Rabu, 20 Mei 2015

AL-QURAN MEMBAHAS OKSIGEN DAN KLOROFIL


Ilmu pengetahuan tidaklah mungkin bertentangan dengan agama. Dan agama tidak mungkin bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Ciri keaslian dan keotentikan suatu kitab suci benar-benar berasal dari Tuhan adalah apa yang dijabarkan, baik tersirat apalagi yang tersurat tidak boleh bertentangan dengan Ilmu Pasti Alam, karena keduanya diturunkan dari Tuhan. Itulah yang selalu ditekankan Islam melalui Al-Qur’an sebagai kitab suci. Di berbagai ayat, banyak perintah untuk memperhatikan dan berfikir mengenai berbagai fenomena yang terjadi. Bahkan dikatakan juga bahwa tanda-tanda Allah di alam ini ditujukan bagi orang yang berfikir. Menarik untuk dicermati bahwa tanda-tanda itu adalah untuk orang yang berpikir,  bukan untuk orang yang beriman (saja). Dengan memikirkan fenomena alam sekitar maka akan semakin yakin seseorang akan keberadaan sang Pencipta dan akhirnya mampu memilih agama yang benar yang membawa kebenaran.

Salah satu ayat yang menarik adalah surah Al-Waaqi’ah (56) ayat 71-72, yang terjemahannya adalah sebagai berikut :

    [56:71-72] Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan pohon itu (syajarataha) atau Kami-kah yang menjadikannya?

Disini sekali lagi pemilihan kata di dalam Al-Qur’an membuktikan bahwa Qur’an adalah memang benar diturunkan dan berasal dari Allah. Surah 56 ayat 72 menggunakan kata “syajarataha” yang artinya “pohon itu” (di banyak terjemahan bahasa Indonesia mengartikannya sebagai “kayu itu”). Kayu sendiri dalam bahasa arab adalah “khusyub”, seperti yang digunakan di surah Al-Munafiqun (63) ayat 4 :

    [63:4] … Mereka adalah seakan-akan kayu (khusyubun) yang tersandar …

Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata “pohon itu” (syajarataha), bukannya “kayu itu” (khusyubuha) dalam kaitannya dengan penyalaan api. 15 abad yang lalu ketika ayat ini diturunkan, bahkan masih ada sampai sekarang, dalam menyalakan api, manusia menggunakan potongan-potongan kayu  dan menggosok-gosokkan potongan kayu tersebut. Sepertinya tidak ada yang menggunakan “pohon” untuk menghasilkan api untuk keperluan sehari-harinya. Akan tetapi Qur’an memakai kata “pohon” dan bukannya “kayu” untuk menjelaskan mengenai api.

Satu sifat api adalah agar dapat bertahan, ia membutuhkan oksigen. Tanpa oksigen, api akan segera padam, karena tidak akan dapat melakukan reaksi kimia yang mana membutuhkan oksigen. Seperti yang kita ketahui, pohon melakukan fotosintesis yang mana mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Oksigen ini akan dilepaskan oleh pohon sebagai hasil tambahan dari fotosintesis. Dengan oksigen inilah sehingga manusia dapat menyalakan api. Oleh karena itu setelah Allah melalui Al-Qur’an menyatakan “Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan?” Allah langsung bertanya ” Apakah kamu yang menjadikan pohon itu ataukah Kami yang menjadikannya?” Karena tanpa pohon, tidak akan ada oksigen dan tanpa oksigen tidak akan ada api.

Jadi, fakta yang baru ditemukan pertengahan abad ke 18 (mengenai fotosintesis) telah di jelaskan oleh Al-Qur’an 15 abad yang lalu. Tentu saja, 15 abad yang lalu mungkin tidak ada yang menyadari maksud sebenarnya dari ayat ini, karena istilah oksigen dan fotosintesis sama sekali belum dikenal pada masa itu, terpikirkan pun mungkin saja tidak,  sehingga “syajarataha” dalam ayat ini ditafsirkan oleh para ahli tafsir terdahulu sama dengan “khusubuha”
dimana dalam membuat api, orang menggosok-gosokkan kayu atau menggunakan kayu sebagai bahan bakar.
Lebih dalam lagi, Al-Qur’an menjelaskan hal yang sama dengan narasi yang berbeda di ayat-ayat yang lain :

    [36:80] yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari pohon yang hijau (as-syajari al-akhdhari), maka tiba-tiba kamu nyalakan daripadanya”

    [6:99] dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami hasilkan dari itu “sesuatu yang hijau” (khadiran), Kami keluarkan dari itu butir yang banyak …

Di dua ayat diatas, dimunculkan kata “akhdar” yang berarti hijau dalam kaitannya dengan pohon (syajara) dan tumbuh-tumbuhan (nabaata). Pada surah ke Yaasiin (36), lebih spesifik lagi dikatakan api dijadikan dari “pohon yang (memiliki)  hijau” (as-syajari al-akhdari), karena hanya pohon yang memiliki zat hijau daun atau yang dikenal sebagai klorofil yang dapat melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen. Klorofil dalah zat yang berperan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi yang dibutuhakan tumbuhan untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa serta menghasilkan oksigen. Tanpa klorofil, tumbuhan-tumbuhan tidak akan dapat melakukan fotosintesis yang tentu saja tidak akan dapat menghasilkan oksigen sehingga api pun tidak akan dapat dinyalakan.

