Jumat, 23 Januari 2015

PAULUS RASUL PALSU


Paulus adalah oknum yang paling berjasa dalam pembentukan dogma ajaran Kekristenan. Sebagai tokoh yang merupakan fondasi utama agama Kristen, bahkan dapat dilihat dalam Bible sendiri terdapat 14 surat Paulus yang dikirim kepada jemaat untuk memperkokoh doktrinnya. Surat-surat Paulus yang mengandung kisah dan doktrinnya mendominasi tempat dalam Perjanjian Baru. Bandingkan dengan kisah Yesus yang hanya dicatat dalam 4 kitab Kanonik, itupun diantaranya hanya mengulang kisah yang sama antara penulis kitab Kanonik tentang kelahiran sampai penyaliban Yesus, hanya saja ada perbedaan versi yang menimbulkan beberapa kontradiksi. Bahkan 17 tahun kisah Yesus dalam Bible hilang. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita ketahui siapakah Paulus dari Tarsus ini.

• Siapakah Paulus?

Awalnya Paulus adalah penganut hukum Taurat yang fanatik menurut pengakuannya.

Filipi 3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Berkenaan dengan ilmu yang dimiliki oleh Paulus, dia mengaku terus terang bahwa dia berutang budi kepada orang-orang bodoh, orang-orang bijak, dan kepada filosof-filosof yang secara khusus ditujukan kepada orang Yunani.

Roma 1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang yang tidak terpelajar.

Dengan demikian, tergabung dalam dirinya dua pengaruh :
Pertama, pengaruh didikan berdasarkan hukum Taurat yang kuat dari keluarganya.
Kedua, pengaruh kebudayaan Yunani yang mempengaruhi masyarakat dikota itu.

Dua pengaruh tersebut sangat menentukan kehidupan Paulus nanti sebelum dan sesudah dia mengaku rasul.

Mengenai Paulus, dia bukanlah orang Nazareth dan bukan pula orang Yerusalem. Hal ini membuktikan bahwa sejak kecil Paulus tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus. Semasa hidupnya Paulus tidak pernah bertatap muka dan berhubungan langsung dengan Yesus. Paulus bukanlah murid Yesus juga bukan pengikutnya baik di Yerusalem atau di Nazareth. Bahkan sebaliknya justru Paulus merupakan musuh dari pengikut-pengikut Yesus dan bertindak kejam sekali terhadap mereka, dia mengambil peranan penting dalam menganiaya orang-orang Nasrani generasi awal.

Banyak orang Nasrani dipenjarakannya, dianiaya dalam rumah sembahyang, dan dipaksa menyangkal Yesus. Paulus juga menyetujui pembunuhan terhadap orang Nasrani karena dia memandang para pengikut Yesus hanya sebagai ancaman agama dan politik terhadap negara. Oleh karena itu, dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan mengusir mereka baik didalam ataupun diluar Yerusalem (Al-Quds).

Kisah Para Rasul 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Galatia 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

I Korintus 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

Nasrani generasi awal yang dimaksud bukanlah yang menuhankan Yesus atau mengakui Yesus sebagai Tuhan, melainkan yang berpendirian tetap bahwa Yesus hanyalah utusan Allah. Dimana setelah munculnya Kekristenan Paulus yaitu Trinitarian, Nasrani pertama tersebut akrab dikenal sebagai kaum Unitarian. Dan setelah melalui keputusan Konsili Nicea 325 H dimana didominasi kaum Trinitarian, kaum Unitarian tersebut kemudian ditangkap, disiksa, dibunuh, dan dianggap sesat karena mempertahankan ajaran Tauhidnya.

• Nubuat Penyesatan Paulus

Banyak dalam nubuat Yesus mensinyalir kepada muridnya agar selalu "waspada" terhadap berbagai bentuk penyesatan.

Matius 7:15 Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Pertanyaannya, apakah Paulus adalah "serigala"? Jawabannya tentu ya! Semua Kristiani sendiri mengetahui bahwa sebelum Paulus mengaku rasul, dia adalah penganiaya pengikut Yesus sampai mati, ganas, tanpa batas, dan penghujat (Filipi 3:6; Kisah Para Rasul 8:1-3; 22:4-5; 26:10-11; Galatia 1:13; I Timotius 1:13; I Korintus 15:8-9; Kisah Para Rasul 9:1-2).

