Senin, 02 Maret 2015

MENGAPA ISLAM MEMBOLEHKAN SUAMI MENGGAULI MANTAN ISTRI?


Pada kesempatan kali ini kami hendak membahas tuduhan tentang surat Al-Ahzab ayat ke 51 yang selalu menjadi bahan kritikan para penghujat Islam. Tentu saja artikel ini kami buat untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan mereka terhadap Islam. Bunyi ayat 51 surat Al-Ahzab adalah sbb :

"Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."
(QS. Al-Ahzab:51)

Ayat yang saya beri warna biru adalah salah satu ayat yang di permasalahkan para penghujat Rasulullah.di mana tuduhan secara umumnya adalah bahwa Rasul dan Islam mengajarkan perzinahan dan sex bebas dengan para mantan-mantan isterinya. Berikut ini salah satu hujatan seorang non-Muslim terhadap ayat-ayat Alquran :

"Pada surat Al-Ahzab:51 orang Islam dibolehkan kumpul kebo antara mantan suami dan istri tidak berdosa, padahal ini jelas perzinahan. Adakah muslim yang mampu membantahnya?"

Pertanyaan di atas adalah salah satu tuduhan mereka, mungkin karena mereka kebiasaan berfikir dangkal, maka tak dapat memahami ayat di atas secara mendalam hukum nya. Maka ayat di atas secara garis besar di tafsir kan secara sembrono oleh para penghujat islam. Secara garis besar, tafsiran-tafsiran sembrono mereka adalah sbb :

• Laki-laki muslim setelah mencerai kan isteri nya bisa menikmati sex tanpa sebab kecuali mencari kenikmatan

• Laki-laki muslim walau telah lama cerai kan isteri nya tetap boleh having fun sex dengan mantan-mantan isteri nya.

• Kapan pun dan sampai kapan pun dapat menikmati sex dengan isteri-isteri nya yang telah di cerai kan

Itu lah point-point tafsiran sembrono mereka pada ayat di atas. Apakah tafsiran di atas benar? Tentu saja tidak. Berikut saya sajikan tafsir kan ayat di atas berdasarkan hukum islam yang benar:

1. KETIKA LAKI-LAKI MUSLIM BERCERAI DENGAN ISTERINYA, JIKA MASIH DALAM MASA IDDAH, TAK SERTA MERTA LEPAS IKATAN PERKAWINAN NYA SECARA TOTAL

Ketika cerai itu, dalam masa iddah, sang wanita yang di cerai masih sah isteri nya dan masih terikat suami-isteri secara hukum Allah pada masa iddah, tidak secara total putus ikatan perkawinan itu. Walau di sebut mantan suami dan mantan isteri, mereka belum benar-benar putus total sebagai suami dan isteri. Mereka memang bekas pasangan, tetapi selama masa iddah raj’iyyah, mereka dalam pandangan syariat masih merupakan pasangan suami dan isteri selama 3-4 bulan (yang disebut masa iddah). Dalam masa itu, sang suami masih wajib menafkahi isteri nya, memberi rumah, pakaian dan segala perlengkapan hidup. Si isteri tak boleh menerima pinangan lelaki lain pada masa itu sebab masa iddah adalah masa berpikir ulang jika menyesal dalam perceraiannya.

2. MASA IDDAH PEREMPUAN

Masa iddah perempuan yang di cerai kan suaminya sebagai contoh, jika perempuan itu hamil, maka iddah nya sampai lahir anak :

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath-Thalaaq:4)

Iddah perempuan yang tidak hamil adalah 4 bulan 10 hari :

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber`iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis `iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
(QS. Al-Baqarah:234)

Iddah hanya berlaku pada perempuan yang telah bersetubuh dengan suaminya dulu, sedang kan perempaun yang di cerai kan suami belum di setubuhi, tak mengharuskan ada nya iddah.

masa iddah ialah masa menanti yang wajib atas perempuan yang di cerai suaminya untuk di ketahui kandungan nya isi atau tidak. Atau hikmah lain nya ialah masa berfikir bagi suami dan isteri apakah melanjut kan pernikahan atau tidak. Maka itu, dalam masa iddah, walau sudah bercerai, hubungan mereka masih lah suami isteri.

"Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru` . Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti (iddah) itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya . Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah:228)

"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath-Thalaaq:2)

3. BERHUBUNGAN INTIM SAAT MASA IDDAH ADALAH TANDA RUJUK KEMBALI SEBAGAI SUAMI-ISTERI

Dalam islam, ketika suami mencerai kan isteri nya maka isteri masuk ke dalam masa iddah, masa menunggu dan berfikir ulang untuk rujuk. Maka dari itu pada masa iddah ini Dia tidak boleh menerima lamaran orang lain apalagi menikah dengan laki-laki lain. Sebab suami atau pun isteri masih di perkenan kan untuk kembali lagi jika menyesal. Suami dan isteri yang telah bercerai dalam masa iddah,boleh kah rujuk dengan cara menggauli? Dalam hal ini ada 2 pendapat :

A. RUJUK SEPERTI ITU TAK SAH

Imam syafi’iy yang berpendapat demikian.sebab surat Thalaq ayat 2 rujuk mesti di persaksikan oleh para saksi.rujuk dengan campur tentu tak dapat di saksikan orang lain.seperti Firman Allah :

"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath-Thalaaq:2)

Maka dari itu, jika seorang suami pada masa iddah isteri yang di cerai belum habis. Maka tak boleh mencampuri isteri nya langsung. Rujuk nya harus di persaksikan dulu para saksi yang adil, baru boleh campur sebagai pengesahan rujuk. Tak perlu mengulang nikah dan tak perlu dengan mahar yang baru,sebab pada masa iddah, mereka masih sebagai suami isteri, belum putus total.

