Jumat, 22 Mei 2015

SIAPAKAH NABI PALSU DI PADANG GURUN?


Saya yakin rata-rata kita sudah pernah, bahkan sering, disodori ayat ini :

[Matius 24:26] "Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya."

Oleh para kristen penghujat Islam, ayat ini diyakini sebagai sebuah nubuat tentang nabi palsu, dan dengan penuh percaya diri biasanya mereka lontarkan sebagai dasar untuk menuduh Nabi Muhammad saw sebagai nabi palsu.

Sejujurnya, saya tidak habis pikir bagaimana gereja, atau yang mewakili kepentingan gereja, menanamkan hal ganjil seperti ini di kepala setiap laskar penghujat Islam mereka sehingga demikian kuat meyakininya sebagai sebuah keniscayaan?

Menurut mereka, "Ia yang ada di padang gurun" itu adalah nabi Muhammad saw, karena beliau tinggal di gurun. Sedangkan "di dalam bilik" adalah Ka'bah dalam artian ajaran Islamnya. Tapi coba mari sama-sama kita teliti lagi baik-baik "Dogma Gila" ini dengan kepala dingin.

• PADANG GURUN

Bukankah semua nabi-nabi terdahulu dan orang-orang suci yang dikisahkan dalam alkitab juga tinggal di padang gurun? Sebut saja secara random nama-nama seperti Markus, Petrus, Yudas, Abraham, Musa, Paulus, Daud, Salomo, Yohanes, dan entah siapa lagi, pilih saja sendiri, tokh semuanya juga tinggal di padang gurun?

Jika Matius 24:26 itu dianggap untuk Nabi Muhammad saw, maka sebaliknya siapa pun sah-sah saja mengatakan bahwa sebenarnya itu untuk Paulus. Kenapa? Tokh Paulus juga tinggal di padang gurun? Memangnya dia tinggal di bagian mana jazirah Timur Tengah yang bukan padang gurun? Siapa sih yang tidak tahu bahwa pada awal abad Masehi dulu hampir tidak ada wilayah di seluruh kawasan timur tengah yang bukan padang gurun?

Lalu, sebenarnya siapa yang bodoh di sini, orang yang mengaku sebagai Matius sang penulis injil, atau umat pengkut Paulus yang selalu mengalami kemacetan nalar kronis sehingga kerapkali gagal berfikir?

Jika benar Matius 24:26 adalah sebuah ramalan, atau istilah kerennya nubuat, kenapa Matius menulis bahwa nabi palsu itu akan datang dari padang gurun, sementara semua penduduk timur tengah yang membaca tulisannya, termasuk dirinya sendiri juga tinggal di padang gurun? Bukankah ini sama saja artinya dengan membuat pernyataan bahwa kelak akan datang nabi palsu, matanya ada dua, satu di kiri satu lagi di kanan? Ini betul-betul sebuah lelucon yang tidak megandung makna sama sekali!

Karena bangsa Yahudi dan semua pengikut Yesus pada jaman itu hidup di padang gurun, maka "dari padang gurun" dalam ayat tsb bisa berarti datang dari mana saja di lingkungan mereka (tidak harus dari Arab), bahkan bukan mutahil sebenarnya datang dari kalangan murid-murid, atau yang mengaku-ngaku sebagai murid Yesus sendiri!

Coba fikirkan sendiri dan ingat-ingat lagi, nabi mana yang semasa hidupnya tidak tinggal dan mondar-mandir di padang gurun? Ada? Lebih lucu lagi, ayat Matius 24:26 yang menyebut padang gurun itu juga menuliskan "Janganlah kamu pergi ke situ."

Lha? Kalau dilarang ke padang gurun, ke mana lagi penduduk Yerusalem atau bangsa Yahudi Israel harus pergi, sedangkan sekeliling mereka adalah padang gurun?

• IA ADA DI DALAM BILIK

Pemahaman bahwa di dalam bilik adalah Ka'bah juga tidak kalah heboh melawan akalnya!

Ka'bah adalah rumah, umat Islam menyebutnya Baitullah, atau rumah Allah. Jadi, jelas sekali tidak dapat diartikan sebagai bilik. Bilik atau kamar adalah bagian dari rumah, alias bukan rumah itu sendiri. Aneh bukan, jika akal sehat para penghujat Islam ini sudah tidak mampu lagi untuk sekedar membedakan arti yang benar antara rumah dan bilik saja?

