Rabu, 11 Maret 2015

MENGGUGAT STATUS ISRAEL SEBAGAI BANGSA PILIHAN


Siapa yang tidak mengenal bangsa Israel, bangsa mayoritas Yahudi yang mengklaim memiliki tanah perjanjian dimana kemudian memotivasi mereka untuk memborbardir salah satu negara Islam, Palestina. Di masa lalu, umat Israel adalah umat yang mendapat karunia dari Allah, dibebaskan dari perbudakan Mesir, diberikan tanah yang aman dan baik, dan di Israel-lah para nabi banyak dilahirkan Allah. Di masa lalu juga, Israel merupakan bangsa yang terkenal mencetak rekor membunuh para nabi dan Rasul Allah, keras dalam kekafiran, dan sifat yang bebal serta tegar tengkuk membuat mereka begitu mudah masuk dalam kemusyrikan dan begitu sulit mendapat hidayah.

Tidak heran kebanyakan nabi yang dilahirkan di Israel mati ditangan umatnya sendiri. Pernah seorang nabi diutus ke tengah Israel untuk menyadarkan mereka, hanya beberapa hari saja ditinggal pergi, mereka kembali lagi menyembah berhala patung dan menyekutukan Allah serta menjadi musuh nabi tersebut kembali. Begitu juga dengan nabi yang hampir mati disalib dengan keji oleh umat Israel-Yahudi hanya karena ketidaksukaan terhadap pengajarannya. Wajar Allah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi (Baca: QS. Al-Maaidah' 5:82).

Selain itu, umat Israel juga mengklaim sebagai bangsa pilihan yang diberkati Tuhan. Dan anehnya pemahaman ini bukan hanya milik mereka sendiri, tetapi juga suatu umat yang entah karena apa rela berkorban apa saja untuk Israel dan menjadi semacam peliharaan yang akan melakukan apa saja demi tuannya, melupakan masa lalu kelam tentang nasib sesembahannya. Umat tersebut adalah Kristen. Kristen mengagungkan bangsa Israel dari segala sisi, mengatakan Israel pasti selalu meraih kemenangan sehingga dari tangan Kristiani bantuan akan selalu berdatangan untuk Israel, meskipun pandangan bangsa Israel-Yahudi terhadap Kristen begitu bertolak belakang dari pandangan Kristen terhadap mereka.

Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan penghambaan Kristiani terhadap Israel-Yahudi? Apakah mereka tidak tahu bahwa akidah Zionisme menjadikan Israel-Yahudi memandang mereka sebagai binatang? Apakah mereka tidak tahu kalau doktrin Talmud mengharuskan Israel-Yahudi untuk menghujat Yesus, Perjanjian Baru, serta pegangan Kristen lainnya? Apakah mereka tidak tahu bahwa umat Israel-Yahudi sejak kecil telah memiliki keyakinan bahwa Yesus adalah seorang penyihir terkutuk yang lahir dari hasil perzinahan? Benarkah Israel tercatat sebagai bangsa pilihan Tuhan dalam kitab suci, atau lagi-lagi ini hanyalah sebuah doktrin menyesatkan yang ditanam Gereja sejak mereka masih kecil?

1. Benarkah Israel Bangsa Pilihan Tuhan?

Kristiani menjadi pengagum Israel-Yahudi karena adanya pandangan bahwa Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, siapapun yang memberkatinya akan diberkati Tuhan, dan Kristiani percaya bahwa persepsi tersebut berlandaskan Bible. Sebelum membahas lebih jauh kebenaran pandangan tersebut, mari kita selidiki dulu sejarah umat Israel dalam Bible. Dalam Bible, pertama kali nama Israel disebutkan adalah sewaktu nama tersebut diberikan kepada Yakub, karena saat itu terjadi pergumulan seru antara Yakub dengan Allah dimana kemenangan ada dipihak Yakub dan dikatakan Allah memberkati Yakub dengan nama Israel. Keturunan Yakub selanjutnya disebut bangsa Israel.

Kejadian 32:24-28
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Tentu sebagai orang WARAS, kita tidak perlu mempercayai bagian ini. Selanjutnya, dikisahkan seluruh keluarga Israel/Yakub menetap di negeri Mesir. Lambat laun keturunan mereka ditindas oleh Firaun, Raja Mesir. Di masa ini bangsa Israel diperbudak oleh bangsa Mesir. Kemudian Allah mengutus Musa untuk membebaskan Israel dari perbudakan Mesir dan menuntun mereka keluar dari sana.

Keluaran 3:8-10
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

Singkatnya Musa berhasil membawa mereka keluar dari Mesir, namun inilah awal mula ulah umat Israel menjadi-jadi. Awalnya Israel adalah bangsa yang diberkati dan diberikan tanah yang baik karena janji Allah terhadap nenek moyang mereka yaitu Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tapi bangsa Israel tidak pandai bersyukur dalam hal itu, dan justru menentang banyak perintah Allah.

Ulangan 9:5-6
9:5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
9:6 Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!"

Allah dengan tegas berkata bahwa bangsa Israel sama sekali tidak memiliki jasa atau harfiahnya tidak berhak menerima berkat selain karena Allah telah berjanji terhadap nenek moyang mereka. Dari awal umat Israel sudah nampak kekafiran serta penentangannya dihadapan Allah yang kemudian memicu murka Allah untuk memunahkan mereka.

Ulangan 9:7-8
9:7 "Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN.
9:8 Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN gusar, bahkan TUHAN begitu murka kepadamu, hingga Ia mau memunahkan kamu.

Semakin hari bangsa Israel semakin menunjukkan kekejian dan penyimpangan dari ajaran Allah. Sewaktu Nabi Musa meninggalkan mereka beberapa saat, penyimpangannya semakin menjadi-jadi dan Allah bermaksud memunahkan bangsa Israel serta menggantinya dengan bangsa lain.

Ulangan 9:12-13
9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat patung tuangan.
9:13 Lagi TUHAN berfirman kepadaku: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk.
9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan memunahkan mereka dan menghapuskan nama mereka dari kolong langit; tetapi dari padamu akan Kubuat suatu bangsa yang lebih berkuasa dan lebih banyak dari pada bangsa ini.

Tapi Nabi Musa masih dapat mencegah niat Allah untuk memunahkan mereka, dan berharap bahwa bangsa Israel suatu saat akan sadar dari penentangannya. Namun, sampai Musa menjelang wafatpun umat Israel tidak berubah dan justru tetap menunjukkan kedegilan dan kelakuan busuk terang-terangan di mata Musa.

Ulangan 31:27-28
31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.
31:28 Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka.
31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu."

Dalam banyak tempat di Bible, sangat jelas digambarkan tentang murka dan kutuk Tuhan terhadap bangsa Israel yang senantiasa berlaku durhaka dan menentang aturan. Dinubuatkan bahwa bangsa Israel akan dikembalikan ke Mesir untuk diperbudak.

Hosea 8:13 "...tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!"
Ulangan 28:68 "TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli."

Serta bangsa Israel akan dipunahkan dan dibinasakan.

Ulangan 9:7-8 Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN. Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN gusar, bahkan TUHAN begitu murka kepadamu, hingga Ia mau memunahkan kamu.
Ulangan 9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan memunahkan mereka dan menghapuskan nama mereka dari kolong langit
Ulangan 28:63 Seperti TUHAN bergirang karena kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat kamu banyak, demikianlah TUHAN akan bergirang karena kamu untuk membinasakan dan memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka.

Karena banyaknya perbuatan jahat bangsa Israel di mata Tuhan, hati Tuhan Allah sudah tidak lagi terpaut ke umat Israel.

