Kamis, 12 Maret 2015

ALKITAB VS MATEMATIKA


Apa yg anda pikirkan jika kitab yg diklaim sebagai kitab suci ternyata terdapat kesalahan sangat FATAL? Berikut saya beberkan beberapa kesalahan fatal alkitab ditinjau dari ilmu Matematika.

1. SALAH HITUNG JUMLAH KOTA

Yosua 19:
2. Sebagai milik warisan mereka menerima: Bersyeba (1), Syeba (2), Molada (3),
3. Hazar-Sual (4), Bala (5), Ezem (6),
4. Eltolad (7), Betul (8), Horma (9),
5. Ziklag (10), Bet-Hamarkabot (11), Hazar-Susa (12),
6. Bet-Lebaot (13) dan Saruhen (14): tiga belas kota dengan desa-desanya.

Coba hitung ada berapa kota dari ayat 2 sampai ayat 6? Ternyata ada empat belas (14) kota. Tapi mengapa pada akhir ayat 6 hanya ditulis tiga belas (13) kota saja?

Next…

Yosua 19:7 En-Rimon (1), Eter (2), dan Asan (3): empat kota dengan desa-desanya
Coba hitung jumlah kota pada ayat diatas. Pasti jumlahnya ada tiga (3) kota, tapi mengapa pada ayat yang sama malah ditulis empat (4) kota?

Kenapa kitab yg diklaim berasal dari firman Tuhan bisa salah dalam bidang matematis? Kenapa Tuhan yg sejatinya adalah Maha Tahu malah tidak bisa berhitung seperti ini? Padahal di pasal sebelumnya si penulis sudah tepat mengitung sampai 12 dan 14 kota, tapi mengapa di pasal selanjutnya malah error begini?

2. SALAH HITUNG UMUR

2 Tawarik 22:2 Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri.

Pada ayat diatas dikatakan bahwa umur Ahazia saat ia menjadi Raja adalah 42 tahun, sekarang coba kita bandingkan dengan ayat berikut :

2 Raja-Raja 8:26 Ia berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri raja Israel.

Pada ayat diatas dikatakan bahwa umur Ahazia saat ia menjadi Raja adalah 22 tahun, satu kisah yang sama dengan tokoh yang sama pula. Tapi dengan 2 keterangan yang berbeda dan saling kontradiksi.

3. SALAH HITUNG TAHUN

1 raja-raja
16:6 Kemudian Baesa mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Tirza. Maka Ela, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
16:7 Juga dengan perantaraan nabi Yehu bin Hanani firman TUHAN telah datang melawan Baesa dan melawan keluarganya, baik karena segala yang jahat yang telah dilakukannya di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN dengan perbuatan tangannya, dan dengan demikian menjadi sama seperti keluarga Yerobeam, maupun oleh karena ia telah membunuh Yerobeam.
16:8 Dalam tahun kedua puluh enam zaman Asa, raja Yehuda, Ela, anak Baesa, menjadi raja atas Israel di Tirza. Ia memerintah dua tahun lamanya.

2 tawarikh 16:1. Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.

Dalam ayat raja-raja dinyatakan Baesa sudah meninggal dan anaknya Ela, raja Israel menggantikannya pada tahun ke-26 pemerintahan Asa, namun pada ayat tawarikh Baesa justru ia pada tahun ke-36 pemerintahan Asa menyerang Yehuda. Bagaimana mungkin seseorang masih bisa menyerang sebuah kota, setelah 10 tahun kematiannya?

4. SALAH HITUNG JUMLAH PENDUDUK

Ezra
2:1 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2:2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
2:3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
2:4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
2:5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;

Nehemia
7:6 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
7:7 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
7:8 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
7:9 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
7:10 bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang;

Dalam kitab Ezra disana dikatakan bahwa jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang dari pembuangan ialah 770 orang. Sedangkan pada kitab Nehemia jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang ialah 650 orang. Lalu yang mana yang benar? Tidak mungkin satu kisah yang sama terdapat perbedaan jumlah orang seperti ini kan?

