Jumat, 29 Mei 2015

PEMBAGIAN HARTA WARIS DALAM AL-QURAN


Dalam berbagai situs-situs kristen yang bertebaran di internet sering kali dimuat berbagai macam tuduhan terhadap Islam dan Al-Quran. Contohnya adalah gugatan terhadap hitungan waris dalam Al-Qur’an yang dimuat disitus-situs kristen sbb:

“Contoh KASUS 4: Kesalahan menghitung muhammad: jika yang meninggal TAK MEMILIKI anak, memiliki 1 suami, 2 saudara PEREMPUAN dan Seorang IBU. (Maka pembagian warisnya adalah) 1/2 (ayat 12) + 2/3 (ayat 176) + 1/6 (ayat 11)= 1 + 1/3. Loh kok kelebihan? he...he...he...

Bagi mereka yang matematikanya jongkok. Contoh kasus 4: Jika yang meninggal memiliki WARISAN Rp. 30.000.000 dan mempunyai AHLI WARIS, adalah: seorang suami, 2 saudara perempuan, dan seorang ibu.

Seorang SUAMI akan mendapatkan 1/2 x Rp. 30.000.000 = Rp. 15.000.000.

SEORANG saudara perempuan akan mendapatkan 2/3 x Rp. 30.000.000 = Rp. 20.000.000.

Seorang Ibu akan mendapatkan 1/6 x Rp. 30.000.000 = Rp. 5.000.000.

Total yang mesti dibayar = Rp. 40.000.000, padahal warisan hanya Rp. 30.000.000.”

Persoalannya adalah ayat tersebut diterapkan dengan matematika dangkal yang terbatas pada penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, seperti pelajaran yang diajarkan di bangku SD. Perhitungan seperti itu hanya berlaku jika hasil pembagian harta waris bisa pas.

Contoh :
16:2 = 8
12:3 = 4
20:4 = 5

Tapi bagaimana jika 10:4 = ?

Dibilang 2 masih lebih, dibilang 3 malah kurang. Jadi berbekal matematika awam ini, dengan cerobohnya penulis blog itu menuduh Allah dan Nabi Muhammad salah hitung.

Memang benar, ada tiga ayat Al-Qur`an yang berbicara tentang perhitungan waris, antara lain surat An-Nisa 11, 12 dan 176. Jadi, ketiga ayat yang dikutip dalam selebaran itu sudah benar. Lantas dimana persoalannya?

Pada contoh kasus yang dikemukakan tersebut, jika ada orang yang meninggal dengan meninggalkan beberapa ahli waris, antara lain: seorang suami, 2 orang saudara perempuan dan seorang ibu. Maka pembagiannya sbb:

Pertama : Seorang suami mendapat warisan 1/2 (nishfu), berdasarkan firman Allah: “Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak...” (Qs An Nisa’ 12).

Kedua : 2 orang saudara perempuan mendapat warisan 2/3 (ats-tsulutsani), berdasarkan firman Allah: “...tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal...” (Qs An-Nisa 176).

Ketiga : Seorang ibu mendapat warisan 1/6 (as-sudusu), berdasarkan firman Allah: “...jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam...” (Qs An-Nisa 11).

Bila semuanya dijumlahkan, maka hasilnya adalah 1/2 + 2/3 + 1/6 = 4/3 = 1 + 1/3. Atas dasar ini, penulis selebaran itu menuduh terjadinya kesalahan dalam perhitungan Allah SWT karena seharusnya jumlah pembagian harta warisan itu harus 1. Tetapi dalam kasus ini menunjukkan terjadi kelebihan harta yang harus dibagi yaitu kelebihan 1/3.

Praktiknya, jika harta warisan itu Rp 30.000.000, maka sang suami mendapatkan Rp 15.000.000, sedangkan 2 saudara perempuan mendapat Rp 20.000.000, kemudian sang ibu mendapat Rp 5.000.000. Jika seluruh bagian warisan sang suami, 2 saudara perempuan dan sang ibu itu dijumlahkan, maka hasilnya adalah Rp 40.000.000. Padahal harta yang diwariskan hanya Rp 30.000.000.

Inilah yang dimaksud selebaran itu sebagai kesalahan perhitungan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Dengan temuan ini, sang aktivis Kristen merasa hebat dan memanfaatkannya sebagai senjata untuk menanamkan keragu-raguan terhadap akidah umat Islam.

Tetapi, aktivis Kristen itu telah tertipu dengan temuannya, karena apa yang dikemukakan itu bukan hal yang baru. Para ulama dari jaman terdahulu sudah membahasnya secara tuntas dalam Ilmu Faraidh. Di Indonesia, buku yang sangat populer adalah “Al-Fara’idh, Ilmu Pembagian Waris” karya A Hassan, ulama tersohor dari Persatuan Islam. Buku ini sudah terbit berulang kali sejak tahun 1949.

Masalah kelebihan jumlah bagian ahli waris dibandingkan jumlah harta, dalam Ilmu Faraidh disebut Al-‘Aul. Sebaliknya, kelebihan harta dibandingkan jumlah bagian ahli waris disebut Ar-Radd. Untuk menjelaskan penerapan bab Al-‘Aul dalam faraidh, mari kita terapkan pada kasus yang dikemukakan dalam selebaran itu.

Sebelum melangkah kepada pembagian warisan, perlu dicatat baik-baik bahwa hak warisan sang suami adalah 1/2 atau 3/6, sedangkan hak dua saudara perempuan adalah 2/3 atau 4/6, dan hak ibu adalah 1/6. Dari angka ini, dapat ditentukan perbandingan hak waris antara suami (3/6) dengan dua saudara perempuan (4/6) dan ibu (1/6) adalah 3:4:1.

Dengan kata lain, hak suami adalah 3 bagian, hak dua orang saudara perempuan adalah 4 bagian, sedangkan hak ibu adalah 1 bagian. Total seluruh hak waris adalah 8 bagian. Jumlah 1 bagian warisan adalah Rp 3.750.000 (1/8 x 30.000.000 = 3.750.000).

Dari sini dapat ditentukan pembagian harta warisan (Rp 30.000.000) kepada masing-masing hak ahli waris, antara lain:

Pertama, sang suami mendapat 3 bagian (3 x 3.750.000) = Rp 11.250.000,-

Kedua, 2 saudara perempuan mendapat 4 bagian (4 x 3.750.000) = Rp 15.000.000,-

Ketiga, sang ibu 1 bagian (1 x 3.750.000) = Rp 3.750.000,-

Jelaslah, bahwa pembagian harta warisan menurut Al-Qur`an itu bisa dilakukan dengan adil, rata dan tidak ada satu pun yang salah.

Lalu bagaimana dengan alkitab? Berikut ini adalah daftar kesalahan pada matematis alkitab :

1. SALAH HITUNG JUMLAH KOTA

Yosua 19:
2. Sebagai milik warisan mereka menerima: Bersyeba (1), Syeba (2), Molada (3),
3. Hazar-Sual (4), Bala (5), Ezem (6),
4. Eltolad (7), Betul (8), Horma (9),
5. Ziklag (10), Bet-Hamarkabot (11), Hazar-Susa (12),
6. Bet-Lebaot (13) dan Saruhen (14): tiga belas kota dengan desa-desanya.

Coba hitung ada berapa kota dari ayat 2 sampai ayat 6? Ternyata ada empat belas (14) kota. Tapi mengapa pada akhir ayat 6 hanya ditulis tiga belas (13) kota saja?

Next…

Yosua 19:7 En-Rimon (1), Eter (2), dan Asan (3): empat kota dengan desa-desanya
Coba hitung jumlah kota pada ayat diatas. Pasti jumlahnya ada tiga (3) kota, tapi mengapa pada ayat yang sama malah ditulis empat (4) kota?

Kenapa kitab yg diklaim berasal dari firman Tuhan bisa salah dalam bidang matematis? Kenapa Tuhan yg sejatinya adalah Maha Tahu malah tidak bisa berhitung seperti ini? Padahal di pasal sebelumnya si penulis sudah tepat mengitung sampai 12 dan 14 kota, tapi mengapa di pasal selanjutnya malah error begini?

2. SALAH HITUNG UMUR ANAK

Dalam Bibel ada sebuah ayat yang menceritakan seorang Raja bernama Yoram meninggal kemudian tahta kekuasaanya diserahkan pada anaknya yang bernama Ahazia. Dalam 2 Tawarikh 21:5,19-20, dikatakan bahwa Yoram berusia 32 tahun pada waktu menjadi raja dan memerintah Yerusalem, lalu meninggal karena penyakit pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, yang berarti ia meninggal pada usia 40 tahun. Sementara itu, dalam 2 Tawarikh 22:1-2, setelah Yoram meninggal, ia digantikan oleh Ahazia, anaknya yang berusia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

"Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem ... Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja"(2 Tawarikh 21:5,19-20)

"Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri" (2 Tawarikh 22:1-2)

Kesimpulan dari 2 ayat diatas ialah :

• Usia Yoram (Ayah) saat menjabat sebagai raja = 32 tahun
• Lamanya Yoram (Ayah) menjabat sebagai raja = 8 tahun
• Kemudian Yoram (Ayah) meninggal pada usia = 40 tahun
• Setelah Ayahnya meninggal, Ahazia (Anak) langsung menjabat sebagai raja menggantikan kedudukan Ayahnya.
• Usia Ahazia (Anak) saat menjabat sebagai raja = 42 tahun

Lihat betapa aneh bin ajaibnya ayat diatas, Bagaimana mungkin anak bungsu bisa 2 tahun lebih tua dari ayahnya? Lalu bagaimana dengan anak-anak Yoram lainya yang lebih tua dari Ahazia. pasti usia mereka lebih jauh lagi dari Yoram. benar-benar konyol.