Yeremia 15:1 TUHAN berfirman kepadaku: "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!

Kejahatan umat Israel semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu. Allah tetap mengutus banyak nabi di antara mereka dengan maksud suatu saat umat Israel sadar dan kembali lagi ke ajaran yang benar, ajaran Abraham nenek moyang mereka yang telah lama ditinggalkan, serta mengikuti nabi yang diutus kepada mereka. Namun, perilaku umat Israel sama sekali tidak berubah selain membunuh para nabi yang mencoba menyadarkan mereka tersebut.

Lukas 13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Hal tersebut terus berlanjut sampai masa diutusnya Yesus, dan sama dengan nabi lainnya yang kita ketahui, umat Israel juga menolak dan memusuhi Yesus serta mencoba membunuhnya. Dan akhirnya bangsa Israel kehilangan berkat Allah dan tergantikan.

Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Perhatikan, kekejian serta kejahatan Israel-Yahudi yang semakin besar dari waktu kewaktu membuat Allah menghilangkan berkat serta lepas tangan terhadap umat Israel. Kerajaan Allah yang artinya keselamatan tersebut telah diambil dan tidak dimiliki lagi oleh umat Israel. Itulah mengapa nabi selanjutnya tidak lagi diutus dari Israel.

Dari sini dapat dimengerti bahwa umat Israel bukan lagi bangsa pilihan, keselamatannya telah hilang. Perbuatan jahat di mata Allah yang senantiasa dilakukan umat Israel-Yahudi telah menjadikannya sebagai bangsa terkutuk yang tidak lagi memiliki pegangan ajaran Allah, dan nubuat Allah bahwa bangsa Israel suatu saat pasti akan punah sudah tentu akan terwujud.

2. Benarkah Israel Pemilik Tanah Perjanjian

Umat Israel-Yahudi mengklaim bahwa Palestina merupakan tanah perjanjian yang seharusnya mereka kuasai. Mereka menyebutkan Allah telah menjanjikan tanah tersebut kepada Abraham, Ishaq, dan Yakub untuk keturunannya. Sehingga diasumsikan bahwa tanah tersebut sepenuhnya harus dikuasai umat Yahudi, tidak untuk umat Islam ataupun Kristen. Sebenarnya, lepasnya status umat Israel sebagai bangsa pilihan telah cukup menunjukkan bahwa umat Israel sudah tidak berhak memiliki tanah yang dulu dijanjikan kepada mereka. Tapi untuk menegaskan lebih lanjut, masih banyak bukti bahwa umat Israel-Yahudi tidak seharusnya melakukan agresi biadab sekarang ini hanya karena keserakahan merebut daerah yang bukan hak mereka lagi.

Memang benar awalnya tanah tersebut dianugerahkan untuk umat Israel, karena Allah telah berjanji kepada nenek moyang mereka yaitu Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tetapi, janji tersebut akan tetap berlaku jika umat Israel berpegang teguh pada peraturan dan ketetapan Allah.

Ulangan 4:1-2
4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

Ulangan 4:25-27
4:25 Apabila kamu beranak cucu dan kamu telah tua di negeri itu lalu kamu berlaku busuk dengan membuat patung yang menyerupai apa pun juga, dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya,
4:26 maka aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu habis binasa dengan segera dari negeri ke mana kamu menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya; tidak akan lanjut umurmu di sana, tetapi pastilah kamu punah.
4:27 TUHAN akan menyerakkan kamu di antara bangsa-bangsa dan hanya dengan jumlah yang sedikit kamu akan tinggal di antara bangsa-bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan kamu.

Ulangan 4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Pendudukan umat Israel di tanah perjanjian hanya tetap berlaku jika umat Israel tidak berlaku busuk, tidak menyembah tuhan-tuhan lain, tidak melakukan apa yang jahat dimata Allah, dan menaati ketetapan dan peraturan Allah. Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa hilangnya status Israel sebagai bangsa pilihan dan digantikan dengan bangsa lain karena mereka telah melakukan hal tersebut semua.

Inilah kronologis yang dikisahkan dalam Bible tentang pemberian tanah perjanjian sampai akhirnya Israel-Yahudi tidak berhak lagi menduduki tanah yang dulu dipijakinya:

a. Umat Israel dijanjikan suatu daerah yang baik termasuk Kanaan, Palestina setelah keluar dari Mesir.

Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

b. Tuhan membantu umat Israel meluaskan daerah dengan mengalahkan musuh dan membantai orang-orang di tanah yang dijanjikan.

Keluaran 34:24 sebab Aku akan menghalau bangsa-bangsa dari depanmu dan meluaskan daerahmu; dan tiada seorang pun yang akan mengingini negerimu, apabila engkau pergi untuk menghadap ke hadirat TUHAN, Allahmu, tiga kali setahun.

Ulangan 20:16-17
20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apa pun yang bernafas,
20:17 melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,

c. Tetapi kemudian mereka berebut kekuasaan dan saling berperang satu sama lain. Tahun 922 SM setelah Salomo wafat kerajaan Israel terpecah belah menjadi dua. Wilayah utara tetap bernama Israel beribukota Samaria, sedangkan wilayah selatan menggunakan nama Yehuda (Yahudi) beribukota Yerusalem. Keduanya dilanda perang saudara yang berlarut-larut (II Raja-raja 9:1-37, II Raja-raja 10:1-36).

d. Kerajaan Israel dan Yehuda senantiasa melakukan dosa dan melanggar ajaran Allah. Berikut adalah rincian perbuatan dan perlakuan jahat Israel-Yahudi dimata Allah yang dicatat Bible.

• Israel-Yahudi degil dan tegar tengkuk:
Ulangan 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.

• Israel-Yahudi berlaku busuk dan menyimpang dari ajaran Allah dengan mudah:
Ulangan 9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat patung tuangan.

• Israel-Yahudi umat yang murtad dan tidak setia:
Yeremia 3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.
Yeremia 5:11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN.

• Israel-Yahudi membenci kebaikan dan mencintai kejahatan:
Mikha 3:2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya;

• Israel-Yahudi tidak menyukai keadilan dan kebenaran:
Mikha 3:9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus,

• Israel-Yahudi pembangkang dan terus berbuat lebih jahat lagi:
Yeremia 7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

• Israel-Yahudi tidak berbalik dan terus menyimpang meskipun telah diperingatkan berulang kali:
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka.

e. Berpuluh tahun kemudian karena Israel-Yahudi melakukan dosa terus menerus dan tidak pernah sadar, konsekuensinya:

Allah menjauhkan Israel-Yahudi dari hadapan-Nya:
II Raja-raj 23:27 Lalu berfirmanlah TUHAN: "Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!"

Allah menarik damai sejahtera, kasih setia, dan belas kasihan dari umat Israel-Yahudi:
Yeremia 16:5 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Allah menghajar dan menyentakkan Israel-Yahudi dari tanah perjanjian:
I Raja-Raja 14:15 Kemudian TUHAN akan menghajar orang Israel, sehingga tergoyah-goyah seperti gelagah di air dan Ia akan menyentakkan mereka dari pada tanah yang baik ini yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka; Ia akan menyerakkan mereka ke seberang sungai Efrat sana, oleh karena mereka telah membuat tiang-tiang berhala mereka dan dengan demikian menyakiti hati TUHAN.

Dan benar, tahun 800-600 SM kerajaan Israel hancur diserang kerajaan Asyiria, sedangkan kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia pada tahun 600-500 SM. Mereka dibuang ke daerah Laut Kaspia dan hilang entah kemana. Sebagian ke Jerman dan disana dihajar lagi sehingga tidak ada tempat bagi umat Israel-Yahudi.