Setelah pengakuan Paulus bahwa dia diangkat menjadi rasul, lalu apakah yang terjadi dengan ajaran Yesus? Benarkah Paulus melestarikan ajaran Yesus atau malah merusak ajaran Yesus? Jawaban dari pertanyaan ini sangat menentukan. Tanpa ada niat untuk memvonis tanpa dasar, lihatlah perbedaan-perbedaan pokok ajaran Yesus dan ajaran Paulus berikut :

A. Yesus tidak pernah membicarakan tentang "dosa warisan". Yesus mengajarkan anak-anak itu suci dan empunya kerajaan sorga:
Markus 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Perjanjian Lama secara eksplisit membantah adanya dosa waris:
Ulangan 24:16 Jangan ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

Sebaliknya ini merupakan ajaran Paulus:
Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

B. Yesus tetap mengakui legitimasi "Hukum Taurat" berlaku bagi para pengikutnya:
Matius 5:17-19
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Sementara Paulus berpendapat Hukum Taurat sudah diganti dengan "Iman kepada penyaliban Yesus" dalam rangka menebus dosa manusia:
Galatia 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

Dengan demikian, menurut Paulus, syariat Tuhan tidak berlaku lagi. Padahal Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya sesuai perkataan Yesus sendiri.

C. Yesus mengajarkan Tauhid:
Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Sedangkan Paulus mengangkat Yesus sebagai Tuhan:
I Korintus 8:6 Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Dan masih banyak lagi pertentangan antara ajaran Yesus dengan Paulus. Ajaran Yesus dan Paulus mustahil dapat didamaikan selagi manusia bersikeras pada prinsip salah alias tidak jujur untuk mengakui kesesatan dan kelemahan tulisan Paulus.

Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit diantara orang mati maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan dibandingkan dengan Tuhan Allah. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

Agaknya dasar dari pokok ajaran diatas sudah cukup mewakili karena masih banyak nubuat-nubuat yang disampaikan Yesus untuk selalu "waspada" yang akan dibahas selanjutnya. Dapat dilihat realitasnya ajaran Kristen dewasa ini lebih dekat kepada doktrin yang dikembangkan Paulus dan sangat jauh dari ajaran Yesus yang murni. Jika pertanyaannya dikembalikan apakah Paulus melestarikan ajaran Yesus atau malah merusak ajaran Yesus? Atau sederhananya benarkah Paulus serigala berbulu domba itu? Biar diri anda sendiri yang menjawabnya.

Nubuat Yesus lainnya dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut:
Matius 24:4-5 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan
menyesatkan banyak orang.
Markus 13:5-6 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan mereka
akan menyesatkan banyak orang.
Lukas 21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.

Yesus memperingati muridnya agar waspada terhadap penyesat yang akan datang atas nama Yesus serta mengaku dan berperilaku seakan sebagai mesias. Redaksi Lukas mencatat bahwa saatnya sudah dekat. Dalam surat Paulus memang tidak ada ayat yang secara eksplisit mengatakan Paulus mengaku sebagai mesias, tapi mengingat sepak terjang Paulus dalam mengaku rasul untuk membengkokkan ajaran Yesus serta memutarbalikkannya lantas meracik ajaran baru dengan modal itu, maka sangat pantas Paulus dikatakan "penyelamat" bagi jemaat Kristen. Yang jelas bukan ajaran Yesus karena Kristen adalah produk buatan Paulus.

Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Dogma keselamatan yang diyakini Kristiani semuanya hanya berdasarkan inisiatif Paulus belaka, bukan jalan yang diperkenankan Yesus untuk memporoleh hidup yang kekal. Simaklah cara Paulus menguatkan statusnya.

Mulanya Paulus mengaku diangkat sebagai rasul dan mulai mengirimkan surat kepada jemaat:
Roma 1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Paulus kemudian memaksakan kehendaknya untuk diakui sebagai rasul:
I Korintus 9:1-3
9:1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?
9:2 Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
9:3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.

Terlihat jelas dalam keadaan terdesak atas tuduhan orang Korintus terhadap dirinya, membuat Paulus berargumen: "Bukankah aku adalah rasul?". Secara filosofis makna kalimat ini mengandung unsur kesombongan
sekaligus kekhawatiran dan ketakutan terbongkarnya rahasia bahwa dia bukanlah seorang rasul.

Setelah statusnya membaik dalam masyarakat, Paulus mulai membanggakan diri dan ingin derajatnya disandingkan dengan rasul lain bahkan lebih:
II Korintus 11:5 Tetapi menurut pendapatku sekitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.
II Korintus 12:11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.

Seperti yang kita lihat bahwa Paulus mengakui kebodohannya secara terang-terangan, meskipun demikian dia berusaha untuk mendapatkan simpati dan pujian dari masyarakat.

Seiring statusnya makin menanjak, lalu apa yang terjadi?
I Korintus 4:15-16 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Perhatikan kalimat "Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu", secara tersirat Paulus mengatakan bahwa dia sama dengan Yesus dan mengatakan dia adalah "bapa" bagi pengikutnya. Ayat ini secara implisit merupakan pengakuan bahwa Paulus setara dengan Yesus dan juga Bapa yang di surga, dengan kata lain, Paulus telah mengaku sebagai tuhan!

