagi, bukan hanya Yesus saja yang memiliki kasih seperti beliau, melainkan para nabi lain pun juga penuh dengan kasih, khususnya di zaman perjanjian baru, Yohanes pembaptis juga dapat digolongkan dalam golongan ini.

[6] Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
[7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
[8] Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Apakah Yesus membiarkan dirinya tertindas dan tidak membuka mulutnya saat ia hendak ditangkap dan disalibkan? TIDAK!

• Yesus menyuruh muridnya untuk membeli pedang demi menghadapi musuh :

Lukas 22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

• Yesus melarang muridnya tidur dan menyuruh mereka untuk berjaga-jaga denganny dari serangan musuh

Matius 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

• Yesus berdoa kepada Allah agar ia diselamatkan dari kematian

Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus tersebut juga sejalan dengan nubuat berikut :

Mazmur 22:21 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!

• Yesus tidak terima ketika ditampar oleh seorang penjaga dan ia membuka mulutnya untuk melakukan pembelaan.

Yohanes 18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Dan pada saat-saat terakhirpun Yesus berseru memanggil Tuhannya yang telah meninggalkan dia :

Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

[9] Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
[10] Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
[11] Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

• Apakah tidak ada tipu daya dalam mulut Yesus? Didalam alkitab, Yesus terbukti beberapa kali berbohong. Salah satunya adalah kebohongannya saat ia berada dipengadilan.

Yohanes 18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.

Yesus mengatakan kalau ia tidak pernah semnbunyi-sembunyi dalam menyampaikan ajarannya, tapi coba bandingkan dengan ayat berikut :

Matius 16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Dalam ayat ini, Yesus tidak berani berkata jujur tentang siapa dirinya dan ia menyembunyikan statusnya sebagai utusan Tuhan.

• Apakah Yesus memiliki keturunan?

Didalam alkitab tidak ada satupun dalil yang bisa menguatkan bahwa Yesus mempunyai isteri dan memiliki keturunan.

Zera’a (זרע) dalam bahasa Ibrani berarti : Bibit atau Sperma. Sehingga keturunan yang dimaksud dalam ayat itu adalah : anak yang berasal dari benih/bibit/sperma seorang laki-laki.

Artinya, tokoh yang dinubuatkan itu, memiliki keturunan yang berasal dari “sperma”nya sendiri, dan bukan secara istilah.

Ada yang mengatakan bahwa arti dari “keturunan” itu adalah “keturunan rohani”, sehingga maksudnya adalah: orang-orang yang percaya kepadanya atau pengikut-pengikutnya.

Saya tidak dapat membayangkan betapa arti dari kata “Zera’a” itu disimpangkan menjadi “keturunan rohani”, apakah mungkin ada “sperma rohani”? Sepanjang hidup saya, baru mendengarkan hal aneh itu.

Hal yang sama juga disebutkan dalam beberapa ayat dalam perjanjian lama sebagai berikut:

[Kej 3:15] Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu (זרע) dan keturunannya (זרע); keturunannya (הוא)(Hua) akan meremukkan kepalamu, dan engkau (אתה)(attah) akan meremukkan tumitnya."

MAKSUDNYA:
(Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara “keturunanmu dari spermamu (זרע)” dan “keturunannya dari spermanya (זרע)”; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya)

Kemudian dilanjutkan dengan ayat ini:

[Kej 21:13] Tetapi keturunan (בן)(ben) dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu (זרע)."

MAKSUDNYA :
Tetapi “ben/bani” dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun “keturunanmu dari spermamu”

Semua kata Zero’a di atas itu, tidak ada yang berarti : “keturunan rohani”
Dan untuk meyakinkan anda, maka carilah di translate online ibrani-indonesia, maka anda akan menemukan:
a. זרע = bibit
b. Sperma = זרע

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita jika kita memasukkan Yesus dalam nubuat ini, karena umat Kristiani mengenal Yesus sebagai orang yang tidak memiliki anak kandung dan tidak memiliki istri.

Dan pada ayat diatas juga dikatakan bahwa umurnya akan lanjut, itu artinya ia tidaklah mati. Berbeda dengan keyakinan kristiani yang menganggap bahwa Yesus pernah mati.

• Apakah Yesus adalah Hamba Allah?

Kalau kristiani meyakini bahwa nubuat tersebut adalah untuk Yesus, maka mereka harus menyingkirkan dogma yang memposisikan Yesus sebagai Tuhan. Karena dalam nubuat tersebut, disana dikatakan bahwa ia hanyalah seorang "Hamba Allah" bukan tuhan.

[12] Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

• Apakah Yesus mendapatkan orang-orang besar sebagai rampasan? Memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan? Dalam alkitab tidak ada satupun ayat yang menyatakan Yesus diberikan harta rampasan atau jarahan setelah ia keluar dari dalam kubur.

Jadi kesimpulannya, jika kitab Yesaya 53 di klaim sebagai nubuat untuk Yesus. Maka akan banyak kontroversi dengan apa yang tertulis dalam kitab Kanonik mengenai kisah Yesus. Diantaranya :

1. Apakah Yesus tumbuh dihadapan Tuhan? Lalu Tuhan yang mana lagi?

2. Apakah Yesus tidak tampan dan orang-orang pun enggan memandang wajahnya?

3. Yesus terbukti tidak begitu saja membiarkan dirinya tertindas, ia mempersiapkan pedang dan berjaga-jaga semalaman demi menghadapi serangan musuh.

4. Yesus tidak memiliki isteri dan keturunan.

5. Yesus tidak pernah diberikan orang-orang besar sebagai rampasan setelah ia keluar dari kubur. Bahkan ia masih harus menyamar agar musuh-musuhnya tidak mengenalinya dan berusaha membunuhnya lagi.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Sabtu, 23 Mei 2015

BUKTI ALKITAB TELAH DIREVISI


Kali ini saya akan membongkar kecurangan Lembaga Alkitab Indonesia atau LAI (baca: Lie) yang telah merevisi alkitab demi menutupi kesalahan yang ada didalamnya. Berikut ini adalah daftar ayat-ayat yang direvisi oleh LAI :

1. Mikhal Direvisi Menjadi Merab

2 Samuel 6:23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Pada ayat diatss dikatakan bahwa Mikhal mempunyai anak seumur hidupnya, tapi itu kontradiksi dengan ayat yang lainnya, pada ayat berikut ini dikatakan bahwa Mikhal memiliki lima orang anak.

KJV
2 Samuel 21:8   But the king took the two sons of Rizpah the daughter of Aiah, whom she bare unto Saul, Armoni and Mephibosheth; and the five sons of Michal the daughter of Saul, whom she brought up for Adriel the son of Barzillai the Meholathite:

Pada alkitab versi Kings James disana sangat jelas tertulis "and the five sons of Michal" yang artinya "dan kelima anak laki-laki Mikhal". Tapi sekarang mari kita lihat terjemahan versi LAI berikut ini :

2 Samuel 21:8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu,

Disini LAI telah dengan sengaja merubah nama Mikhal menjadi Merab demi menutupi kontradiksi didalamnya. Sekarang coba kita bandingkan dengan alkitab versi Hebruw atau Ibrani berikut ini :

WLC
וַיִּקַּ֣ח הַמֶּ֡לֶךְ אֶתשְׁ֠־נֵי בְּנֵ֨י רִצְפָּ֤ה בַת־אַיָּה֙ אֲשֶׁ֣ר יָלְדָ֣ה לְשָׁא֔וּל אֶת־אַרְמֹנִ֖י וְאֶת־מְפִבֹ֑שֶׁת וְאֶת־חֲמֵ֗שֶׁת בְּנֵי֙ מִיכַ֣ל בַּת־שָׁא֔וּל אֲשֶׁ֥ר יָלְדָ֛ה לְעַדְרִיאֵ֥ל בֶּן־בַּרְזִלַּ֖י הַמְּחֹלָתִֽי

Disana tertulis nama "מִיכַ֣ל/Mikhal" bukan "מֵרַ֔ב/Merab", disini jelas sekali bahwa LAI telah mervisi alkitab demi menutupi kontradiksi ayat didalamnya.