B. RUJUK SEPERTI ITU SAH/BOLEH

Yakni rujuk dengan cara suami mendatangi isteri nya yang di Thalaq Raj’iy(Thalaq 1 dan 2) ,lalu si suami mengajak campur dengan niat rujuk,sedang masa iddah isteri belum habis.percampuran sama-sama ridha itu tanda rujuk dan mengembalikan pernikahan yang semula.mereka beralasan dengan firman Allah :

"Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru` Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya . Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah:228)

Menurut kubu ini, persaksian rujuk bukan wajib, cuma sunat. mencampuri isteri yang dalam iddah raj’iyyah adalah halal bagi suami yang mencerai kan. Menurut pendapat Abu hanifah dasar nya karena dalam ayat itu ia masih di sebut suami(perhatikan ayat yang saya bold merah)

Nah, penjelasan di atas untuk menjawab fitnahan para penghujat islam bahwa islam membolehkan gagahi, zina, menikmati sex dengan mantan isteri-isteri yang telah di cerai campur. tanda rujuk ini hanya boleh dalam Thalaq Raj’iy(1 dan 2 ), dan hanya boleh pada masa iddah.jika masa iddah telah habis, maka haram suaminya yang dulu itu mencampuri mantan isteri nya, sudah tidak halal. Jika suami ingin kembali dengan isteri nya,harus ada akad nikah baru dan mahar baru.

Jika di cerai hidup suaminya, iddah nya tiga kali suci(2:228), jika di cerai sedang tidak haidh, iddah nya tiga bulan(surat Thalaq ayat 4 ). selama itulah, selama masa iddah itu suami bisa melakukan rujuk pada isteri.baik lewat perkataan maupun sepakat campur.

4. LEWAT MASA IDDAH, RUJUK DENGAN HUBUNGAN INTIM SUDAH TAK DI PERBOLEH KAN LAGI. SEBAB WANITA ITU SUDAH BUKAN ISTERI NYA LAGI, DAN JADI PEREMPUAN ASING

Sebagai contoh masa iddah perempuan yang tidak hamil, sudah genap 4 bulan 10 hari iddah nya, maka hubungan suami dan isteri menjadi putus total. Tidak boleh melakukan rujuk dengan cara campur, sebab mereka bukan suami isteri lagi. Jika ingin rujuk, maka harus ada akad nikah baru dan mahar baru. maka salah jika penghujat islam berkata bahwa islam mengajarkan free sex dengan para mantan isteri nya. Mereka fikir para pria muslim jika telah mencerai kan isteri nya maka mantan suami bisa menggauli mantan isteri nya tampa batas waktu. Mahu ketemu setelah satu tahun kemudian, maka langsung di gauli tidak masalah, begitu pikiran mereka. Tuduhan itu karena penghujat islam tak mengerti hukum pernikahan islam. Mereka tak mengerti bahwa jika muslimah di cerai, tak lantas ikatan pernikahan nya lepas total. Mereka tetap sebagai suami dan isteri dalam masa iddah. Masa itu kedua belah pihak boleh berfikir ulang untukm kembali jika menyesal bercerai.

5. CAMPUR SETELAH THALAQ RAJ’IY TIDAK SEBURUK FIKIRAN PENGHUJAT ISLAM

Yakni pikiran buruk mereka ialah selesai di cerai, suami bisa kapan pun menyetubuhi mantan isterinya kapan pun dan sampai kapan pun, walau telah berbulan-bulan bercerai. Berarti (masih menurut penghujat), islam ajar kan zinah dan pergaulan bebas dengan mantan isteri. Kesimpulan seperti itu tentu salah. Yang benar adalah kebolehan campur itu sebagai tanda mengembalikan ke pernikahan semula(Rujuk). itu pun terbatas dalam masa iddah saja, lewat itu haram, sebab mereka bukan suami dan isteri lagi (putus pernikahan total). jadi tak ada ajaran having fun sex dan zinah dengan mantan-mantan isteri dalam islam. Campur setelah Thalaq Raj’iy bukan tampa tujuan dan batas waktu. Tujuan nya mengembalikan pernikahan semula, bukan untuk pesta sex tampa tujuan. Semua itu dengan tujuan mulia, mengembalikan pernikahan semula.