Padahal Yesus sendiri telah mewasiatkan kepada umatnya bahwa hanya ada satu Bapa, yaitu Dia yang di surga:
Matius 23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Frase "Bapa" disini sendiri bermakna oknum yang harus ditaati dan dipatuhi, yang hanya merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena frase "Anak-Anak Allah" menurut alkitab itu sendiri bermaknya seoarang hamba, yang taat, patuh dan tunduk kepada Tuhan Allah. Peringatan-peringatan Yesus tentang seorang penyesat yang sudah sangat jelas tersebut bahkan tidak disadari oleh umat Kristen.

Paulus juga menyuruh orang-orang untuk mengikuti teladannya, bukan teladan Yesus. Teladan apa yang mungkin dapat ditiru dari pribadi Paulus?

Paulus adalah seorang pendusta:
Roma 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
Filipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.

Secara jujur Paulus mengakui bahwa dia berdusta atas nama Allah dan Yesus, meskipun begitu dia tetap saja memberikan alasan-alasan yang tidak mendukung dalam membela diri.

Paulus bersifat bunglon dan munafik:
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Dalam meluluskan usahanya, Paulus melakukan berbagai cara yang egoistis atau mau menang sendiri. Terlihat dalam suratnya Paulus menjadi apa saja untuk beradaptasi kepada masyarakat agar mendapatkan banyak pengikut. Dari sini dapat dideteksi bahwa Paulus bukanlah seorang rasul. Dalam kondisi apapun, seorang rasul dan nabi tidak mungkin melakukan yang seperti Paulus lakukan dalam membuat orang-orang percaya kepadanya. Seorang rasul dan nabi dari Allah sewaktu dihadapkan pada umatnya yang masih kafir, tidak mungkin mau ikut-ikutan atau pura-pura kafir untuk menjadikan kaumnya sebagai pengikutnya.

Tidak mungkin seorang rasul dan nabi sewaktu diutus kepada kaum penyembah berhala, malah turut menjadi penyembah berhala juga. Seorang rasul dan nabi dalam menyebarkan ajaran Allah melalui cara transparan untuk mengenalkan ajarannya walaupun awalnya dia dimusuhi. Seorang rasul akan mengenalkan ajaran tersebut dengan intensif tanpa metode "bunglon" seperti yang dilakukan Paulus. Dari sini jelas bahwa Paulus bukanlah rasul pembawa ajaran yang benar, karena yang dia lakukan hanyalah berusaha merekrut pengikut sebanyak-banyaknya, menjadi segala-galanya agar orang-orang mau mendengar perkataannya yang menipu.

Secara terang-terangan Paulus mengakui kelicikannya:
II Korintus 12:16 Kendatilah bagitoe, maka tiada akoe ini mendatengken tanggongan sama kamoe, melainken sebab akoe berakal, akoe soedah menangkap kamoe dengan tipoe.
(Alkitab versi Klinkert 1863 http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=47&c=12&version=kl_1863&lang=indonesia&theme=clearsky)

II Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Translate)

Bahkan pada saat ia berada dalam keadaan genting, terdesak karna ia hendak dibunuh, tipu daya Paulus pun malah semakin menjadi-jadi:
Kisah Para Rasul
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"
22:26Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: "Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum."
22:27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: "Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?" Jawab Paulus: "Benar."

Paulus mengaku berkebangsaan Rum saat ia terdesak dan hendak dihukum, padahal sebelumnya ia mengaku berasal dari Tartus:
Kisah Para Rasul 21:39 Paulus menjawab: "Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu."

Pada intinya apa yang ingin ditekankan Yesus dalam nubuatnya adalah waspadalah terhadap penyesatan. Sebelumnya telah diketahui bersama tentang perbedaan ajaran Yesus dan Paulus, walaupun telah jauh melangkah, kita belum selesai membahas penyesatan yang dilakukan Paulus dan kerasulan palsunya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, dalam diri Paulus tergabung dua pengaruh, yaitu pengaruh Hukum Taurat dan pengaruh kebudayaan Yunani (Heleneisme). Dalam babak inilah pengaruh filsafat Yunani bekerja dalam mengembangkan ajarannya. Aliran filsafat Yunani yang sangat berpengaruh saat itu ialah aliran STOA yang pantheistis menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan sedzat atau satu substansi dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk.

Tetapi walaupun Paulus ikut andil dalam menyebarkan aliran STOA, ia juga secara terang-terangan menyindir orang-orang kristen yang menganut paham tersebut, yaitu dengan menyamakan Allah dengan manusia (yesus). Paulus sebut mereka adalah orang-orang BODOH walaupun orang-orang kristen tidak menyadari:
Roma
1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia (yesus) yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk (yesus) dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah (dan lebih memilih untuk menuhankan makhluk), maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
1:29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
1:31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Bahkan Paulus juga mengakui bahwa dirinya dan para pengikutnya hanyalah orang-orang bodoh yang berkeyakinan:
II Korintus 11:17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.

I Korintus 4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.

Hal ini membuktikan bahwa agama kristen memang hanyalah agama yang diperuntukan bagi orang-orang yang bodoh.