2. Lingkaran Direvisi Menjadi Bulatan

LAI
Yesaya 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Pada ayat diatas tertulis "Bulatan Bumi", LAI telah dengan sengaja merevisi ayat tersebut yang seharusnya berbunyi "Lingkaran Bumi" bukan bulatan. Hal ini demi menutupi fakta bahwa alkitab memiliki paham bumi itu datar dan mempunyai ujung. Sekarang mari kita bandingkan dengan alkitab versi Kings James.

 KJV
Isaiah 40:22   It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:

Pada alkitab versi KJV disitu tertulis "the circle of the earth" yang artinya lingkaran bumi. Bukan bulatan bumi. Sekarang mari kita baca teks aslinya dalam bahasa Ibrani :

WLC
הַיֹּשֵׁב֙ עַל־ח֣וּג הָאָ֔רֶץ וְיֹשְׁבֶ֖יהָ כַּחֲגָבִ֑ים הַנֹּוטֶ֤ה כַדֹּק֙ שָׁמַ֔יִם וַיִּמְתָּחֵ֥ם כָּאֹ֖הֶל לָשָֽׁבֶת

Dalam alkitab berbahasa Ibrani Disana tertulis "ח֣וּג/Circle/Lingkaran" bukan bulatan.

3. Perempuan Direvisi Menjadi Ibu

Yohanes 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Disitu Yesus seolah-olah memanggil ibunya dengan sebutan "Ibu", tapi sekarang coba kita bandingkan dengan alkitab versi KJV berikut ini :

John 2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.

Diatas jelas-jelas tertulis "Woman" bukan "Mather", sekarang bandingkan dengan teks aslinya berbahasa Yunani.

Greek Biblos
καὶ λέγει αὐτῇ ὁ Ἰησοῦς Τί ἐμοὶ καὶ σοί, γύναι; οὔπω ἥκει ἡ ὥρα μου.

Disitu tertulis "γύναι;/Woman/Perempuan" bukan ibu, hal ini ditujukan untuk menutupi prilaku Yesus yang tidak sopan kepada ibunya dengan manggil ibunya "Perempuan" seperti sedang memangil seorang pelacur.

4. 50.070 Direvisi Menjadi 70

LAI
1 Samuel 6:19 Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

KJV
1 Samuel 6:19   And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.

Dengan mengurangi jumblah korban jiwa yang jatuh karena murka tuhan, hal itu ditujukan untuk menutupi keingkaran janji tuhan untuk tidak membinasakan orang lagi dalam ayat berikut :

Kejadian 8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

5. Israel Direvisi Menjadi Ismael

LAI
2 Samuel 17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

KJV
2 Samuel 17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.

LAI merubah nama Israel menjadi Ismael demi menutupi kontradiksi pada ayat berikut :

1 Tawarik 2:17 Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu.

6. 7 Tahun Direvisi Menjadi 3 Tahun

LAI
2 Samuel 24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau.

KJV
2 Samuel 24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven yearsof famine shall come to thee in thy land? or wilt thou

Hal itu bertujuan untuk menutupi kontradiksi pada ayat berikut :

1 Tawarik 21:12 tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."

7. Menghilangkan Kata "Sarang Madu"

LAI
Lukas 24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

KJV
Luke 24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.

Entah apa tujuan LAI menghilangkan kata "Sarang Madu" diayat tersebut.

8. Menambahkan Kata "Kamu Katakan"

LAI
2 Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

KJV
2 Corinthians 12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.

LAI menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru, bahwa Paulus bukanlah seorang pendusta yang licik.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)


NUBUAT DALAM ALKITAB YANG GAGAL


Kali ini saya akan berikan data mengenai nubuat-nubuat dalam alkitab yang sama sekali tidak tergenapi atau meleset.

1. Nubuat Paulus Tentang Kedatangan Yesus

I Tesalonika
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup akan "diangkat" bersama-sama dengan Yesus. Dan akhirnya nubuat ini pun tidak tergenapi.

2. Nubuat Yesus Tentang Hari Kiamat

Matius 10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Matius 16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun kembali ke dunia dengan diiringi malaikat-malaikat Tuhan. Padahal sama seperti di atas, seluruh murid Yesus sudah lebih kurang 2000 tahun lamanya mati.

3. Nubuat Tentang Kematian Zekedia

Yeremia
34:4 Namun demikian, dengarlah firman TUHAN, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman TUHAN mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang!
34:5 Engkau akan mati dengan damai. Dan sebagaimana dinyalakan api untuk menghormati bapa-bapa leluhurmu, raja-raja dahulu, yang hidup sebelum engkau, demikianlah orang akan menyalakan api untuk menghormati engkau, dan akan meratapi engkau dengan berkata: Aduhai, tuan! Sungguh, Akulah yang mengucapkan firman ini, demikianlah firman TUHAN."

Dalam ayat ini Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh.

Yeremia 52:11 Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian raja Babel membawa dia ke Babel dan menaruhnya dalam rumah hukuman sampai kepada hari matinya.

Diceritakan bahwa pada akhir hayatnya, Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

4. Nubuat Tentang Keturunan Yoyakim

Yeremia 36: 30 Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam.

Dalam kitab Yeremia 36:30 tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata juga tidak benar. Namun nubuat ini lagi-lagi meleset.

II Raja-Raja 24: 6 Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Diceritakan Bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin/Yekhonya anaknya.

5. Nubuat Tentang Kematian Anak Amazia

Amos 7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Tetapi menurut 2 Tawarikh 26:1,21, anak Amazia mati karena penyakit kusta.

26:1 Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.
26:21 Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Jumat, 22 Mei 2015

SAMSON THE STRONG MAN


Kali ini saya akan menceritakah sebuah dongeng yang termaktub didalam alkitab. Pada suatu hari ada malaikat yang menghampiri seorang perempuan mandul untuk memberitakan kabar gembira. Yakni, ia akan melahirkan seorang anak yang akan menyelamatkan bani Israel dari tangan orang-orang Filistin.

Hakim-Hakim
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."

Lalu akhirnya perempuan itupun mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia pun menamainya Simson (Inggris: Samson).

Hakim-Hakim 13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.

Dan ketika Samson beranjak dewasa, ia pernah melawan seekor singa dengan tangan kosong dan ia mencabik-cabik tubuh singa tersebut.

Hakim-Hakim
14:5 Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
14:6 Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

Samson juga pernah mengamuk dan membunuh 30 orang, dan merampas pakaian orang-orang tersebut.

Hakim-Hakim 14:19 Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.

Tidak hanya itu, Samson juga pernah mengalahkan 300 ekor anjing hutan dan menangkapnya hidup-hudup. Lalu ia mengikat semua anjing tersebut dengan cara mengikat ekor-ekor anjing tersebut satu sama lain.

Hakim-Hakim
15:4 Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
15:5 Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.

Saking kuatnya si Samson ini, ia mampu mengangkat pintu gerbang kota beserta tiang-tiangnya dan palangnya. Lalu ia menaruhnya di kedua bahunya dan membawanya ke puncak gunung.

Hakim-Hakim 16:3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.

Dan pada suatu waktu, Samson bertemu dengan seorang pelacur yang bernama Delila dan ia pun mencintai pelacur tersebut.

Hakim-Hakim 16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

Mengetahui hal itu orang-orang Filistin yang sudah geram dengan kelakuan Samson segera menyuap Delila agar ia mau membujuk Samson untuk memberitahukan letak kelemahannya.

Hakim-Hakim 16:5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."

Setelah tiga kali gagal membujuk Samson agar mau memberitahukan rahasia kekuatannya, akhirnya Samson pun memberitahu Delila bahwa letak kelemahannya ada pada rambutnya. Jika rambut Samson dicukur, maka ia akan kehilangan kekuatannya.

Hakim-Hakim
16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
16:18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.
16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.

Lalu seketika itu juga orang-orang Filistin menangkap Samson dan mencungkil kedua matanya.

Hakim-Hakim 16:21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

Setelah memenjarakan Samson, orang-orang Filistin itu bermaksud menjadikan Samson sebagai bahan tertawaan. Mereka memerintahkan Samson untuk melawak dihadapan mereka.

Hakim-Hakim 16:25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.

Tidak terima dengan perlakuan mereka, maka Samson pun bermaksud untuk membalas dendam. Dan ia pun meminta kekuatan sekai lagi kepada Tuhan. Dan pada akhirnya ia berhasil merubuhkan istana rumah dimana terdapat Raja-Raja yang memusuhinya. Dan ia pun mati bersama mereka.