6. SELAMA MASA IDDAH RAJ’IYYAH,WANITA YANG DI THALAQ MASIH DI TANGGUNG HIDUP NYA OLEH SUAMI NYA

Yakni jika isteri nya bukan termasuk isteri yang Nusyuz, selama iddah raj’iyah, masih berhak di nafkahi suami nya.seperti rumah, pakaian dan segala keperluan hidup lain nya. Rasul bersabda pada Fatimah binti qais :

"Perempuan yang berhak mengambil nafkah dan rumah kediaman dari bekas suami nya itu apabila bekas suami nya itu berhak rujuk kepada nya." (HR. Ahmad dan Nasa'i)

Maksud bekas suami adalah hubungan suami istri antara keduanya menjadi putus. Karena telah terjadi thalaq raj’iy. Namun tidak secara total. Pada hakikat nya mereka masih sebagai suami dan isteri pada masa iddah, secara hakiki. Pada masa Iddah raj’iyah inilah suami masih wajib memberi rumah, nafkah dan berbagai keperluan hidup lain nya. Selama masa iddah itu juga, suami bisa melakukan rujuk dengan perkataan atau campur tampa nikah ulang/akad baru dan mahar baru. Pendapat yang paling tepat adalah pendapat IMAM SYAFI’IY, bahwa rujuk mesti ada 2 orang saksi dulu, baru boleh campur. Maka pernikahan nya kembali seperti sedia kala.

7. SUAMI CAMPUR PADA MASA IDDAH RAJ’IYYAH DENGAN MAKSUD MENIKMATI HUBUNGAN SEX BELAKA?

Padahal campur pada masa iddah raj’iyah itu di perbolehkan sebagai tanda rujuk kembali, bukan sekedar menikmati sex tampa niat mengekal kan pernikahan kembali. Maka itu saya setuju dengan pendapat imam syafi’iy bahwa rujuk mest ada saksi, agar suami di awas-awasi para saksi dalam kejujuran rujuknya. Dan pendapat Syafiiy itu Alkitabiyah (sesuai surat dalam quran, surat At-Thalaq ayat 4 ). berikut pendapat-pendapat imama mazhab rujuk dengan perbuatan campur dalam masa iddah :

A. IMAM HANAFI DAN HAMBALI

Bila suami jatuh kan Thalaq raj’iy,perceraian belum menghapus seluruh akibat thalaq,kecuali iddah isteri nya telah habis.jimak pada masa itu adalah tanda rujuk.

B. IMAM MALIKI

Jika perbuatan campur itu di awali dengan niat,maka berarti rujuk

C. IMAM SYAFI’IY

Suami tidak boleh berjimak dengan isteri nya yang sedang iddah, dan perbuatan itu bukan pertanda rujuk. Menurut ulama-ulama syafi’iy, rujuk harus dengan perkataan atau pernyataan dari suami secara jelas, bukan dengan perbuatan. Saya cendrung mengatakan bahwa pendapat syafi’iy lebih masuk akal. yakni rujuk mesti ada saksi(sesuai dengan dalil quran), dan pernyataan suami yang jelas, baru boleh berjimak, tampa akad nikah baru dan mahar baru.

8. APA HIKMAH RUJUK PADA MASA IDDAH RAJ’IYAH TAK PERLU PERBAHARUI AKAD NIKAH BARU DAN MAHAR BARU?

Para penghujat islam yang tak mengerti hukum islam soal pernikahan memandang secara kasar bahwa suami yang menggauli isteri yang telah di cerai adalah ZINAH. Tanpa memahami duduk persoalan hukum nya. Padahal dalam hukum islam, setelah seorang suami mencerai isterinya dalam Thalaq raj’iy,maka mereka belum putus total, mereka masih sebagai suami dan isteri secara hakiki nya. Batas waktu nya iddah sebagai contoh 4 bulan 10 hari(2:234). Pada masa itu mereka masih sebagai suami dan isteri, belum putus secara total. Suami masih wajib memberi rumah, pakaian, nafkah, dan berbagai keperluan hidup walau sudah pisah rumah. Dan masih saling mewarisi, pada masa itu sang isteri di haram kan menerima pinangan orang lain. Sebab pada masa iddah ia masih milik suami nya walau sudah pisah ranjang atau pisah rumah setelah Thalaq raj’iy. Jika setelah 2 bulan cerai misalnya suami dan isteri menyesal telah bercerai dan niat kembali. Maka mereka bisa kembali tampa menikah ulang dan mahar baru. Cukup niat rujuk, saksi dan ucapan kesungguhan suami untuk rujuk, maka suami sudah bisa menggauli isteri nya itu, maka pernikahan mereka kembali. Kita lihat hikmah nya, betapa bijak nya hukum pernikahan islam, tidak membebani umat nya. Jika setelah cerai tak ada iddah, tak ada pikir ulang, maka betapa berat nya suami dan isteri yang menyesal telah bercerai jika ingin kembali dengan akad nikah baru dan mahar baru, apalagi jika di barengi cara-cara adat yang mahal dalam nikah dan mahar. Maka itu islam memberi jangka sekitar 3 sampai 4 bulan untuk kembali pada isteri atau suami nya tampa nikah baru dan mahar baru. Peluang emas itu hanya 3 hingga 4 bulan. Lewat masa itu bukan suami dan isteri lagi, harus perbaharui nikah dan mahar baru maka masa berfikir ulang setelah bercerai selama 3 hingga 4 bulan yang di sebut masa iddah adalah tanda sangat bijaksananya hukum pernikahan dan perceraian dalam islam.