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

ALKITAB MENDISKRIMINASI KAUM PEREMPUAN


Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana Alkitab memandang kaum perempuan. Mari kita simah ulasannya berikut ini :

1. PEREMPUAN TIDAK MEMILIKI HAK MENGEMUKAKAN PENDAPAT ATAU BERTANYA

1 korintus 14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.

1 Korintus 14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

1 Timotius 2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

Tapi tampaknya ayat-ayat diatas sudah tidak berlaku lagi bagi perempuan-perempuan kristen. Alkitab bilang kaum wanita tidak boleh berbicara dalam pertemuan jemaat, tapi justru banyak kaum perempuan yag ikut nyanyi-nyanyi di gereja sambil joged. Alkitab bilang kalau tidak sopan bagi kaum permpuan untuk berbicara dalam pertemuan jemaat, tapi kaum perempuan kristen malah asik-asik saja nyanyi-nyanyi di gereja, bahkan ada yang jadi pengkotbah, penginjil atau evangelis di gereja.

2. PEREMPUAN HARUS TUNDUK KEPADA SUAMINYA SEPERTI TUNDUK KEPADA TUHAN

Efesus
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Tampaknya ayat ini sudah tidak berlaku lagi dan nyaris mustahil bisa dipatuhi oleh para perempuan. Tunduk kepada suami dalam segala sesuatu seperti halnya tunduk kepada tuhan? Siapakah wanita kristen yang mampu mengamalkan ayat ini? Jika mereka di selingkuhi oleh suaminya, lantas apakah mereka bisa diam saja?

3. PEREMPUAN TIDAK BOLEH MENJADI PENGAJAR

1 Timotius
2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.”
2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.

Jika perempuan kristen mengamalkan ayat ini dalam kehidupannya sehari-hari, maka mereka akan terbelakang dan terkesan terkucilkan. Justru wanita kristen bisa berkembang karena meninggalkan ayat diatas. Dan motif perintah tersebut sangatlah sepele, yakni karena Adam lah yang pertama di jadikan, barulah Hawa. Alkitab sangat jelas merendahkan kaum perempuan dan membatasi hak para perempuan.

4. PEREMPUAN TIDAK BOLEH MENGEPANG RAMBUTNYA DAN TIDAK BOLEH MEMAKAI PERHIASAN DAN PAKAINAN MAHAL-MAHAL

1 Timotius 2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Dalam ayat ini, perempuan dibatasi dalam berdandan dan berbusana. Kelihatannya sih perintah ini baik, mengajarkan untuk tampil sederhana dan tidak melakukan pemborosan. Tapi masalahnya mengapa hanya perempuan yang diperintahkan demikian? Bagaimana dengan kaum laki-laki? Apakah hanya mereka saja yang boleh bermewah-mewahan, sedangkan perempuan tidak?

5. PEREMPUAN HARUS MENUDUNGI KEPALANYA

1Korintus
11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
11:9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
11:10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Lagi-lagi motif perintahnya sama, yakni perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Karena itulah perempuan DIWAJIBKAN menutup kepalanya, bukan sebagai sarana untuk menjaga kehormatan, tetapi sebagai tanda bahwa derajat mereka yang berada di bawah laki-laki. Makanya sangat sedikit perempuan nasrani yang mau mengenakan penutup kepala. Hal itu mungkin disebabkan karna mereka tahu bahwa alkitab terlalu membanggakan kaum laki-laki dan merendahkan kaum perempuan.