Sangat mengherankan hingga saat ini umat Kristen tetap mempertahankan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat sebagai wujud penjelmaan tuhan dalam bentuk manusia tanpa memahami dari mana asal-usul rumus ketuhanan tersebut. Padahal secara terang-terangan Paulus menyindir orang-orang Kristen sebagai orang yang BODOH.

Filipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,

Bila dilihat dalam surat-suratnya, Paulus adalah sosok manusia yang terlalu banyak berbuat dosa, hidupnya penuh hawa nafsu, padahal dia tahu bahwa hukum Taurat meneliti segala bentuk dosa walau sekecil-kecilnya. Harapan masuk sorga berdasarkan amal perbuatan sebagaimana ajaran Taurat baginya sudah putus. Selain itu walaupun pengetahuannya dalam tapi kehidupan duniawinya berantakan, dia tidak memliki istri dan tubuhnya lemah akibat kurang sehat. Keputusasaan ini berkecamuk dan menghantuinya.

Dalam komplikasi jiwa yang seperti itulah Paulus mempelajari riwayat Yesus dari kelahiran, penyaliban, sampai kebangkitannya. Kemudian dirumuskannya dengan tafsiran secara filosofis pantheistis aliran STOA. Dari sini Paulus menemukan jalan keluar dari komplikasi jiwanya sendiri. Dia merumuskan bahwa semua manusia terbelenggu dalam rantai dosa yang tidak terhindarkan, sehingga dibutuhkan pengorbanan juru selamat yang
dia rumuskan melalui kematian Yesus dikayu salib sebagai penebus dosa manusia. Maka dari itu dosa dan amal tidak penting lagi asal mempercayai rumus penebusan dosa Yesus ciptaan Paulus. Hukum Taurat pun juga tidak berlaku dan dianggap kutuk.

Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Dengan semangat, dogma penebusan dosa yang dirumuskan Paulus tersebut atas dasar filosofis Yunani, yang bagi Paulus merupakan obat bagi kejiwaannya sendiri, dimasukkan dalam ajaran barunya Kristen dan merasa bahwa apa yang dirumuskannya ini harus pula diyakini dunia.

Dalam surat-suratnya dapat kita lihat bagaimana Paulus dengan segala keahliannya membangun, membentuk, dan mengembangkan agama sendiri (Kristen) di luar kode etik institusi keagamaan Yahudi. Kita dapat melihat bagaimana Paulus telah memutarbalikkan ajaran Yesus yang pada dasarnya Tauhid menyembah kepada Allah Yang Maha Esa menjadi sebuah agama filosofis yang dikembangkan dengan berbagai dogma berdasarkan inisiatif dan pengetahuannya dalam kebudayaan Yunani.

• Paulus Dan Farisi

Sinyalir Yesus lainnya kepada pada murid untuk waspada adalah waspada terhadap orang Farisi.

Matius 16:6-12
16:6 Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.
Lukas 12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Markus 8:15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."

Dalam banyak tempat di Bible, Yesus senantiasa mengecam orang Farisi.

Matius 23:13-29
23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh.

Dari kecaman-kecaman Yesus diatas, dapat diketahui bahwa golongan orang Farisi adalah seorang yang munafik, menyesatkan seseorang masuk kedalam kerajaan sorga, bersifat penipu, memasukkan seseorang dalam ajaran yang menuntun keneraka dan memperburuk orang tersebut, mengabaikan hukum penting Taurat, tampak manis diluar tapi pribadi dirinya rusak, dalamnya penuh dengan kebusukan, memberhalakan nabi dan orang saleh, serta lain sebagainya.

Kemunafikan orang Farisi terlihat dalam alur kisah berikut:
Matius 15:1-9
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Bahkan dalam ayat diatas, nubuat Yesaya secara khusus ditujukan kepada orang Farisi.

Yohanes pun ikut dalam mengecam orang Farisi sebagai keturunan ular bludak:
Matius 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Dalam Bible, orang Farisi adalah orang yang paling keras kepala dalam kesesatan, keras menentang ajaran Yesus serta tidak percaya mukjizatnya dan sering mempertanyakan apa yang diajarkan Yesus dengan nada sombong mengejek. Terlihat dalam Bible orang Farisi banyak mencobai Yesus.

Matius 12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
Matius 12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Matius 22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
Matius 22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?

Yesus mengetahui kebusukan dalam hati orang Farisi, itulah mengapa dalam Bible Yesus selalu mengecam orang farisi sewaktu berhadapan dengan mereka melalui perkataan angkatan jahat tidak setia, munafik, dan lain sebagainya.

Begitu juga sewaktu Yesus mengusir setan dari orang yang kerasukan, bagaimanakah tanggapan orang Farisi?
Matius 9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Orang Farisi pun bersekongkol membunuh Yesus:
Matius 12:14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.

Lantas apa korelasinya orang Farisi dengan Paulus? Sangat berkorelasi karena Paulus mengaku sebagai orang Farisi.