9. MAKA TAK BENAR SURAT AL-AHZAB AYAT 51 QURAN DAN RASULULLAH MENGAJAR KAN PERZINAHAN DENGAN MANTAN ISTERI

Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu.

Maka tak benar tuduhan penghujat islam bahwa ayat di atas mengajar kan lelaki muslim tak berdosa menyetubuhi mantan isteri nya kapan pun walau telah bercerai selama 5 bulan, 1 tahun dst. Ayat itu menyatakan bahwa tidak dosa lelaki muslim yang telah Thalaq raj’iy isteri nya untuk melakukan rujuk dengan cara campur/bergaul selama masih masa iddah. Asal kan rujuk nya itu di saksikan dengan saksi, dengan niat dan ucapan yang jelas, baru boleh menggauli. jadi ayat di atas sama sekali tak mengajarkan perzinahan dengan mantan isteri. SETELAH THALAQ RAJ’IY, dalam hukum Allah, mereka selama kurang lebih 3 hingga 4 bulan (masa iddah), mereka masih lah suami dan isteri. Maka rujuk dengan perkataan, saksi dan kemudian bersetubuh tampa akad baru dan mahar baru bukan lah zinah, sebab mereka pada masa iddah masih ber status sebagai suami dan isteri menurut hukum Allah, meski suami telah menjatuh kan Thalaq raj’iyah nya. Jika para penghujat islam berfikir sedikit bijak, mereka tentu akan kagum akan keluwesan dan kebijakan hukum perceraian dalam hukum islam ini. Menurut MMI (majelis mujahidin indonesia), terjemahan Depag di atas adalah salah. Terjemah Harfiyah Depag, “Dan siapa-siapa yang kamu ingin untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu”

Menurut MMI terjemahan ini bisa menyesatkan karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah menceraikan istrinya. Oleh karena itu mustahil bagi beliau untuk menggauli perempuan yang telah dicerai, apalagi tanpa rujuk. Walhasil, kondisi diatas bertentangan dengan fakta sejarah dan akhlak beliau yang terpuji.

Menurut MMI, Terjemah Tafsiriyah yang pas adalah: Wahai Nabi, engkau boleh menangguhkan giliran bagi istrimu mana saja yang engkau kehendaki. Engkau boleh mendahulukan giliran bagi istrimu mana saja yang engkau kehendaki. Kamu tidak berdosa meminta penukaran jadwal giliran bermalam kepada siapa saja diantara istrimu.

Kami mengatakan, terlepas dari polemik di atas, surat Al-ahzab ayat 51 tidak lah di tafsir kan sebagai seorang lelaki muslim menggauli isteti yang telah di cerai kapan pun. Maksud ayat di atas adalah siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggauli nya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai. Maka tidak dosa bagi kamu, maksud nya adalah menggauli setelah rujuk pada masa iddah raj’iyyah. Setelah mengatakan dengan jelas mau rujuk pada isteri, disaksikan para saksi, maka rujuk menjadi sah tampa akad nikah baru dan mahar baru selama masih masa iddah raj’iyyah nya belum habis.

JUSTRU DALAM BIBLE LAH ZINA ITU HALAL

Hosea 4:14 Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.

Ayat di atas sangat lah ngawur, jika kristen tak mau di tuduh kitab nya mengajar kan perzinahan, maka hendak nya mereka jika membaca quran ayat yang pelik mereka jabar kan seperti surat Al-ahzab ayat 51 di atas, tak keburu menuduh ayat itu mengajar kan perzinahan dengan mantan isteri, tanpa menelaah lebih lanjut kebijaksanaan dalam ayat itu. Begitu juga pada ayat di atas, jelas-jelas dalam hosea tuhan tak menghukum para pezinah. Bahkan sekalipun mereka bersundal, tuhan tidak menghukum mereka. Lantas apakah kristiani punya rujukan dari alkitab untuk membantah hal ini?

Demikianlah apa yg dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ALLAH DALAM ALQURAN DAN ALKITAB


Kali ini kita akan membahas mengenai persamaan dan perbedaan Allah dalam Alquran dan Alkitab. Kita akan menilai keduanya dari segi sifat, konseb dan aturan yg dibuat keduanya. Tentu artikel ini dibuat agar kita sama-sama tahu Allah mana yang asli dan layak untuk disembah. Baiklah kita awali materinya sebagai berikut :

★ PERSAMAAN ★

1. ALLAH MAHA ESA DAN TIDAK ADA TUHAN SELAIN DIA

→ Alquran

"Katakanlah: `Dialah Allah, Yang Maha Esa`" (QS. 112:1)

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS. 2:163)

→ Alkitab

Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!

Ulangan 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.

Yesaya 44:6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.

2. ALLAH ADALAH TUHAN DI LANGIT DAN DI BUMI

→ Alquran

"Ibrahim berkata: `Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu`" (QS. 21:56)

"Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. 38:66)

→ Alkitab

Ulangan 4:39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.