Jadi kesimpulannya bahwa umat Israel-Yahudi sudah tidak berhak menduduki tanah perjanjian, mengapa? Karena yang menghempaskan dan membuang mereka dari tanah perjanjian tersebut adalah Allah sendiri akibat dosa dan kejahatan yang mereka perbuat. Dan adalah kebohongan besar jika umat Israel masih saja bernafsu menduduki tanah perjanjian yang ada di wilayah Palestina dengan dasar janji Tuhan. Sebagai umat Muslim sudah seharusnya kita turut membela hak-hak saudara kita di Palestina dari cengkeraman kekejaman pemerintah Israel, karena itu adalah tanah mereka. Sedangkan bagi Kristiani sudah sepantasnya sadar dan membuka mata atas kekeliruan mereka mendukung perbuatan non-manusiawi militer Israel terhadap rakyat Palestina hanya karena kekosongan pengetahuan tentang Israel-Yahudi dalam kitab sendiri maupun dalam sejarah.

Percaya atau tidak, ternyata tidak semua umat Yahudi memiliki ideologi Zionisme pada umumnya yaitu menganggap Palestina merupakan tanah yang harus dikuasai penuh Israel. Beberapa komunitas Yahudi di berbagai negara justru dengan semangat membela rakyat Palestina dan dengan sifat terbuka mengakui bahwa dalam kitab suci mereka tanah Palestina memang bukan lagi hak Israel dan merupakan milik umat mayoritas yang tinggal di tanah tersebut yang tidak seharusnya diduduki Israel.

Sebut saja salah satunya komunitas 'International Jewish anti-Zionist Network (IJAN)'. IJAN merupakan jaringan internasional orang Yahudi yang berkomitmen untuk memperjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Israel. IJAN mengaku berkomitmen untuk menentang Zionisme dan Negara Israel, menolak kolonialisme dan warisan kolonialisme, menentang organisasi Zionis, dan berkomitmen bekerja dan solidaritas terhadap keadilan. Richard Kuper, dari komunitas 'Jews for Justice for Palestinians', salah satu organisasi Yahudi dunia, dengan lantang berkata: "Kami serukan kepada seluruh pemerintah dan masyarakat di dunia berbicara dan menentang pendudukan serta pengepungan.".

Meskipun pada dasarnya mereka adalah orang Yahudi yang jelas ingkar terhadap ajaran Allah, tapi bagaimanapun kita sepantasnya menghormati sifat kemanusiaan dan keberpihakan mereka terhadap hati nurani sehingga berani menentang dan menelanjangi segala kejahatan dan mitos-mitos Zionis Israel, dibandingkan dengan Kristiani yang hanya bisa menjadi hamba setia mendukung berbagai bentuk kebiadaban Zionis Israel tanpa mengerti seluk-beluk sejarah dan pengetahuan perihal konflik Israel dan Palestina. Ironisnya lagi, Kristiani justru merasa bahwa dukungan mereka terhadap kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina ini dilandasi kitab suci atau firman Tuhan.

3. Israel, Zionisme, Dan Talmud

Zionisme merupakan ideologi atau akidah umum umat Israel-Yahudi, keyakinan yang paling rasialis sampai-sampai menjadikan penganutnya terindoktrinasi bahwa hanya bangsa Yahudi yang manusia, sedangkan non-Yahudi adalah binatang, dan "binatang" tersebut diciptakan untuk menjadi bawahan kaum Yahudi. Akidah ini secara rinci dapat ditemukan dalam Talmud, ajaran yang paling rasis juga diskriminatif dan dianggap kitab paling berbahaya yang pernah ada di muka bumi. llmuan terkenal dalam bidang kebudayaan Ibrani dan kajian tentang Talmud, Joseph Barcley, menyatakan "... Sebagian teks yang ada dalam Talmud adalah ekstrim, sebagiannya lagi menjijikkan, dan sebagiannya lagi berisi kekufuran ...". Karenanya, banyak penguasa negara dan penguasa agama (Paus) di Eropa mengharamkan beredarnya kitab ini.

Louis Daste di dalam bukunya 'Yahudi dan Organisasi Rahasia' mengatakan; "Dalam setiap perubahan pemikiran besar terdapat pengaruh Yahudi baik yang nampak ataupun rahasia. Sepanjang sejarah dunia, Yahudi memasukkan ribuan racun berbahaya.". Akidah Zionisme dimiliki umat Isrel semenjak kecil, penanaman doktrin rasisme yang terdapat dalam Talmud dilakukan para orangtua kaum Zionis kepada anak-anak mereka sejak dini. Indoktrinasi terhadap anak-anak Israel berlanjut hingga ia dewasa. Ayat-ayat Talmud dijadikan satu-satunya pedoman moral bagi mereka, dididik untuk fanatik terhadap superioritas ras Yahudi dan membenci golongan di luar Yahudi sebagai binatang.

Agama Yahudi sebenarnya bersumberkan pada dua pokok kitab, yaitu Perjanjian Lama yang mereka yakini sebagai kitab Taurat, dan juga Kitab Talmud yang merupakan kumpulan fatwa para rabbi Yahudi meskipun kaum Yahudi mengklaim itu adalah himpunan ajaran Musa. Kaum Kristen, karena ketidak-pahamannya, hingga dewasa ini menyangka Perjanjian Lama merupakan kitab tertinggi bagi agama Yahudi. Sangkaan itu keliru. Para rabbi Yahudi mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (guru agama), lebih tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan. Talmud mengemukakan hukum-hukumnya berada di atas Taurat, dan bahkan tidak mendukung isi Taurat.

Bukti tentang hal ini dapat ditemukan dalam Talmud Erubin 2b (edisi Soncino) yang mengingatkan kepada kaum Yahudi. "Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat.". Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting daripada Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi, prinsip, serta arahan bagi perumusan kebijakan negara dan pemerintahan Israel, dan menjadi pandangan hidup orang Yahudi pada umumnya. Itu pula sebabnya mengapa Israel disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik, theokratik, konservatif, dan sangat dogmatik.

Talmud merupakan manifesto yang paling berbahaya kepada perikemanusiaan. Ia menggariskan penghancuran total semua agama dan peradaban yang ada di dunia, demi terciptanya sebuah masyarakat Zionis internasional. Berikut Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud yang akan membuktikan akidah Zionisme Israel-Yahudi begitu rasialis, penuh kebencian, tidak berperikemanusiaan, dan ideologi yang lebih cocok untuk orang tidak waras.

Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yahudi dan non-Yahudi

• Semua harus taat pada perkataan rabbi Yahudi:
Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka.”

• Diperbolehkan seorang Yahudi berbuat kejahatan:
Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota, dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana.”

• Dibenarkan mempekerjakan paksa non-Yahudi:
Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya.”

• Dibenarkan merampok dan membunuh non-Yahudi:
Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya.”
Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel.”

• Dibenarkan menipu dan berdusta kepada non-Yahudi:
Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir.”
Choschen Ham 183, “Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.”

• Non-Yahudi digolongkan dengan binatang:
Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang.”
Abodah Zarah 22a–22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu.”

Pengajaran irasional dan tidak waras Talmud Zionis

• Penyembuhan penyakit:
Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu, lalu dimakan.”
Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan ambil kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas.”

• Perihal pernikahan:
Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi.”

• Yahudi boleh menikahi anak balita:
Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari).”
Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya.”

Pengajaran mitos-mitos dalam Talmud Zionis

• Kesaksian mengenai rabbi:
Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan masuk neraka.”
Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorang pun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar.”
Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut.”