3. SALAH HITUNG TAHUN

1 raja-raja
16:6 Kemudian Baesa mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Tirza. Maka Ela, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
16:7 Juga dengan perantaraan nabi Yehu bin Hanani firman TUHAN telah datang melawan Baesa dan melawan keluarganya, baik karena segala yang jahat yang telah dilakukannya di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN dengan perbuatan tangannya, dan dengan demikian menjadi sama seperti keluarga Yerobeam, maupun oleh karena ia telah membunuh Yerobeam.
16:8 Dalam tahun kedua puluh enam zaman Asa, raja Yehuda, Ela, anak Baesa, menjadi raja atas Israel di Tirza. Ia memerintah dua tahun lamanya.

2 tawarikh 16:1. Pada tahun ketiga puluh enam pemerintahan Asa majulah Baesa, raja Israel, hendak berperang melawan Yehuda. Ia memperkuat Rama dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.

Dalam ayat raja-raja dinyatakan Baesa sudah meninggal dan anaknya Ela, raja Israel menggantikannya pada tahun ke-26 pemerintahan Asa, namun pada ayat tawarikh Baesa justru masih hidup dan pada tahun ke-36 pemerintahan Asa menyerang Yehuda. Bagaimana mungkin seseorang masih bisa menyerang sebuah kota, setelah 10 tahun kematiannya?

4. SALAH HITUNG JUMLAH PENDUDUK

Ezra
2:1 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
2:2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
2:3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
2:4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
2:5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang;

Nehemia
7:6 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya.
7:7 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:
7:8 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang;
7:9 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang;
7:10 bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang;

Dalam kitab Ezra disana dikatakan bahwa jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang dari pembuangan ialah 770 orang. Sedangkan pada kitab Nehemia jumlah penduduk bani Arakh yang berangkat pulang ialah 650 orang. Lalu yang mana yang benar? Tidak mungkin satu kisah yang sama terdapat perbedaan jumlah orang seperti ini kan?

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Sabtu, 23 Mei 2015

BUKTI ALKITAB TELAH DIREVISI


Kali ini saya akan membongkar kecurangan Lembaga Alkitab Indonesia atau LAI (baca: Lie) yang telah merevisi alkitab demi menutupi kesalahan yang ada didalamnya. Berikut ini adalah daftar ayat-ayat yang direvisi oleh LAI :

1. Mikhal Direvisi Menjadi Merab

2 Samuel 6:23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Pada ayat diatss dikatakan bahwa Mikhal mempunyai anak seumur hidupnya, tapi itu kontradiksi dengan ayat yang lainnya, pada ayat berikut ini dikatakan bahwa Mikhal memiliki lima orang anak.

KJV
2 Samuel 21:8   But the king took the two sons of Rizpah the daughter of Aiah, whom she bare unto Saul, Armoni and Mephibosheth; and the five sons of Michal the daughter of Saul, whom she brought up for Adriel the son of Barzillai the Meholathite:

Pada alkitab versi Kings James disana sangat jelas tertulis "and the five sons of Michal" yang artinya "dan kelima anak laki-laki Mikhal". Tapi sekarang mari kita lihat terjemahan versi LAI berikut ini :

2 Samuel 21:8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu,

Disini LAI telah dengan sengaja merubah nama Mikhal menjadi Merab demi menutupi kontradiksi didalamnya. Sekarang coba kita bandingkan dengan alkitab versi Hebruw atau Ibrani berikut ini :

WLC
וַיִּקַּ֣ח הַמֶּ֡לֶךְ אֶתשְׁ֠־נֵי בְּנֵ֨י רִצְפָּ֤ה בַת־אַיָּה֙ אֲשֶׁ֣ר יָלְדָ֣ה לְשָׁא֔וּל אֶת־אַרְמֹנִ֖י וְאֶת־מְפִבֹ֑שֶׁת וְאֶת־חֲמֵ֗שֶׁת בְּנֵי֙ מִיכַ֣ל בַּת־שָׁא֔וּל אֲשֶׁ֥ר יָלְדָ֛ה לְעַדְרִיאֵ֥ל בֶּן־בַּרְזִלַּ֖י הַמְּחֹלָתִֽי

Disana tertulis nama "מִיכַ֣ל/Mikhal" bukan "מֵרַ֔ב/Merab", disini jelas sekali bahwa LAI telah mervisi alkitab demi menutupi kontradiksi ayat didalamnya.

2. Lingkaran Direvisi Menjadi Bulatan

LAI
Yesaya 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Pada ayat diatas tertulis "Bulatan Bumi", LAI telah dengan sengaja merevisi ayat tersebut yang seharusnya berbunyi "Lingkaran Bumi" bukan bulatan. Hal ini demi menutupi fakta bahwa alkitab memiliki paham bumi itu datar dan mempunyai ujung. Sekarang mari kita bandingkan dengan alkitab versi Kings James.

 KJV
Isaiah 40:22   It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:

Pada alkitab versi KJV disitu tertulis "the circle of the earth" yang artinya lingkaran bumi. Bukan bulatan bumi. Sekarang mari kita baca teks aslinya dalam bahasa Ibrani :

WLC
הַיֹּשֵׁב֙ עַל־ח֣וּג הָאָ֔רֶץ וְיֹשְׁבֶ֖יהָ כַּחֲגָבִ֑ים הַנֹּוטֶ֤ה כַדֹּק֙ שָׁמַ֔יִם וַיִּמְתָּחֵ֥ם כָּאֹ֖הֶל לָשָֽׁבֶת

Dalam alkitab berbahasa Ibrani Disana tertulis "ח֣וּג/Circle/Lingkaran" bukan bulatan.

3. Perempuan Direvisi Menjadi Ibu

Yohanes 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Disitu Yesus seolah-olah memanggil ibunya dengan sebutan "Ibu", tapi sekarang coba kita bandingkan dengan alkitab versi KJV berikut ini :

John 2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.

Diatas jelas-jelas tertulis "Woman" bukan "Mather", sekarang bandingkan dengan teks aslinya berbahasa Yunani.

Greek Biblos
καὶ λέγει αὐτῇ ὁ Ἰησοῦς Τί ἐμοὶ καὶ σοί, γύναι; οὔπω ἥκει ἡ ὥρα μου.

Disitu tertulis "γύναι;/Woman/Perempuan" bukan ibu, hal ini ditujukan untuk menutupi prilaku Yesus yang tidak sopan kepada ibunya dengan manggil ibunya "Perempuan" seperti sedang memangil seorang pelacur.

4. 50.070 Direvisi Menjadi 70

LAI
1 Samuel 6:19 Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

KJV
1 Samuel 6:19   And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.

Dengan mengurangi jumblah korban jiwa yang jatuh karena murka tuhan, hal itu ditujukan untuk menutupi keingkaran janji tuhan untuk tidak membinasakan orang lagi dalam ayat berikut :

Kejadian 8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.

5. Israel Direvisi Menjadi Ismael

LAI
2 Samuel 17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

KJV
2 Samuel 17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man's son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab's mother.

LAI merubah nama Israel menjadi Ismael demi menutupi kontradiksi pada ayat berikut :

1 Tawarik 2:17 Abigail melahirkan Amasa dan ayah Amasa ialah Yeter, orang Ismael itu.

6. 7 Tahun Direvisi Menjadi 3 Tahun

LAI
2 Samuel 24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau.

KJV
2 Samuel 24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven yearsof famine shall come to thee in thy land? or wilt thou

Hal itu bertujuan untuk menutupi kontradiksi pada ayat berikut :

1 Tawarik 21:12 tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."

7. Menghilangkan Kata "Sarang Madu"

LAI
Lukas 24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

KJV
Luke 24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.

Entah apa tujuan LAI menghilangkan kata "Sarang Madu" diayat tersebut.

8. Menambahkan Kata "Kamu Katakan"

LAI
2 Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

KJV
2 Corinthians 12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.

LAI menambah frasa "kamu katakan" untuk menciptakan persepsi baru, bahwa Paulus bukanlah seorang pendusta yang licik.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)


NUBUAT DALAM ALKITAB YANG GAGAL


Kali ini saya akan berikan data mengenai nubuat-nubuat dalam alkitab yang sama sekali tidak tergenapi atau meleset.

1. Nubuat Paulus Tentang Kedatangan Yesus

I Tesalonika
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup akan "diangkat" bersama-sama dengan Yesus. Dan akhirnya nubuat ini pun tidak tergenapi.

2. Nubuat Yesus Tentang Hari Kiamat

Matius 10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Matius 16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun kembali ke dunia dengan diiringi malaikat-malaikat Tuhan. Padahal sama seperti di atas, seluruh murid Yesus sudah lebih kurang 2000 tahun lamanya mati.

3. Nubuat Tentang Kematian Zekedia

Yeremia
34:4 Namun demikian, dengarlah firman TUHAN, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman TUHAN mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang!
34:5 Engkau akan mati dengan damai. Dan sebagaimana dinyalakan api untuk menghormati bapa-bapa leluhurmu, raja-raja dahulu, yang hidup sebelum engkau, demikianlah orang akan menyalakan api untuk menghormati engkau, dan akan meratapi engkau dengan berkata: Aduhai, tuan! Sungguh, Akulah yang mengucapkan firman ini, demikianlah firman TUHAN."

Dalam ayat ini Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh.

Yeremia 52:11 Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian raja Babel membawa dia ke Babel dan menaruhnya dalam rumah hukuman sampai kepada hari matinya.

Diceritakan bahwa pada akhir hayatnya, Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

4. Nubuat Tentang Keturunan Yoyakim

Yeremia 36: 30 Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam.

Dalam kitab Yeremia 36:30 tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata juga tidak benar. Namun nubuat ini lagi-lagi meleset.

II Raja-Raja 24: 6 Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Diceritakan Bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin/Yekhonya anaknya.

5. Nubuat Tentang Kematian Anak Amazia

Amos 7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Tetapi menurut 2 Tawarikh 26:1,21, anak Amazia mati karena penyakit kusta.