Di surah Al-An’aam (6) ayat ke 99 Allah melalui Quran menyatakan ” fa-akhrajna (lalu Kami keluarkan/hasilkan/adakan) min’hu (darinya) khadiran (sesuatu yang hijau)”. Selanjutnya dikatakan bahwa sang “khadiran” atau “sesuatu yang hijau” atau istilah populernya “klorofil” tersebut mampu menghasilkan bagi tumbuh-tumbuhan butir yang banyak, karena dengan adanya klorofil maka proses fotosintesis dapat berjalan sehingga menghasilkan makanan yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk menghasilkan buah.

Jika di surah 36 dan 56 di atas Allah menggunakan kata “syajara” atau “pohon” dalam kaitannya dengan api, maka dalam menjelaskan “sesuatu yang hijau” atau khadiran di surah 6, dimana tidak disebut-sebutkan kaitannya dengan api, Allah memasangkannya dengan  kata “nabata” atau “tumbuh-tumbuhan”. Hal ini karena jika terkait dengan api, “syajara” atau “pohon” selain menghasilkan oksigen, juga memiliki kayu yang juga dibutuhkan dalam membuat api sebagai bahan bakarnya.

Masih di surah Al-An’aam (6) ayat ke 99, di akhir ayatnya Allah berkata :

    [6:99] … Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Disini Allah secara spesifik menekankan kita untuk memperhatikan keadaan buah dan sekitarnya, mulai ketika buah tersebut masih muda sampai menjadi matang, bagaimana keadaan daun-daun di sekitar buah tersebut, sampai akhirnya pohon tersebut akhirnya tidak menghasilkan buah lagi. Dari daun yang awal mulanya berwarna hijau menjadi mulai memudar dan menjadi berwarna kuning (disebagian jenis pohon), akibat sel-sel hijau daunnya telah mati.

Demikianlah Allah menunjukkan tanda-tandanya kepada manusia, sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam surah Fushshilat (41) ayat 53 :

    [41:53] Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?

Wallahu a’lam
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

TAFSIR SURAH YASIN : 13-14


Di dalam Al Qur`an surat Yaa Siin ayat 13 dan 14 tersebut :

 وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (14) [يس: 13، 14[

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”. (QS Yasin : 13-14)

Sebagian kaum kristiani mengklaim ayat di atas sebagai bukti diakuinya kerasulan Paulus dalam Islam. Ini karena mereka menemukan dalam sebagian tafsir-tafsir umat Islam bahwa yang dimaksud Rasul ke tiga dalam ayat di atas adalah Paulus.

Mereka mengutip tafsir Ibnu Katsir :

فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ

Kami mendukung dan memperkuat mereka dengan utusan ketiga. ‘ Ibn Jurayj mengisahkan dari Wahb bin Sulayman, dari Shu`ayb Al-Jaba’i, “Nama2 utusan pertama dan kedua adalah Sham’un (Simon) dan Yuhanna (Yohanes), dan nama utusan ketiga adalah Bulus (Paulus), dan nama kota adalah Antiokhia. (1)

Untuk menguatkan “dugaan”-nya mereka membawakan perkataan imam Qurthubi dalam menafsiri Surat Ash Shaff ayat 14, beliau berkata setelah membahas perselisihan pendapat mengenai maksud ayat ini :

Dikatakan bahwa ayat ini diwahyukan mengenai utusan2 `Isa, semoga damai dan berkat menyertainya. Ibn Ishaq menyatakan bahwa para utusan dan murid Yesus yang dikirim (untuk berkhotbah) adalah Petrus dan Paulus yang pergi ke Roma; Andreas dan Matius yang pergi ke tanah orang2 kanibal; Thomas yang pergi ke Babel di daerah Timur; Filipus yang pergi ke Afrika; Yohanes yang pergi de Dac-sos yang adalah suku asal orang2 yang tertidur di gua; Yakub pergi ke Yerusalem, Bartholomeus pergi ke tanah Arabia, terutama Al-Hijaz; Simon yang pergi ke tanah orang2 Barbar; Yudas dan Barthas yang pergi ke Alexandria dan daerah sekitarnya…. (2)

Dan memang masih banyak pernyataan serupa dalam literatur islam yang menyatakan Paulus sebagai utusan Yesus. Sehingga mereka (kaum nasrani) bertanya-tanya mengapakah kaum muslim tidak mengakui Paulus sebagai utusan Yesus sedangkan literatur muslim sendiri penuh dengan pernyataan kerasulannya ??

Kami Menjawab

Kekeliruan anggapan ini,  mungkin karena mereka menyamakan cerita-cerita yang ada dalam literatur islam, dengan cerita-cerita dalam bible yang bisa langsung diterima meskipun tidak diketahui siapa yang mengkhabarkannya. Dalam islam suatu khabar meskipun disandarkan kepada Rasulullah, harus diteliti keshahihannya baik melalui penyelidikan tentang orang yang meriwayatkan atau tentang isi dari matannya, apakah bertentangan dengan kenyataan atau tidak, setelah lulus barulah ia dapat diterima. Penelitian semacam ini tidak dikenal dalam Nasrani sehingga pantas jika Bibel tetap dipercaya meski banyak yang tidak lagi otentik.