Hakim-Hakim
16:28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
16:29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
16:30 Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
16:31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

Demikianlah dongeng hari ini, semoga dongeng tersebut bisa menjadi referensi para orang tua untuk mendongengi anak-anak mereka. Aamiin.. :)

Kamis, 21 Mei 2015

SIAPAKAH TUANNYA DAUD?


Sejarah Daud, perbuatannya yang luar biasa, dan tulisan-tulisan kenabiannya, terdapat dalam dua kitab Perjanjian lama yakni Mazmur dan Samuel. Ia adalah anak bontot Yishai (Yessie) dari suku Yudas. Ketika masih seorang gembala muda, ia sudah mampu membunuh seekor beruang dan mencabik-cabik dua ekor singa. Anak muda yang gagah berani itu mengayunkan sebuah batu kecil persis ke dahi Goliat, seorang jawara Filistin dan Daud menyelamatkan Israel . Hadiah tertinggi untuk prestasi yang terbaik dalam menunjukkan keberanian adalah Michal, anak perempuan Raja Saul.

Daud pandai bermain harpa dan seruling, dan ia adalah penyanyi yang bagus. Pelarian dia dari bapak mertuanya yang iri hati, petualangan dan perbuatan-perbuatan luarbiasa nya sebagai seorang bandit sudah banyak diketahui. Saat kematian Saul, maka Daud diundang oleh masyarakat untuk menerima mahkota kerajaan, untuk mana sudah lama sebelumnya ia diberi upacara perminyakan suci oleh nabi Samuel. Ia memerintah selama sekitar tujuh tahun di Hebron . Ia mengambil Yerusalem dari kaum Yebusit dan menjadikannya ibukota kerajaan.

Dua bukit atau gunung, di Yerusalem diberi nama “Moriah” dan “Sion”. Kedua kata ini memiliki pengertian dan makna yang sama sebagai “Marwah” dan “Shafa” yang terkenal di Mekkah, yang berturut-turut artinya adalah “tempat bayangan Tuhan” dan “cadas atau batu”.

Berbagai perang yang dilakukan Daud, berbagai kesulitan keluarganya yang berat, dosanya terhadap tentara yang beriman, Uria dan Batsyeba (istrinya Uria), tidak dibiarkan tanpa hukuman. Ia berkuasa selama empat puluh tahun. Kehidupannya diwarnai dengan peperangan dan kesedihan keluarga. Ada beberapa cerita kontradiktif mengenai dia yang jelas-jelas berasal dari dua sumber yang berlawanan.

Kejahatan Daud dalam kaitannya dengan Uria dan istrinya (2 Samuel 11) bahkan tidak disinggung dalam Al-Qur’an. Itulah keunggulan al-Qur’an yang mengajarkan kepada kita bahwa semua nabi terlahir hingga mati tanpa dosa. Tidak seperti alkitab, yang mengutip kabar dusta, padahal kejahatan tersebut kalau memang benar dilakukan, maka menurut hukum Musa semestinya dihukum mati!.

Kisah tentang Daud melakukan perzinaan sehingga dua malaikat datang kepadanya dan mengingatkan dia akan dosa adalah dusta besar dan kekanak-kanakan.

Kata-kata istighfara dan ghafarana yang terdapat dalam Al-Qur’an 38:23, sama sekali tidak mengindikasikan Daud telah berbuat dosa, karena kata istighfar sebenarnya berarti meminta perlindungan, dan Daud meminta perlindungan kepada Allah ketika ia melihat bahwa musuh-musuhnya semakin berani melawannya. Dan dengan ghafarana berarti pembetulan urusan-urusannya, karena Daud sebagai penguasa hebat, tidak bisa berhasil menguasai secara penuh musuh-musuhnya.

Perjanjian Lama tidak menyebutkan waktu kapan karunia kenabian diberikan kepada Daud. Kita membaca bahwa setelah Daud melakukan dua dosa, maka Tuhan mengutus nabi Natan untuk menghukum Daud. Sesungguhnya hingga akhir hidupnya, kita menemukan dia selalu mendapat pertolongan dari nabi-nabi lain. Leh karena itu, menurut cerita-cerita versi alkitab, nampaklah bahwa karunia nubuat datang padanya setelah ia benar-benar bertobat dari dosa-dosanya.

Dalam salah satu artikel saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa setelah terpecahnya Kerajaan menjadi dua bagian yang merdeka dan saling berperang satu sama lain, sepuluh suku yang membentuk kerajaan Israel selalu memusuhi Dinasti Daud dan tidak pernah mengakui bagian manapun dari Perjanjian Lama selain Taurat atau Hukum Musa seperti terdapat dalam Pentateuch. Hal ini jelas menurut versi Samaritan dari lima kitab pertama Perjanjian Lama.

Kita tidak menemukan satupun kata atau nubuat tentang keturunan Daud dalam wacana-wacana tentang para nabi besar, seperti Elia, Elisa, dan lain-lainnya yang tumbuh subur di Samaria selama pemerintahan raja-raja Israel dan pindahnya sepuluh suku ke Assyria barulah para nabi Yudea mulai meramalkan lahirnya seorang pangeran dari rumah Daud yang segera memulihkan seluruh bangsa dan menaklukan musuh-musuhnya.

Ada beberapa dari ucapan-ucapan yang bermakna ganda ini dalam tulisan-tulisan atau pidato-pidato beberapa nabi terakhit yang memberikan kegembiraan luar biasa dan menakjubkan kepada Bapa-bapa Gereja, tetapi dalam kenyataannya, ucapan-ucapan itu tidak ada hubungannya denga Yesus.

Saya akan mengutip secara ringkas dua diantara nubuat ini. Pertama adalah Yesaya 7:14, yakni:

Lāk_ēn yitēn ’ădōnāy hû’ lāk_em ’ōwt hinnēh hā‘aləmâ hārâ wəyōledet bēn wəqārā’_t šəmōw ‘immānû ’ēl.

(“Seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak lelaki dan ia akan menamainya Imanuel”)

Kata ibrani almah (hā‘aləmâ) artinya bukan “perawan”, seperti umumnya diartikan para teolog Kristen yang menisbahkannya untuk perawan Maria. Almah adalah seorang wanita yang sudah boleh kawin (dewasa), atau gadis atau dara. Kata Ibrani untuk “perawan” adalah bthulah . Maka nama anaknya harus Imanuel yang artinya adalah “Tuhan bersama kita”.

Baik Yesaya ataupun Raja Ahaz, atau setiap orang Yahudi tidak pernah berpikir bahwa bayi yang baru lahir itu adalah “Tuhan-bersama-kita”. Mereka tidak pernah memikirkan hal lain selain bahwa nama dia hanya akan seperti ini. Tetapi teks dengan jelas menyatakan bahwa Ahazlah (yang kelihatannya sudah mengenal sang gadis yang mempunyai anak) yang akan memberikan nama itu kepada sang anak. Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh-musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberikan kepadanya dengan menunjuki dia suatu tanda , yakni, gadis yang hamil, dan bukan seorang perawan Maria yang akan datang kedunia lebih dari 700 tahun kemudian!

Ramalan sederhana tentang seorang anak yang akan dilahirkan pada masa pemerintahan Ahaz ini disalahpahami juga oleh penulis Injil Matius (Matius 1:23). Nama Yesus diberikan oleh malaikat (Matius 1:21), dan ia belum pernah dipanggil “Imanuel”. Bukankah keji mengambil nama ini sebagai argumen dan bukti doktrin “inkarnasi” Kristen?