6. APAPUN YANG DISENTUH PEREMPUAN YANG SEDANG HAID MENJADI NAJIS

Imamat
15:19 Apabila seorang perempuan mengeluarkan lelehan, dan lelehannya itu adalah darah dari auratnya, ia harus tujuh hari lamanya dalam cemar kainnya, dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis sampai matahari terbenam.
15:20 Segala sesuatu yang ditidurinya selama ia cemar kain menjadi najis. Dan segala sesuatu yang didudukinya menjadi najis juga.
15:21 Setiap orang yang kena kepada tempat tidur perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
15:22 Setiap orang yang kena kepada sesuatu barang yang diduduki perempuan itu haruslah mencuci pakaiannya, membasuh diri dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
15:23 Juga pada waktu ia kena kepada sesuatu yang ada di tempat tidur atau di atas barang yang diduduki perempuan itu, ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
15:24 Jikalau seorang laki-laki tidur dengan perempuan itu, dan ia kena cemar kain perempuan itu, maka ia menjadi najis selama tujuh hari, dan setiap tempat tidur yang ditidurinya menjadi najis juga.
15:25 Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis.
15:26 Setiap tempat tidur yang ditidurinya, selama ia mengeluarkan lelehan, haruslah baginya seperti tempat tidur pada waktu cemar kainnya dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis sama seperti kenajisan cemar kainnya.
15:27 Setiap orang yang kena kepada barang-barang itu menjadi najis, dan ia harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
15:28 Tetapi jikalau perempuan itu sudah tahir dari lelehannya, ia harus menghitung tujuh hari lagi, sesudah itu barulah ia menjadi tahir.
15:29 Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati dan membawanya kepada imam ke pintu Kemah Pertemuan.
15:30 Imam harus mempersembahkan yang seekor sebagai korban penghapus dosa dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, karena lelehannya yang najis itu.

Pada ayat ini perempuan seakan-akan dianggap seperti anjing yang menebarkan liurnya di segala tempat, sehingga semuanya menjadi najis. Atau mungkin ada perumpamaan yang lebih buruk daripada anjing bagi kaum perempuan?

7. PEREMPUAN YANG MENOLONG SUAMINYA SAAT BERKELAHI HARUS DIPOTONG TANGANYA

Ulangan
25:11 "Apabila dua orang berkelahi dan isteri yang seorang datang mendekat untuk menolong suaminya dari tangan orang yang memukulnya, dan perempuan itu mengulurkan tangannya dan menangkap kemaluan orang itu,
25:12 maka haruslah kaupotong tangan perempuan itu; janganlah engkau merasa sayang kepadanya."

Kasihan betul nasib si perempuan, maksud hati ingin menolong suaminya, malah tangganya harus buntung karena dipotong tanpa ada belas kasihan sedikitpun.

8. PEREMPUAN YANG DIPERKOSA HARUS MENIKAH DENGAN PEMERKOSA

Ulangan
22:28 Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan--
22:29 maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.

Kalau begini caranya sih enak di laki-lakinya, jadi kalau kaum laki-laki ingin menikah dengan perempuan yang cantik, maka ia tinggal pilih saja perempuan yang paling cantik, lalu memerkosanya. Dengan begitu dia bisa menikahi si perempuan cantik tersebut.

9. PEREMPUAN TIDAK MEMPUNYAI HAK WARIS JIKA MEMPUNYAI SAUDARA LAKI-LAKI

Bilangan
27:1 Kemudian mendekatlah anak-anak perempuan Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye dari kaum Manasye bin Yusuf--nama anak-anaknya itu adalah: Mahla, Noa, Hogla, Milka dan Tirza--
27:2 dan berdiri di depan Musa dan imam Eleazar, dan di depan para pemimpin dan segenap umat itu dekat pintu Kemah Pertemuan, serta berkata:
27:3 "Ayah kami telah mati di padang gurun, walaupun ia tidak termasuk ke dalam kumpulan yang bersepakat melawan TUHAN, ke dalam kumpulan Korah, tetapi ia telah mati karena dosanya sendiri, dan ia tidak mempunyai anak laki-laki.
27:4 Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami."
27:5 Lalu Musa menyampaikan perkara mereka itu ke hadapan TUHAN.
27:6 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
27:7 "Perkataan anak-anak perempuan Zelafehad itu benar; memang engkau harus memberikan tanah milik pusaka kepadanya di tengah-tengah saudara-saudara ayahnya; engkau harus memindahkan kepadanya hak atas milik pusaka ayahnya.
27:8 Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan.