Jika kita cermati, Al Qur`an maupun Hadits Rasulullah tidak pernah sekalipun berbicara mengenai sosok Paulus, literatur-literatur islam yang menyebut masalah Paulus semuanya bersumber dari khabar Israiliyat (bersumber dari kaum bani Is`rail), padahal Rasulullah saw memerintahkan kita untuk berhati-hati dalam menerima khabar Israiliyat. Abu Hurairoh (seorang sahabat Rasulullah saw) berkata :

Ahlul kitab membaca Taurat dalam bahasa Ibrani dan menafsirkan bagi umat muslim ke dalam bahasa arab,  Maka Rasulullah saw bersabda “Jangan kalian mempercayai ahlul kitab dan jangan pula mendustakan mereka, katakanlah “Aku beriman kepada Allah dan apa yang Allah turunkan kepada kami…” (HR Bukhari)(3)

Hadits di atas merupakan panduan seluruh ahli tafsir umat islam, dan didapati  hampir di semua kitab tafsir termasuk dalam tafsir Ibnu Katsir dan Qurthubi, bahkan Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa kebanyakan khabar yang bersumber dari mereka berisi kebohongan dan sangat sedikit yang berisi kebenaran. (4)

Nama ketiga Rasul

Dalam tafsir-tafsir kaum Muslimin terdapat perselisihan yang panjang mengenai banyak hal dari ayat di atas. Seperti masalah  Apakah mereka utusan langsung dari Allah Atau utusan Yesus ? , atau masalah kemana mereka diutus ?,  dan terakhir siapakah nama ketiga Rasul tersebut ?

Baiknya kita fokus kepada masalah nama mereka, karena itu yang diperselisihkan disini.

Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu Ishaq bahwa nama ketiga Rasul tersebut adalah Sadiq, Saduq dan Shalum. Dan mengutip dari Ibnu Juraij bahwa nama dua Rasul pertama adalah Sham’un (Simon) dan Yuhanna (Yohanes), dan nama utusan ketiga adalah Bulus (Paulus). Dan nama kota mereka diutus adalah Anthiokiya (pendapat yang Ibnu Katsir sendiri menganggapnya sangat lemah)(5)

Imam Baghowi mengutip dari Wahab bahwa nama kedua rasul pertama adalah Yohanes dan Paulus sedangkan Rasul ketiga adalah Simon. (6)

Imam Syaukhani dalam tafsirnya mengatakan, “Dikatakan bahwa nama kedua orang Rasul itu adalah Yohanes dan Simon ada juga yang mengatakan nama ketiga orang tersebut adalah Shodiq, Mushodiq dan Syalum,  dan yang lain berkata nama ketiga orang itu adalah Simon, Yahya dan Paulus.”(7)

Dalam Tafsir Khazin disebutkan : Nama kedua rasul pertama adalah Yohanes dan Paulus, atau Shodiq dan Shoduq dan yang ketiga adalah Simon atau Syalum. (8)

Imam Qurthubi mengutip dari Abu Ja`far An Nuhas, Ka`ab dan Wahb ,  mereka adalah Shadiq, Shaduq dan Syalum. Dalam riwayat lain  Simon dan Yohanes.  Dan Ia menuqil dari An Nuqosy bahwa mereka adalah Simon dan Yahya. Kemudian ia membawa riwayat yang menyatakan bahwa Rasul ketiga adalah Simon Ashofa pemimpin dari Hawariyyin. (Beliau sama sekali tidak menyebut Paulus disini) (9)

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bary menukil perkataan Ibnu Ishaq , nama ketiganya adalah Shadiq, Shaduq dan Syalum. Kemudian ia mengutip dari Wahab bin Sulaiman bahwa nama kedua Rasul itu adalah Simon dan Yohanes, sedangkan Rasul ketiga adalah Paulus. Sedangkan Imam Qathadah mengatakan mereka adalah para Rasul yang diutus sebelum Al Masih.(10)

Melihat beragamnya pendapat para ulama mengenai nama ketiga orang tersebut, maka salah besar jika kita hanya mengambil satu riwayat dari tafsir – apalagi yang bersifat Israiliyat– untuk kemudian dipaksakan sebagai pendapat satu-satunya sang penafsir, atau bahkan lebih parah lagi sebagai pendapat satu-satunya dalam Al Qur`an.

Kalaupun kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Paulus merupakan merupakan salah satu dari tiga Rasul yang diutus ke Anthiokiya (meskipun pendapat ini perlu dipertanyakan sebab dalam ayat disebutkan bahwa daerah tersebut dibinasakan oleh Allah, sedangkan kenyataan sejarah tidak mencatat adanya pembinasaan di wilayah Anthiokiya atau lainnya di masa Yesus atau setelahnya),Tentunya Paulus yang dimaksud mereka tidaklah sama dengan Paulus yang dimaksud kaum Nasrani. Sebab ada perbedaan yang sangat mencolok di antara keduanya, diantaranya :

1. Para ahli Tafsir menganggap Yesus sebagai Utusan Allah, bukan Tuhan atau anak Tuhan. Ketika mereka mengatakan bahwa Paulus adalah rasul dari Isa, yang mereka maksud adalah Paulus yang mengesakan Allah dan memandang Yesus tak lebih sebagai salah satu hamba-Nya (hal ini dapat kita lihat dalam kitab Bidayah wa Nihayah yang menyebutkan Paulus sebagai orang yang percaya keesaan Allah dan bahwa Yesus adalah hambanya(11)) sedangkan dalam  tradisi Nasrani Paulus memiliki anggapan bahwa Yesus adalah Tuhan bahkan ialah yang pertama menyuarakan Trinitas.

2. Para Ahli Tafsir yang menyebut mengenai Paulus, menyatakan bahwa Ia adalah murid langsung yang diutus oleh Yesus bersama dua Murid lainnya. Sedangkan dalam literatur Nasrani, Paulus tidak pernah bertemu Yesus,  Dia bukan termasuk 12 orang murid piilihan. Dia mengaku sebagai utusan Yesus setelah Yesus disalib, ia mengaku-ngaku saja telah bertemu dengan Yesus.

