Jumat, 26 Juni 2015

KONTROVERSI YESAYA 53


Kali ini saya akan membahas klaim kristen mengenai nubuat pada kitab Yesaya 53 yang sering di klaim sebagai nibuat untuk Yesus. Mari kita kritisi ayatnya satu persatu agar lebih memudahkan kita untuk mentahui apakah ayat tersebut cocok untuk Yesus ataukah tidak.

[1] Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
[2] Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Baiklah, saya tidak membahas tentang perbedaan bunyi kutipan itu di sini, karena saya hanya ingin fokus pada “siapa” yang cocok 100% dengan nubuat Yesaya 53 itu, karena setiap nubuat yang benar, harus cocok dengan yang menggenapinya 100%, baru dapat diakui sebagai nubuatan yang benar.

Apakah Yesus sanggup menggenapinya? Mari kita lihat! Jika memang benar, bahwa Yesus yang dimaksudkan nubuat itu, maka Yesus :

• Merupakan tunas (שרש)(syeresy’) dari tanah yang kering (ציה)(tsiyah);
Tapi kenyataannya, Yesus dilahirkan oleh wanita yang subur (פורה)(purah) lagi perawan (בתולה)(bathulah) yaitu : Maria. Bagaimana mungkin Maria dapat dianggap sebagai “tanah kering”, sementara ia dapat mengandung tanpa dicampuri oleh seorang laki-laki. Maria benar-benar “tanah subur”, dan bukan “tanah kering”.

“tanah kering” ini lebih cocok kepada Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis.
Perhatikan keterangan Lukas berikut ini:

“Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul (עקר)(‘aqar) dan keduanya telah lanjut umurnya” (Lukas 1:7)

• Tidak tampan (לא תאר) (Lo To-ar) dan tidak bersemarak (לא הדר) (Lo Hadar) (kurang menarik untuk dipandang)

Saya tidak mendapat keterangan dari perjanjian baru, bahwa Yesus memiliki wajah jelek atau pun tampan, sehingga saya tidak bisa menentukan apakah Yesus berwajah jelek seperti yang dinubuatkan Yesaya itu atau justru berwajah rupawan.

Jika Yesus berwajah rupawan, maka beliau tidak masuk dalam kategori nubuatan ini.

[3] Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
[4] Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
[5] Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

• Penderitaan yang digambarkan dalam ayat tersebut, hampir rata-rata para nabi telah mengalaminya, seperti: dihina, dianiaya, dibawa ke pembantaian, diremukkan, dst. Para nabi sebelum Yesus juga mengalami penderitaan bahkan sebagian sampai mati terbunuh. Hal ini ditegaskan dalam ayat berikut.

1 Raja Raja 19:10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Jadi dalam hal penderitaan, dihina dan diasingkan itu bukan hal yang baru untuk para utusan atau para nabi. Jadi bukan hanya Yesus saja yang mengalami penderitaan semacam itu.

• Yang spesifik adalah: “bilur-bilur yang menjadi penyembuh”. Umat Kristiani menganggap bahwa Yesus juga menyembuhkan penyakit, sehingga cocok dengan beliau kalimat itu.

Mari kita telusuri :
Dalam bahasa Ibrani bilur-bilur adalah habbuurah (חבורה) yang berasal dari kata habar (חבר) yang berarti “kekasih”.

Sehingga kalimat itu dapat diartikan menjadi : “dan oleh kasihnyalah kita menjadi sembuh”

Namun, lagi-lagi, bukan hanya Yesus saja yang memiliki kasih seperti beliau, melainkan para nabi lain pun juga penuh dengan kasih, khususnya di zaman perjanjian baru, Yohanes pembaptis juga dapat digolongkan dalam golongan ini.

[6] Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
[7] Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
[8] Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Apakah Yesus membiarkan dirinya tertindas dan tidak membuka mulutnya saat ia hendak ditangkap dan disalibkan? TIDAK!

• Yesus menyuruh muridnya untuk membeli pedang demi menghadapi musuh :

Lukas 22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

• Yesus melarang muridnya tidur dan menyuruh mereka untuk berjaga-jaga denganny dari serangan musuh

Matius 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

• Yesus berdoa kepada Allah agar ia diselamatkan dari kematian

Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus tersebut juga sejalan dengan nubuat berikut :

Mazmur 22:21 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!

• Yesus tidak terima ketika ditampar oleh seorang penjaga dan ia membuka mulutnya untuk melakukan pembelaan.