Dalam ayat diatas menyatakan bahwa apabila seorang ayah meninggal dan ia tidak mempunyai anak laki-laki, maka hak warisnya akn jatuh ditangan anak perempuan. Ini berarti jika si ayah mempunyai anak laki-laki, maka anak perempuan tidak punya hak waris sama sekali.

10. PEREMPUAN YANG DITINGGAL MATI OLEH SUAMINYA TIDAK BOLEH MENIKAH DENGAN LAKI-LAKI PILIHANNYA

Ulangan 25:5 Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.”

Tampaknya ayat ini juga hanya menjadi catatan tak berarti didalam alkitab, karena tampaknya orang yang mengimani alkitab sudah tidak sudi mengamalkan ayat tersebut.

11. PEREMPUAN YANG BERCERAI DENGAN SUAMINYA TIDAK BOLEH MENIKAH LAGI

1 Korintus 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

Coba bayangkan jika kasus perceraian tersebut terjadi karena kesalahan dari pihak suami, misalkan suaminya selingkuh, suka memukuli istrinya dll. Lantas apakah hukum tersebut masih cukup adil bagi kaum perempuan?

12. BUDAK PEREMPUAN TIDAK BOLEH KELUAR SEPERTI BUDAK LAKI-LAKI

Keluaran 21:7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

Dalam ayat ini budak perempuan tidak boleh dimerdekakan setelah bekerja selama enam tahun sebagaimana aturan yang berlaku untuk budak laki-laki pada ayat berikut ini.

Keluaran 21:2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

Lalu akan sampai kapan budak perempuan tersebut bekerja pada tuannya? Mungkin budak perempuan tersebut harus bekerja seumur hidup, karena dalam ayat-ayat lain dijelaskan bahwa perbudsakan seumur hidup itu dibenarkan dalam alkitab. Malang betul nasib kaum perempuan.

13. SEORANG TAMU LAKI-LAKI LEBIH BERHARGA DARIPADA ANAK PEREMPUAN

Hakim Hakim 19:24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."

Ayat diatas memang bukanlah perintah tuhan, tapi jika kita kaji dari sisi sosialisme, tampak sekali si ayah dari perempuan tersebut tidak menghargai sama sekali anak perempuannya. Bahkan laki-laki yang bukan anak kandung pun masih lebih berharga daripada anak perempuan. Malah si ayah meminta orang lain untuk memerkosa anak perempuannya yang masih perawan, ketimbang tamu laki-lakinya yang disakiti. Sungguh ironis.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Rabu, 11 Maret 2015

WANITA DAN SURGA


Artikel ini kami buat sebagai sarana untuk menjawab beberapa pertanyaan kristiani dan orang-orang yang masih awam tentang Islam. Mereka sering kali mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang wanita di surga, diantaranya ialah pertanyaan sebagai berikut :

1. Bagaimana jika ada seorang wanita yang telah menikah beberapa kali saat dia hidup di dunia, lalu wanita tersebut meninggal dan semua suaminya juga meninggal. Dan mereka semua masuk surga, lantas pria yang manakah yanga akan menjadi suami dari perempuan tersebut saat mereka berada di surga?

2. Jika ada seorang nenek-nenek meninggal dan nenek tersebut masuk surga, apakah ia masuk surga dalam keadaan masih menjadi nenek-nenek?

3. Bagaimana kehidupan wanita di surga kelak, apakah mereka akan bersaing dengan para bidadari surga?

4. Jika kau pria akan mendapatkan bidadari-bidadari yang cantik jelita, lantas bagaimana dengan kaum wanita? Apakah mereka juga akan mendapatkan bidadara?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kami akan berikan dalil-dalil Al-Quran dan Al Hadits sebagai berikut :

• Jawaban untuk point 1 :

Pria yang akan menjadi suami bagi wanita tersebut ialah yang paling baik akhlaknya.