26:1 Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.
26:21 Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

Jumat, 22 Mei 2015

SAMSON THE STRONG MAN


Kali ini saya akan menceritakah sebuah dongeng yang termaktub didalam alkitab. Pada suatu hari ada malaikat yang menghampiri seorang perempuan mandul untuk memberitakan kabar gembira. Yakni, ia akan melahirkan seorang anak yang akan menyelamatkan bani Israel dari tangan orang-orang Filistin.

Hakim-Hakim
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."

Lalu akhirnya perempuan itupun mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia pun menamainya Simson (Inggris: Samson).

Hakim-Hakim 13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.

Dan ketika Samson beranjak dewasa, ia pernah melawan seekor singa dengan tangan kosong dan ia mencabik-cabik tubuh singa tersebut.

Hakim-Hakim
14:5 Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
14:6 Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

Samson juga pernah mengamuk dan membunuh 30 orang, dan merampas pakaian orang-orang tersebut.

Hakim-Hakim 14:19 Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.

Tidak hanya itu, Samson juga pernah mengalahkan 300 ekor anjing hutan dan menangkapnya hidup-hudup. Lalu ia mengikat semua anjing tersebut dengan cara mengikat ekor-ekor anjing tersebut satu sama lain.

Hakim-Hakim
15:4 Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.
15:5 Kemudian dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai kepunyaan orang Filistin, sehingga terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum dan gandum yang belum dituai dan kebun-kebun pohon zaitun.

Saking kuatnya si Samson ini, ia mampu mengangkat pintu gerbang kota beserta tiang-tiangnya dan palangnya. Lalu ia menaruhnya di kedua bahunya dan membawanya ke puncak gunung.

Hakim-Hakim 16:3 Tetapi Simson tidur di situ sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron.

Dan pada suatu waktu, Samson bertemu dengan seorang pelacur yang bernama Delila dan ia pun mencintai pelacur tersebut.

Hakim-Hakim 16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

Mengetahui hal itu orang-orang Filistin yang sudah geram dengan kelakuan Samson segera menyuap Delila agar ia mau membujuk Samson untuk memberitahukan letak kelemahannya.

Hakim-Hakim 16:5 Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin kepada perempuan itu sambil berkata: "Cobalah bujuk dia untuk mengetahui karena apakah kekuatannya demikian besar, dan dengan apakah kami dapat mengalahkan dia dan mengikat dia untuk menundukkannya. Maka kami masing-masing akan memberikan seribu seratus uang perak kepadamu."

Setelah tiga kali gagal membujuk Samson agar mau memberitahukan rahasia kekuatannya, akhirnya Samson pun memberitahu Delila bahwa letak kelemahannya ada pada rambutnya. Jika rambut Samson dicukur, maka ia akan kehilangan kekuatannya.

Hakim-Hakim
16:17 Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: "Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain."
16:18 Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: "Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku." Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.
16:19 Sesudah itu dibujuknya Simson tidur di pangkuannya, lalu dipanggilnya seorang dan disuruhnya mencukur ketujuh rambut jalinnya, sehingga mulailah Simson ditundukkan oleh perempuan itu, sebab kekuatannya telah lenyap dari padanya.

Lalu seketika itu juga orang-orang Filistin menangkap Samson dan mencungkil kedua matanya.

Hakim-Hakim 16:21 Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

Setelah memenjarakan Samson, orang-orang Filistin itu bermaksud menjadikan Samson sebagai bahan tertawaan. Mereka memerintahkan Samson untuk melawak dihadapan mereka.

Hakim-Hakim 16:25 Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.

Tidak terima dengan perlakuan mereka, maka Samson pun bermaksud untuk membalas dendam. Dan ia pun meminta kekuatan sekai lagi kepada Tuhan. Dan pada akhirnya ia berhasil merubuhkan istana rumah dimana terdapat Raja-Raja yang memusuhinya. Dan ia pun mati bersama mereka.

Hakim-Hakim
16:28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin."
16:29 Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya.
16:30 Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.
16:31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya. Dia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tahun lamanya.

Demikianlah dongeng hari ini, semoga dongeng tersebut bisa menjadi referensi para orang tua untuk mendongengi anak-anak mereka. Aamiin.. :)

SIAPAKAH NABI PALSU DI PADANG GURUN?


Saya yakin rata-rata kita sudah pernah, bahkan sering, disodori ayat ini :

[Matius 24:26] "Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya."

Oleh para kristen penghujat Islam, ayat ini diyakini sebagai sebuah nubuat tentang nabi palsu, dan dengan penuh percaya diri biasanya mereka lontarkan sebagai dasar untuk menuduh Nabi Muhammad saw sebagai nabi palsu.

Sejujurnya, saya tidak habis pikir bagaimana gereja, atau yang mewakili kepentingan gereja, menanamkan hal ganjil seperti ini di kepala setiap laskar penghujat Islam mereka sehingga demikian kuat meyakininya sebagai sebuah keniscayaan?

Menurut mereka, "Ia yang ada di padang gurun" itu adalah nabi Muhammad saw, karena beliau tinggal di gurun. Sedangkan "di dalam bilik" adalah Ka'bah dalam artian ajaran Islamnya. Tapi coba mari sama-sama kita teliti lagi baik-baik "Dogma Gila" ini dengan kepala dingin.

• PADANG GURUN

Bukankah semua nabi-nabi terdahulu dan orang-orang suci yang dikisahkan dalam alkitab juga tinggal di padang gurun? Sebut saja secara random nama-nama seperti Markus, Petrus, Yudas, Abraham, Musa, Paulus, Daud, Salomo, Yohanes, dan entah siapa lagi, pilih saja sendiri, tokh semuanya juga tinggal di padang gurun?

Jika Matius 24:26 itu dianggap untuk Nabi Muhammad saw, maka sebaliknya siapa pun sah-sah saja mengatakan bahwa sebenarnya itu untuk Paulus. Kenapa? Tokh Paulus juga tinggal di padang gurun? Memangnya dia tinggal di bagian mana jazirah Timur Tengah yang bukan padang gurun? Siapa sih yang tidak tahu bahwa pada awal abad Masehi dulu hampir tidak ada wilayah di seluruh kawasan timur tengah yang bukan padang gurun?

Lalu, sebenarnya siapa yang bodoh di sini, orang yang mengaku sebagai Matius sang penulis injil, atau umat pengkut Paulus yang selalu mengalami kemacetan nalar kronis sehingga kerapkali gagal berfikir?

Jika benar Matius 24:26 adalah sebuah ramalan, atau istilah kerennya nubuat, kenapa Matius menulis bahwa nabi palsu itu akan datang dari padang gurun, sementara semua penduduk timur tengah yang membaca tulisannya, termasuk dirinya sendiri juga tinggal di padang gurun? Bukankah ini sama saja artinya dengan membuat pernyataan bahwa kelak akan datang nabi palsu, matanya ada dua, satu di kiri satu lagi di kanan? Ini betul-betul sebuah lelucon yang tidak megandung makna sama sekali!

Karena bangsa Yahudi dan semua pengikut Yesus pada jaman itu hidup di padang gurun, maka "dari padang gurun" dalam ayat tsb bisa berarti datang dari mana saja di lingkungan mereka (tidak harus dari Arab), bahkan bukan mutahil sebenarnya datang dari kalangan murid-murid, atau yang mengaku-ngaku sebagai murid Yesus sendiri!

Coba fikirkan sendiri dan ingat-ingat lagi, nabi mana yang semasa hidupnya tidak tinggal dan mondar-mandir di padang gurun? Ada? Lebih lucu lagi, ayat Matius 24:26 yang menyebut padang gurun itu juga menuliskan "Janganlah kamu pergi ke situ."

Lha? Kalau dilarang ke padang gurun, ke mana lagi penduduk Yerusalem atau bangsa Yahudi Israel harus pergi, sedangkan sekeliling mereka adalah padang gurun?

• IA ADA DI DALAM BILIK

Pemahaman bahwa di dalam bilik adalah Ka'bah juga tidak kalah heboh melawan akalnya!

Ka'bah adalah rumah, umat Islam menyebutnya Baitullah, atau rumah Allah. Jadi, jelas sekali tidak dapat diartikan sebagai bilik. Bilik atau kamar adalah bagian dari rumah, alias bukan rumah itu sendiri. Aneh bukan, jika akal sehat para penghujat Islam ini sudah tidak mampu lagi untuk sekedar membedakan arti yang benar antara rumah dan bilik saja?

Jika memang betul yang dimaksud oleh Matius 24:26 adalah Ka'bah, kenapa Tuhan tidak menyebutnya secara gamblang saja? Apa sih susahnya bagi Tuhan untuk berfirman misalnya begini: "Nabi palsu itu akan keluar dari dalam Ka'bah di Mekkah. Ka'bah dulunya adalah tempat beribdah kaum Quraisy yang banyak berhalanya."

Kenapa Tuhannya Matius tidak menyuruh Roh Kudus membimbingnya untuk menuliskan nubuat seperti itu saja agar pengikut Paulus tidak terus menerus kebingungan, lalu secara serampangan cari kambing hitam menuduh Nabi Muhamad saw sebagai nabi palsu?

Lagi pula jika mereka buka lagi Matius 24:26 dan baca versi bahasa Inggerisnya, kata "bilik" tersebut ditulis sebagai "secret places or inner rooms" yang dalam bahasa indonesia artinya adalah "kamar-kamar rahasia."

Memangnya bangunan Ka'bah ada berapa, sehingga disebut dalam bentuk jamak sebagai kamar-kamar rahasia? Lalu, rahasianya sendiri apa? Sejak jaman Adam hingga hari ini rasanya belum pernah ada catatan sejarah yang menuliskan bahwa Ka'bah dianggap, apalagi sampai dijadikan sebagai kamar rahasia!

Dan yang paling konyol dari pemahaman ngawur menyangkut Matius 24:26 ini adalah frase "Ia ada di dalam bilik" yang diklaim sebagai fakta bahwa (seolah-olah) Nabi Muhammad saw berada di dalam Ka'bah!