3. Para ahli Tafsir yang menyebut Paulus sebagai Salah satu dari tiga Rasul ternyata juga menyatakan di tempat lain mengenai sosok Paulus “lain” yang merupakan aktor penting di balik kerusakan ajaran Yesus
Al Imam Qurthubi yang ketika menafsiri Surat Ash Shaff ayat 14, menyatakan Paulus sebagai salah satu Rasul Yesus. Dalam bagian lain dari tafsirnya berkata :

Dikatakan bahwa kaum Nasrani berada dalam agama islam selama delapan puluh satu tahun setelah Nabi isa diangkat, mereka shalat menghadap kiblat, berpuasa di bulan Ramadhan, sampai terjadi peperangan antara mereka dan Yahudi, di dalam pasukan Yahudi terdapat seorang lelaki yang berani yang dipanggil ”Paulus”, ia telah membunuh banyak pengikut Isa. Suatu hari ia berkata (kepada kaumnya yahudi) :

“Jika kebenaran bersama Yesus maka artinya kita telah kafir dan inkar dan kita akan masuk ke dalam neraka.  Jika demikian kita akan rugi, sebab mereka masuk ke surga sedang kita akan masuk ke dalam neraka. Aku akan membuat tipu daya bagi mereka sehingga aku dapat menyesatkan mereka, kemudian mereka akan masuk ke dalam neraka”

Kemudian ia berpura-pura menampakkan penyesalan dan menaburkan  tanah ke atas kepalanya (sebagai tanda penyesalan), seraya berkata kepada kaum kristiani :

“Aku Paulus musuh  kalian, Aku mendengar suara dari langit bahwsanya tiada bagimu taubat kecuali jika kamu masuk ke dalam Nasrani”

Maka mereka memasukan Paulus ke dalam sebuah ruangan di  gereja, dan Paulus berdiam di sana siang maupun malam selama setahun, sampai akhirnya ia keluar seraya berkata :

“Aku mendengar suara dari langit “ Allah telah menerima taubatmu””

 Mereka (kaum nasrani) mempercayainya dan mencintainya, kemudian ia mengembara ke Baitul Maqdis dan di sana ia meninggalkan seorang lelaki bernama Nestor, diajarkannya bahwa anak Maryam (Yesus) adalah tuhan kemudian ia menuju Roma dan mengajarkan mengenai lahut dan nasut dan berkata “ Yesus bukan manusia dan bukan berupa tubuh akan tetapi ia adalah tuhan”. Ia mengajarkan itu kepada seorang lelaki bernama Ya`kub. Kemudian ia memaggil lelaki bernama Malkan dan berkata padanya “Sesungguhnya tuhan sejati adalah Yesus tak akan berubah”.

Setelah itu ia memanggil tiga orang tersebut satu per satu dan berkata kepada masing-masing dari ketiganya “Engkau adalah penggantiku aku telah melihat Yesus dalam tidurku dan ia telah ridha kepadaku, Aku akan menyembelih diriku esok untuk mendekatkan diri dengannya. Maka ajaklah manusia pada jalanmu”

Kemudian ia memasuki tempat bunuh diri dan menyembelih dirinya sendiri. Setelah tiga hari berlalu mereka mengajak manusia pada ajarannya dan setiap orang diikuti oleh kelompok-kelompok sehingga mereka saling bermusuhan dan berselisih sampai sekarang, semua Nasrani berasal dari tiga golongan ini inilah sebab kesyirikan mereka wallahu a`lam

Kisah seperti ini dapat juga didapatkan dalam tafsir Baghowi, Khozin, Ar Razi dan tafsir-tafsir lainnya.(12)

Lantas apakah berarti terdapat dua “Paulus” di sana ?. Paulus “Rasul” dan Paulus “Pendusta”.

Paulus di mata para ulama` Islam

Para ulama Islam menganggap Paulus “Pendusta” sebagai orang  yang paling bertanggung jawab dalam mengubah agama Nasrani yang asalnya berasakan Tauhid Murni kepada paham trinitas dan dalam mengubah hukum-hukum Taurat.

Al Khozin dalam tafsirnya menyatakan :

“Dikatakan bahwa orang yang menampakkan hal ini (ketuhanan Yesus) adalah seorang lelaki Yahudi bernama “Paulus”, dia memasuki agama nasrani dan menyusuokan faham ini dalam agama nasrani untuk menyesatkan mereka “ (13)

Al Imam Ibnu Hazm Adh Dhahiri mengatakan :

“Para Rahib Yahudi bersepakat untuk menyuap Paulus keturunan bunyamin-semoga Allah melaknatnya-, mereka memerintahnya agar menampakkan agama Yesus (Nasrani), dan menyesatkan pengikutnya dengan menyusupkan faham mengenai ketuhanan Yesus. Mereka berkata pada Paulus, “Kami akan menanggung dosamu dalam masalah ini”. Maka Paulus melakukannya …” (14)

Al Imam Abul Baqo Sholeh bin Husain berkata :

“Aku tidak mengetahui dalam agama Nasrani yang lebih celaka dari lelaki ini (Paulus) karena ia membebaskan bagi mereka (kaum nasrani) hal-hal agama dengan tipu dayanya yang lembut, maka ia membebaskan sunnah untuk bersunat ketika melihat akal mereka telah menerima semua yang ia sampaikan” (15)

 As Syaikh Abu Fadh Al Maliki berkata :

“Paulus ini benar-benar telah menngambil (menghalalkan) agama dengan tipu dayanya yang lembut, ketika ia melihat akal mereka menerima semua yang ia sampaikan, dan ia mulai menghapus hukum-hukum taurat” (16)

Antara Ajaran Yesus dan ajaran Paulus

Tuduhan yang mereka lontarkan bukanlah tuduhan yang tak beralasan, karena memang pada kenyataanya Ajaran Paulus banyak sekali bertentangan dengan Ajaran Yesus dan ajaran Taurat. Berikut kenyataanya :

Yesus datang tidak untuk meniadakan hukum Taurat
Dalam perjanjian lama Nabi Musa as berkata :

Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan  27 : 26)

Dalam Perjanjian Baru, Yesus menegaskan apa yang telah dikatakan oleh Nabi Musa as :

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).