3. SEMBAHLAH DAN TAKUTLAH HANYA KEPADA ALLAH

→ Alquran

"(Nabi Isa berkata) Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (QS. 19:36)

"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang) musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman."(QS. 3:175)

→ Alkitab

Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Matius 10:28 Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

4. TIDAK ADA YG SERUPA DENGAN ALLAH

→ Alquran

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. 42:11)

→ Alkitab

Yesaya 46:9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

5. ALLAH TIDAK DAPAT DILIHAT

→ Alquran

"Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An’aam:103)

"Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan, dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:"Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku, agar aku dapat melihat kepada Engkau". Rabb berfirman:"Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:"Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman". (QS. Al-A’raf :143)

→ Alkitab

1 Yohanes 4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Keluaran 33:20 Lalu firmanNya: Engkau (Musa) tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup”. Berfirmanlah TUHAN: Ada suatu tempat dekatKu, dimana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaanKu lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu.

★ PERBEDAAN ★

1. BAGAIMANA ATURAN DALAM BERPERANG?

→ Alquran

"DAN PERANGILAH DI JALAN ALLAH YANG MEMERANGI KAMU, (tetapi) JANGANLAH KAMU MELAMPAUI BATAS, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. 2:190)

"DAN JIKA SEORANG DI ANTARA ORANG-ORANG MUSYRIKIN ITU MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADAMU, MAKA LINDUNGILAH IAD supaya ia sempat mendengar firman Allah, KEMUDIAN ANTARKANLAH IA KE TEMPAT YANG AMAN BAGINYA. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." (QS. 9:6)

→ Alkitab

1 Samuel 15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, TUMPASKANLAH SEGALA YANG ADA PADANYA, DAN JANGAN ADA BELAS KASIHAN PADANYA. BUNUHLAH SEMUANYA, LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

Ulangan
20:10 Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.
20:11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka HARUSLAH SEMUA ORANG YANG TERDAPAT DISITU MELAKUKAN PEKERJAAN RODI BAGIMU DAN MENJADI HAMBA (budak) KEPADAMU.

2. BAGAIMANA BERSIKAP DENGAN PENGANUT AGAMA LAIN?

→ Alquran

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku SUPAYA KAMU SALING KENAL MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. 13:49)

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. DAN JANHANLAH SEKALI-KALI KEBENCIANMU TERHADAP SUATU KAUM, MENDORONG KAMU UNTUK BERLAKU TIDAK ADIL. BERLAKU ADILLAH, KARENA ADIL ITU LEBIH DEKAT KEPADA TAQWA. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 5:8)

"(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". DAN SEKIRANYA ALLAH TIDAK MENOLAK (KEGANASAN) SWBAGIAN MANUSIA DENGAN SEBAGIAN YANG LAIN, Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, TENTULAH TELAH DIROBOHKAN BIARA-BIARA NASRANI, GEREJA-GEREJA, RUMAH-RUMAH IBADAT ORANG YAHUDI dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa," (QS. 22:30)

"Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Kulah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. 29:8)

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan PERGAULILAH KEDUANYA DI DUNIA DENGAN BAIK, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, makan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. 31:15)

→ Alkitab

Ulangan
13:6 APABILA SAUDARAMU LAKI-LAKI, ANAK IBUMU, ATAU ANAKMU LAKI-LAKI ATAU ANAKMU PEREMPUAN ATAU ISTRIMU SENDIRI ATAU SAHABAT KARIBMU membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 MAKA JANGANLAH ENGKAU MENGALAH PADANYA DAN JANGANLAH MENDENGARKAN DIA. JANGANLAH ENGKAU MERASA SAYANH KEPADANYA, JANGANLAH MNGASIHANI DIA DAN JANGANLAH MENUTUPI SALAHNYA,
13:9 TAPI BUNUHLAH DIA! tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
13:10 ENGKAU HARUS MELEMPARI DIA DENGAN BATU, SEHINGGA MATI, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

3. APAKAH ALKOHOL DIHARAMKAN UNTUK DIKONSUMSI?

→ Alquran

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah:` PADA KEDUANYA TERDAPAT DOSA BESAR dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya `. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:` Yang lebih dari keperluan. `Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir," (QS. 2:219)

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka JAUHILAH PERBUATAN-PERBUATAN ITU AGAR KAMU MMENDAPAT KEBERUNTUNGAN." (QS. 5:90)

→ Alkitab

Ulangan 14:26 dan HARUSLAH engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk ANGGUR ATAU MINUMAN YANG MEMABUKKAN, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.

4. APAKAH MENGAMBIL BARANG MILIK ORANG LAIN DIBOLEHKAN?

→ Alquran

"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."(QS. 5:38)

→ Alkitab

Ulangan
23:24 Apabila engkau melalui kebun anggur sesamamu, ENGKAU BOLEH MAKAN BUAH ANGGUR SEPUAS-PUAS HATIMU, tetapi tidak boleh kaumasukkan ke dalam bungkusanmu.
23:25 Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, ENGKAU BOLEH MEMETIK BULIR-BULIRNYA DENGAN TANGANMU, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu."

Demikianlah apa yg dapat saya sampaikan, semoga dengan demikian kita akan semakin tau Allah mana yg benar dan yg layak untuk disembah. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..