Penafsiran aneh lainnya terhadap ramalan kenabian adalah dari Zakaria (9:9), yang salah kutip dan sama sekali disalahpahami oleh penulis Injil Matiuis (21:5). Nabi Zakaria berkata:

“Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.” (Zakaria 9:9)

Dalam bagian yang puitis ini sang penyair benar-benar ingin menggambarkan si keledai jantan –dimana sang Raja duduk- dengan mengatakan bahwa ia adalah seekor keledai muda; dan anak keledai ini pun, digambarkan sebagai anak seekor keledai betina. Nah! Matius mengutip bagian ini seperti berikut:

“Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.” (Matius 21:5)

Orang yang menulis ayat itu diatas benar-benar percaya ataupun tidak bahwa Yesus, ketika masuk ke Yerusalem dengan membawa kemenangannya sambil mengendarai seekor keledai muda anaknya keledai betina, melakukan keajaiban bukan persoalan. Meski demikian, adalah benar mengatakan bahwa mayoritas Bapa Kristen begitu mempercayai dan tidak pernah terbetik pada pikiran mereka bahwa pertunjukan seperti itu akan terlihat seperti sebuah komedi ketimbang sebuah prosesi kerajaan yang megah. Namun Lukas bersikap waspada, dan tidak jatuh kedalam kesalahan Matius. Apakah kedua pengarang Injil ini diilhami oleh Roh yang sama?

Zakaria meramalkan di Yerusalem, setelah kepulangan Yesus dari penahanan akan kedatangan seorang raja. Meskipun lembut dan rendah hati, mengendarai seekor anak keledai, tetap saja ia datang membawa keselamatan dan akan membangun kembali rumah Tuhan. Ia meramalkan hal ini pada saat kaum Yahudi sedang berusaha keras membanguin Bait Allah dan kota yang hancur; masyarakat sekelilingnya menentang mereka; pekerjaan pembangunan dihentikan sampai Darius, raja Persia , mengeluarkan perintah pembangunan.

Meskipun tidak ada raja Yahudi pernah muncul sejak abad ke 6 SM, namun, mereka sudah memiliki pemerintahan-pemerintahan otonom dibawah penguasa asing. Keselamatan yang dijanjikan disini, perlu dicatat, adalah bersifat material dan segera, dan bukan keselamatan yang akan datang 520 tahun kemudian, ketika Yesus dari Nazaret menunggangi keledai untuk memasuki Yerusalem semata-mata bukan untuk prosesi kerajaan yang megah, melainkan ditangkap dan disalib orang Yahudi dan Romawi, sebagaimana diceritakan Bible. Jelas, ini sama sekali bukan penghiburan kepada kaum Yahudi malang yang dikelilingi oleh musuh-musuh dalam sebuah kota yang hancur. Konsekuensinya, dengan kata “raja” dapat dipahami, sebagai salah seorang pemimpin utama mereka –Zerobabel, Ezra, atau Nehemia.

Dua contoh diatas, saya maksudkan untuk menunjukkan terutama kepada para pembaca muslim –yang mungkin kurang familiar dengan alkitab- betapa umat Kristen telah disesatkan oleh pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sendiri, ketika menyampaikan penafsiran-penafsiran dan makna-makna bodoh terhadap nubuat-nubuat yang terkandung didalamnya.

Sekarang saya membahas nubuat Daud:

“Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu” (Mazmur 110:1)[1]

Ayat Mazmur ini kemudian dikutip oleh Matius (22:44), Markus (12:36), dan Lukas (20:42). Dalam Bible berbagai bahasa ayat tersebut berbunyi “The Lord said unto my Lord” (Tuhan berkata kepada Tuhanku). Sudah pasti, jika Lord yang pertama adalah Tuhan, maka Lord yang kedua juga Tuhan. Tidak ada argumen yang lebih tepat dan pantas untuk seorang pendeta atau pastur Kristen daripada ini, yakni si pembicara adalah Tuhan dan yang diajak bicara juga Tuhan. Sehingga Daud mengenal dua Tuhan! Tidak ada yang masuk akal daripada jalan pikiran ini! Diantara dua domini ini, mana yang termasuk Lord nya Daud?

Seandainya Daud menulis, ”Dominus meus dixit Domino meo” , maka ia membuat dirinya menggelikan, karena dengan demikian ia mengakui dirinya adalah hamba dari dua Tuhan, tanpa menyebut nama diri mereka. Itu berarti Lord kedua nya Daud telah berlindung kepada Lord pertamanya, yang memerintah dia untuk duduk disebelah kanannya sampai ia meletakkan musuh-musuhnya sebagai ganjal dibawah kakinya. Alasan ini membawa kita pada pengakuan bahwa untuk mengetahui Agama anda dengan benar, maka Anda harus memahami bahasa aslinya dan tidak tergantung pada terjemahan.

Saya sengaja menulis kata aslinya dalam bahasa Ibrani “YaHWeh dan Adon”, guna menghindari ambiguitas dan kesalahpahaman dari pengertian yang disampaikan oleh kedua kata tersebut.

Tetragram Yhwh biasa diucapkan Yehovah (Jehovah), tetapi kini diucapkan Yahweh. Kata ini adalah nama diri Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Adon berarti pemilik, tuan, dan pemimpin atau sama dengan kata benda Arab dan Turki yakni Amir, Sayyid, dan Agha . Adon berlaku sebagai lawan kata dari prajurit, budak dan barang milik. Konsekuensinya, bagian pertama dari ayat Mazmur 110:1 harus diterjemahkan sebagai “Tuhan berkata kepada tuanku”.

Daud dalam kapasitasnya sebagai seorang raja, adalah tuan dan pemimpin dari bani Israel dan pemilik kerajaan. Lantas “hamba” siapakah gerangan dia?

Daud, sebagai raja kuat, sesungguhnya tidak mungkin menjadi budak atau hamba dari manusia hidup mana pun. Juga tidak bisa dibayangkan kalau dia memanggil Tuan kepada seorang nabi yang sudah meninggal seperti Ibrahim atau Yaqub, karena istilah yang layak bagi mereka adalah “Bapak”. Juga ada kemungkinan bahwa Daud tidak akan menggunakan sebutan “Tuanku” bagi siapa pun dari keturunannya sendiri, yang bagi mereka pun, istilah yang biasa adalah “anak”. Tetap saja, disamping Tuhan, tidak ada wujud yang menjadi tuannya Daud, kecuali manusia yang paling luhur dari ras manusia.

Sangat dapat dimengerti kalau mengira bahwa dalam pandangan dan pilihan Tuhan pasti ada seorang manusia yang paling mulia, paling terpuji, dan paling dirindukan diantara semua manusia. Sudah pasti para ahli ramal dan para nabi terdahulu mengetahui tokoh suci ini dan seperti Daud memanggilnya “Tuanku”.

Tentu saja, para pendeta Yahudi dan Kristen memahami ungkapan ini sebagai mesias yang merupakan keturunan Daud sendiri. Dan dengan demikian menjawab pertanyaan yang diberikan pada mereka oleh Yesus sebagaimana dikutip oleh Matius (pasal 22) dan Injil Synoptic lainnya. Yesus dengan tegas menyangkal kaum Yahudi ketika Yesus menanyai mereka dengan pertanyaan kedua :

“Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Matius 22:45)

Pertanyaan Yesus ini membungkam pendengarnya, karena mereka tidak dapat menemukan jawabannya.

Para pengabar Injil dengan tiba-tiba memotong subjek diskusi yang penting ini. Menghentikan tanpa penjelasan lebih jauh adalah tidak layak bagi Yesus atau bagi para pelapornya. Karena dengan meninggalkan pertanyaan tentang ketuahannya dan bahkan ciri kenabiannya, Yesus sebagai seorang guru wajib untuk memecahkan persoalan yang ditimbulkan oleh dia sendiri ketika ia melihat bahwa murid dan para pendengarnya tidak sanggup mengenali siapa gerangan sang Tuannya Daud itu!

Lewat ungkapan bahwa Tuan atau Adon itu tidaklah mungkin anak Daud, artinya Yesus bukanlah Tuannya Daud. Pengakuan ini sangat menentukan dan harusnya membangkitkan guru-guru agama Kristen untuk menempatkan status Yesus yang sebenarnya sebagai hamba Tuhan.

Saya tidak dapat membayangkan seorang guru yang ketika murid-muridnya tidak mempu menjawab pertanyaan dia harus diam seribu bahasa, kalau bukan dia sendiri bodoh seperti mereka dan tidak sanggup memberikan solusinya. Tetapi Yesus bukanlah orang bodoh dan bukan seorang guru berhati dengki. Yesus adalah seorang nabi dengan cinta yang membara kepada Tuhan dan manusia. Dia tidak meninggalkan masalah tanpa terpecahkan atau pertanyaan tanpa jawaban.