Wahai para penghujat Rasulullah saw, ketahuilah bahwa Nabi Muhammad saw:

Tidak dilahirkan di dalam Ka'bah,
Tidak dibesarkan di dalam Ka'bah
Tidak bertempat tinggal di dalam Ka'bah,
Tidak makan minum di dalam Ka'bah,
Tidak melaksanakan shalat di dalam Ka'bah,
Tidak pernah bersembunyi di dalam Ka'bah, dan ini yang terpenting,
Tidak pernah dipenjara di dalam Ka'bah.

Sekarang coba fikir sendiri, di mana letak kebenaran klaim bahwa Matius 24:26 itu menunjuk kepada Nabi Muhammad saw dan Ka'bah?
Apa pun argumen menyangkut klaim salah kaparah ini jelas-jelas CACAT LOGIKA!
Lain halnya bila ditujukan kepada Paulus dari Tarsus. Nampaknya semua makna dalam rangkaian sabda Yesus seperti dimaksud dalam Matius 24:24-26 cocok untuknya.

Tanah asalnya (apalagi pada abad pertama Masehi dulu) adalah padang gurun. Dia mengaku-ngaku bertemu Yesus dalam perjalanannya menuju Damsyik, yang juga padang gurun. Yesus bahkan sudah lebih dulu memperingatkan (lihat Matius 24:24-25) bahwa nabi palsu atau yang mengaku-ngaku sebagai messias (dalam hal ini Paulus mengaku dirinya telah membebaskan pengikut Yesus dari keterikatan pada hukum Torah) akan berusaha menyesatkan orang-orang pilihan. Dia banyak sekali menuliskan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat-mukjizat semisal dirinya telah dipilih oleh Yesus sejak dalam kandungan, atau bertatap muka secara langsung dengan roh Yesus (tapi nyatanya hampir mustahil untuk dibuktikan), menyebuhkan penyakit dsb. Dan ini yang terpenting;
Dia mempersiapkan ajarannya yang sejak awal disebut-sebut oleh Yesus sebagai penyesatan, dari dalam bilik-bilik rahasia (di bawah tanah) di mana dirinya dipenjara.

Alkitab sendiri mencatat bahwa karena alasan yang kurang jelas, sebagaimana tertulis dalam Kisah para Rasul, Paulus berulangkali dipenjarakan. Dia pernah dipenjara di Filipi, di Korintus, di Yerusalem, di Kaisarea, di Roma, dan patut juga diduga di Efesus, sehingga frase "kamar-lamar rahasia" tempat sang nabi palsu itu bersemayam seperti disebut di atas tadi sama sekali tidak keliru!

Bagaimana? KLOP BANGET, bukan?

HUKUM RAJAM DALAM ISLAM


Memang secara sekilas dan lewat kaca mata orang awam, hari ini kita tidak akan menemukan ayat Quran yang memerintahkan hukum rajam bagi pezina. Namun adalah sebuah kesalahan fatal kalau kemudian disimpulkan bahwa agama Islam tidak mensyariatkan hukumrajam bagi pezina. Ada dua kemungkinan mengapa ada orang bicara demikian. Pertama, mungkin ilmunya belum sampai. Kedua, ilmunya sudah sampai tapi hatinya memang ingkar kepada Allah.

Kalau kesalahan itu tidak disengaja, mungkinkarena keterbatasan ilmu, kurang wawasan, kurang bacaan, kurang banyak mengaji ilmu syariah kepada para ulama, rasanya kita pun masih bisa memaklumi. Namanya juga orang lagi belajar, wajar kalau ilmunya terbatas dan kesimpulannya salah. Tetapi kalau kesalahannya itu memang disengaja, dia tahu bahwa syariat Islam menetapkan hukum rajam buat pezina, tapinyata-nyata inginmengingkari salah satu dari ijma' ulama tentang kewajiban merajam pezina, maka levelnya sudah sampai kufur.

Dan kalau judulnya sudah ingin merusak syariat Islam lewat pendapat-pendapat nyeleneh ala JIL dan sejenisnya, sambil membodoh-bodohi umat Islam yang memang kebetulan rada awam dengan syariah, maka urusannya jadi beda. Urusannya tidak sesederhana dengan sekedar tidak tahu. Yang model begini perlu diberi pelajaran sedikit biar mulutnya tidak asal jeplak.

• Ayat Rajam Dalam Al-Quran

Memang benar bahwa di dalam Al-Quran kita tidak menemukan ayat yang berisi perintah untuk merajam pezina. Namun sebagaimana kita tahu, syariat Islam bukan hanya Al-Quran, hadits nabawi pun merupakan syariat Islam.

Bahkan pada hakikatnya hadits nabawi itu pun wahyu dari Allah SWT juga. Hadits bukan semata-mata perkataan seorang nabi, tetapi lebih dari itu, apa yang keluar dari mulut nabi SAW adalah wahyu yang turun dari langit.

Maka siapa pun yang menolak keberadaan hadits nabi yang shahih, pada hakikatnya dia sedang ingkar kepada kitabullah dan wahyu dari langit. Otomatis dia sedang kafir kepada Allah SWT.

"Dan tiadalah yang dia (Muhammad) ucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan" (QS. An-Najm: 3-4)

• Hadits Tentang Rajam

Syariat untuk merajam pezina punya dasar yang sangat kuat, karena haditsnya dishahihkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

Dari Masruq dari Abdillah ra berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina, orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah." (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmizy, An-Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimy)

Orang yang berzina halal darahnya menurut hadits di atas. Maksudnya memang harus dibunuh. Dan bentuk pembunuhannya adalah rajam sebagaimana praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, sesuai yang tertulis pada hadits-hadits berikut :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki dari kaum muslimin datang kepada Rasulullah saw. ketika sedang berada di dalam mesjid, lalu ia berseru memanggil beliau: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku telah berzina. Lalu Rasulullah saw. memalingkan diri darinya sehingga orang menghadapkan dirinya ke arah wajah beliau dan berkata lagi: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku telah berzina. Rasulullah saw. kembali memalingkan diri darinya sehingga orang itu mengulangi ucapannya sebanyak empat kali. Setelah ia bersaksi atas dirinya sebanyak empat kali, Rasulullah saw. memanggilnya dan bertanya: Apakah kamu gila? Lelaki itu menjawab: Tidak. Beliau bertanya lagi: Apakah kamu seorang yang pernah kawin? Lelaki itu menjawab: Ya. Maka Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat: Bawalah ia pergi lalu rajamlah!. (Shahih Muslim No.3202)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa Nabi saw. bertanya kepada Ma`iz bin Malik: Apakah benar berita yang sampai kepadaku mengenai dirimu? Ma`iz bin Malik bertanya: Apakah yang telah engkau dengar tentang diriku? Rasulullah saw. bersabda: Aku mendengar bahwa kamu telah berzina dengan seorang anak perempuan keluarga si fulan. Ma`iz bin Malik menjawab: Ya, benar! Bahkan ia bersaksi empat kali, kemudian Rasulullah saw. memerintahkan lalu ia dirajam. (Shahih Muslim No.3205)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dan Zaid bin Khalid Al-Juhani ra.:
Bahwa seorang lelaki Arab badui datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, aku mengharapkan engkau hanya untuk memutuskan perkaraku sesuai dengan Kitab Allah. Lalu pihak lain yang berperkara berkata, sedang ia lebih pandai: Ya, putuskanlah perkara kami dengan Kitab Allah, dan izinkanlah aku bicara! Rasulullah saw. berkata: Silakan, bicaralah! Dia pun lalu berbicara: Sesungguhnya anakku sebagai pekerja upahan pada orang ini lalu ia berzina dengan istrinya. Kemudian aku diberitahukan bahwa anakku itu harus dirajam sehingga aku menebusnya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak perempuan. Dan aku juga telah menanyakan kepada orang-orang yang berilmu lalu mereka menjawab bahwa anakku hanya harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun, sedangkan istri orang ini harus dirajam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Demi Tuhan Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku akan memutuskan dengan Kitab Allah! Seorang budak perempuan dan kambing harus dikembalikan dan anakmu harus didera seratus kali serta diasingkan selama setahun. Sekarang pergilah kepada istri orang ini, wahai Unais. Jika ia mengaku, maka rajamlah ia. Selanjutnya Unais pun datang menemui wanita tersebut dan ia mengakui perbuatannya. Maka sesuai dengan perintah Rasulullah saw. wanita itu harus dirajam. (Shahih Muslim No.3210)

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

BUMI BERASAL DARI AIR


Alkitab memberikan informasi mengenai geologi, yakni asal muasal dari bumi. Alkitab menyatakan bahwa bumi itu berasal dari air, hal ini dinukilkan dalam ayat berikut :

2 Petrus 3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,

Sekarang mari baca informasi dari para ilmuan modern tentang geologi dibawah ini :

• Proses Terbentuknya Bumi

Bumi merupakan planet urutan ke-tiga dari sembilan planet yang mengelilingi matahari dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh mahluk hidup. Bumi terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, dengan radius ± 6.370 km. Bumi memiliki 2 macam lapisan, yaitu lapisan internal (dalam) dan lapisan eksternal (luar).

1. Lapisan dalam merupakan lapisan pembentuk bumi.
2. Lapisan luar merupakan lapisan yang melindungi bumi dari meteor atau benda-benda luar angkasa lainnya.

Bumi berasal dari suatu gumpalan gas raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi Bima Sakti, lalu sistem tata surya. Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendingin dan memadat sehingga terbentuklah bumi. Diameter bulatan Bumi adalah 12.742 KM.

• Lapisan Dalam Bumi

Secara struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Kerak Bumi (crush)

Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (46,6%), Silikon (27,7%), Aluminium (8,1%), Besi (5,0%), Kalsium (3,6%) Natrium (2,8%), Kalium (2,6%) dan Magnesium (2,1%). Unsur–unsur tersebut membentuk satu senyawa yang disebut dengan batuan.