Perhatikan, Yesus menyatakan bahwa selama langit dan bumi masih ada tidak ada satupun hukum taurat terhapus.

Kemudian mari kita perhatikan perkataan Paulus :

Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. (Roma 7 :6)

Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (efesus : 2 :15)

Paulus menganggap kematian Yesus sebagai akhir dari hukum Taurat.

Bukan hanya itu, dia bahkan beranggapan bahwa Taurat adalah sebab terjadinya dosa dan mereka yang mengharap kebenaran dari taurat telah lepas dari Kristus, Ia berkata :

Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Galatia 5 :4)

Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup (Roma 7 : 9)

Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Roma 3 :20)

Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,(Roma 5 : 20)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ??

Keesaan Tuhan
Dalam perjanjian lama termaktub :

(60) supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, (61) dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.” (Raja-raja 1 : 60-61)

Yesus menegaskan pernyataan tersebut, beliau bersabda :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17 :3)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (Markus 12 : 28)

Tetapi apa yang dikatakan Paulus ?

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 korintus 1: 9)

Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan“, selain oleh Roh Kudus (1 korintus 12 :3)

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 korintus 8 : 6)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?

Yesus hanya diutus bagi kaum Bani Isra`il (Yahudi)
Ajaran Yesus hanya diperuntukkan bagi Bani Isra`il.

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24)

Dan perhatikan pesan yesus pada muridnya :

(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10 : 5-6)

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Matius 19 : 28)

Lalu apa kata Paulus :

Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, (Roma 11 : 13)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?

Mengenai hukum sunat
Dalam Hukum Taurat dijelaskan ancaman yang berat bagi yang tidak bersunat :

“ Dan orang yang tidak disunat , yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kejadian 17:14)

Bahkan Yesus pun disunat :

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebutkan oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Lukas 2:21)

Lalu apa kata Paulus :

 (2) Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau kamu men-yunatkan dirimu , Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. (6) Sebab bagi orang-orang yang ada didalam kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai suatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:2 dan 6)

Ingat perkataan Yesus di atas  :

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Matius 5:18)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?

Mengenai makanan
Dalam perjanjian lama disebutkan :

Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.( Imamat 11:7-8)

Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. (Ulangan 14:8)

Lalu apa kata Paulus :

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.( 1. Korintus 6:12)

 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang , melainkan yang keluar dari mulut yag menajiskan orang.” (Matius 15:11)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?

Dosa Waris dan penebusan
Dalam perjanjian lama disebutkan :

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkial 18:20)

“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberikan balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah lakunya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”( Yeremia 17 : 10)

Yesus juga berkata :

Karena Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya dengan disertai para malaikat-Nya. Pada saat itu Ia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya  (Matius 16:27)

Lalu apa kata Paulus :

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang itu telah berbuat dosa.” (Roma 5 : 12).

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan Cuma-Cuma karena penebusan dalam kristus Yesus.” (roma 23-24).

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3 :13)

Apakah sama ajaran yang diberikan Yesus dan Paulus ?

Masih banyak ajaran Paulus yang bertentangan dengan ajaran Yesus, maka tidak heran Jika Ia sering berselisih bahkan dengan para murid Yesus sekelas Simon (kefas), dan Barnabas :

 (11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. (Galatia 2 : 11-13)

Perhatikan bagaimana Paulus dengan berani menyebut Barnabas (murid Yesus) sebagai seorang yang terseret dalam kemunafikan. Padahal Paulus lah yang lebih pantas untuk dikatakan seorang munafik, karena ia bangga menceritakan kemunafikannya :

 (20) Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. (21) Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (22) Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. (1 korintis 9 : 20 – 22)

Dinamakan apakah perbuatan Paulus ini kalau bukan kemunafikkan. Ia juga tak malu mengaku bahwa ia berdusta untuk mengagungkan tuhannya :

Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Rom 3 : 7)

Jika kebenaran boleh disebarkan dengan kedustaan, dari mana kita dapat membedakan antara benar dan dusta dari mulutnya?

Referensi

 (1) Tafsir Ibnu Katsir, vol 6 hal 569 :

{ فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ } أي: قويناهما وشددنا أزرهما برسول ثالث.قال ابن جُرَيْج، عن وهب بن سليمان، عن شعيب الجبائي قال: كان اسم الرسولين الأولين شمعون ويوحنا، واسم الثالث بولص، والقرية أنطاكية.

(2) Tafsir Al Qurtubi, vol 18 hal 90

وقيل: نزلت هذه الآية في رسل عيسى عليه الصلاة والسلام قال ابن إسحاق: وكان الذي بعثهم عيسى من الحواريين والاتباع فطرس وبولس إلى رومية، واندراييس  مثى إلى الارض التي يأكل أهلها الناس وتوماس إلى أرض بابل من أرض المشرق. وفيلبس إلى قرطاجنة وهي أفريقية. ويحنس إلى دقسوس قرية أهل الكهف. ويعقوبس إلى أو ريشلم وهي بيت المقدس،. وابن تلما إلى العرابية وهي أرض الحجاز. وسيمن إلى أرض البربر. ويهودا وبردس إلى الاسكندرية وما حولها  فأيدهم الله بالحجة. ” فأصبحوا ظاهرين ” أي عالين، من قولك: ظهرت على الحائط أي علوت عليه. والله سبحانه وتعالى اعلم بالصواب، وإليه المرجع والمآب.