• Doa wajib kaum Yahudi:
Menahoth 43b–44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak-belian’.”

• Perihal manusia pertama:
Yebamoth 63a, “’... Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga.”

• Keyakinan takhayul Yahudi:
Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, karena iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu; kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan.”
Pesahim 111a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan.”

Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yesus dan Kristen

• Yesus berada dalam neraka:
Gittin 57a, “Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas.”

• Yesus adalah penyihir:
Sanhedrin 43a, “Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya.”

• Kristen masuk neraka:
Rosh Hashanah 17a, “Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya.”

• Perjanjian Baru harus dimusnahkan:
Shabbath 116a, “Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru.”

• Wajib melaknat Kristiani:
Talmud 6 Bab 8 butir 9, “Sesungguhnya Talmud mewajibkan atas setiap orang Yahudi untuk melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan berdoa agar membasmi dan menghancurkan raja-raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan kepada orang Yahudi untuk merampas harta mereka dengan cara apapun.”

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis Israel, masih saja membantu agresi Israel, masih saja setuju dengan sikap politik Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri dan telah ikut-ikutan menghina Yesus sendiri. Jika tidak percaya, silakan ambil Talmud dan baca sendiri.

Sekarang marilah berpikir dengan akal sehat, dapatkah umat yang memiliki ajaran begitu rusak dan mengancam sisi-sisi kemanusiaan ini dikatakan umat yang diberkati Tuhan? Tuhan macam apa yang begitu rasis akan tetap menjanjikan keselamatan kepada bangsa yang nyata kebiadaban ajarannya ini? Ingatlah, dulu umat Israel diberkati Allah karena Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tetapi seperti yang telah dijelaskan, Allah memberikan syarat tertentu atas pemberian keberkatan tersebut dan secara telak umat Israel telah melanggar syarat-syarat itu. Sekali lagi, umat Israel-Yahudi telah kehilangan keberkatan, tanah perjanjian, dan pastinya keselamatan. Kita telah membuktikannya melalui dalil, sejarah, dan logika.

Terlebih buat Kristiani yang masih mengagungkan bangsa Israel-Yahudi sampai saat ini, harap dicatat baik-baik. Dommelow di bantu 16 orang yang hebat dalam sebuah tim dimana mereka adalah para pendeta bergelar doctor Theologi, mengatakan: "Ahli Talmud (para rabbi Yahudi) berkata: "Al Masih adalah anak seorang pezina (maria) yang membawa sihir keluar Mesir dengan menyayat daging yang ia miliki. Yesus mempraktekkan sihir, melancarkan tipudaya serta menggiring bangsa Israel pada pemujaan berhala." Sesungguhnya sesuatu yang menarik untuk di praktikkan bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan murka menolak tuduhan dan fitnah keras yang di lancarkan oleh orang orang Yahudi." (Dommelow’s Bible Comentary, hal 668).

Mengapa Kristiani begitu mengagungkan dan merajakan bangsa Israel-Yahudi yang jelas-jelas begitu menghinakan Yesus, sedangkan umat Islam yang begitu memuliakan Nabi Isa/Yesus dan menempatkannya pada derajad yang semestinya sebagai nabi Allah justru tidak seberuntung itu? Jangankan ucapan terima kasih, umat Islam malah senantiasa dijadikan sasaran hujatan Kristiani sedunia. Bahkan Kristiani selalu mencari alasan melalui tudingan yang menyakitkan hati hanya untuk membela kebiadaban Zionis Israel terhadap MUslim yang mencoba membela hak-hak yang sudah semestinya.

Apakah jika umat Muslim ingin dipuja-puja oleh Kristiani, juga harus berlomba-lomba mengecam Yesus sebagai anak hasil zinah yang berada dalam neraka serta membuat kitab yang lebih sadis melebihi Talmud tentang penghinaan terhadap Gereja? Lantas dimanakah letak logika Kristiani yang entah memuliakan Yesus atau sebenarnya menuhankan bangsa Israel-Yahudi?

Demikian uraian kami terhadap bangsa Israel sejauh mana kebenaran mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan. Tentunya kesimpulan dari uraian ini telah dapat anda cerna sendiri, bahwa sesungguhnya umat Israel-Yahudi bukan lagi bangsa pilihan, melainkan bangsa kutukan yang dipilih Tuhan menempati neraka, dan umat Israel-Yahudi tidak berhak memerangi Palestina untuk alasan apapun. Terlebih harus dipahami bagi Kristiani yang terindoktrinasi penghambaan terhadap umat Israel, agar segera melepaskan diri dari doktrin menyesatkan tanpa dasar tersebut. Berhenti mengagungkan musuh Yesus, karena tidak akan ada keberkatan bagi mereka yang mengagungkan umat yang jahat di mata Allah.

"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." (QS. Al-Maaidah' 5:78)

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

UNITARIANISME


Unitarianisme adalah suatu ajaran yang menekankan ketunggalan Allah. Unitarian merupakan teologi mengenai Kristen yang menyatakan bahwa Allah adalah Esa (Monotheis) berbeda dengan doktrin Trinity yang menyatakan Allah sebagai tiga pribadi yang satu (Sinkretisme dari ajaran Politheis) dan bahwa Allah bukanlah Yesus. Sementara Yesus hanyalah seorang Nabi dan Hamba Allah. dalam pandangan Trinity, Unitarian adalah kelompok Protestan yang liberal yang mempercayai satu Tuhan dan menolak Trinitas.

Selain masalah Trinitas, Unitarianisme juga menolak doktrin tentang dosa asal dan Predestinasi. Dalam hal pengajaran dan ibadah, ajaran ini tidak menaikkan doa kepada Kristus. Penolakan ajaran ini terhadap Trinitas, maka Roh Kudus pun ditolak atau tidak diakui sama sekali. Yang menjadi penekanan juga pada ajaran Unitarianisme ini adalah kebebasan manusia dan kebaikan Allah. Kristologi yang dipegang oleh ajaran Unitarianisme bisa dibilang sebagi Monoteisme yang kuat. Ajaran ini mengakui adanya Allah, namun bagi Kristus tidak diakui sebagi Tuhan. Bagi pengikut Unitarianism, Yesus hanyalah orang besar, seorang nabi Allah atau bisa juga disebut sebagai orang yang ajaib karena mampu melakukan mujizat.

Unitarian mematuhi monotheisme begitu ketat, dan mempertahankan bahwa Yesus adalah seorang Nabi dan Rasul Allah yang memiliki berbagai macam mu'jizat serta dimuliakan oleh Allah. Namun mereka sangat menolak pandangan yang menyatakan Yesus adalah Allah itu sendiri dan Yesus adalah Tuhan sebagaimana pandangan Trinitarian.

Tidak ada otoritas khusus mengenai keyakinan kepercayaan Unitarian selain dari penolakan Trinitarian. keyakinan secara umum mereka antara lain:

• Satu Allah, Keesaan Tuhan.
• Kehidupan dan ajaran Yesus Kristus merupakan model contoh untuk hidup sendiri
• Pemikiran, rasional, ilmu pengetahuan dan filsafat hidup berdampingan dengan iman dalam Tuhan
• Manusia memiliki kemampuan untuk melaksanakan kehendak bebas dan bertanggung jawab konstruktif dan etis dalam ajaran agama.
• Sifat manusia bisa baik dan jahat, tidak ada yang bisa mengklaim pada roh Kudus atau kebenaran Teologis. meskipun para penulis alkitab telah diilhami oleh Allah, mereka adalah manusia dan karena itu memiliki kesalahan manusia.
• Menolak Doktrin Dosa waris (Prestinasi), hukuman kekal dan Penebusan dosa.