Kitab-kitab Injil Gereja tidak melaporkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan “Siapakah Tuannya Daud?” Namun Injil Barnabas memberikannya. Kitab Injil ini telah ditolak oleh gereja-gereja karena bahasanya lebih sesuai dengan kitab-kitab suci yang diwahyukan, dan karena ia sangat eksplisit tentang misi kenabian Yesus. Injil Barnabas mencatat :

“…..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)

Dalam Injil Barnabas pula Yesus berulangkali dilaporkan telah berbicara tentang Muhammad yang roh dan jiwanya telah ia lihat di surga.

Tidak ada keraguan bahwa penglihatan nubuat Daniel yang melihat Barnasha yang agung, yakni Muhammad, melalui kekuatan supranatural yang luar biasa, adalah sama dengan nubuatnya Daud. Manusia yang paling mulia dan terpuji inilah yang dilihat oleh Ayub (19:25) sebagai “juru selamat” dari kekuasaan Iblis.

Lantas apakah Muhammad adalah yang dipanggil Daud dengan seruan “Tuanku” atau “Adonku”? Mari kita lihat.

Argumen-argumen yang mendukung Muhammad yang disebut “Sayyidul Mursalin” , sama artinya dengan “Adon para nabi”, sangat meyakinkan: Argumen-argumen tersebut begiitu jelas dan tegas dalam kata-kata Perjanjian Lama sehingga kita merasa heran dengan kebodohan dan sifat keras kepala orang-orang yang tidak mau mengerti dan mentaati.

Nabi dan Adon terbesar, dalam pandangan Tuhan dan manusia bukanlah penakluk dan perusak dimuka bumi, bukanlah pula seorang pertapa yang menghabiskan hidupnya didalam kuil untuk bersemedi pada Tuhan hanya demi menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan orang yang memberikan lebih banyak kebaikan dan pelayanan kepada umat manusia dengan membawa mereka kepada cahaya pengetahuian tentang Tuhan sejati Yang Esa, dan sama sekali menghancurkan kuasa iblis dan berhala-berhalanya yang buruk sekali dan istitusi-institusinya yang jahat.
Muhammad lah yang membuat memar sang kepala ular dan itulah sebabnya mengapa al-Qur’an dengan tepat menyebut Iblis/Devil yakni “yang dilukai sampai memar”! Muhammad membersihkan Bait Ka’bah dari semua berhala Arabia dan memberikan cahaya, agama, dan kegembiraan, dan kekuatan kepada kaum musyrikin Arab yang bodoh, yang dalam waktu singkat menyebarkan cahaya itu keempat penjuru bumi.
Dalam kebaktian kepada Tuhan, karya dan keberhasilan Muhammad tidak dapat disamai dan tertandingi.

Para nabi dan orang suci dan syuhada membentuk tentara Tuhan melawan kuasa Iblis, dan Muhammad sendiri sudah pasti jadi panglima tertinggi mereka semua. Sebenarnya, ia sendiri bukan hanya Adon dan Tuannya Daud, tetapi juga Adon nya semua nabi, karena ia telah membersihkan Palestina dan semua negeri yang dikunjungi oleh Ibrahim dari kemusyrikan dan penindasan asing.

Karena Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Tuan nya Daud, juga bukan mesias keturunan Daud (Matius 22:45), maka tetap tidak ada diantara para nabi, selain Muhammad yang menjadi Adon atau Tuan nya Daud. Dan ketika sampai pada membandingkan revolusi keagamaan yang patut dipuji yang dibawakan oleh anak keturunan Ismail yang mulia kedunia ini, maka kita mesti sampai pada kesimpulan bahwa hanya Muhammad saja yang patut mendapat gelar kehormatan Adon atau Tuan.
Bagaimana Daud tahu bahwa “Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu” (Mazmur 110:1) ? dan kapan pula Daud mendengar ucapan Tuhan ini? Yesus sendiri memberikan jawabannya yakni “Roh Daud menuliskan ini”. Ia melihat sang Adon Muhammad persis seperti Daniel melihat dia (Daniel pasal 7).
Tentu saja misteri “Duduklah disebelah kananku” ini disembuyikan dari kita. Namun kita bisa menerka dengan aman bahwa pentasbihan resmi dengan kehormatan untuk menundukkan diri disebelah kanan singgasana Tuhan ini, dan karenanya naik ke martabat Adon, tidak hanya dari para nabi, tetapi juga dari seluruh makhluk, berlangsung pada peristiwa malam Mi’roj nabi Muhammad yang terkenal itu.

Satu-satu keberatan utama pada misi kenabian Muhamamd dan superioritasnya adalah pengutukannya kepada doktrin Trinitas. Tetapi patut diingat, bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal ada Tuhan selain dari Allah. Dan Tuannya Daud tidak duduk di sebelah kanan dari Tuhan yang tiga, tetapi dari sebelah kanan Allah Yang Esa. Karena itu, diantara para nabi yang beriman kepada Allah, tidak seorang pun yang begitu hebat dan memberikan pelayanan yang demikian menakjubkan kepada Allah dan umat manusia, seperti Muhammad, baginya salawat dan salam.
Catatan Kaki
[1] Mazmur 110:1 dalam teks ibraninya: lədāwid mizəmōwr nə’um yəhwâ| la’dōnî šēb lîmînî ‘ad-’āšît ’ōyəb_eyk_ā hădōm lərag əleyk_ā

KRISTEN HARAMKAN BERCERAI


Kali ini saya akan membahas tentang hukum perceraian dalam iman kristen. Agama kristen adalah agama yang dengan tegas menentang dan melarang pasangan suami dan isteri untuk bercerai. Hal itu ditegaskan dalam ayat berikut :

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Jika kita gunakan logika waras, apakah larangan untuk bercerai itu cukup logis dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Lantas bagaimana jika ada problem rumah tangga yang sangat serius? Misalnya KDRT, suami atau isteri suka judi, pergi dari rumah bertahun-tahun tidak kunjung kembali, suami memperkosa anak kandungnya atau orang lain, suami atau isteri yang berselingkuh dll. Apakah Yesus tidak memikirkan masalah itu?

Lebih lanjut diakatakan bahwa jika seseorang yang sudah bercerai menikah lagi, maka ia sama saja dengan berzinah walaupun pernikahan itu dilakukan secara sah.

Lukas 16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Bagaimana mungkin aturan seperti itu bisa diterapkan? Lalu bagaimana cara orang yang bercerai untuk melampiaskan nafsunya jika mereka tidak boleh menikah lagi seumur hidupnya? Bagaimana jika pihak perempuan yang dicerai tidak punya pekerjaan, sementara ia harus mengurus anak-anaknya? Saya yakin bahwa logika waras anda sekalian pasti akan menolak perintah konyol tersebut.

Tuhannya umat kristen melarang laki-laki untuk bercerai dengan Isterinya seumur hidupnya, begitu juga sebaliknya. Dan jika masih ada yang membangkang dan bercerai. Maka ia harus hidup menduda atau menjanda seumur hidupnya, hal ini juga ditegaskan oleh Paulus.

1 Korintus
7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

Tapi tampaknya mayoritas umat kristen mulai sadar dengan kekonyolan perintah tersebut, dan pada akhirnya mereka masih banyak yang kawin cerai. Seperti kasus-kasus perceraian artis-artis Hollywood atau artis Indonesia yang beragama Kristen. Itu yang nampak jelas saja, karena mereka sebagai publik figur. Belum lagi kasus perceraian orang kristen yang dari kalangan masyarakat biasa yang tidak terekspose media masa.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

KRISTEN ADALAH AGAMA PAGAN


Kristen adalah agama pagan yang identik dengan darah dan kemenyan. Orang-orang pada masa Perjanjian Lama diharuskan melakukan ritual pengorbanan dan mempersembahkannya kepada tuhannya. Persembahan korban ini dilakukan tidak hanya dengan menyembelih binatang korban, tetapi juga harus mengambil darah binatang korban tersebut dan dibubuhkan ke tempat peribadahan dengan diberi wewangian. Berikut ini adalah ritual-ritual agama pagan yang tertulis didalam alkitab :

Keluaran 30:34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya.

Imamat 2:1 "Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.