(3) Shahih Bukhari, hadits no 4215, vol 4 hal 1630)

 4215 – حدثنا محمد بن بشار حدثنا عثمان بن عمر أخبرنا علي بن المبارك عن يحيى بن أبي كثير عن أبي سلمة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال  : كان أهل الكتاب يقرؤون التوراة بالعبرانية ويفسرونها بالعربية لأهل الإسلام فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( لا تصدقوا أهل الكتاب ولا تكذبوهم وقولوا { آمنا بالله وما أنزل إلينا } الآية )

(4) Tafsir Ibnu Katsir, vol 1 hal 33

وقال عند تفسير الآية: (46) من سورة العنكبوت-بعد أن رَوَى الحديث: “إذا حدثكم أهل الكتاب فلا تصدقوهم ولا تكذبوهم”-قال: “ثم ليُعلم أن أكثر ما يتحدثون به غالبه كذب وبهتان لأنه قد دخله تحريف وتبديل وتغيير وتأويل وما أقل الصدق فيه، ثم ما أقل فائدته”.

(5) Tafsir Ibnu Katsir, vol 6 hal 568, 569

يقول تعالى: واضرب -يا محمد-لقومك الذين كذبوك { مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ {.قال ابن إسحاق -فيما بلغه عن ابن عباس، وكعب الأحبار، ووهب بن منبه-: إنها مدينة أنطاكية، وكان بها ملك يقال له: أنطيخس بن أنطيخس بن أنطيخس، وكان يعبد الأصنام، فبعث الله إليه ثلاثة من الرسل، وهم: صادق وصدوق وشلوم، فكذبهم. وهكذا رُوي عن بُرَيدة بن الحُصَيب، وعِكْرِمَة، وقتادة، والزهري: أنها أنطاكية. وقد استشكل بعض الأئمة كونَها أنطاكية، بما سنذكره بعد تمام القصة، إن شاء الله تعالى. وقوله: { إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا } أي: بادروهما بالتكذيب، { فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ } أي: قويناهما  وشددنا أزرهما برسول ثالث. قال ابن جُرَيْج، عن وهب بن سليمان، عن شعيب الجبائي قال: كان اسم الرسولين الأولين شمعون ويوحنا، واسم الثالث بولص، والقرية أنطاكية.

(6) Tafsir Al Baghowi, vol 7 hal 12

{ إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ } قال وهب: اسمهما يوحنا وبولس، { فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا } يعني: فقوينا، { بِثَالِثٍ } برسول ثالث، وهو شمعون

(7) Tafsir Fathul Qadir, Imam Syaukhani, vol 6 hal 155

. قيل : واسم الاثنين يوحنا ، وشمعون . وقيل : أسماء الثلاثة : صادق ، ومصدوق ، وشلوم قاله ابن جرير ، وغيره . وقيل : سمعان ، ويحيى ، وبولس

(8) Tafsir Khazin, vol 5 hal 235

قوله تعالى : { إذ أرسلنا إليهم اثنين فكذبوهما } قال وهب اسمهما يوحنا وبولس وقال كعب صادق وصدوق { فعززنا بثالث } يعني قوينا برسول ثالث وهو شمعون وقيل شلوم

(9) Tafsir Al Qurtubi, vol 15 hal 14-15

وكان بها فرعون يقال له أنطيخس بن أنطيخس يعبد الأصنام، ذكره المهدوي، وحكاه أبو جعفر النحاس عن كعب ووهب. فأرسل الله إليه ثلاثة: وهم صادق، وصدوق، وشلوم هو الثالث. هذا قول الطبري. وقال غيره: شمعون ويوحنا. وحكى النقاش: سمعان ويحيى ولم يذكرا صادقا ولا صدوقا. … الى قوله وقال وهب: حبسهما الملك وجلدهما مائة جلدة، فانتهى الخبر إلى عيسى فأرسل ثالثا. قيل: شمعون الصفا رأس الحواريين لنصرهما،

(10) Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Atsqalani, vol 6 hal 467

قال بن إسحاق واسم الرسل الثلاثة صادق وصدوق وشلوم وقال بن جريج عن وهب بن سليمان عن شعيب الجبئي بالجيم والموحدة والهمز بلا مد كان اسم الرسولين شمعون ويوحنا واسم الثالث بولص وعن قتادة كانوا رسلا من قبل المسيح والله أعلم

(11) Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, vol 2 hal 119

وكان ممن آمن بالمسيح وصدقه من أهل دمشق رجل يقال له ضينا وكان مختفيا في مغارة داخل الباب الشرقي قريبا من الكنيسة المصلبة خوفا من بولس اليهودي وكان ظالما غاشما مبغضا للمسيح، ولما جاء به. وكان قد حلق رأس ابن أخيه حين آمن بالمسيح وطاف به في البلد. ثم رجمه حتى مات رحمه الله. ولما سمع بولص أن المسيح عليه السلام قد توجه نحو دمشق جهز بغاله وخرج ليقتله فتلقاه عند كوكبا، فلما واجه أصحاب المسيح، جاء إليه ملك فضرب وجهه  طرف جناحه فأعماه. فلما رأى ذلك وقع في نفسه تصديق المسيح، فجاء إليه واعتذر مما صنع وآمن به فقبل منه وسأله أن يمسح عينيه ليرد الله عليه بصره، فقال إذهب إلى ضينا عندك بدمشق في طرف السوق المستطيل من المشرق فهو يدعو لك، فجاء إليه فدعا فرد عليه بصره وحسن إيمان بولص بالمسيح عليه السلام أنه عبد الله ورسوله وبنيت له كنيسة باسمه فهي كنيسة بولص المشهورة بدمشق من زمن فتحها الصحابة رضي الله عنهم حتى خربت.