Kisah Para Rasul 23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."
Filipi 3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Paulus adalah seorang Farisi, dan seperti dipaparkan diatas bahwa orang Farisi adalah seorang yang munafik, menyesatkan seseorang masuk kedalam kerajaan sorga, bersifat penipu, memasukkan seseorang dalam ajaran yang menuntun ke neraka dan memperburuk orang tersebut, mengabaikan hukum penting Taurat, tampak manis diluar tapi pribadi dirinya rusak, dalamnya penuh dengan kebusukan, memberhalakan nabi dan orang saleh. Jelas ciri ini semua adalah perangai Paulus sebelum dan setelah dia mengaku rasul. Telitilah satu persatu ciri tersebut secara nyata merupakan pribadi Paulus yang berperan dalam membangun dogmanya keagamaannya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa orang Farisi adalah orang yang paling keras kepala dalam menerima kebenaran, bahkan mukjizat yang ditunjukkan Yesus dihadapan mereka hanya dijadikan bahan olokan bahwa itu merupakan pekerjaan sihir dan setan. Bagaimana dengan Paulus yang pada dasarnya tidak pernah bertatap muka dengan Yesus secara langsung?

Yesus sudah mensinyalir sebelumnya untuk waspada terhadap orang Farisi terutama kemunafikannya. Disaat ada orang Farisi mengaku bertobat, tiba-tiba mengaku diangkat sebagai rasul, haruskah kesaksiannya dipercaya dimana apa yang dia lakukan bukanlah menegakkan ajaran Yesus tapi justru merusaknya besar-besaran seperti yang dipaparkan sebelumnya?

Bahkan Yohanes pun tidak menerima baptis bagi orang Farisi:
Matius 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Sebelumnya dikatakan bahwa Paulus adalah sosok yang terlalu banyak dosa, singkatnya dia meracik dogma sendiri untuk menghilangkan komplikasi jiwanya terhadap ketakutan dari dosa. Yaitu dengan mengatakan semua manusia ternoda dosa waris, kemudian menjadikan Yesus sebagai kambing hitam penebus dosa. Pertanyaannya, dapatkah Paulus melarikan diri dari murka yang akan datang dengan dogma sesat seperti itu? Dapatkah seorang Paulus yang adalah Farisi keturunan ular bludak bebas dari dosanya dengan pengajaran dan keagamaan sesat yang dianutnya?

Yesus berkata:
Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Secara eksplisit Yesus menyuruh untuk menghindari kehidupan keagamaan orang Farisi. Karena siapa yang kehidupannya keagamaannya tidak lebih baik dari orang Farisi, tidak akan masuk dalam kerajaan sorga dengan kata lain jalurnya ke Neraka. Ironisnya Kekristenan justru dibangun oleh seorang Farisi yaitu Paulus dimana pengikutnya (Kristen) selalu menuruti perkataan Paulus. Bagaimana mungkin hidup keagamaan lebih baik dari orang Farisi kalau omongan orang Farisi tersebutlah yang dituruti dan diimani?

Dalam nubuat Yesaya, Yesus menyampaikan secara khusus kepada orang Farisi nubuat tersebut:
Matius 15:7-9 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Apakah nubuat ini belum cukup jelas bagi Kristiani bahwa yang dimaksud dalam nubuat tersebut adalah Paulus dan ajarannya Kristen? Beribadah dengan ajaran dari perintah manusia! Sejauh ini masihkah Kristiani mengakui kerasulan Paulus? Selama hidupnya Yesus sama sekali tidak pernah berhubungan baik dengan orang Farisi, Yesus sangat membenci orang Farisi dapat dilihat dari kecamannya terhadap orang Farisi, begitu juga sebaliknya. Sangat irasional jika dikemudian hari Yesus malah menunjuk orang Farisi sebagai pelanjut ajarannya, padahal jelas Yesus menyuruh waspada terhadap kemunafikan dan buah dari penyesatan orang Farisi. Dan terbukti Paulus sama sekali tidak menegakkan ajaran Yesus.

Yesus pun menubuatkan berbagai penyesatan orang Farisi yang jelas mengarah ke diri Paulus, yang manakah Kristiani harus percaya, nubuat Yesus atau kesaksian Paulus yang adalah Farisi ini? Jika Paulus benar adalah rasul, sudah pasti dia dinubuatkan oleh Yesus sebagai pelanjut ajarannya. Bahkan seharusnya nubuatnya ada dalam Perjanjian Lama, pasalnya dalam keyakinan Kristen Paulus adalah tokoh rasul terbesar. Tapi nyatanya tidak ada, hanya nubuat penyesatanlah yang secara terang-terangan mengarah kepada Paulus menunjukkan dia adalah rasul palsu. Sekali lagi, setelah melangkah sejauh ini, masihkah kerasulan Paulus yang diangkat oleh dirinya sendiri dapat dipertahankan?