Minggu, 01 Maret 2015

MENJAWAB FITNAH : SEMUA MUSLIM MASUK NERAKA


Kali ini kami akan mencoba untuk mengklarifikasi tuduhan umat kristiani kepada kaum muslimin. Mereka sering kali menganggap bahwa kaum muslimin pasti akan masuk neraka, diantaranya ialah dengan menyodorkan ayat berikut ini.

Allah berfirman :

"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan." (QS. Maryam' 19:71)

Ayat tersebut diatas adalah salah satu ayat andalan dari para Kristiani dalam mencoba melemahkan keimanan Muslim terhadap ajaran yang diturunkan Allah yaitu Islam, yang jelas menununtun pada cahaya surga dan merupakan jalan satu-satunya yang tidak terkontaminasi dengan berbagai bentuk kesesatan ciptaan manusia. Sama seperti tuduhan Kristiani yang lain, tuduhan diatas juga muncul berdasarkan kurangnya pemahaman mereka mengenai firman Allah yaitu Al-Qur'an. Hal tersebut dapat dimaklumi karena mereka sama sekali tidak mengerti ilmu-ilmu dalam mempelajari Al-Qur'an, tidak mengerti serta tidak dapat membaca bahasa Arab dimana Al-Qur'an itu dioriginalkan oleh Allah dengan bahasa mula-mula firman tersebut diturunkan ditempatnya dan yang lain hanya terjemahannya saja untuk memudahkan pembaca disetiap negara, ditambah karena kitab mereka sudah kehilangan keaslian seiring musnahnya bahasa asli dari Bible mereka sendiri sehingga menjadikan Kristiani sering memandang pemahaman Al-Qur'an sama seperti Bible padahal jelas hal tersebut sangat salah.

Jadi jika hanya berpedoman pada terjemahan dan bukan pada Al-Qur'an itu sendiri, maka terjadilah tuduhan yang aneh-aneh dan mengada-ada sebagaimana kebiasaan Kristiani pengkritik Islam, dan hal tersebut dapat dimaklumi karena mereka terbiasa dengan terjemahan yang dimanipulasi bahkan lebih ekstrim lagi mengimani terjemahan yang penuh manipulasi tersebut. Tapi yang tidak dapat dimaklumi disini adalah, jika Kristiani jelas tidak mengerti bagaimana cara memahami Al-Qur'an, lantas mengapa mereka masih saja nekat memberikan tuduhan diluar rana pengetahuan mereka? Sudah jelas Muslim telah mempelajari Al-Qur'an sejak SD dibimbing dengan guru yang berkompeten, ditambah sudah tentu Muslim juga telah mengkhatamkan Al-Qur'an di usia SD dan SMP, sedangkan Kristiani jangankan mengkhatamkan Al-Qur'an, membaca Al-Qur'an saja tidak bisa, kenapa mereka malah sok mau menggurui kita mengenai kandungan yang tertanam dalam Al-Qur'an? Apakah dunia ini sudah terbalik dimana sekarang zamannya manusia yang tidak mengerti apa-apa mengajari manusia yang mengerti? Intinya setiap tuduhan Kristiani yang berhubungan dengan Al-Qur'an itu sebenarnya adalah hal yang memalukan dan tidak perlu, mereka lupa kelas mereka dimana.

Maaf saja jika kami sedikit berpanjang lebar sebelum menjawab apa yang biasa Kristiani tuduhkan, karena pasalnya jika kita hanya menjawab tuduhan mereka saja tentu saja tuduhan tersebut pasti akan tetap dibawa ketempat lain bahkan mungkin mereka lebih bernafsu mengkritik ayat lain dalam Al-Qur'an yang tidak mereka mengerti sama sekali, dengan kata lain kebebalan terus mereka pertahankan. Jadi sebelum menjawab, sebaiknya kita buat Kristiani itu berlogika dulu bahwa mereka ini sebenarnya manusia yang tidak pantas menghakimi Islam dari segi ajaran maupun kitab, karena bukan levelnya seseorang memaknai Islam dari persepsi Gereja. Jelas para Kristiani tidak pantas dan tidak sanggup untuk melakukan hal tersebut.

Sebagai permulaan sebelum kita mulai membahas tudingan Kristiani, mari kita bersama-sama merenungkan kebenaran firman Allah berikut :

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar." (QS. At-Taubah' 9:72)

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Sekarang kita fokus pada jawaban terhadap tuduhan mereka.

"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan." (QS. Maryam' 19:71)

Biasanya Kristiani yang kebablasan akan mengatakan bahwa terjemahan ayat diatas membuktikan semua Muslim masuk neraka, karena ada kalimat "tidak seorangpun dari padamu mendatangi neraka". Tapi sebelumnya bacalah baik-baik konteks ayat berikut:

QS. Maryam' : 66-71

66. Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?"
67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
68. Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.
69. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.
71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Jika kita membaca konteks ayat diatas secara keseluruhan, ada beberapa pembagian 'manusia' yang mesti ditekankan disini. Dalam kalimat, "Dan tidak ada seorangpun dari padamu" (Ayat 71), kata 'padamu' yang dimaksud tersebut secara umum adalah manusia ciptaan Allah yang mempertanyakan kehendak dan kuasa Allah (Ayat 66-67), dan manusia yang sudah seharusnya dimasukkan kedalam neraka dalam Pengetahuan Allah (Ayat 69). Sekarang kita cermati QS. Maryam' 9:71 yang merupakan sumber ketidak pahaman dan bukti kekosongan Kristiani.