1. Sejarah Unitarianisme

Pada awal perkembangan kekristenan, ia terpecah menjadi dua kelompok besar, yaitu Unitarian dan Trinitarian. Ajaran Unitarianisme muncul pertama kali di Transylvania di sekitar gereja Lutheran. Ajaran Unitarianisme ini menolak persoalan Trinitas yang mengatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi yang menjadi satu. Ajaran Trinitas ini adalah ajaran tentang tabiat Kristus yang dianut oleh Luther maupun Calvin pada zaman reformasi.

Unitarianisme merupakan Teologi yang berkembang jauh sebelum reformasi Protestan, bahkan sebagian kalangan Unitarian merupakan ajaran murni Yesus yang sesungguhnya. Orang-orang Unitarian dalam menafsirkan Bible bersifat kesejarahan, tidak seperti pendekatan Ortodox yang dikenal sekarang ini. Unitarian tidak mencari makna kiasan yang tersembunyi (Alegoris) dalam teks Bible, tapi mereka menerima makna lahir dari sabda Yesus. Berbeda dengan Trinitarian yang demi memberikan pendukungan terhadap dogma mereka sering menyalahkan makna dan tafsiran sabda Yesus dengan berbagai opini dan asumsi. Unitarian juga bersifat kritis terhadap beberapa bagian dalam kitab sucinya yang dipandang lebih kuat dari yang lainnya. Mereka berpegang teguh pada keesaan Allah dan menolak dogma berbau Trinitas.

Unitarian sangat menghormati Yesus dan menjadikannya tokoh sejarah. Mereka menolak kata "Anak Allah" ketika menyebutnya dan hidup sebagaimana yang dicontohkan oleh Yesus dalam berbagai sabdanya. Sebagian tokoh terkemuka mereka adalah: Iranaeus (130-200 M), Tertulianus (160-220 M), Origenes (185-254 M), Diodarus, Lucianus (Wafat 312 M), Arius (250-336 M) dan lain-lain. Tokoh-tokoh Unitarian ini dianggap bidat-bidat sesat oleh umat Kristen hingga saat ini.

2. Konflik Unitarian Dan Trinitarian

Konflik antara Unitarian dan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam Gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin. Kontroversi tentang Trinitarian berlangsung dari abad ke-4 dan melibatkan sebagian besar anggota gereja, orang-orang percaya yang sederhana dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. Sementara Trinitarian yang merupakan pengikut Arius memang selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga Kaisar, kaum bangsawan Kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya.

Dua kelompok besar ini, terutama dari kubu Trinitarian atau kekristenan Paulus, melahirkan puluhan bahkan ratusan aliran. Setiap aliran memiliki Injil versi golongan sendiri dan menyalahkan Injil versi golongan lainnya yang dimana jumlah Injil-Injil tersebut mencapai ratusan versi. Mereka saling menuduh bahwa aliran lain selain aliran mereka adalah bidat (sesat). Kaisar Konstantin yang masih mempertahankan Paganisme saat itu memberikan kebebasan bagi penganut Kristen yang saling berbeda pandangan dalam melaksanakan ajaran kekristenan versi mereka sendiri.

Tetapi, perbedaan-perbedaan ini menimbulkan kerawanan sosial politik dan bisa mengancam kekuasaan kekaisaran Romawi, sehingga Kaisar Konstantin mengambil keputusan mengundang kelompok Kristen yang bersilang pendapat tersebut untuk menyelenggarakan Konsili (Sinode) di Nicea tahun 325 M yang kemudian dikenal sebagai Konsili Nicea 325 M dan juga disebut dengan nama Konsili Oikumonis I (Oikumene berarti seluruh dunia yang didiami bangsa manusia). Yang paling berpengaruh dan paling sengit dalam perselisihan di Konsili tersebut adalah golongan Unitarian dan Trinitarian.

Perdebatan sengit masalah ketuhanan terjadi antara kelompok Unitarian dan Trinitarian. Arius, tokoh dari kelompok Unitarian mengajukan argumen yang menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan.

"Ada rentang masa (waktu) sebelum Yesus ada, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Yesus ada kemudian dan Yesus hanyalah makhluk biasa yang binasa seperti makhluk lainnya, sedangkan Tuhan tidak akan binasa"

Argumen Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: Jika Yesus memang "anak Tuhan", maka akan segera disertai pengertian bahwa "Bapak Tuhan" haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang "Anak". Oleh sebab itu tentulah akan terdapat rentang waktu ketika "Anak" belum ada. Oleh karenanya, "Anak" adalah makhluk yang tersusun dari sebuah "esensi" atau makhluk yang tidak selalu ada. Karena Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat mutlak (abadi, alpha dan omega), maka Yesus tidak mungkin bisa menjadi "esensi" yang sama sebagaimana "esensi" Tuhan.

Kesimpulan pendapat Arius, bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Tuhan yang selalu Ada dan tidak mempunyai asal usul, Dia Ada tanpa keberadaan sebelumnya. Argumen ini tidak terbantahkan oleh lawannya. Arius juga memakai dalil dari ayat Bible, Yohanes 14:8 "Bapa lebih besar daripada aku." Seandainya kita mengakui bahwa Yesus sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak kebenaran ayat ini. Demikian argumen tegas Arius.

Konflik ini semakin menjadi memanas setelah Athanasius (293-373 M), salah seorang tokoh agama dan cendikiawan besar yang mendukung doktrin Trinitas turut dalam perselisihan tajam dengan Arius. Dalam Konsili tersebut, pengikut Arius menolak pandangan tentang penciptaan eternal (penciptaan yang bebas dari dimensi waktu), sementara Athanasius mempertahankannya. Pengikut Arius mengatakan bahwa anak diciptakan dari tidak ada, sementara Athanasius mengatakan bahwa anak diciptakan dari esensi Tuhan Bapak. Pengikut Arius berpendapat bahwa Tuhan anak tidak sama substansinya dengan Tuhan Bapa sementara Athanasius berpendapat sebaliknya.

Konsili tersebut tidak menghasilkan titik penyatuan pandangan dari kedua belah pihak yang berdebat. Karena jumlah peserta Konsili dari kelompok Trinitarian lebih banyak, dan pimpinan Konsili oleh Kaisar Romawi masih beragama ajaran pagan poltiheisme serta masyarakat Romawi masih banyak yang mempertahankan kepercayaan penyembahan terhadap berhala politheisme yang anti monotheis, maka Kaisa Konstantin memutuskan bahwa dogma yang dibawah Trinitarian adalah yang benar. Kaisar Konstantin pada awalnya menyelenggarakan Konsili hanya untuk mempertahankan kekuasaan kekaisaran Romawi, dan dia melihat Trinitarian lah yang paling berpengaruh dan mendominasi wilayah serta mudah menyatu dalam keyakinan paganisme Romawi saat itu, Kaisar sendiri masih memiliki kepercayaan Paganisme. Sehingga Trinitarian dimenangkan secara politik, demikianlah yang berkuasa yang menang, bukan yang menang yang berkuasa.

Setelah Konsili Nicea pada tahun 325 yang merupakan titik tolak pertentangan antara Unitarian dan Trinitarian, yang kemudian dimenangkan oleh Trinitarian, maka aliran Unitarian ini dianggap aliran sesat. Termasuk salah satu tokoh Unitarian Arius kemudian dihukum, dianggap sesat dan dikucilkan oleh gereja hingga dia wafat. Tokoh-tokoh Unitarian yang masih mempertahakan keyakinan monotheisnya ditangkap, disiksa, dan dibunuh karena dianggap golongan sesat dan penghianat Kristen.