Imamat 4:7 Kemudian imam itu harus membubuh sedikit dari darah itu pada tanduk-tanduk mezbah pembakaran ukupan dari wangi-wangian, yang ada di hadapan TUHAN di dalam Kemah Pertemuan, dan semua darah selebihnya harus dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah korban bakaran yang di depan pintu Kemah Pertemuan.

Imamat 7:2 Di tempat orang menyembelih korban bakaran, di situlah harus disembelih korban penebus salah, dan darahnya haruslah disiramkan pada mezbah itu sekelilingnya.

Imamat 8:15 Lembu itu disembelih, lalu Musa mengambil darahnya, kemudian dengan jarinya dibubuhnyalah darah itu pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya, dan dengan demikian disucikannyalah mezbah itu dari dosa; darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah. Dengan demikian dikuduskannya mezbah itu dan diadakannya pendamaian baginya.

Imamat 24:7 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.

Bilangan 18:17 Tetapi anak sulung lembu, domba atau kambing janganlah kautebus; semuanya itu kudus; darahnya haruslah kausiramkan pada mezbah dan lemaknya kaubakar sebagai korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN;

Ulangan 12:27 engkau harus mengolah korban bakaranmu, daging dan darahnya, di atas mezbah TUHAN, Allahmu, dan darah korban sembelihanmu haruslah dicurahkan ke atas mezbah TUHAN, Allahmu, tetapi dagingnya boleh kaumakan.

Yehezkiel 45:19 Imam harus mengambil sedikit dari darah korban penghapus dosa dan membubuhnya pada tiang-tiang Bait Suci dan pada keempat sudut jalur keliling yang ada pada mezbah dan pada tiang-tiang pintu gerbang pelataran dalam.

Seharusnya perintah persembahan korban kepada tuhan itu masih harus dilaksanakan oleh pihak gereja. Dengan menyembelih binatang korban dan menyiramkan darahnya ke sekeliling gereja. Karena Yesus mengatakan bahwa ia tidak akan meniadakan hukum Taurat dan Kitab Para Nabi walau satu titikpun sampai hari kiamat. (Matius 5:17-18). Jadi yang ngaku-ngaku sebagai pengikut Yesus semestinya mentaati hukum-hukum didalam PL, bukannya malah meniadakannya dan menolak untuk menjalankannya.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artik ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

HUKUM KASIH HANYA UNTUK SESAMA KRISTEN


Selama ini saya sudah banyak melihat orang-orang kristen menggembar-gemborkan hukum kasih dalam agamanya. Mereka mengira kristen itu penebar kasih ke semua umat manusia. Dan sekarang saya akan kupas tuntas, apakah kasih tersebut untuk semua umat ataukah hanya berlaku bagi sesama kristen saja.

Pertama-tama mari kita baca perintah saling mengasihi yang diajarkan oleh Yesus berikut ini :

Lukas 6:27 Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

Dan sekarang mari kita lihat apa yang dikatakan Yesus mengenai hukum Taurat dan Kitab Para Nabi :

Matius
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Yesus mengatakan bahwa ia tidak akan meniadakan hukum Taurat dan Kitab Para Nabi walau satu titikpun selama langit dan bumi belum lenyap atau kiamat. Jadi selama kiamat itu belum terjadi, maka hukum-hukum sebelumnya tidak boleh ditiadakan walau satu titikpun. Bahkan Yesus mengancam siapapun orang yang meniadakan hukum sebelumnya dan mengajarkannya kepada orang lain, maka ia kan menduduki tempat paling rendah dalam kerajaan surga.

Matius 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Sekarang mari kita baca kitab hukum dalam kitab Taurat dibawah ini :

• Tuhan Memerintahkan Umatnya Untuk Membunuh, Merampok Dan Memperbudak Penganut Agama Lain

Ulangan
20:10 Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.
20:11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.
20:12 Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;
20:13 dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.
20:14 Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.
20:15 Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini.
20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,

• Tuhan Memerintahkan Umatnya Untuk Membunuh Sodara, Isteri Dan Anak Kandungnya Sendiri Yang Membujuk Untuk Murtad

Ulangan
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
13:11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

Maka dari ayat-ayat diatas sudah bisa dipastikan bahwa Yesus tidak meniadakan perintah membunuh, merampok dan memperbudak penganut agama lain tersebut. Jadi kesimpulannya, hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus tidak boleh bertentangan dengan hukum sebelumnya. Itu artinya hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus hanya berlaku bagi sesama kristen saja. Bagi orang-orang diluar kristen, umat kristen wajib membunuh, merampok dan memperbudaknya. Kalau umat kristen masih ngotot menolak hal ini, itu artinya mereka mengimani bahwa Yesus telah BERDUSTA karena melanggar hukum Taurat dan ia saat ini berada dalam tempat yang paling rendah dalam kerajaan surga.

Dan sekarang mari kita baca surat Paulus kepada jemaatnya di Korintus dibawah ini :

2 Korintus
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

Disana Paulus mengajarkan jemaatnya untuk tidak berhubungan dengan orang-orang non kristen, karena ia beranggapan bahwa non kristen itu najis dan wajib dijauhi. Hal ini semakin menegaskan bahwa umat kristen hanya diajarkan untuk mengasihi sesama kristen saja, walaupun mereka sedang bermusuhan dengan sesama krisen. Akan tetapi kepada orang-orang non kristen, umat kristen diwajibkan untuk mengintimidasi mereka.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ink bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Selasa, 19 Mei 2015

KUTUKAN TUHAN YANG GAGAL


Kali ini saya akan membahas tentang kutukan tuhan yang gagal terlaksana didalam alkitab. Tidak disangka-sangka kalau dalam alkitab pun tuhannya dikisahkan sangat PAYAH, sampai-sampai saat ia mengutuk pun kutukannya gagal terlaksana. Silahkan dibaca ayat berikut ini :

Yeremia 36:30 Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam.

Dalam ayat tersebut Raja Yoyakim dikutuk oleh tuhan, tidak akan mempunyai keturunan yang bisa duduk diatas tahta daud. Dan kita lihat siapa saja keturunan Yoyakim?

1 Tawarikh 3:16 Keturunan Yoyakim ialah Yekhonya, anaknya itu, dan anak orang ini ialah Zedekia.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa keturunan Yoyakim adalah Yekhonya dan Zedekia. Lalu dari keturunan Yoyakim tersebut, benarkah diantara mereka tidak ada yang duduk diatas tahta daud?

Matius 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Kalau kita baca silsilah Yesus pada kitab Matius, disana dijelaskan bahwa Yesus itu keturunan Yekhonya yang seharusnya ditulis anak Yoyakim, bukan anak Yosia. Karena Yosia adalah kakek dari Yekhonya, ayah dari Yoyakim. Hal itu tertulis pada ayat berikut :

1 Tawarikh 3:15 Anak-anak Yosia: anak sulung ialah Yohanan, anak yang kedua ialah Yoyakim, anak yang ketiga ialah Zedekia dan anak yang keempat ialah Salum.

Lalu kenapa Matius menghapus nama Yoyakim dan menggantinya dengan nama Yosia ayahnya dari silsilah Yesus? Hal ini mungkin ditujukan untuk menutupi kutukan yang gagal. Ternyata keturunan dari Yoyakim yakni Yesus, telah lahir dan duduk diatas tahta daud. Hal itu dikonfirmasi dalam ayat berikut :

Lukas 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

Jadi, ternyata selama ini Yesus hanyalah hasil dari kutukan yang gagal terlaksana. Selain Yesus juga ada Yekhonya anak kandung Yoyakim yang telah dulu menjadi Raja di Yehuda menduduki tahta Daud.

Yeremia 24:1 Lihatlah, TUHAN memperlihatkan kepadaku dua keranjang buah ara berdiri di hadapan bait TUHAN. Hal itu terjadi sesudah Nebukadnezar, raja Babel, mengangkut ke dalam pembuangan Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, tukang dan pandai besi dari Yerusalem dan membawa mereka ke Babel.

Yeremia 27:20 yang tidak diambil oleh Nebukadnezar, raja Babel, ketika ia mengangkut Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, ke dalam pembuangan beserta segala pemuka Yehuda dan Yerusalem, dari Yerusalem ke Babel, --

Yeremia 28:4 Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"

Yeremia 29:2 Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem.