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
"wa-in minkum illaa waariduhaa kaana 'alaa rabbika hatman maqdhiyyaan"
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan."

Dalam ayat diatas Allah memakai kata 'waariduhaa' yang berarti 'mendatanginya' atau 'melewatinya' (pass over it). Allah tidak memakai kata 'khaaliduhaa' yang berarti 'memasukinya' (enter). Perhatikan Terjemahan Yusuf Ali :

"Not one of you but will pass over it: this is, with thy Lord, a decree which must be accomplished." (QS. Maryam' 9:71)

Perlu diketahui bahwa setiap orang kelak di akhirat akan meniti sirath (jalan atau jembatan) yang berada di atas neraka. Yang selamat dan tidak akan jatuh ke dalam neraka hanyalah orang-orang yang bertakwa, orang yang bertakwa akan diselamatkan dan tidak akan menyentuh api neraka tersebut. Mengenai jembatan Shiratal Mustaqim sudah di jelaskan dalam beberapa hadits, diantaranya ialah sebagai berikut :

“Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dengan nama-nama mereka ada tirai penghalang dari-Nya. Adapun di atas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafiq. Bila mereka telah berada ditengah jembatan, Allah-pun segera merampas cahaya orang-orang munafiq. Mereka menyeru kepada orang-orang beriman: ”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu.” (QS Al-Hadid ayat 13) Dan berdoalah orang-orang beriman: ”Ya Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.”(QS At-Tahrim ayat 8) Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain.” (HR. Thabrani 11079)

Dari Nawwas Bin Sam’aan daripada Rasulullah (sallallahualaihi wasalam) sabdanya: “Allah membuat perumpamaan tentang Shiratal Mustaqim bahwa pada dua sisinya (kiri dan kanan) ada dua pagar, dan pada kedua-dua pagar tersebut terdapat banyak pintu yang sedang terbuka, dan pada tiap-tiap pintu itu pula ada tabir yang menutupinya, dan di atas pintu masuk ke jalan yang lurus itu ada penyeru yang memanggil: Hai sekalian manusia, masuklah kamu semua ke dalam “Jalan Yang Lurus” ini dan janganlah menyimpang (melencong)!, dan ada pula penyeru yang berada daripada atas jalan itu yang jika manusia ingin membuka sedikit tabir penutup pintu itu, lalu ia berkata: Celaka engkau, janganlah engkau buka tabir itu! Sebab jika engkau membukanya niscaya engkau akan terjerumus ke dalamnya. Jalan yang lurus itu adalah Islam dan dua pagar itu ialah batasan-batasan Allah (Hududullah), pintu-pintu yang terbuka itu larangan-larangan Allah dan penyeru yang memanggil dari pintu masuk ke jalan itu ialah Kitabullah (Al-Quran), dan penyeru yang berada di atas jalan itu pula ialah peringatan daripada Allah yang terdapat pada hati setiap muslim”. (HR. Imam Ahmad)

Shirath adalah jembatan yang terbentang di atas neraka menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya, sesuai dengan amalan mereka, ada yang terjatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.
Datang penamaan dengan Ash-Shirath dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

“Maka dibuatlah Ash-Shirath di atas jahannam….” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Dan dalam hadist yang lain :

“Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath….” (HR. Muslim)

Diriwayatkan bahwa Ash-Shirath ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sebagaimana ucapan Abu Said Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu:

“Sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim 1/167)

Rasulullah s.a.w. menjawab: “Tidakkah engkau semua mengetahui, bagaimana ia berlalu dan kemudian kembali dalam sekejap mata. Kemudian yang berikutnya dapat melalui Ash-Shirath sebagai jalannya angin, kemudian sebagai terbangnya burung, lalu sebagai seorang yang berlari kencang. Bersama mereka itu berjalan pulalah amalan-amalan mereka sedang Nabimu ini -Muhammad s.a.w.- berdiri di atas Ash-Shirath tadi sambil mengucapkan: “Ya Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.” Demikian itu hingga hamba-hamba yang lemah amalan-amalannya, sampai-sampai ada seorang lelaki yang datang dan tidak dapat berjalan melainkan dengan merangkak -sebab ketiadaan kekuatan amalnya untuk membuat ia dapat berjalan baik.” Pada kedua tepi Ash-shirath itu ada beberapa kait yang digantungkan dan diperintah untuk menyambar orang yang diperintah untuk disambarnya. Maka dari itu ada orang yang tergaruk tubuhnya, tetapi lepas lagi -selamat- dan ada yang terpelanting ke dalam neraka -yang sebagian menindihi sebagian orang yang lain. Demi Zat yang jiwa Abu Hurairah ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya dasar bawah neraka Jahanam sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Muslim)

Jadi jelasnya, Allah memakai kata 'waariduhaa' yang berarti 'mendatangi' atau 'melewati' untuk semua manusia karena semua manusia akan mendatangi neraka dalam arti menitih jembatan atau sirath yang berada diatas neraka, tapi bukan berarti semua manusia akan memasukinya atau berdiam diri dalam neraka tersebut. Ayat berikutnya sudah sangat menjelaskan :