3. Penindasan Terhadap Golongan Unitarian

Penindasan ke tingkat pembunuhan terhadap golongan Unitarian ini telah berlangsung jauh sebelum diadakannya Konsili Nicea 325 M, pasca Konsili maka penindasan Gereja terhadap mereka makin menjadi-jadi dan bahkan dilegatimasi oleh otoritas khusus. Berikut beberapa tokoh penganut Unitarianisme anti-Trinitas yang hidupnya harus berakhir secara mengenaskan.

A. Iranaeus (130-200 M), dia lahir disaat ajaran Kristen Antiokia sudah menyebar ke Afrika Utara, Spanyol hingga ke Prancis Selatan. Tidak banyak catatan sejarah mengenai asal-usul dan kedewasaannya, sejarah mulai mencatat masa dimana Iranaeus membawa surat petisi dari Uskup Lyons Pothinus kepada Paus Elutherus di Roma.

Petisi itu berupa permohonan Pothinus kepada Paus untuk menghentikan pengejaran, penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang tidak menyetujui doktrin gereja Pauline. Ketika masih berada di Roma, Iranaeus mendapat berita bahwa semua orang Kristen yang tidak sepaham dengan Paulus yang ada di Lyons Antiochia termasuk uskup Pothinus sendiri telah tewas dibunuh. Dan pada waktu kembali ke Lyons, Iranaeus menggantikan Ponthinus untuk menjabat sebagai uskup dinegrinya.

Ditahun 190 M, Iranaeus sendiri menulis surat kepada Paus Victor agar menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Kristen yang dibunuh karena keyakinan mereka yang berbeda dengan keyakinan gereja Paulus. Cerita lama kembali terulang, Iranaeus sendiri terbunuh pada tahun 200 M karena tidak bersedia mengikuti keyakinan Paus, Iranaeus hanya beriman dan mengakui kepada satu Tuhan, yaitu Allah, dan dia mendukung pengajaran kemanusiaan Yesus yang diangkat oleh Allah menjadi utusan-Nya.

Iranaeus banyak melakukan kritikan terhadap Paulus karena dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab didalam memasukkan doktrin-doktrin dari agama berhala dan filsafat Plato kedalam ajaran sejati Yesus.

B. Tertullian (160-220 M), dia adalah seorang penduduk asli Carthage (Kartago). Tertullian sebagaimana juga dengan Iranaeus, meyakini ke-Esaan Allah dan mengidentifikasikan Yesus sebagai juru selamat (Messiah) bangsa Yahudi. Dia menentang Paus Callistus karena mengajarkan "dosa asal" telah diampuni setelah melaksanakan penebusan dosa resmi dibawah gereja.

Tertullian menekankan tentang kesatuan jiwa dan eksistensi dan mengatakan bahwa orang-orang yang sehat akalnya pasti meyakini bahwa Yesus hanyalah manusia belaka. Paus Callistuslah yang memperkenalkan istilah "Trinitas" kedalam tulisan-tulisan "ecclesiastical" (gerejawi) Latin ketika ia membahas doktrin baru yang aneh tersebut. Istilah Trinitas sendiri sama sekali tidak pernah digunakan dalam kitab-kitab suci.

C. Origen (185-254 M), Ayahnya bernama Leonidas dan mendirikan pusat pendidikan teologi dengan mengangkat seorang guru Teologi terkemuka bernama Clement sebagai kepala lembaga tersebut. Origen sendiri mendapatkan pendidikan ditempat itu.

Leonidas adalah seorang pengikut Kristen Apostolik, yaitu ajaran monotheisme (ke-Esaan Tuhan) dan mengakui kehambaan dari Yesus. Sebagaimana kita tahu, gereja Paulus tidak mau menerima kepercayaan seperti yang dipegang oleh Leonidas ini, dan sebagai konsekwensinya pada tahun 208 M, Leonidas tewas dibunuh oleh orang-orang Paus.

Pada tahun 230 M, Origen dinobatkan sebagai seorang Pendeta di Palestina, namun karena Origen telah mengajarkan konsep Monotheisme didalam gereja, Uskup Demerius akhirnya memecat Origen dan mengusirnya dari gereja. Origen mengungsi ke Caesarea dan mendirikan pusat pendidikan Teologi ditempat itu pada tahun 231 M yang akhirnya membawa nama harum kepadanya.

Jerome, seorang penulis Injil pertama dalam bahasa Latin, pada mulanya merupakan orang yang sangat mendukung Origen, namun akhirnya Jerome berbalik kepada gereja Paulus dan menarik garis permusuhan terhadap Origen. Jerome berusaha agar Origen mendapatkan kecaman dan pengadilan dari gereja setempat, namun popularitas Origen terlampau besar dan tidak memungkinkan bagi Uskup John untuk melakukannya, sehingga atas rencananya ini mengakibatkan Jerome sendiri tersingkir dari kalangan gereja.

Namun pada tahun 250 M, Origen dikecam oleh Konsili Alexandria dan dijebloskan kedalam penjara serta mendapatkan penyiksaan yang terus menerus oleh pihak gereja Paulus sehingga mengakibatkan kematiannya pada tahun 254 M. Dimasa mudanya sampai menjelang akhir hayatnya, Origen tetap mempertahankan pengajaran ke-Esaan Tuhan (The Unity of God), meyakini bahwa hanya Allah saja yang berkuasa dan Yesus adalah manusia biasa dan hamba Allah, bukan Allah itu sendiri.

D. Lucianus (312 M), seorang yang dikenal keluasan ilmunya terhadap bahasa Ibrani dan Yunani. Lucian tidak menginduk terhadap salah satu gereja dari tahun 220 sampai 290 M. Pengajaran Lucian adalah Monotheisme, yaitu pengesaan Allah dalam segala bentuk-Nya.

Lucian percaya kepada penafsiran gramatikal dan literal (sesuai dengan bunyi lahir suatu kata) dari kitab-kitab suci (Bible). Dia menentang kecenderungan untuk mencari-cari makna symbolis dan kiasan dari teks-teks Injil, dan percaya kepada suatu pendekatan empiris dan kritis terhadap kitab-kitab tersebut. Dia mengatakan bahwa dengan mencari-cari makna symbolis tersebut, dapat berakibatkan dengan penambahan dan pengurangan pada Injil yang berarti hilangnya kemurnian ajaran Yesus.

Lucian menghilangkan perubahan-perubahan yang terjadi pada kitab Injil yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani (Septuaginta), dia telah mengadakan revisi terhadap empat Injil yang menjadikannya berbeda dengan Injil-Injil yang dipergunakan oleh gereja Paulus. Lucian menolak paham trinitas dan sebaliknya begitu menekankan ajaran Tauhid, bahwa hanya Allah saja Tuhan alam semesta yang patut disembah, sedangkan Yesus hanyalah manusia biasa yang diangkat menjadi Utusan-Nya. Atas sikapnya ini, Lucian menjalani penyiksaan dari pihak gereja Paulus dan dihukum mati pada tahun 312 M.

Masih banyak para tokoh anti-Trinitas yang harus berakhir dengan mengenaskan ditangan Gereja. Pada tahun 395 M, Theodosius seorang konservatif Trinitarian mulai membentuk mahkamah penyelidik (Lembaga Inkuisi) yang bertugas menyelidiki golongan yang menolak Yesus sebagai Tuhan. Mahkamah ini kekuasaannya sangat besar dan luas. Siapa yang dianggap berbahaya bagi golongannya, ditindak dengan hukuman berat, divonis kafir, dihukum gantung, dibakar, dan dibunuh pelan-pelan dalam penyiksaan yang tidak dapat dibayangkan kejamnya.