(12) Tafsir Qurthubi, vol 6 hal 24 – 25

وقد قيل: إن النصارى كانوا على دين الاسلام إحدى وثمانين سنة بعدما رفع عيسى، يصلون إلى القبلة، ويصومون شهر رمضان، حتى وقع فيما بينهم وبين اليهود حرب، وكان في اليهود رجل شجاع يقال له بولس، قتل جماعة من أصحاب عيسى فقال: إن كان الحق مع عيسى فقد كفرنا وجحدنا وإلى النار مصيرنا، ونحن  غبونون إن دخلوا الجنة ودخلنا النار، وإني أحتال فيهم فأضلهم فيدخلون النار، وكان له فرس يقال لها العقاب، فأظهر الندامة ووضع على رأسه التراب وقال للنصارى: أنا بولس عدوكم قد نوديت من السماء أن ليست لك توبة إلا أن تتنصر، فأدخلوه في الكنيسة بيتا فأقام فيه سنة لا يخرج ليلا ولا نهارا حتى تعلم الانجيل، فخرج وقال: نوديت من السماء أن الله قد قبل توبتك فصدقوه وأحبوه، ثم مضى إلى بيت المقدس واستخلف عليهم نسطورا وأعلمه أن عيسى بن مريم إله، ثم توجه إلى الروم وعلمهم اللاهوت والناسوت وقال: لم يكن عيسى بإنس فتأنس ولا بجسم فتجسم ولكنه ابن الله. وعلم رجلا يقال له يعقوب ذلك، ثم دعا رجلا يقال له الملك  فقال له، إن الاله لم يزل ولا يزال عيسى، فلما استمكن منهم دعا هؤلاء الثلاثة واحدا واحدا وقال له: أنت خالصتي ولقد رأيت المسيح في النوم ورضي عني، وقال لكل واحد منهم: إني غدا أذبح نفسي وأتقرب بها، فأدع الناس إلى نحلتك، ثم دخل المذبح فذبح نفسه، فلما كان يوم ثالثه دعا كل واحد منهم الناس إلى نحلته، فتبع كل واحد منهم طائفة، فاقتتلوا واختلفوا إلى يومنا هذا، فجميع النصارى من الفرق الثلاث، فهذا كان سبب شركهم فيما يقال، والله أعلم

Lihat juga Tafsir Al baghawi, vol 4 hal 37, Tafsir Ar Razi, vol 7 hal 499, Tafsir Khazin, vol 3 hal 253, Kayful bayan , At tsa`labi, vol 6 hal 123)

(13) Tafsir Al Khazin, vol 2 hal 215

قوله عز وجل : { يا أهل الكتاب } نزلت هذه الآية في النصارى وذلك أن الله تعالى لما أجاب عن شبه اليهود فيما تقدم من الآية اتبع ذلك بإبطال ما تعتقده النصارى وأصناف أربعة : اليعقوبية والملكانية والنسطورية والمرقوسية ، فأما اليعقوبية والملكانية فقالوا في عيسى أنه الله وقالت النسطورية إنه ابن الله وقالت المرقوسية ثالث ثلاثة وقيل : إنهم يقولون إن عيسى جوهر واحد ثلاثة أقانيم أقنوم الأب وبأقنوم الابن وأقنوم روح القدس وأنهم يريدون بأقنوم الأب الذات وأقنوم الابن عيسى . وبأقنوم روح القدس الحياة الحالة فيه فتقديره عندهم الإله ثلاثة ، وقيل إنهم يقولون في عيسى ناسوتية وألوهية فناسوتيته من قبل الأم وألوهيته من قبل الأب تعالى الله عما يقولون علواً كبيراً يقال إن الذين أظهر هذا للنصارى رجل من اليهود يقال له بولص تنصر ودس هذا في دين النصارى ليضلهم بذلك .

(14) Al Fashl fil Milal wal Ahwa` Wan Nihal, Ibnu Hazm, vol 1 hal 127

أن أحبارهم الذين أخذوا عنهم دينهم والتوراة وكتب الأنبياء عليهم السلام اتفقوا على أن رشوا بولس البنياميني لعنه الله وأمروه بإظهار دين عيسى عليه السلام وأن يضل أتباعهم ويدخلهم إلى القول بالإهيته وقالوا له نحن نتمحل إثمك في هذا ففعل وبلغ من ذلك حيث قد ظهر.

(15) Takhjil fi harfil injil, Abul baqo` sholeh bin Husain, vol 2 hal 579

و ما أعلم على النصارى أشأم من هذا الرجل (بولس) فإنه حلهم من الدين بلطيف خداعه ، فحلهم من سنة الختان إذ رأى عقولهم قابلة لكل ما يلقى إليها “

(16) Al Muntakhob Al jalil, Abul fadhl Al Maliki, hal 129

و قد سلبهم بولس هذا من الدين بلطيف خداعه إذ رأى عقولهم قابلة لكل ما يلقى إليها ، و قد طمس هذا الخبيث رسوم التوراة

ORANG YANG PERTAMA MASUK ISLAM


Dalam tulisan ini, akan saya akan mencoba untuk mengklarifikasi mengenai fitnah yang disebar di dunia maya terhadap Al Quran. Salah satunya ialah fitnah bahwa Al-Quran terdapat kontradiski megenai siapa orang yang pertama kali masuk Islam.

Berikut ini adalah tulisan dari para pemfitnah tersebut :

Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163).