2. Selimut atau selubung (mantle)

Merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.

3. Inti Bumi (core)

Terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.

A. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 oC.
B. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 oC.

Dari data diatas kita bisa simpulkan bahwa bumi itu terbentuk dari gumpalan debu panas yang meledak, yang kemudian memadat menjadi bulatan bumi. Sedangkan air sendiri hanyalah bagian kecil dari bumi yang menenepati permukaan bumi. Permukaan bumi memang terdiri dari 70% air. Tapi ingat, itu hanyalah permukaannya saja. Lautan yang terdalam yang pernah terukur oleh manusia saat ini hanya mcapai kedalaman 10,9 KM, sedangkan jauh pada kedalam ribuan KM dibawah permukaan laut terdiri dari bebatuan padat dan magma yang berada pada inti bumi. Jadi klaim bahwa bumi berasal dari air hanyalah sebatas klaim kosong yang tidak ilmiah. Itu hanyalah pengamatan dari kaca mata orang-orang awam yang tidak mengetahui lapisan-lapisan bumi, diameter bumi dll.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

ARTI ESA/AHAD/ECHAD


Di dalam Al Qur'anul kariim padanan nya adalah sama dengan kata احد dalam bahasa 'arab, kedua kata ini sama sama bermakna SATU, atau lebih jelasnya adalah SENDIRI. Bisa kita lihat di dalam Al Qur'anul kariim.

ALLAH AZZA WAJALLA Berfirman::

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ -١- اللَّهُ الصَّمَدُ -٢- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ -٣- وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ -٤-

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa (ACHAD)
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun (ACHAD) yang setara dengan Dia". (QS. Al Ikhlash:1-4)

Makna ACHAD diayat pertama, bermakna NUMERIK yaitu SATU, sedangakan di ayat keempat bermakna MUTLAK DIRI yaitu "SENDIRI". Benarkan kata ACHAD dalam bahasa 'arab bermakna SENDIRI. Perhatikan ayat dibawah ini.

Ini adalah pecahan dari kata احد :

أَحَدُهُمْ
أَحَدَهُمُ
Achadu-hum
Achadahumu
Seseorang dari mereka

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ [٢٣:٩٩]
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (ACHADUHUM), dia berkata: "Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia), (QS. Al Mu'minuun:99)

أَحَدٍ
أَحَدًا
أَحَدَ

Achadin
Achadan
Achada
Seorang

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ [٦٩:٤٧]
Maka sekali-kali tidak ada seorangpun (ACHADIN) dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (QS. Al Haqqah:47)

أَحَدَكُمُ
أَحَدُكُمْ
أَحَدَكُم
Achadukum
Achadakumu
Seorang dari kamu

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ [٦:٦١]
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu (AHADUKUMU), ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (QS. Al An'aam:61)

إِحْدَاهُمَا
Ichdaa-humma
"seorang dari kedua orang (Feminim)"

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ [٢٨:٢٥]
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua (Ichdahuma) wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". [Al Qashash:25]

أَحَدٌ
Achadun = seorang pun

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ [٨٩:٢٦]
dan tiada seorangpun (achadun) yang mengikat seperti ikatan-Nya. [Al Fajr:26]

أَحَدِهِم
Achadihim
أَحَدُهُم
achaduhum
أَحَدِهِمْ
Achadihim
Seorang dari mereka

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ [٢٤:٦]
Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. [An-Nur:6]

إِحْدَاهُنَّ
Ichdaahunna
"seseorang dari mereka (feminim) "

وَإِنْ أَرَدتُّمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا ۚ أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا [٤:٢٠]
Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? [An Nisa:20]

أَحَدِهِمَا
Achadi-hima
أَحَدُهُمَا
Achadu-huma
أَحَدُهُمَا
Seorang dari dua orang

۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ [٥:٢٧]
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (ACHADI-HIMA) (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS. Al Maidah:27)

إِحْدَى
Ichda = SALAH SATU
إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ [٧٤:٣٥]
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu (ICHDA) bencana yang amat besar, (QS. Al Mudattsir:35)

أَحَدُكُمَا
Achadu-kumaa
salah seorang dari dua orang

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ [٦٣:١٠]
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu (achadukuma); lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al Munafiqun:10)

أَحَدَنَا
Achad-anaa
"seorang dari kami"

قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ [١٢:٧٨]
Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami (Achada-na) sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik". (QS. Yusuf:78)

ShodaqAllaahul 'adzhiim bi Kulli kalaamih
Maha Benar ALLH Maha Agung dengan segala FirmanNya

Dari ayat diatas jelas sudah, membantah bahwa kata ACHAD احد dalam bahasa 'arab bukan bermakna SATU KESATUAN melainkan ESA (SATU) Individual yaitu SENDIRI. Jikalau ALLAH itu ACHAD jelas bahwa DIA HANYA SENDIRI yaitu SATU PRIBADI, SEORANG ITU HANYA SATU PRIBADI,memiliki bermacam SIFAT.

Lalu bagaimana kata ECHAD dalam bahasa ibrani?

====================
Echad didalam Perjanjian Lama
====================

Word: אחד
Pronounc: ekh-awd'
Strong: ‪#‎h259‬
Transliter:
a numeral from 0258 (אחד) ; TWOT-61; adj

AV-one 687, first 36, another 35, other 30, any 18, once 13, eleven + 06240 (עשר) 13, every 10, certain 9, an 7, some 7, misc. 87; 952

1) one (number)
1a) one (number)
1b) each, every
1c) a certain
1d) an (indefinite article)
1e) only, once, once for all
1f) one...another, the one...the other, one after another, one by one
1g) first
1h) eleven (in combination), eleventh (ordinal)

Dari kamus lexicon di atas adakah kata SATU KESATUAN?

Genesis 1:5 יוֺם אֶחָד:
YOM ECHAD
"Hari PERTAMA"

Genesis 1:9 אֶל-מָקוֺם אֶחָד :
EL-MAQOM ECHAD
"Pada SATU Tempat"

Genesis 2:24 לְבָשָׂר אֶחָד:
LE-BASAR ECHAD
"untuk SATU Daging"

Ayat kejadian:2:24 ini adalah dasar yang dipakai oleh pemuja yesus sebagai arti makna ECHAD itu kesatuan. Kalimat Satu Daging (Basar Echad) ini tidak bisa di sangkut pautkan menjadi konsep Echad di dalam Shema', karna konteks ayat diatas adalah satu daging dalam artian kiasan, bukan berarti daging menjadi satu. Karena kalimat "satu" orang pasti bisa mengerti angka "satu" itu hanya sendiri tidak lebih. Didalam shema' maupun al ikhlas ayat 1, dan markus:12:29 itu menyatakan "YHWH ECHAD" yaitu YHWH itu SATU,ESA atau SENDIRI.
semakna dengan ahad.

Genesis 11:6 עַם אֶחָד
"SATU Bangsa"

Ayat diatas bukan bermakna satu kesatuan, melainkan pengunaan echad merujuk ke suatu komunitas yang lebih dari satu orang, ayat ini pun bukan dasar dari SATU KESATUAN. Ayat ini konteksnya yaitu Bangsa, karna kalimat bangsa itu adalah orang-orang yang lebih dari satu. Jadi kalimat Echad itu bisa bermakna Esa dan bisa bermakna Satu Kesatuan akan tetapi harus sesuai konteksnya, kalimatnya bermakna kiasan atau harfiah. Jika Shema dan Al ikhlash, serta Markus:12:29 dinyatakan Tuhan itu Esa dalam Kesatuan, ini jelas janggal, karena konteks di ayat tersebut menyatakan YHWH ECHAD/ALLAH AHAD. Kita tahu bahwa TUHAN itu SATU, jadi jelas makna ayat itu adalah SENDIRI bukan Satu Kesatuan.

Genesis 42:11 בְּנֵי אִישׁ-אֶחָד :
"beney isy-ECHAD"
"anak-anak SATU ayah"

Genesis 42:16 שִׁלְחוּ מִכֶּם אֶחָד :
"syilchu mikem ECHAD"
"utuslah darimu SEORANG"

Ayat-ayat diatas sudah jelas membantah bahwa kata ACHAD-ECHAD itu bukan bermakna SATU KESATUAN yang di anggap sebagai dasar trinitas. Didalam Targum kata ECHAD diterjemahkan menjadi CHAD
"חד" jadi dimanakah dasar SATU KESATUAN itu???

===========
KAMUS INDONESIA
===========

[KBBI]
esa num tunggal; satu;
— hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr — , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;
ber=e=sa-e=sa=an v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;
meng=e=sa=kan v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu);
ke=e=sa=an n sifat yg satu: ~ Tuhan

[THESAURUS]
Esa, Ahad, Satu, Tunggal;

[KAMUS SEASITE]
Esa : Tidak ada duanya; satu; tunggal; eka.