4. Unitarianisme Dan Islam

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mengenai pokok keyakinan Unitarianisme dimana sangat mendekati ajaran Yesus yang asli, maka tidak heran jika pokok ajaran Unitarian tersebut tidak jauh berbeda dengan keyakinan Islam mengingat Islam adalah penyempurna ajaran sebelumnya. Seperti memegang teguh Tauhid bahwa Allah Maha Esa dalam monotheisme yang kuat, menolak ketuhanan Yesus atau Nabi Isa, menolak dosa waris dan penebusan dosa, eratnya hubungan antara keimanan dan ilmu pemikiran serta logika, dan lain sebagainya.

Besarnya otoritas Gereja dalam menindas kaum Unitarian tidaklah menjadikan golongan Unitarian tersebut punah begitu saja, beberapa dari mereka memilih menjauh dan lari ke tempat aman untuk menghindar dari kekejaman Gereja. Golongan Unitarian terus berkembang dan dari mereka mulai muncul para cendikiawan yang terus mengenalkan keyakinan Unitarianisme mereka dengan perang pemikiran sehingga selama berabad-abad mereka tetap menjadi pendamping setia Kristen Trinitarian sebagai musuh abadi. Meskipun nasib para pemikir Unitarian dizaman pencerahan tersebut hampir sama dengan pendahulu mereka yang mati mengenaskan ditangan Gereja yang berkuasa.

Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu sebagai utusan Allah dan menyatakan diri sebagai Nabi yang meneruskan misi Nabi sebelumnya yaitu Nabi Musa dan Nabi Isa, banyak dari golongan Unitarian tersebut masuk Islam secara massal.

Muallaf Dr. Muhammad Yahya Waloni dalam bukunya "Kebenaran Islam Menurut Mantan Pendeta" mengatakan:
"Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyampaikan agama Islam, kelompok Unitarian ini mendengar dan simpati kepadanya, kemudian hampir semuanya memeluk agama Islam.

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (Trinitarianisme, Paganisme, dan serupanya). Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad)." (QS. Al-Maaidah' 5:82-83)

Kalimat berikut "Kami ini adalah orang-orang Nasrani" menunjukkan arti hubungan persahabatan antara umat Islam dengan orang-orang Nasrani yang berpegang pada ajaran Nabi Isa, yaitu ajaran Unitarianisme atau ajaran memegang teguh kekuasaan Allah, bukan Trinitas/Tritunggal sebagaimana akidah umat Kristen dewasa ini, karena Islam adalah agama yang berserah pada kehendak Allah dan beriman kepada satu-satunya Pencipta, yakni Allah Subhana Wa Ta'ala" (Kebenaran Islam Menurut Mantan Pendeta, Hal. 82 & 83)

Demikian beberapa pemaparan singkat mengenai sejarah perkembangan ajaran Unitarianisme, bahwa ternyata adanya ajaran yang lolos dari keracunan dogma Paulus dan dari terkontaminasinya dengan ajaran paganisme, ajaran berabada-abad yang memegang teguh Tauhid yang kuat dan memberikan kedudukan kepada Yesus atau Nabi Isa hanya sebagai hamba dan utusan Allah sebagaimana Yesus sendiri inginkan, ajaran yang menolak dogma yang tidak sejalan dengan pengajaran Yesus dan Taurat seperti dosa waris dan penebusan dosa, ajaran tandingan Gereja Paulus yang akhirnya menimbulkan konflik keyakinan mereka yang benar dengan keyakinan yang berlawanan sehingga memperlihatkan lagi keburaman sejarah Gereja, ajaran yang pokok keyakinannya sejalan dengan keyakinan Islam dan pada akhirnya mayoritas mereka melebur diri masuk Islam. Itulah Unitarianisme.

"... Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (QS. An-Nisaa' 4:171)

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

SEKTE KRISTEN COLLYRIDIANISME


Pada kesempatan kali ini, kami akan mengkupas tentang sekte Kristen Collyridianisme yang dianggap sebagai sekte sesat oleh kebanyakan umat kristen. Santo Epifanius (juga ditulis Epiphanius) lahir sekitar tahun 315 dan wafat tahun 403. Santo Epifanius pernah dipertimbangkan sebagai salah satu bapa gereja yang hidup pada akhir abad ke empat. Ia adalah seorang pemuda Yahudi yang menjadi Kristen. Pemuda ini kemudian terpilih sebagai Uskup Salamis, di Siprus. Santo Epifanius terkenal sebagai seorang pembela ajaran iman Kristen yang benar dari serangan berbagai ajaran sesat. Dengan khotbah-khotbah dan tulisannya tentang berbagai ajaran iman, ia berhasil menegakkan ajaran iman Kristen yang benar. Ia meninggal dunia pada 12 Mei 403. Hari kematiannya ini kemudian diperingati sebagai hari perayaaan bagi dirinya, baik dalam gereja Katolik Roma, gereja Orthodox Timur dan gereja Ortodoks Oriental.

Santo Epifanius membuat tulisan melawan ajaran sesat Collyridianisme dalam buku apologetiknya yang terkenal, Panarion (artinya: Kotak Obat-obatan). Buku ini berisi sanggahan-sanggahan Santo Epifanius terhadap lebih dari 80 jenis ajaran sesat yang dia ketahui pada zamannya. Dalam buku ini, dia menyanggah dua ajaran sesat ekstrim dan saling bertolak-belakang mengenai Bunda Maria, yaitu Collyridianisme (yang menuhankan Bunda Maria) dan Antidicomarianitisme, sebuah sekte Arab yang merendahkan dan melecehkan status dan kebajikan Bunda Maria serta mengklaim bahwa Bunda Maria melakukan hubungan suami istri dengan Yosef sehingga Bunda Maria tidak dapat diyakini Yang Tetap Perawan Selamanya.

Hampir semua ajaran sesat yang menyerang pada abad-abad pertama Gereja Katolik berkaitan dengan Tritunggal atau Kristologi. Namun ajaran sesat Collyridianisme berbeda. Ajaran sesat ini berkaitan dengan Mariologi di mana sekte Collyridianis ini mengajarkan penyembahan dan penuhanan terhadap Bunda Maria.

Bidaah ini hadir pada sekitar tahun 350-450 di wilayah Arabia. Tidak diketahui siapa pendiri sekte ini dan sedikit sekali informasi yang bisa kita ketahui sekarang tentang sekte ini. Selain itu, tampaknya karena bidaah ini hadir pertama-tama di Arabia, maka orang-orang di sana kemudian menyangka bahwa Allah Tritunggal adalah Bapa, Yesus Kristus dan Bunda Maria. Sampai sekarang pun kita masih bisa mendengar sangkaan seperti ini.

Kesesatan Collyridian ini sederhana: Mereka menyembah Bunda Maria. Hal ini secara langsung bertentangan dengan pengajaran Gereja Katolik yang mengutuk penyembahan berhala yang juga telah dikutuk oleh Allah sendiri: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Kel 20:3; Ul 5:7) Devosi terhadap Bunda Maria dalam sekte ini kemudian dikembangkan sebagai Penyembahan (Idolatri/Pemberhalaan) terhadap Bunda Maria. Gereja Katolik memang mengajarkan penghormatan tinggi (hiperdulia) terhadap Bunda Maria yang diyakini Perawan Selamanya, Bunda Allah, Pengantara Segala Rahmat, dll. Tetapi sekte ini melewati batas seharusnya dalam penghormatan terhadap Bunda Maria sehingga mereka malah jatuh kepada penyembahan terhadap Bunda Maria.