• Pengakuan Kontroversial Paulus

Masih banyak dalam surat-surat Paulus berbagai perkataan dan pengakuan kontroversial terkait dirinya dan ambisinya meniadakan ajaran Yesus yang tidak akan habis dibahas disini. Paulus memang sosok yang sangat kontroversial, sebelum dan sesudah dia mengaku rasul, dalam suratnya tidak habis berbagai pengakuan yang mustahil dipercaya.

Salah satunya adalah pengakuannya berikut:
Galatia 1:15-16 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Dalam surat Galatia diatas, Paulus mengatakan bahwa dia telah dipilih Tuhan untuk memberitakan Kristus sejak dalam kandungan. Pertanyaannya, jika memang Paulus telah dipilih sejak dalam kandungan, lalu mengapa dia terlahir bukan sebagai murid Yesus? Mengapa Paulus dalam kehidupannya tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus sama sekali? Justru Paulus selama hidupnya malah menjadi penganiaya dan pembunuh jemaat pengikut Yesus, sangat bertolak belakang dengan pengakuannya bahwa dia telah dipilih sejak kandungan.

Ini merupakan pengakuan yang mustahil diterima mengingat latar belakang kehidupan Paulus. Selain itu hal yang tidak mungkin jika Paulus telah dipilih sejak kandungan, bagaimana dia mengetahui dipilih jika masih dalam kandungan? Semenjak kelahiran dia terdidik sebagai penganut Taurat dan kepercayaan pagan Yunani, dewasa dia bekerja sebagai penganiaya dan pembunuh jemaat, setelah mengaku rasul malah mengklaim dipilih Tuhan sejak dalam kandungan, bukankah ini pengakuan yang sangat tidak rasional dan tidak dapat diterima akal? Satu-satunya yang rasional disini adalah ini merupakan pengakuan bohong dan dusta dari seorang rasul palsu yang suka berangan-angan. Paulus adalah pemalsu yang suka berimajinasi, tidak heran melihat pengakuannya yang mustahil dipercaya itu.

Didalam kitab perjanjian lama, tuhan sendiri telah mewasiatkan kepada umatnya agar mengetahui ciri-ciri nabi palsu. Diantaranya ialah sebagai berikut:
Ulangan
18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Dan terbukti sudah bahwa perkataan paulus diatas hanyalah bualannya belaka dan hanya berdasarkan imajinasinya.

Ciri lainnya ialah tuhan menjadikan nabi palsu tersebut mempunyai mukjizat, dengan tujuan demi menguji iman umatnya:
Ulangan
13:1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
13:2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
13:3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.
13:4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.
Selain itu didalam kitab perjanjian lama, tuhan juga mengharuskan menghukum mati nabi palsu tersebut

Dan mari kita simak kisah mukjizat paulus berikut ini:
Kisah Para Rasul
19:11 Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,
19:12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Saya rasa beberapa ciri diatas sudah sangat jelas merujuk kepada paulus, selain itu tuhan juga mengharuskan nabi palsu tersebut mendapat dihukum mati:
Ulangan 13:5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Ulangan 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

• Akhir Hidup Paulus

Sebagai sosok yang kontroversial, akhir kehidupan Paulus pun juga cukup kontroversial. Paulus pernah menubuatkan (lebih tepatnya mengimajinasikan) dalam suratnya bahwa Yesus akan turun, kemudian dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.

I Tesalonika 4:15-17
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Dalam ayat tersebut Paulus mengatakan bahwa dia dan pengikutnya yang masih hidup tidak akan mati mendahului mereka pengikut Yesus yang telah meninggal sampai kedatangan Tuhan. Paulus mengatakan mereka akan hidup sampai Yesus sendiri turun dari sorga dan mereka akan diangkat bersama-sama kedalam kerajaan sorga kemudian hidup selama-lamanya. Apa yang dinubuatkan Paulus ini meleset jauh dan tidak terjadi, angan-angan Paulus harus berakhir dengan kenyataan bukan Yesus yang menjemput Paulus, melainkan pedang Kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.

Perjanjian Lama mengatakan:
Yeremia 23:32 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN.

Bible tidak mengatakan bagaimana dan kapan Paulus meninggal. Namun menurut sejarah Kristen, Paulus dipenggal di Roma pada masa pemerintahan Nero sekitar pertengahan 60-an di Tre Fontane Abbey. (Silahkan baca kisah kematian paulus disini: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Paulus_dari_Tarsus)

Dan sebagai penutup artikel ini, saya akan kutib firman Allah sebagai berikut:
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".” (QS. Al-Maa'idah 5:77)

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

Semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua. Aamiin :)

MENJAWAB MASALAH SHALAWAT NABI


Salah satu tuduhan populer kaum kafir terhadap Islam adalah tuduhan bahwa umat Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad menandakan Nabi Muhammad belum selamat. Tuduhan tersebut muncul akibat ketidakmengertian mereka mengenai arti shalawat itu sendiri. Sebelumnya kita ketahui terlebih dahulu arti dari shalawat. Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan, perintah shalawat tertulis jelas dalam Al-Qur'an firman Allah Subhana Wa Ta'ala.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab' 33:56)

Jika dilihat, shalawat itu memang hampir mirip seperti doa, tapi sesungguhnya tidak bermakna doa manusia pada umumnya. Bershalawat dari Allah berarti pemberian rahmat oleh Allah, malaikat bershalawat kepada Nabi maksudnya malaikat turut memohon ampunan kepada Allah, dan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi bermakna ucapan salam dan penghormatan atas rahmat dan kesejahteraan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Shalawat merupakan kewajiban bagi kaum Muslim sebagai bagian dari perintah dari Allah. Lantas apakah itu berarti Nabi Muhammad belum selamat?