So! Dimanakah dasarnya ECHAD DAN ACHAD itu artinya adalah SATU KESATUAN? Apalagi di dalam Al Ikhlash dan Syema' jelas maknanya ESA (SENDIRI) bukan dua ataupun tiga pribadi jadi satu.

wallaahu a'laam bi showaab
Jazakaallaahu khayron katsiroon
Todah Rabbah

Refrensii :

1.Al Qur'anul Kariim
2.TaNa"Kh , Westminster Lenigrad Codex
3.Targum Onqelos
4. di dalam Hebrew Morphology Lexicon, kata ECHAD di sebut "NUMERAL CARDINAL" (Angka Utama)
5.Hebrew Lexicon Bible

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)

BUKTI SEJARAH TERBELAHNYA BULAN


Terdapat bayak Mukjizat-mukjizat yang diingkari oleh kaum musyrik disebabkan kedengkian mereka terhadap islam,  Di antaranya adalah Mukjizat Peristiwa terbelahnya Bulan yang disebutkan dalam Al-Quran di Zaman Rasulullah Saw atau 14 Abad yang lalu:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آَيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ * وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ

“Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”  [القمر: 1-3]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِقَّتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ اشْهَدُوا ‏”‏

“Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah”  (HR. Muslim: 7249)

Dalam diriwayat lain dijelaskan bahwa  Ketika kaum Kafir Makkah meminta Rasulullah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah serta menguji kebenaran Risalah baginda Rasulullah dengan memintanya Membelah Bulan, maka Allah Swt mengabulkan Doa beliau hingga pada malam hari tampaklah bulan terbelah menjadi Dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi  Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira , tapi mereka Kafir Makkah malah mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata: “Muhammad telah Menyihir Kita”, kemudian sebagiannya berkata:  “ jika benar kita tersihir dia tidak akan bisa menyihir semua manusia Maka tunggulah sampai datang berita dari Orang-orang yang melakukan perjalanan jauh, ketika mereka (para Musafir) tiba mereka pun mengatakan bahwa mereka menyaksikan hal yang serupa. Tetapi Kaum Kafir Makkah tetap mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata : “…(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

Beranjak Dari berbagai Riwayat yang serupa, kita dapat meyimpulkan bahwa kejadian itu tidak hanya disaksikan oleh kaum Kafir Makkah saja tetapi Manusia yang berada di tempat selain Makkah pun pada waktu itu dapat menyaksikan peristiwa itu seperti yang dilakukan oleh Abu Jahal bahwa dia pernah menunggu para pedagang yang berdatangan dari berbagai Negeri jauh (seperti Syam) untuk menanyakan Peristiwa tersebut, maka mereka juga menyaksikan hal tersebut.

Bagaimana Islam masuk ke India ?


Masjid Malik Cheraman
Terdapat sebuah wawancara dengan Raja Valiyathampuram (87 tahun) dari Kodungallur di Central Kerala, beliau adalah keturunan dari Raja Cheraman Perumal (India pertama yang memeluk Islam pada awal abad ke-7), jika berbicara dengannya seakan berbicara mengenai sejarah, Dalam wawancaranya bersama AU Asif (Pewawancara) tersebut beliau sempat ditanya: apakah benar Islam masuk ke india melalui Mukjizat pembelahan Bulan yang dilakukan Oleh Nabi Muhammad atau islam masuk ke india tidak dengan Pedang?

Beliau menanggapi pertanyaan itu dengan menjelaskan bahwa: awal masuknya Islam ke India disebabkan peristiwa Bulan terbelah yang pada suatu malam, saat sang Raja bersama Istrinya berada di atas Istana tiba-tiba mereka menyaksikan Bulan yang terbelah menjadi dua bagian. Lewat para pengembara dan pedangang dari berbagai Negeri asing sang Raja pun akhirnya tahu bahwa kejadian itu merupakan Mukjizat Nabi Muhammad yang berada di Jazirah Arab.
Maka Sang Raja pun pergi menemui Rasulullah Saw setelah membagi-bagikan harta kerajaannya dan menunjuk putranya menjadi Gubernur serta membagikan tanahnya kepada para pemimpin Lokal untuk menjamin kesejateraan kehidupan Kerajaannya.

Beliau masuk Islam di tangan Rasulullah Saw yang disaksikan oleh Abu Bakar Radiallahu Anhu dan mengganti namanya menjadi Tajuddin, Sang Raja meninggal dalam perjalanan kembali ke India dan dimakamkan di jalan di tepi Laut Arab. Dikatakan bahwa sang Raja Muslim ini telah mengirim Surat kepada para menteri lokal kerajaannya lewat Malik bin Dinar sahabat Nabi.

Dalam suratnya Beliau berwasiat bahwa si pembawa surat ini harus mendapat perhatian ekstra, penjamuan dan memuliakannya serta mengizinkannya untuk membangun mesjid di Negeri India pada saat itu. Karena menghormati Raja Cheraman, Penguasa Kerala membagun Mesjid (dibangun pada awal abad ke-7) di Kodungallur yang dikenal sebagai Masjid Malik Cheraman.

Sampai sekarang mesjid tersebut masih ada, seperti yang dijelaskan oleh Raja Valiyathampuram bahwa mesjid itu adalah mesjid tertua di India yang namanya diambil dari Cheraman Perumal dan Malik Ibn Dinar, dan digabungkan menjadi `Masjid Malik Cheraman`. Pemimpin pada waktu itu memudahkan urusan Malik Bin Dinar R.a untuk menyebarkan Islam di India degan kebenaran Mukjizat terbelahnya Bulan.

Seperti yang diceritakan bahwa Malik Bin Dinar wafat di Kasaragod yang kini bernama Karnataka. Raja Cheraman dan Malik Bin Dinar keduanya dikuburkan sisi Laut Arab di mana satunya di Saalala di Oman dan satunya lagi ada di Kasaragod di India. Dengan kata lain, kuburan mereka terhubung dengan air laut.

Manuskrip Kuno
Juga hal yang sama dialami oleh bangsa dan kebudayaan-kebudayaan lain sebagian dari mereka mencatat keajaiban peristiwa itu , seperti yang terdapat dalam manuskrip Madrid dan Manuskrip Bangsa Maya kuno dalam Ilmu perbintangan.
http://www.mayalords.org/
http://www.mayalords.org/restfldr/persia.html



Menunjukkan bahwa dalam manuskrip Persia ini terdapat salah seorang Lelaki yang menunjuk ke arah Bulan Yang terbelah.
Sejak dahulu bangsa Maya dikenal sangat mengemari Ilmu Astronomi dan merupakan salah satu negeri yang maju dalam bidang ilmu tersebut. Tetapi dalam salah satu Manuskripnya menunjukkan bahwa Mereka (Bangsa Maya) Menganggap di Bulan telah terjadi gempa dan memyebabkan terbelahnya Bulan menjadi dua bagian.


Naskah yang menunjukkan keadaan Bulan dalam gambar Telinga kelinci dan wajahnya yang pecah dan ditandai dengan Simbol Dewi Bulan. Persitiwa pembelah Bulan tercatat dalam Manuskrip Pasir dan India pada waktu yang berdekatan yaitu awal abad ke-7 Masehi dan Sejarawan juga mengatakan bahwa di salah satu Kuil Kuno di Cina tertulis mengenai peristiwa itu.


Teks bahasa Inggris:
At the top of page 139 in the 1997 Maya Hieroglyphic Forum, the dot and bar numbers have been inserted as corrections for the tops of the other columns (missing in V and K’s works). On the basis of the number sequences, the date of the first (and, what I am surmising, was the original change) is 9.9.9.16.0 or the Gregorian date of 9 February 623 (the Julian date calculated the 6th of February, that same year).

Dalam naskah diatas menujukkan tahun 623 Masehi, sesuai dengan jumlah waktu menetap Rasulullah  Saw di Makkah sebelum Hijrah ke Madinah. Rasulullah Saw dilahirkan pada Tahun 570 atau 571 Masehi, kemudian hidup di Makkah selama 53 tahun ( 40 sebelum menjadi Rasul + 13 setelah diangkat menjadi Rasul )
Jika pada tahun 571 (kelahiran Nabi) + 53 ( kehidupan Nabi selama di Makkah sebelum Hijrah)

Atau Tahun 623 Masehi : Jika kita mulai menghitungnya pada tahun 570 Masehi..Persisi dengan tahun yang disebutkan dalam Naskah bangsa Maya di atas, serta tahun di mana terjadinya Peristiwa tebelahnya Bulan di Akhir-Akhir tahun Rasulullah berada di Makkah sebelum Hijrah.

AL-QURAN MEMBAHAS JENIS KELAMIN PADA BAYI


Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur’an diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.

Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

Kamis, 21 Mei 2015

SIAPAKAH TUANNYA DAUD?


Sejarah Daud, perbuatannya yang luar biasa, dan tulisan-tulisan kenabiannya, terdapat dalam dua kitab Perjanjian lama yakni Mazmur dan Samuel. Ia adalah anak bontot Yishai (Yessie) dari suku Yudas. Ketika masih seorang gembala muda, ia sudah mampu membunuh seekor beruang dan mencabik-cabik dua ekor singa. Anak muda yang gagah berani itu mengayunkan sebuah batu kecil persis ke dahi Goliat, seorang jawara Filistin dan Daud menyelamatkan Israel . Hadiah tertinggi untuk prestasi yang terbaik dalam menunjukkan keberanian adalah Michal, anak perempuan Raja Saul.

Daud pandai bermain harpa dan seruling, dan ia adalah penyanyi yang bagus. Pelarian dia dari bapak mertuanya yang iri hati, petualangan dan perbuatan-perbuatan luarbiasa nya sebagai seorang bandit sudah banyak diketahui. Saat kematian Saul, maka Daud diundang oleh masyarakat untuk menerima mahkota kerajaan, untuk mana sudah lama sebelumnya ia diberi upacara perminyakan suci oleh nabi Samuel. Ia memerintah selama sekitar tujuh tahun di Hebron . Ia mengambil Yerusalem dari kaum Yebusit dan menjadikannya ibukota kerajaan.

Dua bukit atau gunung, di Yerusalem diberi nama “Moriah” dan “Sion”. Kedua kata ini memiliki pengertian dan makna yang sama sebagai “Marwah” dan “Shafa” yang terkenal di Mekkah, yang berturut-turut artinya adalah “tempat bayangan Tuhan” dan “cadas atau batu”.

Berbagai perang yang dilakukan Daud, berbagai kesulitan keluarganya yang berat, dosanya terhadap tentara yang beriman, Uria dan Batsyeba (istrinya Uria), tidak dibiarkan tanpa hukuman. Ia berkuasa selama empat puluh tahun. Kehidupannya diwarnai dengan peperangan dan kesedihan keluarga. Ada beberapa cerita kontradiktif mengenai dia yang jelas-jelas berasal dari dua sumber yang berlawanan.