Jika memang betul yang dimaksud oleh Matius 24:26 adalah Ka'bah, kenapa Tuhan tidak menyebutnya secara gamblang saja? Apa sih susahnya bagi Tuhan untuk berfirman misalnya begini: "Nabi palsu itu akan keluar dari dalam Ka'bah di Mekkah. Ka'bah dulunya adalah tempat beribdah kaum Quraisy yang banyak berhalanya."

Kenapa Tuhannya Matius tidak menyuruh Roh Kudus membimbingnya untuk menuliskan nubuat seperti itu saja agar pengikut Paulus tidak terus menerus kebingungan, lalu secara serampangan cari kambing hitam menuduh Nabi Muhamad saw sebagai nabi palsu?

Lagi pula jika mereka buka lagi Matius 24:26 dan baca versi bahasa Inggerisnya, kata "bilik" tersebut ditulis sebagai "secret places or inner rooms" yang dalam bahasa indonesia artinya adalah "kamar-kamar rahasia."

Memangnya bangunan Ka'bah ada berapa, sehingga disebut dalam bentuk jamak sebagai kamar-kamar rahasia? Lalu, rahasianya sendiri apa? Sejak jaman Adam hingga hari ini rasanya belum pernah ada catatan sejarah yang menuliskan bahwa Ka'bah dianggap, apalagi sampai dijadikan sebagai kamar rahasia!

Dan yang paling konyol dari pemahaman ngawur menyangkut Matius 24:26 ini adalah frase "Ia ada di dalam bilik" yang diklaim sebagai fakta bahwa (seolah-olah) Nabi Muhammad saw berada di dalam Ka'bah!

Wahai para penghujat Rasulullah saw, ketahuilah bahwa Nabi Muhammad saw:

Tidak dilahirkan di dalam Ka'bah,
Tidak dibesarkan di dalam Ka'bah
Tidak bertempat tinggal di dalam Ka'bah,
Tidak makan minum di dalam Ka'bah,
Tidak melaksanakan shalat di dalam Ka'bah,
Tidak pernah bersembunyi di dalam Ka'bah, dan ini yang terpenting,
Tidak pernah dipenjara di dalam Ka'bah.

Sekarang coba fikir sendiri, di mana letak kebenaran klaim bahwa Matius 24:26 itu menunjuk kepada Nabi Muhammad saw dan Ka'bah?
Apa pun argumen menyangkut klaim salah kaparah ini jelas-jelas CACAT LOGIKA!
Lain halnya bila ditujukan kepada Paulus dari Tarsus. Nampaknya semua makna dalam rangkaian sabda Yesus seperti dimaksud dalam Matius 24:24-26 cocok untuknya.

Tanah asalnya (apalagi pada abad pertama Masehi dulu) adalah padang gurun. Dia mengaku-ngaku bertemu Yesus dalam perjalanannya menuju Damsyik, yang juga padang gurun. Yesus bahkan sudah lebih dulu memperingatkan (lihat Matius 24:24-25) bahwa nabi palsu atau yang mengaku-ngaku sebagai messias (dalam hal ini Paulus mengaku dirinya telah membebaskan pengikut Yesus dari keterikatan pada hukum Torah) akan berusaha menyesatkan orang-orang pilihan. Dia banyak sekali menuliskan tanda-tanda dahsyat dan mukjizat-mukjizat semisal dirinya telah dipilih oleh Yesus sejak dalam kandungan, atau bertatap muka secara langsung dengan roh Yesus (tapi nyatanya hampir mustahil untuk dibuktikan), menyebuhkan penyakit dsb. Dan ini yang terpenting;
Dia mempersiapkan ajarannya yang sejak awal disebut-sebut oleh Yesus sebagai penyesatan, dari dalam bilik-bilik rahasia (di bawah tanah) di mana dirinya dipenjara.

Alkitab sendiri mencatat bahwa karena alasan yang kurang jelas, sebagaimana tertulis dalam Kisah para Rasul, Paulus berulangkali dipenjarakan. Dia pernah dipenjara di Filipi, di Korintus, di Yerusalem, di Kaisarea, di Roma, dan patut juga diduga di Efesus, sehingga frase "kamar-lamar rahasia" tempat sang nabi palsu itu bersemayam seperti disebut di atas tadi sama sekali tidak keliru!

Bagaimana? KLOP BANGET, bukan?
Poskan Komentar