Jadi dalam hal ini, ternayata kutukan tuhan tidaklah terlaksana sesuai keinginannya.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Jumat, 27 Maret 2015

HUKUM PERBUDAKAN DALAM KRISTEN


Kali ini saya akan membahas mengenai hukum perbudakan dalam kristen. Dalam forum-forum perdebatan lintas agama, banyak umat kristiani yang mencela hukum perbudakan dalam Islam yang mereka anggap tidaklah manusiawi dsb. Maka untuk itulah saya ambil perbandingan dengan hukum perbudakan dalam kristen. Untuk mengetahui mana hukum yang lebih manusiawi. Baiklah mari kita awali materinya sbb :

• Bolehkah Menggauli Budak?

Orang-orang kristen sering mengkritik hukum perbudakan dalam Islam yang menghalalkan seorang majikan untuk menggauli budaknya, mengambil wanita sebagai harta rampasan perang untuk digauli dsb. Yang perlu dipahami disini adalah perbudakan itu sendiri, karena yang kita sedang bahas sekarang adalah budak yang benar-benar budak. Bukan pekerja rumah tangga atau karyawan.

Jadi sebelum kita memberikan penilaian tentang hukum perbudakan tersebut, hendaknya kita pahami dulu kondisi zaman pada saat hukum tersebut diturunkan. Apakah kondisi zamannya masih sama dengan saat ini ataukah sudah berbeda jauh. Dan sebagai perbandingan, apakah dalam iman kekristenan hal tersebut tidak dapat dibenarkan? Coba kita baca ayat berikut ini :

Bilangan
31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Pada ayat ini, kristen juga membenarkan tindakan menggauli budak rampasan perang. Karna pada ayat diatas, hanya wanita perawan saja yg yang boleh diambil. Pertanyaannya, lalu untuk apa perempuan-perempuan perawan tersebut dibiarkan hidup dan diambil sebagai rampasan perang jika bukan untuk digauli? Mungkin kristiani akan beranggapan bahwa perempuan tersebut hanya akan dijadikan budak saja, tanpa digauli oleh tuannya. Maka jika memang demikian, tentunya yg sudah menikah juga harus dibiarkan hidup kalau hanya untuk dijadikan budak. Ini adalah logika sederhana yang mudah untuk dimengerti.

Lukas 12:47 Adapun hamba yang tahu akan KEHENDAK TUANNYA, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Kita bisa lihat dalam konteks ayat tadi budak yg tidak melakukan kehendak tuannya, akan menerima pukulan. Apa saja kehendak tuannya?

Titus 2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa seorang budak tidak boleh melawan terhadap tuannya dan dianjurkan untuk mematuhi SEGALA HAL yg diinginkan tuannya. Maka dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa menggauli budak dalam kekristenan juga dibolehkan. Karna seorang budak tidak boleh membantah apapun yg tuannya inginkan, termasuk juga saat tuannya ingin menggauli budak tersebut. Jadi kalau kristiani masih tidak mau mengakui hal ini, maka dengan demikian mereka sama saja hendak menuntut oknum yg membuat aturan tersebut. Karena segala hal itu bisa berarti apa saja, termasuk pemukulan dan pembunuhan terhadap budak.

2 Samuel 5:13 Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan.

Pengertian dari gundik disini adalah budak yg diperistri oleh tuannya secara tidak sah, yg selama ini lebih kita kenali dengan istilah selir. Dan nabi Daud dalam ayat diatas dikatakan telah mengambil beberapa gundik.

1 Tawarikh 3:9 Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar ialah saudara perempuan mereka.

Pada ayat ini semakin menegaskan bahwa gundik disini memang untuk digauli oleh tuannya, dan Daud juga memiliki anak-anak dari gundik-gundiknya. Lalu apakah tuhan mengecam perbuatan daud sebagai perbuatan tercela? TIDAK! Bahkan, tuhan memberikan penghargaan dengan julukan “Nabi yang taat kepada tuhan dan berkenan di hatinya” (Kisah Para Rasul 13:22).

1 Tawarikh 1:32 Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.

Pada ayat ini nabi Abraham juga dikisahkan memiliki gundik dan mempunyai keturunan dari gundiknya tersebut. Lalu apakah tuhan mgecam perbuatan Abraham sebagai kejijikan? TIDAK! Justru tuhan menjanjikan keturunan Abraham akan diberkati oleh tuhan (Kisah Para Rasul 3:25)

1 Raja Raja 11:3 Ia (Salomo) mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

Dan pada ayat ini, nabi salomo bahkan tidak tangung-tanggung dalam mengambil gundik, disini ia sampai memiliki 300 gundik. Apakah tuhan mengecam perbuatan Salomo? TIDAK! Justru tuhan menyayangi Salomo sebagai orang yang sudah dipilih tuhan sejak bayi menjadi hambanya yang akan mendirikan Bait Allah (1 Tawarikh 22:9-10).

Maka dalam hal ini kita bisa menyimpulkan bahwa dari semua data diatas, tuhannya umat kristen tidak pernah mengecam tindakan menggauli budak perempuan. Dan para nabi didalam alkitab juga melakukan hal tersebut' yakni menggauli budak-budaknya.

Jika dalam hukum Islam kami masih diatur mengenai syarat-syarat untuk menggauli budak, Semisal tidak boleh menggauli budak yang sedang hamil, haid, masih mempunyai suami yang bersama dengan budak tersebut dll. Lalu bagaimana tata cara dan syarat seseorang untuk bisa menggauli budak menurut Alkitab? Alkitab tidak memberikan aturan khusus untuk menggauli seorang budak, itu artinya tuhan tidak memberikan batasan seseorang untuk menggauli budak-budaknya, entah budak tersebut sedang Haid, Hamil dll.

Sebenarnya masih banyak materi yang mesti saya sajikan untuk topik diatas, tapi agar para pembaca tidak bosan membaca artikel saya karena terlalu panjang. Maka saya cukupkan saja materinya sampai disini. Saya ambil materi yang sering dikritisi oleh kristiani saja, yakni mengenai hukum menggauli budak. Yang selama ini sering mereka hujat hukum tersebut didalam Islam.

Tapi setelah melihat data alkitabiah diatas, itu artinya jika mereka menghujat hukum menggauli budak dalam Islam. Maka tanpa mereka sadari mereka telah MELUDAHI alkitabnya sendiri yang memberikan hukum yang serupa dengan Islam, bahkan justru lebih buruk lagi. Selebihnya bagi yang mahu bertanya mengenai topik diatas, saya persilahkan.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Rabu, 18 Maret 2015

MENJAWAB AYAT YESAYA 9:6


Perhatikan dan pahami text beserta terjemahan berikut yang saya ambil dari kitab Tanakh Yahudi.

WLC
Isaiah 9:6 כִּי־יֶ֣לֶד יֻלַּד־לָ֗נוּ בֵּ֚ן נִתַּן־לָ֔נוּ וַתְּהִ֥י הַמִּשְׂרָ֖ה עַל־שִׁכְמֹ֑ו וַיִּקְרָ֨א שְׁמֹ֜ו פֶּ֠לֶא יֹועֵץ֙ אֵ֣ל גִּבֹּ֔ור אֲבִיעַ֖ד שַׂר־שָׁלֹֽום׃

KJV
Isaiah 9:6 For unto us a child is born, unto us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counsellor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace.

LAI
Yesaya
9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Kristen memahami ayat Yesaya 9:6-7 di atas ditujukan untuk yesus yang datang kedunia sebagai seorang anak, namun mari kita kritisi apa betul seperti itu? Dan sekarang mari kita analisa point per point :

• Kapan Yesus Pernah Menjalankan Sebuah Pemerintahan?

RAJA DAMAI [שַׂר-שָׁלוֹם]

Dalam kitab PB kita banyak menjumpai ucapan yesus yang menujukan bahwa yesus sendiri bukan penguasa/raja damai :

Matius 10:34 "Jangan kamumenyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukanuntuk membawa damai, melainkan pedang.

Lukas 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari danbunuhlah mereka di depan mataku."

Dengat ayat-ayat diatas sudah cukup membuktikan Yesus bukan SAR SHALOM, dan tidak memenuhi deskripsi Yesaya 9:5-6.