Kejahatan Daud dalam kaitannya dengan Uria dan istrinya (2 Samuel 11) bahkan tidak disinggung dalam Al-Qur’an. Itulah keunggulan al-Qur’an yang mengajarkan kepada kita bahwa semua nabi terlahir hingga mati tanpa dosa. Tidak seperti alkitab, yang mengutip kabar dusta, padahal kejahatan tersebut kalau memang benar dilakukan, maka menurut hukum Musa semestinya dihukum mati!.

Kisah tentang Daud melakukan perzinaan sehingga dua malaikat datang kepadanya dan mengingatkan dia akan dosa adalah dusta besar dan kekanak-kanakan.

Kata-kata istighfara dan ghafarana yang terdapat dalam Al-Qur’an 38:23, sama sekali tidak mengindikasikan Daud telah berbuat dosa, karena kata istighfar sebenarnya berarti meminta perlindungan, dan Daud meminta perlindungan kepada Allah ketika ia melihat bahwa musuh-musuhnya semakin berani melawannya. Dan dengan ghafarana berarti pembetulan urusan-urusannya, karena Daud sebagai penguasa hebat, tidak bisa berhasil menguasai secara penuh musuh-musuhnya.

Perjanjian Lama tidak menyebutkan waktu kapan karunia kenabian diberikan kepada Daud. Kita membaca bahwa setelah Daud melakukan dua dosa, maka Tuhan mengutus nabi Natan untuk menghukum Daud. Sesungguhnya hingga akhir hidupnya, kita menemukan dia selalu mendapat pertolongan dari nabi-nabi lain. Leh karena itu, menurut cerita-cerita versi alkitab, nampaklah bahwa karunia nubuat datang padanya setelah ia benar-benar bertobat dari dosa-dosanya.

Dalam salah satu artikel saya sebelumnya, saya mengatakan bahwa setelah terpecahnya Kerajaan menjadi dua bagian yang merdeka dan saling berperang satu sama lain, sepuluh suku yang membentuk kerajaan Israel selalu memusuhi Dinasti Daud dan tidak pernah mengakui bagian manapun dari Perjanjian Lama selain Taurat atau Hukum Musa seperti terdapat dalam Pentateuch. Hal ini jelas menurut versi Samaritan dari lima kitab pertama Perjanjian Lama.

Kita tidak menemukan satupun kata atau nubuat tentang keturunan Daud dalam wacana-wacana tentang para nabi besar, seperti Elia, Elisa, dan lain-lainnya yang tumbuh subur di Samaria selama pemerintahan raja-raja Israel dan pindahnya sepuluh suku ke Assyria barulah para nabi Yudea mulai meramalkan lahirnya seorang pangeran dari rumah Daud yang segera memulihkan seluruh bangsa dan menaklukan musuh-musuhnya.

Ada beberapa dari ucapan-ucapan yang bermakna ganda ini dalam tulisan-tulisan atau pidato-pidato beberapa nabi terakhit yang memberikan kegembiraan luar biasa dan menakjubkan kepada Bapa-bapa Gereja, tetapi dalam kenyataannya, ucapan-ucapan itu tidak ada hubungannya denga Yesus.

Saya akan mengutip secara ringkas dua diantara nubuat ini. Pertama adalah Yesaya 7:14, yakni:

Lāk_ēn yitēn ’ădōnāy hû’ lāk_em ’ōwt hinnēh hā‘aləmâ hārâ wəyōledet bēn wəqārā’_t šəmōw ‘immānû ’ēl.

(“Seorang gadis yang sudah mengandung akan melahirkan seorang anak lelaki dan ia akan menamainya Imanuel”)

Kata ibrani almah (hā‘aləmâ) artinya bukan “perawan”, seperti umumnya diartikan para teolog Kristen yang menisbahkannya untuk perawan Maria. Almah adalah seorang wanita yang sudah boleh kawin (dewasa), atau gadis atau dara. Kata Ibrani untuk “perawan” adalah bthulah . Maka nama anaknya harus Imanuel yang artinya adalah “Tuhan bersama kita”.

Baik Yesaya ataupun Raja Ahaz, atau setiap orang Yahudi tidak pernah berpikir bahwa bayi yang baru lahir itu adalah “Tuhan-bersama-kita”. Mereka tidak pernah memikirkan hal lain selain bahwa nama dia hanya akan seperti ini. Tetapi teks dengan jelas menyatakan bahwa Ahazlah (yang kelihatannya sudah mengenal sang gadis yang mempunyai anak) yang akan memberikan nama itu kepada sang anak. Ahaz dalam keadaan bahaya, musuh-musuhnya sedang merangsek ke Yerusalem, dan janji ini diberikan kepadanya dengan menunjuki dia suatu tanda , yakni, gadis yang hamil, dan bukan seorang perawan Maria yang akan datang kedunia lebih dari 700 tahun kemudian!

Ramalan sederhana tentang seorang anak yang akan dilahirkan pada masa pemerintahan Ahaz ini disalahpahami juga oleh penulis Injil Matius (Matius 1:23). Nama Yesus diberikan oleh malaikat (Matius 1:21), dan ia belum pernah dipanggil “Imanuel”. Bukankah keji mengambil nama ini sebagai argumen dan bukti doktrin “inkarnasi” Kristen?

Penafsiran aneh lainnya terhadap ramalan kenabian adalah dari Zakaria (9:9), yang salah kutip dan sama sekali disalahpahami oleh penulis Injil Matiuis (21:5). Nabi Zakaria berkata:

“Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.” (Zakaria 9:9)

Dalam bagian yang puitis ini sang penyair benar-benar ingin menggambarkan si keledai jantan –dimana sang Raja duduk- dengan mengatakan bahwa ia adalah seekor keledai muda; dan anak keledai ini pun, digambarkan sebagai anak seekor keledai betina. Nah! Matius mengutip bagian ini seperti berikut:

“Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda, anak dari keledai betina.” (Matius 21:5)

Orang yang menulis ayat itu diatas benar-benar percaya ataupun tidak bahwa Yesus, ketika masuk ke Yerusalem dengan membawa kemenangannya sambil mengendarai seekor keledai muda anaknya keledai betina, melakukan keajaiban bukan persoalan. Meski demikian, adalah benar mengatakan bahwa mayoritas Bapa Kristen begitu mempercayai dan tidak pernah terbetik pada pikiran mereka bahwa pertunjukan seperti itu akan terlihat seperti sebuah komedi ketimbang sebuah prosesi kerajaan yang megah. Namun Lukas bersikap waspada, dan tidak jatuh kedalam kesalahan Matius. Apakah kedua pengarang Injil ini diilhami oleh Roh yang sama?

Zakaria meramalkan di Yerusalem, setelah kepulangan Yesus dari penahanan akan kedatangan seorang raja. Meskipun lembut dan rendah hati, mengendarai seekor anak keledai, tetap saja ia datang membawa keselamatan dan akan membangun kembali rumah Tuhan. Ia meramalkan hal ini pada saat kaum Yahudi sedang berusaha keras membanguin Bait Allah dan kota yang hancur; masyarakat sekelilingnya menentang mereka; pekerjaan pembangunan dihentikan sampai Darius, raja Persia , mengeluarkan perintah pembangunan.

Meskipun tidak ada raja Yahudi pernah muncul sejak abad ke 6 SM, namun, mereka sudah memiliki pemerintahan-pemerintahan otonom dibawah penguasa asing. Keselamatan yang dijanjikan disini, perlu dicatat, adalah bersifat material dan segera, dan bukan keselamatan yang akan datang 520 tahun kemudian, ketika Yesus dari Nazaret menunggangi keledai untuk memasuki Yerusalem semata-mata bukan untuk prosesi kerajaan yang megah, melainkan ditangkap dan disalib orang Yahudi dan Romawi, sebagaimana diceritakan Bible. Jelas, ini sama sekali bukan penghiburan kepada kaum Yahudi malang yang dikelilingi oleh musuh-musuh dalam sebuah kota yang hancur. Konsekuensinya, dengan kata “raja” dapat dipahami, sebagai salah seorang pemimpin utama mereka –Zerobabel, Ezra, atau Nehemia.

Dua contoh diatas, saya maksudkan untuk menunjukkan terutama kepada para pembaca muslim –yang mungkin kurang familiar dengan alkitab- betapa umat Kristen telah disesatkan oleh pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sendiri, ketika menyampaikan penafsiran-penafsiran dan makna-makna bodoh terhadap nubuat-nubuat yang terkandung didalamnya.

Sekarang saya membahas nubuat Daud:

“Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu” (Mazmur 110:1)[1]

Ayat Mazmur ini kemudian dikutip oleh Matius (22:44), Markus (12:36), dan Lukas (20:42). Dalam Bible berbagai bahasa ayat tersebut berbunyi “The Lord said unto my Lord” (Tuhan berkata kepada Tuhanku). Sudah pasti, jika Lord yang pertama adalah Tuhan, maka Lord yang kedua juga Tuhan. Tidak ada argumen yang lebih tepat dan pantas untuk seorang pendeta atau pastur Kristen daripada ini, yakni si pembicara adalah Tuhan dan yang diajak bicara juga Tuhan. Sehingga Daud mengenal dua Tuhan! Tidak ada yang masuk akal daripada jalan pikiran ini! Diantara dua domini ini, mana yang termasuk Lord nya Daud?

Seandainya Daud menulis, ”Dominus meus dixit Domino meo” , maka ia membuat dirinya menggelikan, karena dengan demikian ia mengakui dirinya adalah hamba dari dua Tuhan, tanpa menyebut nama diri mereka. Itu berarti Lord kedua nya Daud telah berlindung kepada Lord pertamanya, yang memerintah dia untuk duduk disebelah kanannya sampai ia meletakkan musuh-musuhnya sebagai ganjal dibawah kakinya. Alasan ini membawa kita pada pengakuan bahwa untuk mengetahui Agama anda dengan benar, maka Anda harus memahami bahasa aslinya dan tidak tergantung pada terjemahan.