Saya kembali bertanya, " Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah nikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau pun menjawab, "Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu ia berkata, 'Wahai Rabbku sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya.' Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR. Thabrani)

Dan yang paling baik akhlaknya ialah yang imannya paling sempurna, lemah lembut kepada istri dan paling ramah terhadap keluarganya.

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan yang paling lemah lembut dengan istrinya." (HR. Musnad Ahmad 23073)

Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap keluarganya (istrinya)." (HR. Musnad Ahmad 23536)

• Jawaban untuk point 2 :

Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak diketahui.

"untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui." (QS. 56:61)

Al-Quran memang tidak menjelaskan secara detail, melainkan hanya menjelaskan secara garis besarnya saja. Dan penjelasan yang lebih eksplisit lagi terdapat pada hadits-hadits berikut ini.

Para penghuni surga adalah para pemuda dan tidak ada orang yang tua didalamnya.

Sunan Tirmidzi 3169:

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Penyeru menyerukan: Sesungguhnya kalian hidup dan tidak mati selamanya, kalian sehat dan tidak sakit selamanya, kalian muda dan tidak tua selamanya, kalian bersenang-senang dan tidak akan bersedih selamanya. Itulah firman-Nya: "Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." (Az Zukhruuf: 72) Abu Isa berkata: Ibnu Al Mubarak dan lainnya meriwayatkan hadits ini dari Ats Tsauri tapi tidak memarfu'kannya." (HR. Sunan Tirmidzi 3169)

“Sesungguhnya sorga tidak dimasuki oleh orang-orang tua… sesungguhnya Allah jika memasukkan mereka (kaum wanita) ke dalam sorga, maka Dia akan merubah mereka menjadi gadis-gadis perawan”. (HR. Thabrani 12/281)

Lalu apakah ini berarti hadit-hadits diatas telah melangkahinAl-Quran? Tentu saja tidak, hadits tersebut hanya menjelaskan beberapa ciri saja dan tentu yang tidak dijelaskan dalam hadits tersebut lebih besar lagi. Dan itulah yang tidak diketahui oleh umat manusia dan hanya akan menjadi rahasia Ilahi. Kasus ini serupa dengan ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang tidak ada seorangpun yang mengetahui datangnya hari kiamat, tetapi dalam hadits-hadits dijelaskan bahwa Rasulullah menjelaskan beberapa ciri akan datangnya hari kiamat tersebut. Dan sekali lagi, tentu yang tidak dijelaskan oleh Rasulullah lebih besar daripada yang sudah dijelaskan. Dan itulah yang tidak diketahui oleh manusia.

• Jawaban untuk point 3 :

Wanita yang sholeha lebih utama dan mulia daripada para bidadari di surga.

Dari Ummu Salamah r.a, ia berkata: Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Baginda s.a.w menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Kerana apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Baginda s.a.w menjawab, “Kerana solat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah-lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami redha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.”
(H.R. Ath-Thabrani)

Jika para bidadari surga saja sudah sedemikian besar kelebihannya, maka tentu wanita yang sholeha lebih besar lagi kelebihannya daripada para bidadari surga.

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Demi yang jiwaku berada di tanganNya, jika ada salah satu bidadari syurga dimuka bumi maka akan meneranginya, akan terisi (bumi) dengan bau harumnya dan mahkota yang ada dikepalanmya lebih baik daripada dunia dan isinya." (HR. Musnad Ahmad 12035)

• Jawaban untuk point 4 :

Tentu saja ya, para wanita akan mendapatkan pendamping hidup sesuai yang mereka ingini. Karena semua penghuni surga akan dinikahkan dengan orang yang diingininya.

Rasulullah saw, bersabda : ”Dan tidaklah ada di surga itu seorang yang bujang.” (HR. Muslim 5062)

Dan penegasan yang sama juga dikuatkan oleh Syekh Ibnu Utsaimin. Para penghuni surga memiliki hak yang sama untuk merasakan nikmat, apa pun yang mereka inginkan.

“Dan, di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (QS az-Zukhruf [43]: 71).