Dan perlu dicatat Kristen sangat jarang mengutip ayat 7 ketika mereka mengutip Yesaya pasal 9, kenapa? Karena dalam Yesaya 9:7 tertulis “… dalam pemerintahannya akan membawa perdamaian yang tiada akhir” Itu sebabnya Kristen jarang mengutip ayat 7 karena faktanya Yesus tidak pernah membawa perdamaian kepada dunia, dan tidak juga membawa niat perdamaian sesuai ayat-ayat diatas.

• Kapan Yesus Pernah Dipanggil Allah Yang perkasa?

EL GIBOR (TUHAN PERKASA אֵלגִּבּוֹר)

LAI
Matius 27 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Jika Yesus seorang Tuhan yang perkasa, mengapa Yesus memanggil Tuhan yang lainnya? Bagaimana Tuhan bisa meninggalkan dirinya? Ayat ini juga menolak adanya unsur paham trinitas, dan tentu saja Yesaya 9:6-7 ini tdak cocok untuk deskripsi seorang Yesus. Belum lagi saat Yesus dibegal oleh orang-orang Yahudi. Hal itu membuktikan kemustahilan Yesus sebagai sosok Tuhan yang Maha Perkasa.

Matius
19:16 Ada seorang datangkepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang haruskuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus:"Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Dalam ayat di atas Yesus membedakan dirinya dengan Tuhan, jadi bagaima mungkin dia seorang Tuhan perkasa, jika yesus telah membedakan dirinya denganTuhan? Jika Yesus sudah tahu bahwa hanya Tuhan yang baik, dan Yesus tidak mahu disebut baik, karena Yesus sudah tahu bahwa dirinya bukan Tuhan. Lantas bagaimana bisa Yesus di klaim sebagai Tuhan Yang Perkasa? Belum lagi diayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Yesus tidak lebih besar daripada Allah, Yesus tidak lebih tinggi daripada Allah dan Yesus tidak bisa berbuat apa-apa pada dirinya sendiri, melainkan ia hanya menuruti kehendak Allah.

• Kapan Yesus Pernah Dipanggil Bapa Yang Kekal?

BAPA YANG KEKAL [אֲבִי-עַד ABI AD]

Dalam paham trinitas, jesus adalah anak Tuhan, bukan bapa, dia tidakbisa menjadi keduanya dalam waktu yang bersamaan, pada faktanya yesus telahmenunjukan bahwa dia bukan bapa, dan telah menyatakan tidak memiliki kehendak/pengetahuanyang sama

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Yesus dalam ayat ini pun sekali lagi membedakan kedudukam antara dirinya dan Allah. Ia berdoa kepada Allah dengan keberserahan dirinya agar ia bisa diluputkan dari cawan kematian. Jadi bagaimana mungkin Tuhan yang kekal masih mengemis kepada Tuhan yang lainnya agar diselamatkan dari kematian? Hal ini menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan.

• Kapan Yesus Pernah Dipanggil Penasihat Yang Ajaib?

PENASIHAT AJAIB (PELE-YOETZ פֶּלֶאיוֹעֵץ)

Dalam kitab PB kita menemukan dua kisah tentang yesus yang tentunya tidak mengambarkan seorang penasihat ajaib sama sekali :

Matius
8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
8:22 Tetapi Yesus berkatakepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Tentu bagi yang puna otak waras kita berpikir, yesus ini penasihat ajaib macam mana, kok menyuruh orang jangan menengok dan menguburkan seorang ayah, seseorang yang amat di cintai dalam hidup untuk momen perpisahan terakhir?

Yohanes
18:22 Ketika Ia mengatakanhal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah,tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar aku?

Semua orang kristen tentunya sudah hapal dengan ucapan Yesus berikut ini :

Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlahkamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yangmenampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Bila ayat ini dihubungkan dengan ayat Yohanes 18:22 di atas ternyata Yesus tidak memberikan pipi yang satunya lagi kepada yang menampar, malahan menolaknya, bukankah ini namanya Yesus adalah seorang yang munafik? Lalu bagaimana seorang yang munafik bisa di panggil PENASIHAT AJAIB? Belum lagi sikap arogan Yesus saat memanggil seorang permpuan dengan sebutan ANJING, dan juga saat ia memporak-porandakan dagangan orang lain.

Pada kenyataannya orang-orang yang sejaman dengan Yesus tidak pernah memanggil Yesus dengan sebutan Allah yang kekal, Bapa yang kekal atau penasehat ajaib.

Pertama-tama mari kita pahami tentang nama-nama, dalam kebanyakan bahasa, nama biasanya bisa memiliki arti. Contohnya nama Anthony artinya "Tak ternilai" dan Alexander artinya "Pelindung". Jadi jika nama itu kita pakai untuk nama seorang anak, maka akan menjadi Anthony Alexander, namun apakah artinya ini kita sedang mengatakan : Tak ternilai pelindung? Tentu saja tidak.

Perlu kita ketahui bahwa nama-nama dalam bahasa ibrani terkadang mengatakan sesuatu tentang Tuhan :

Yesaya = יְשַׁעְיָהוּ → Keselamatan Tuhan
Yehezkiel = יחזקאל → Tuhan Itu Kuat
Nehemia = נְחֶמְיָה → Tuhan Menghibur
Yeremia = יִרְמְיָה → Tuhan Telah Menunjuk
Zakharia = זְכַרְיָה → Tuhan Mengingat
Samuel = שְׁמוּאֵ֔ל → Namanya Adalah Allah
Michael = מִיכָאֵל → Siapa Yang Seperti Tuhan
Yosia = יֹאשִׁיָּהוּ → Tuhan Menopang

Dan masih banyak lagi, lantas apakah mereka yang memiliki nama-nama tersebut akan dianggap mempunyai unsur ketuhanan? Tentu saja tidak.

Sehingga di ayat itu mempunyai dua nama ibrani yang disematkan kepada mahluk manusia bukan kepada seorang mahluk yang mempunya sifat ketuhanan. Meskipun nama-nama itu sekali lagi mengandung pernyataan tentang Tuhan. Seperti contoh nama Anthony Alexander di atas akan menjadi “Pele Yoetz El Gibor Avi Ad SarShalom". Namun cara penulisan dalam bahasa ibrani akan diberikan tanda pemisah seperti ini : 'Pele-Yoetz-El-Gibor' and 'Avi-Ad-Sar-Shalom" Memang nama panjang seperti ini tidak lazim dalam kitab Tanakh, contoh lain nama panjang yang tak lazim bisa diliat pada ayat berikut ini :

Yesaya 8:3 ג וָאֶקְרַב, אֶל-הַנְּבִיאָה, וַתַּהַר,וַתֵּלֶד בֵּן; {ס} וַיֹּאמֶר יְהוָה, אֵלַי, קְרָאשְׁמוֹ, מַהֵר שָׁלָל חָשׁבַּז.
And I went unto the prophetess; and she conceived,and bore a son. {S} Then said the LORD unto me: 'Call his name Maher-shalal-hash-baz.

Pada ayat ini tertulis nama 'Maher-shalal-chash-baz,' yang berarti "the spoil speeds, the prey hastens." (kecepatan merampas, mempercepat mangsa).

Lalu bagaimana menurut kami yahudi mengenai interpretasi Yesaya 9:6-7 dan ditujukan untuk siapa? Menurut Yudaisme ayat Yesaya ini ditujukan untuk seorang nama yang terpilih yakni HEZEKIAH seorang penguasa, raja yang adil dan pembawa kedamaian, dalam bahasa ibrani tertulis CHIZKIYAH, yang berasal dari akar kata CHAZAK dan YA, Chazak artinya kuat/perkasa, dan YA adalah nama pendek dari Tuhan, Hezekiah/CHIZKIYAH/A Mighty God beliau berkuasa kurang lebih selama 30 Tahun. Untuk mengetahui HEZEKIAH silahkan anda cari sendiri, Alhamdulillah beres juga saya ngetik walapun pegaljuga ini tangan

http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt1009.htm
http://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/464023/jewish/King-Hezekiah.htm
http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/biography/Hezekiah.html
http://www.jewishencyclopedia.com/articles/7668-hezekiah
http://www.whatjewsbelieve.org/prooftext6is96.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hizkia