★ Setiap Nabi Dijamin Masuk Surga

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah dijamin masuk surga, ayatnya secara eksplisit maupun implisit banyak tertera dalam Al-Qur'an.

مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
"Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya." (QS. Al-Hajj' 22:15)

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus," (QS. Al-Fath' 48:1-2)

Dosa Nabi Muhammad telah diampuni oleh Allah baik yang telah lalu maupun yang akan datang, serta beliau dipimpin ke jalan yang lurus. Itulah salah satu keistimewaan para nabi-nabi Allah yang semuanya sudah pasti mendapat jaminan surga. Semua utusan pilihan Allah sudah jelas akan diselamatkan diakhirat kelak beserta orang-orang yang beriman.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ
"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)," (QS. Al-Mu'min' 40:51)

Para Rasul Allah dipastikan selamat dunia dan akhirat, tapi jaminan itu tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap taat beribadah kepada Allah serta terus memohon ampunan kepada-Nya. Dan hal tersebut merupakan keistimewaan lain para Nabi dibanding manusia biasa. Walaupun jaminan surga sudah mereka dapatkan, tapi mereka tidak henti-hentinya bersyukur dengan ibadah yang lebih tekun.

Diriwanyaatkan dari Ibunda Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Sungguh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya. Aku bertanya kepada beliau, ”Mengapa engkau melakukan hal ini, wahai Rasulullah? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”, Beliau menjawab, “Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadits diatas adalah contoh bagaimana Nabi Muhammad terus bersyukur walaupun kehidupannya sudah dijamin dunia dan akhirat. Tanpa perlu penjelasan panjang lagi kita sudah mengetahui bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alahi Wasallam telah dijamin keselamatan dan surga baginya. Sekarang pertanyaannya, mengapa kita masih harus bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukankah dia sudah pasti masuk surga? Lantas apa fungsi shalawat itu?

★ Fungsi Shalawat Kepada Nabi

Tujuan Allah menyuruh manusia bershalawat kepada Nabi Muhammad ialah agar umat Islam seluruhnya menaruh rasa hormat kepada beliau. Sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi Nabi terakhir dan penutup para Nabi, yang membebaskan manusia dari kehidupan jahiliyah. Atas perjuangan beliau, umat manusia bisa dihantarkan ke alam yang terang benderang. Beliaulah yang mengantarkan umat manusia dari kehidupan hewani menjadi kehidupan yang manusiawi. Jika tanpa beliau yang diutus atas izin Allah, maka tidak akan ada yang membendung kebejatan moral yang dilakukan umat manusia hari ini.

Oleh sebab itu sebagai orang yang tahu diri, umat manusia sangat wajib untuk mensyukuri jasa beliau. Untuk mengabadikan rasa syukur dan jasa Nabi Muhammad inilah maka shalawat serta salam dijadikan sebagai salah satu rukun dzikri, yaitu suatu bacaan rukun bagi umatnya setiap mengerjakan shalat.

Dapat dilihat masyarakat kita pun memiliki cara tersendiri untuk mengenang jasa orang yang menurut mereka pahlawan. Contohnya membuat patungnya, gambarnya, atau seperti para pahlawan Indonesia yang wajahnya diabadikan dalam uang kertas. Sedangkan Allah memberi petunjuk kepada kita untuk mengenang jasa Nabi terakhir Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang terpuji dengan mengucapkan shalawat kepadanya.

Seandainya Allah tidak memberikan contoh dan petunjuk tentang tata cara mensyukuri karunia-Nya yang telah diberikan melalui baginda Nabi, tentu akan terjadi bermacam-macam cara dalam mensyukuri nikmat tersebut. Misalnya dengan memberikan sesajian, tumbal, korban hewan, dan lain-lain menurut selera serta keinginan masing-masing sehingga akhirnya mengarah pada pengkhultusan dan kemusyrikan. Oleh karena Allah memberikan petunjuk Al-Qur'an dalam hal etika menghormati manusia pilihan-Nya, maka umat Islam mematuhi perintah tersebut agar tidak terjadi kekacauan dalam beribadah kepada-Nya.