Yohanes 18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Dan pada saat-saat terakhirpun Yesus berseru memanggil Tuhannya yang telah meninggalkan dia :

Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

[9] Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
[10] Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
[11] Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

• Apakah tidak ada tipu daya dalam mulut Yesus? Didalam alkitab, Yesus terbukti beberapa kali berbohong. Salah satunya adalah kebohongannya saat ia berada dipengadilan.

Yohanes 18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.

Yesus mengatakan kalau ia tidak pernah semnbunyi-sembunyi dalam menyampaikan ajarannya, tapi coba bandingkan dengan ayat berikut :

Matius 16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Dalam ayat ini, Yesus tidak berani berkata jujur tentang siapa dirinya dan ia menyembunyikan statusnya sebagai utusan Tuhan.

• Apakah Yesus memiliki keturunan?

Didalam alkitab tidak ada satupun dalil yang bisa menguatkan bahwa Yesus mempunyai isteri dan memiliki keturunan.

Zera’a (זרע) dalam bahasa Ibrani berarti : Bibit atau Sperma. Sehingga keturunan yang dimaksud dalam ayat itu adalah : anak yang berasal dari benih/bibit/sperma seorang laki-laki.

Artinya, tokoh yang dinubuatkan itu, memiliki keturunan yang berasal dari “sperma”nya sendiri, dan bukan secara istilah.

Ada yang mengatakan bahwa arti dari “keturunan” itu adalah “keturunan rohani”, sehingga maksudnya adalah: orang-orang yang percaya kepadanya atau pengikut-pengikutnya.

Saya tidak dapat membayangkan betapa arti dari kata “Zera’a” itu disimpangkan menjadi “keturunan rohani”, apakah mungkin ada “sperma rohani”? Sepanjang hidup saya, baru mendengarkan hal aneh itu.

Hal yang sama juga disebutkan dalam beberapa ayat dalam perjanjian lama sebagai berikut:

[Kej 3:15] Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu (זרע) dan keturunannya (זרע); keturunannya (הוא)(Hua) akan meremukkan kepalamu, dan engkau (אתה)(attah) akan meremukkan tumitnya."

MAKSUDNYA:
(Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara “keturunanmu dari spermamu (זרע)” dan “keturunannya dari spermanya (זרע)”; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya)

Kemudian dilanjutkan dengan ayat ini:

[Kej 21:13] Tetapi keturunan (בן)(ben) dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu (זרע)."

MAKSUDNYA :
Tetapi “ben/bani” dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun “keturunanmu dari spermamu”

Semua kata Zero’a di atas itu, tidak ada yang berarti : “keturunan rohani”
Dan untuk meyakinkan anda, maka carilah di translate online ibrani-indonesia, maka anda akan menemukan:
a. זרע = bibit
b. Sperma = זרע

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita jika kita memasukkan Yesus dalam nubuat ini, karena umat Kristiani mengenal Yesus sebagai orang yang tidak memiliki anak kandung dan tidak memiliki istri.

Dan pada ayat diatas juga dikatakan bahwa umurnya akan lanjut, itu artinya ia tidaklah mati. Berbeda dengan keyakinan kristiani yang menganggap bahwa Yesus pernah mati.

• Apakah Yesus adalah Hamba Allah?

Kalau kristiani meyakini bahwa nubuat tersebut adalah untuk Yesus, maka mereka harus menyingkirkan dogma yang memposisikan Yesus sebagai Tuhan. Karena dalam nubuat tersebut, disana dikatakan bahwa ia hanyalah seorang "Hamba Allah" bukan tuhan.

[12] Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

• Apakah Yesus mendapatkan orang-orang besar sebagai rampasan? Memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan? Dalam alkitab tidak ada satupun ayat yang menyatakan Yesus diberikan harta rampasan atau jarahan setelah ia keluar dari dalam kubur.

Jadi kesimpulannya, jika kitab Yesaya 53 di klaim sebagai nubuat untuk Yesus. Maka akan banyak kontroversi dengan apa yang tertulis dalam kitab Kanonik mengenai kisah Yesus. Diantaranya :

1. Apakah Yesus tumbuh dihadapan Tuhan? Lalu Tuhan yang mana lagi?

2. Apakah Yesus tidak tampan dan orang-orang pun enggan memandang wajahnya?

3. Yesus terbukti tidak begitu saja membiarkan dirinya tertindas, ia mempersiapkan pedang dan berjaga-jaga semalaman demi menghadapi serangan musuh.

4. Yesus tidak memiliki isteri dan keturunan.

5. Yesus tidak pernah diberikan orang-orang besar sebagai rampasan setelah ia keluar dari kubur. Bahkan ia masih harus menyamar agar musuh-musuhnya tidak mengenalinya dan berusaha membunuhnya lagi.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Posting Komentar