Detail mengenai Collyridianisme ini sangat sedikit tetapi secara spesifik kita bisa mengetahui bahwa sekte ini mempersembahkan Kurban Ekaristi kepada Bunda Maria. Hal ini bertentangan dengan Gereja Katolik yang selalu mempersembahkan Kurban Ekaristi kepada Allah dan tidak kepada yang lain termasuk Bunda Maria. Illustrasinya demikian: Dalam Doa Syukur Agung I (Pertama) terdapat teks :

“Oleh karena itu ya Bapa, kami mengenangkan Yesus Kristus, Putera-Mu, yang telah menderita bangkit dari alam maut dan naik ke surga dengan mulia. Kami, umat-Mu, mempersembahkan kurban yang suci murni, yakni Roti Kehidupan Abadi dan Piala Keselamatan Kekal.”

Namun, dalam sekte ini, doa ini digubah sedemikian rupa sehingga kira-kira menjadi demikian untuk menunjukkan kurban Ekaristi dipersembahkan kepada Bunda Maria,
“Oleh karena itu ya Bunda Maria, kami mengenangkan Yesus Kristus, Putera-Mu, yang telah menderita bangkit dari alam maut dan naik ke surga dengan mulia. Kami, umat-Mu, mempersembahkan kurban yang suci murni, yakni Roti Kehidupan Abadi dan Piala Keselamatan Kekal.”

Para Bapa Gereja Katolik dengan segera mengetahui keberadaan ajaran sesat ini dan mereka menolaknya. Tokoh terkemuka penentang ajaran Collyridianisme ini adalah Bapa Gereja Epifanius (315-403), Uskup Salamis. Epifanius terkenal sebagai orang yang sangat terpelajar dan pertapa suci. Ia adalah teman dekat St. Hieronimus, seorang Bapa Gereja Barat yang terkenal yang menerjemahkan Kitab Suci dari bahasa Yunani ke bahasa Latin atas perintah Paus St. Damasus I. Namun, Epifanius ini adalah orang yang dikenal sangat bertemperamen tinggi dan keras sehingga tidak sedikit pula uskup lain yang kesal terhadapnya.

Epifanius membuat tulisan melawan ajaran sesat Collyridianisme dalam buku apologetiknya yang terkenal, Panarion (artinya Kotak Obat-obatan). Buku ini berisi sanggahan-sanggahan Epifanius terhadap lebih dari 80 jenis ajaran sesat yang dia ketahui pada zamannya. Dalam buku ini, dia menyanggah dua ajaran sesat ekstrim dan saling bertolak-belakang mengenai Bunda Maria, yaitu Collyridianisme (yang menuhankan Bunda Maria) dan Antidicomarianitisme, sebuah sekte Arab yang merendahkan dan melecehkan status dan kebajikan Bunda Maria serta mengklaim bahwa Bunda Maria melakukan hubungan suami istri dengan Yosef sehingga Bunda Maria tidak dapat diyakini Yang Tetap Perawan Selamanya. (bdk: Panarion 78:1)

Anggota sekte Collyridianisme adalah pertama-tama para wanita yang mengembangkan kombinasi sinkretistik antara Tradisi Katolik dengan tradisi pemujaan terhadap dewi-dewi pagan. Epifanius menulis :

“Beberapa wanita di Arabia telah memperkenalkan pengajaran yang tak masuk akal dari Thracia: [yaitu] bagaimana mereka mempersembahkan kurban roti dalam nama Maria yang Perawan Selamanya, dan semua [dari mereka] mengambil bagian dalam roti ini.” (Panarion 78:13).

Epifanius menekankan perbedaan antara Bunda Maria dan Allah :

“Sekarang tubuh Bunda Maria memang adalah suci, tetapi itu bukanlah Allah; Perawan [Maria] memang adalah seorang perawan dan dihormati, tetapi ia tidak diberikan bagi kita untuk disembah, melainkan ia sendiri menyembah Dia yang lahir dalam daging dari ia. ... Menghormati Maria, tetapi hendaklah Bapa, Putera dan Roh Kudus disembah, hendaklah tidak seorang pun menyembah Maria, ... sekalipun Maria adalah tercantik dan kudus dan terhormat, tetapi ia ada tidak untuk disembah.” (Panarion 79:1,4)

Bersama Epifanius, kita dapat berkata bahwa siapapun yang menyembah Maria atau ciptaan lainnya berarti telah melakukan penyembahan berhala dan harus ditegur. Kita sebaiknya melihat ke dalam Kitab Suci, pada kasus di mana malaikat menegur St. Yohanes karena tindakannya menyembah malaikat :

“Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! ... ”(Wahyu 19:10)

Tidak diragukan lagi bahwa Santa Perawan Maria sendiri akan berkata hal ini kepada siapapun yang berusaha menyembah dia.

Collyridianisme Modern

Collyridianisme dapat dilihat sekarang dalam berbagai bentuk. Kelompok “Hiper-Marian” dan para penulis yang terlalu meninggikan Bunda Maria dan sangat fokus terhadapnya sehingga tidak jarang mengecualikan Kristus dapat dikatakan bersalah atas usaha penyembahan berhala atau pemuliaan Maria melebihi Kristus. Di samping itu, muncul pula gerakan feminisme modern yang memuja seorang wanita sebagai yang ilahi dan berusaha menggambarkan kembali Allah dalam konteks dan istilah feminis seperti beberapa kelompok wanita Korea di Bandung yang menyebutkan “Allah itu ibu kita.” dsb.

Di samping itu, devosi yang berlebihan oleh umat Katolik dapat dianggap penyembahan berhala. Contoh sederhana ketika kita lebih memilih duduk berdoa Rosario di gua Maria ketimbang melaksanakan kewajiban kita mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu. Dapat pula devosi berlebihan ini ditunjukkan oleh gelar dan ucapan kita kepada Bunda Maria. Tidak jarang kita mendengar umat Katolik menyebutkan, “Bunda Maria, sumber segala rahmat, ampunilah dosa kami.” Padahal, Sumber Segala Rahmat itu adalah Allah sendiri sedangkan Bunda Maria hanya dapat digelari Pengantara Segala Rahmat karena mengandung Yesus, Putera Allah, Sumber Segala Rahmat itu sendiri. Juga, kita tidak bisa memohon ampun dosa kepada Bunda Maria karena Bunda Maria tidak punya hak untuk itu. Kita dapat meminta Bunda Maria mendoakan kita atau melindungi kita, tetapi meminta ampun dosa tidak dapat kita lakukan kepada Bunda Maria.

Gereja Katolik dalam usaha mencegah devosi berlebihan dan keliru ini, menetapkan agar semua buku doa dan buku devosi mendapatkan Nihil Obstat dan Imprimatur dari hierarki setempat sehingga ada jaminan aman untuk digunakan oleh umat Katolik dan umat Katolik dapat mengetahui gelar apa dan ucapan apa yang diperbolehkan untuk kita berikan terhadap Bunda Maria. Hal ini juga untuk menunjukkan kepada umat non-Kristen Katolik bahwa Gereja Katolik tidak menyembah Bunda Maria seperti yang dilakukan oleh Collyridianis. Juga, umat Katolik dapat berargumen membela ajaran Gereja bahwa Katolik tidak menyembah Bunda Maria dengan menunjukkan fakta bahwa Ekaristi, Puncak Kehidupan orang Katolik, hanya dapat dipersembahkan kepada Allah, tidak kepada Bunda Maria.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)