Sesungguhnya sorga dan kenikmatannya tidaklah khusus bagi kaum laki-laki saja, akan tetapi kenikmatan sorga itu :

“Disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali Imran: 133)

Dari dua jenis makhluk manusia laki-laki dan perempuan, sebagaimana Allah telah mengabarkan yang demikian yang artinya :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki dan perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga.” (QS. an-Nisa':124)

Penjelasan secara jelas tentang bidadari, yaitu kata “huurin iin” :

kadzaalika wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin (QS. 44:54)

"demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari." (QS. 44:54)

muttaki-iina ‘alaa sururin mashfuufatin wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin

"mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli." (QS. 52:20)

Wa huurun ‘iinun , ka-amtsaali allu/lui almaknuuni

"Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. 56:22-23)

Kata bidadari melalui kata ganti termuat dalam 5 kelompok ayat Al-Quran :

A. wa’indahum qaasiraatu alththharfi ‘iinun, ka-annahunna baydhun maknuunun

"Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya," (QS. 37:48)

waindahum = dan disisi mereka

qaasiraatu = tidak liar pandangan

atthafri = ujung/mata

inun = mata

B. wa’indahum qaasiraatu alththharfi atraabun

"Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya." (QS. 38:52)

waindahum = dan disisi mereka

qaasiraatu = tidak liar pandangan

atthafri = ujung/mata

atraabun = sebaya

C. fiihinna qaasiraatu alththharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun, ka-annahunna alyaaquutu waalmarjaanu

"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. " (QS. 55.56)

fiihinna = didalamnya mereka

qaasiratu = pendek/menundukkan

athafri = ujung/mata

lam yathmitshunna = tidak/belum menyentuh mereka

insun = manusia

D. fiihinna khayraatun hisaanun, huurun maqshuuraatun fii alkhiyaami

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS. 55:70)

fiihinna = didalamnya mereka

khayraatun = baik-baik

hisaanun = bagus-bagus/cantik-cantik

huurun = yang putih/jelita

maqsuuraatun = tersimpan/terpingit

filkhiyaami = dalam mahligai/rumah

E. innaa ansya/naahunna insyaan, faja’alnaahunna abkaaraan, ‘uruban atraabaan

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. 56:35-37)

inna = sesungguhnya Kami

ansyanaahunna = Kami jadikan mereka

insyaaan = dengan kejadian

fajaalnaahunna = maka kami jadikan mereka

abkaaran = gadis-gadis perawan

Dari kelima kelompok ayat tersebut hanya yang nomer 5 yang secara jelas menyebut objek yang dimaksud adalah berjenis kelamin wanita, sedangkan keempat ayat lainnya tidak secara jelas mengindikasikan apakah yang dimaksud adalah wanita atau bukan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kelompok ayat nomer 5 dibuat penjelasan dalam tanda kurung “bidadari”.

Dan ternyata ini juga sejalan dengan pengertian kata “huurin iin”.

Penjelasan ini juga tidak membatasi penafsiran bahwa yang dimaksud adalah sesuatu yang diciptakan di surga atau merupakan manusia yang menjadi penghuni surga, baik laki-laki maupun perempuan.

Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa kata hur adalah bentuk jamak dari kata hauraa yang pertama menunjuk kepada jenis kelamin feminin dan yang kedua jenis maskulin. Ini berarti bahwa kata hur adalah kata yang netral kelamin bisa laki-laki dan bisa perempuan. Kata hur sendiri menurut ar-Raghib al-Ashfahaani adalah tampak sedikit keputihan pada mata disela kehitamannya (dalam arti yang putih sangat putih dan yang hitam sangat hitam). Bisa juga ia berarti bulat, ada juga yang mengartikan sipit. Sedangkan kata iin adalah jamak dari kata aina dan ain yang berarti bermata besar dan indah. Penjelasan kata huurin iin berdasarkan arti katanya ternyata sejalan dengan bunyi ayat lain tentang sesuatu yang akan menjadi pasangan manusia yang masuk surga nantinya pada ayat berikut ini :

"..dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli" (QS. 52:20)

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)