Saya sengaja menulis kata aslinya dalam bahasa Ibrani “YaHWeh dan Adon”, guna menghindari ambiguitas dan kesalahpahaman dari pengertian yang disampaikan oleh kedua kata tersebut.

Tetragram Yhwh biasa diucapkan Yehovah (Jehovah), tetapi kini diucapkan Yahweh. Kata ini adalah nama diri Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Adon berarti pemilik, tuan, dan pemimpin atau sama dengan kata benda Arab dan Turki yakni Amir, Sayyid, dan Agha . Adon berlaku sebagai lawan kata dari prajurit, budak dan barang milik. Konsekuensinya, bagian pertama dari ayat Mazmur 110:1 harus diterjemahkan sebagai “Tuhan berkata kepada tuanku”.

Daud dalam kapasitasnya sebagai seorang raja, adalah tuan dan pemimpin dari bani Israel dan pemilik kerajaan. Lantas “hamba” siapakah gerangan dia?

Daud, sebagai raja kuat, sesungguhnya tidak mungkin menjadi budak atau hamba dari manusia hidup mana pun. Juga tidak bisa dibayangkan kalau dia memanggil Tuan kepada seorang nabi yang sudah meninggal seperti Ibrahim atau Yaqub, karena istilah yang layak bagi mereka adalah “Bapak”. Juga ada kemungkinan bahwa Daud tidak akan menggunakan sebutan “Tuanku” bagi siapa pun dari keturunannya sendiri, yang bagi mereka pun, istilah yang biasa adalah “anak”. Tetap saja, disamping Tuhan, tidak ada wujud yang menjadi tuannya Daud, kecuali manusia yang paling luhur dari ras manusia.

Sangat dapat dimengerti kalau mengira bahwa dalam pandangan dan pilihan Tuhan pasti ada seorang manusia yang paling mulia, paling terpuji, dan paling dirindukan diantara semua manusia. Sudah pasti para ahli ramal dan para nabi terdahulu mengetahui tokoh suci ini dan seperti Daud memanggilnya “Tuanku”.

Tentu saja, para pendeta Yahudi dan Kristen memahami ungkapan ini sebagai mesias yang merupakan keturunan Daud sendiri. Dan dengan demikian menjawab pertanyaan yang diberikan pada mereka oleh Yesus sebagaimana dikutip oleh Matius (pasal 22) dan Injil Synoptic lainnya. Yesus dengan tegas menyangkal kaum Yahudi ketika Yesus menanyai mereka dengan pertanyaan kedua :

“Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” (Matius 22:45)

Pertanyaan Yesus ini membungkam pendengarnya, karena mereka tidak dapat menemukan jawabannya.

Para pengabar Injil dengan tiba-tiba memotong subjek diskusi yang penting ini. Menghentikan tanpa penjelasan lebih jauh adalah tidak layak bagi Yesus atau bagi para pelapornya. Karena dengan meninggalkan pertanyaan tentang ketuahannya dan bahkan ciri kenabiannya, Yesus sebagai seorang guru wajib untuk memecahkan persoalan yang ditimbulkan oleh dia sendiri ketika ia melihat bahwa murid dan para pendengarnya tidak sanggup mengenali siapa gerangan sang Tuannya Daud itu!

Lewat ungkapan bahwa Tuan atau Adon itu tidaklah mungkin anak Daud, artinya Yesus bukanlah Tuannya Daud. Pengakuan ini sangat menentukan dan harusnya membangkitkan guru-guru agama Kristen untuk menempatkan status Yesus yang sebenarnya sebagai hamba Tuhan.

Saya tidak dapat membayangkan seorang guru yang ketika murid-muridnya tidak mempu menjawab pertanyaan dia harus diam seribu bahasa, kalau bukan dia sendiri bodoh seperti mereka dan tidak sanggup memberikan solusinya. Tetapi Yesus bukanlah orang bodoh dan bukan seorang guru berhati dengki. Yesus adalah seorang nabi dengan cinta yang membara kepada Tuhan dan manusia. Dia tidak meninggalkan masalah tanpa terpecahkan atau pertanyaan tanpa jawaban.

Kitab-kitab Injil Gereja tidak melaporkan jawaban Yesus terhadap pertanyaan “Siapakah Tuannya Daud?” Namun Injil Barnabas memberikannya. Kitab Injil ini telah ditolak oleh gereja-gereja karena bahasanya lebih sesuai dengan kitab-kitab suci yang diwahyukan, dan karena ia sangat eksplisit tentang misi kenabian Yesus. Injil Barnabas mencatat :

“…..Ia (Yesus) bersabda bahwa Mesias tidak akan berasal dari benih (keturunan) Daud , tetapi ia (Mesias) akan berasal dari benih (Keturunan) Ismail, dan janji terdahulu dibuat untuk Ismail bukan Ishaq (Barnabas 142:3)

Dalam Injil Barnabas pula Yesus berulangkali dilaporkan telah berbicara tentang Muhammad yang roh dan jiwanya telah ia lihat di surga.

Tidak ada keraguan bahwa penglihatan nubuat Daniel yang melihat Barnasha yang agung, yakni Muhammad, melalui kekuatan supranatural yang luar biasa, adalah sama dengan nubuatnya Daud. Manusia yang paling mulia dan terpuji inilah yang dilihat oleh Ayub (19:25) sebagai “juru selamat” dari kekuasaan Iblis.

Lantas apakah Muhammad adalah yang dipanggil Daud dengan seruan “Tuanku” atau “Adonku”? Mari kita lihat.

Argumen-argumen yang mendukung Muhammad yang disebut “Sayyidul Mursalin” , sama artinya dengan “Adon para nabi”, sangat meyakinkan: Argumen-argumen tersebut begiitu jelas dan tegas dalam kata-kata Perjanjian Lama sehingga kita merasa heran dengan kebodohan dan sifat keras kepala orang-orang yang tidak mau mengerti dan mentaati.

Nabi dan Adon terbesar, dalam pandangan Tuhan dan manusia bukanlah penakluk dan perusak dimuka bumi, bukanlah pula seorang pertapa yang menghabiskan hidupnya didalam kuil untuk bersemedi pada Tuhan hanya demi menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan orang yang memberikan lebih banyak kebaikan dan pelayanan kepada umat manusia dengan membawa mereka kepada cahaya pengetahuian tentang Tuhan sejati Yang Esa, dan sama sekali menghancurkan kuasa iblis dan berhala-berhalanya yang buruk sekali dan istitusi-institusinya yang jahat.
Muhammad lah yang membuat memar sang kepala ular dan itulah sebabnya mengapa al-Qur’an dengan tepat menyebut Iblis/Devil yakni “yang dilukai sampai memar”! Muhammad membersihkan Bait Ka’bah dari semua berhala Arabia dan memberikan cahaya, agama, dan kegembiraan, dan kekuatan kepada kaum musyrikin Arab yang bodoh, yang dalam waktu singkat menyebarkan cahaya itu keempat penjuru bumi.
Dalam kebaktian kepada Tuhan, karya dan keberhasilan Muhammad tidak dapat disamai dan tertandingi.

Para nabi dan orang suci dan syuhada membentuk tentara Tuhan melawan kuasa Iblis, dan Muhammad sendiri sudah pasti jadi panglima tertinggi mereka semua. Sebenarnya, ia sendiri bukan hanya Adon dan Tuannya Daud, tetapi juga Adon nya semua nabi, karena ia telah membersihkan Palestina dan semua negeri yang dikunjungi oleh Ibrahim dari kemusyrikan dan penindasan asing.

Karena Yesus mengakui bahwa dirinya bukanlah Tuan nya Daud, juga bukan mesias keturunan Daud (Matius 22:45), maka tetap tidak ada diantara para nabi, selain Muhammad yang menjadi Adon atau Tuan nya Daud. Dan ketika sampai pada membandingkan revolusi keagamaan yang patut dipuji yang dibawakan oleh anak keturunan Ismail yang mulia kedunia ini, maka kita mesti sampai pada kesimpulan bahwa hanya Muhammad saja yang patut mendapat gelar kehormatan Adon atau Tuan.
Bagaimana Daud tahu bahwa “Yahweh berkata kepada Adonku. Duduklah disebelah kananku sampai aku tempatkan musuh-musuhmu sebagai ganjal dibawah kakimu” (Mazmur 110:1) ? dan kapan pula Daud mendengar ucapan Tuhan ini? Yesus sendiri memberikan jawabannya yakni “Roh Daud menuliskan ini”. Ia melihat sang Adon Muhammad persis seperti Daniel melihat dia (Daniel pasal 7).
Tentu saja misteri “Duduklah disebelah kananku” ini disembuyikan dari kita. Namun kita bisa menerka dengan aman bahwa pentasbihan resmi dengan kehormatan untuk menundukkan diri disebelah kanan singgasana Tuhan ini, dan karenanya naik ke martabat Adon, tidak hanya dari para nabi, tetapi juga dari seluruh makhluk, berlangsung pada peristiwa malam Mi’roj nabi Muhammad yang terkenal itu.

Satu-satu keberatan utama pada misi kenabian Muhamamd dan superioritasnya adalah pengutukannya kepada doktrin Trinitas. Tetapi patut diingat, bahwa Perjanjian Lama tidak mengenal ada Tuhan selain dari Allah. Dan Tuannya Daud tidak duduk di sebelah kanan dari Tuhan yang tiga, tetapi dari sebelah kanan Allah Yang Esa. Karena itu, diantara para nabi yang beriman kepada Allah, tidak seorang pun yang begitu hebat dan memberikan pelayanan yang demikian menakjubkan kepada Allah dan umat manusia, seperti Muhammad, baginya salawat dan salam.
Catatan Kaki
[1] Mazmur 110:1 dalam teks ibraninya: lədāwid mizəmōwr nə’um yəhwâ| la’dōnî šēb lîmînî ‘ad-’āšît ’ōyəb_eyk_ā hădōm lərag əleyk_ā