"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam' 19:72)

Kristiani begitu gemar membuat penipuan dalam hal ini dengan cara tidak mengutip ayat selanjutnya. Orang beriman yang bertakwa akan dapat melewati sirath tersebut dan tidak akan mendapat siksa atau api neraka sedikitpun serta akan selamat, berbeda dengan orang kafir dan orang zalim yang akan gagal melewati sirath tersebut dan akan terjatuh masuk kedalam neraka. Sedangkan orang-orang kafir dari kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang menyekutukan Allah telah dipastikan masuk neraka dan kekal didalamnya :

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al-Bayyinah' 98:6)

Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan diselamatkan dan terjatuh kedalam neraka, mereka masuk nereka karena tidak beriman kepada Islam, Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad pemberita jalan yang lurus.

"Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami (Muhammad), menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab (Al-Qur'an) yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (QS. Al-Maaidah' 5:15-16)

"Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan." Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Maaidah' 5:19)

Wallahu'alam. Kalau problema ini sudah terselesaikan, maka sekarang yang perlu dipertanyakan adalah dalil jaminan masuk surga bagi Kristiani, dan didalam surga kristiani, mereka akan melakukan apa? Apakah hanya akan duduk berdiri? Duduk lagi berdiri lagi sambil nyanyi-nyanyi tidak jelas untuk memuji-muji tuhannya? Apakah seperti itu kondisi kristiani di surga yang kekal? Mengenaskan! Padahal Kristiani begitu yakin dengan klaim mereka akan penebusan dosa Yesus, namun ironisnya Yesus sekalipun tidak pernah menyinggung Kristen sebagai umat dan pengikutnya, Yesus tidak pernah menyinggung Kristen sebagai kelompok yang dosanya sudah ditebus olehnya, ditambah Yesus tidak pernah menyinggung satupun umat Kristen bahwa mereka itu akan masuk surga. Apalagi penebusan dosa oleh penyaliban juga tidak lebih dari omong kosong dan imajinasi palsu dimana tidak ada keterangan spesifik dalam Bible yang membenarkannya. Sedangkan dalam Islam atau Al-Qur'an, Jaminan dan Janji Allah akan masuk surga bagi Muslim atau Muslimah yang beriman dan beramal saleh selama hidup didunia itu jelas :

"Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab." (QS. Al-Mu'min' 40:40)

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar." (QS. At-Taubah' 9:72)

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya" (QS. Al-Baqarah' 2:25)

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

Lalu bagaimana dengan keselamatan bagi kristen? Selain kesalamatan bagi kristen melalui penebusan yesus di tiang salib hanyalah OMONG KOSONG mereka saja, alkitab juga mencatat bahwa orang kaya itu MUSTAHIL bisa masuk kedalam surga. Diantaranya tertulis dalam ayat berikut ini :

Matius
19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Apakah mungkin bisa seekor Unta masuk ke lubang jarum? Jawabannya adalah MUSTAHIL! Begitu juga dengan orang kaya untuk masuk ke surga, lebih mustahil lagi daripada unta masuk kedalam lobang jarum. Mustahil bagi mereka untuk masuk kedalam surga, jika mereka tidak mahu memberikan seluruh harta kekayaannya kepada orang miskin. Dan hal ini juga di konfirmasi di ayat yang lain, diantaranya tertulis pada ayat berikut ini :

Lukas
16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Selain orang kaya yang mustahil bisa masuk ke surga, orang-orang yang berdosa juga mustahil bisa masuk surga jika mereka tidak menanggalkan bagian tubuhnya yang digunakannya untuk berbuat dosa. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :

Matius
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Matius
18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.
18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Markus
9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

Apakah ada umat kristiani yang tangan, kaki dan matanya tidak pernah digunakan untuk berbuat dosa? Jika tidak ada, lantas apakah umat kristiani sudah menanggalkan bagian tubuhnya yang telah menyesatkan mereka kedalam dosa, agar mereka bisa memperoleh hidup di surga? Dan apakah orang kristiani yang kaya raya sudah memberikan semua harta kekayaannya kepada orang miskin? Jika semua itu belum belum kalian lakukan, lalu dimana letak keselamatan bagi orang krisiani? Disamping itu semua, Yesus juga mengatakan bahwa jalan menuju surga sangatlah sulit dan juga sempit. Hal ini dijelaskan pada ayat berikut :

Matius
7:12 Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Dengan demikian sangatlah sulit dan hampir mustahil bagi kristiani untuk bisa masuk ke surga, jika mereka tidak melakukan apa yang diperintahkan yesus kepada mereka. Yakni :

1. Memberikan seluruh harta kekayaan mereka kepada orang miskin

2. Mentaati seluruh hukum taurat dan kitab para nabi

3. Menanggalkan bagian tubuh mereka yang menyesatkan kedalam dosa

Allah berfirman :

"Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: `Sekali-kali tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani`. Demikian itu hanya ANGAN-ANGAN MEREKA YANG KOSONG BELAKA. Katakanlah: `Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar`." (QS. 2:111)

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)