Hal ini bertentangan dengan:

Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).

Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).

Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).

Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim (Qs.42:51).

Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.

Jawab :

Mari bersama-sama kita simak ayat-ayat yang ada, agar kita tahu betapa dustanya para misionaris Kristen tentang Al Quran. Tujuannya agar para muslim meragukan Al Quran, pada proses berikutnya para muslim akan digiring untuk masuk agama mereka.

QS 6;14. Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik.”

QS 6; 163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

Apakah ada kalimat di atas yang menerangkan, bahwa Muhammad adalah manusia pertama sebagai muslim di muka dunia ini, mendahului Nabi Adam atau Ibrahim atau Musa?

Ingatlah, kalimat dalam ayat tersebut diucapkan pada umat beliau yang hidup saat itu, dan pada kenyataannya adalah beliau adalah manusia yang pertama kali beriman di kalangan kaumnya dan umatnya yang disampaikan kalimat dalam ayat tersebut. Bukankah beliau saat itu mengakui keberadaan Nabi Adam, Ibrahim, Musa dll, yang beliau akui bahwa mereka (para Nabi itu) adalah termasuk orang-orang yang beriman sebelum beliau lahir dan mendapatkan wahyu? Dimana logika anta semua saat memfitnah Al Quran?

Ingat baik-baik dengan akal yang sangat sehat wahai para pemfitnah Al Quran, bukankah saat itu beliau SAW juga mengakui keimanan para Nabi-nabi terdahulu? Masuk akal ataukah tidak, saat itu beliau mengakui dirinya lebih dulu beriman dibanding Nabi-nabi sebelumnya yang beliau akui sendiri mendapatkan wahyu lebih dahulu sebelum beliau SAW mendapatkan wahyu. Sekarang mari kita kupas ayat yang diajukan para misionaris pemfitnah Al Quran di atas :

QS 7;143. Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”

Apakah ada perkataan yang menyatakan bahwa Musa adalah manusia pertama di muka bumi ini yang beriman? Yang ada dari maksud ucapan Musa tersebut adalah, dari manusia/kaumnya yang hidup di jamannya beliau adalah orang yang pertama beriman. Bukan untuk orang-orang yang hidup sebelum beliau. Jelas?

Kita kupas ayat berikutnya yang dipaparkan para misionaris Kristen untuk mendukung argumen mereka bahwa Al Quran kontradiksi. Katanya, yang pertama menjadi muslim adalah beberapa orang Mesir.

QS. 26;51. sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman.”

Mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yg termasuk pertama masuk Islam di antara kaumnya saat itu.. karena mereka mengucapkan dalam konteks orang-orang yang ada di antara mereka, bukan seluruh manusia sejak Adam sampai akhir.

Mari kita simak ayat-ayat yang mereka ajukan selanjutnya.

QS 2;
127. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
128. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
129. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
130. Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
131. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.”
132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”
133. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Apakah Nabi Ibrahim mengaku dialah manusia muslim pertama di muka bumi ini? Bukankah terbuka lebar saat ini kita untuk mengetahui bahwa para misonaris Kristen telah melakukan dusta, dengan cara menjelek-jelekan Al Quran? Sekarang mari kita simak ayat berikutnya yg mereka ajukan.

QS 3;67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Perkataan mana yang menunjukkan Ibrahim manusia beriman pertama kali di muka bumi ini? Tampaklah sudah dusta mereka terhadap Al Quran yang suci. Kita kupas lagi ayat berikutnya yang kata mereka tentang Nabi Adam.

QS 42;51. Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Ayat terakhir tersebut, manakah yang mendukung adanya kontradiksi dalam Al Quran. Dan ayat tersebut juga tidak spesifik berbicara tentang Nabi Adam. Sungguh biadab cara mereka memfitnah Al Quran yang mereka tuduhkan sebagai kitab yang kontradiksi. Kata mereka, Al Quran bukan wahyu Tuhan karena penuh kontradiksi.

Coba lihat ayat-ayat diatas Nabi Musa pertama orang yang pertama masuk Islam dari kaumnya. Sedangkan sebagian orang-orang Mesir yang masuk Islam mereka adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kaumnya. Sedangkan Islam sudah ada sejak jaman Nabi Adam.

Maka diantara seluruh manusia, nabi Adam adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Nabi Adam adalah orang yang berserah diri (Islam) pada Allah. Sedangkan manusia seperti Nabi Musa as dan yg lainnya, adalah orang-orang yang masuk Islam pertama kali di antara kaumnya. Jadi pernyataan sangat dangkal dan bodoh manakala mengatakan Islam baru ada di jaman nabi Musa, ia berarti bodoh terhadap AlQuran tetapi memaksakan diri seolah-olah mengerti AlQuran. Tapi bagi kita yang tahu AlQuran, tampak sekali kebodohan mereka.

Dari pembahasan di atas, ternyata tidak ada kontradiksi sama sekali.. ternyata apa yang mereka sebarkan di dunia maya adalah fitnah belaka. Sekarang mari kita bandingkan dengan alkitab yang penuh dengan kontradiksi. Saya akan ambil satu contoh saja.

Saat Yesus mengutus murid-muridnya, apakah mereka dibolehkan untuk membawa tongkat?

A. Boleh (Markus 6:8)
B. Tidak Boleh (Matius 10:10)

Kedua ayat mengisahkan satu peristiwa yang sama, tapi yang satu menulis tidak boleh membawa tongkat, dan yang lainnya mengatakan boleh. Tidak perlu tafsir yang berlebihan untuk bisa mengetahui kontradiksi kedua ayat tersebut, anda hanya perlu jujur pada diri sendiri saja.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)