Fungsi lain shalawat pun tertera dalam salah satu hadits yang disebutkan sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik radiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR. Bukhari, Nasa'i, Ibnu Hibban & Hakim)

Atas dasar hadits tersebut, maka umat Islam dimanapun berada selalu membacakan shalawat kepada Rasulullah setiap waktu shalat maupun setiap kali mendengar namanya disebut. Sebab dengan membacakan satu kali shalawat kepada Rasulullah, maka balasannya adalah mendapat sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan. Siapa yang tidak mau mendapat pahala sebanyak itu? Tentu saja untuk mendapatkan pahala kemuliaan itu pribadi kita juga harus didukung nilai-nilai Islami.

Dengan demikian, keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah sungguh membawa berkah dan rahmat bagi umatnya. Sebab dengan bershalawat kepadanya satu kali saja, akan memperoleh pahala sepuluh kebaikan dan menghilangkan sepuluh keburukan. Sungguh beruntung menjadi pengikut beliau.

Jadi intinya shalawat kepada Nabi itupun kembali kepada diri kita sendiri. Lantas apakah hanya Nabi Muhammad yang mesti dishalawatkan?

★ Nabi Lain Juga Dishalawatkan

Al-Qur'an mencatat bahwa setiap Nabi yang diutus oleh Allah, juga diberikan karunia shalawat atas mereka. Begitupun dengan umat mereka juga bershalawat kepada Nabi yang diutus untuknya.
Shalawat untuk para Rasul Allah:
"Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:180-183)

• Shalawat untuk Nabi Ibrahim Alaihissalam:
"Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:108-109)

• Shalawat untuk Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Harun Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian; (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:119-120)

• Shalawat untuk Nabi Nuh Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:78-79)

• Shalawat untuk Nabi Ilyas Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?" (QS. Ash-Shaffaat' 37:129-130)

• Shalawat untuk Nabi Yahya Alaihissalam:
"Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam' 13:12-15)

• Shalawat untuk Nabi Isa Alaihissalam:
"Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam' 19:30-33)

Itulah ucapan shalawat untuk para Nabi dalam Al-Qur'an. Gelar "Alaihissalam" sendiri yang dimiliki oleh para Nabi juga merupakan shalawat yang berarti "semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya". Begitu juga dengan gelar Nabi Muhammad yaitu Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Intinya bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah, bukan atas inisiatif para Nabi, bukan karena semata-mata keinginan Nabi Muhammad, tapi perintah Allah kepada manusia beriman sebagai bentuk pernghormatan kepada para Nabi-Nya.

Ketauhilah, bershalawat atau tidaknya kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan menurunkan derajat beliau disisi Allah sebagai manusia termulia. Seandainya pun di dunia ini tidak ada yang bershalawat kepada beliau, tentu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan tetap menjadi manusia yang terdahulu masuk surga bersama umatnya di akhirat kelak.

★ Yesus Dalam Bible Dishalawatkan

Umat Kristen begitu bersemangat mempermasalahkan masalah shalawat Nabi ini karena mereka berpikir dalam Bible-nya tidak ada shalawat terhadap Nabi. Apakah mereka betul? Ternyata mereka salah! Sang Nabi dari Nazaret pun didoakan shalawat oleh para pengikut beliau pada zamannya.

Matius 23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat aku lagi, hingga kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!
Lukas 13:35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat aku lagi hingga pada saat kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!
Lukas 19:38 Kata mereka: “DIBERKATILAH DIA yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!
Yohanes 12:13 Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Isa Al Masih sambil berseru-seru: “Hosana! DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!
Matius 21:9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

Ucapan pemberkatan dan doa Hosana tersebut tersebut diatas adalah untuk Yesus. Apakah arti "Hosana"? Doa atau pujian? Kita lihat Hosana dalam Perjanjian Lama.

Mazmur 118:25
אנא יהוה הושיעה נא אנא יהוה הצליחה נא
ānnā’ yəhwâ HWOSI‘AH NA’ ’ānnā’ yəhwâ haṣəlîḥâ nnā’
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

Kita bisa mengerti bahwa dalam banyak referensi Hosana mengandung pengertian seruan doa :

"derived from Aramaic ( הושע נא ) from Hebrew הושיעה נא) ) (Psalm 118:25, הוֹשִׁיעָהנָּא ), meaning “help” or “save, I pray“, “an appeal that became a liturgical formula; as part of the Hallel… familiar to everyone in Israel." (The Bauer lexicon)
"Diambil dari bahasa aram ( הושע נא ) dan juga bahasa Ibrani ( הושיעה נא ) (Mazmur 118:25, הוֹשִׁיעָהנָּא ) yang berarti “Tolong” atau “Selamatkanlah, Ku berdoa”. Sebuah seruan yang menjadi tata cara ibadah; sebagai bagian dari Hallel. yang dikenal setiap orang di israel." (Kamus Kata Bauer)

"hosanna, indecl. particle translit. fr. the Heb.; strictly, a cry expressing an appeal for divine help “save! Help, we pray!”; in a liturgical usage, a shout of praise and worship “hosanna, we praise you” (Matthew 21:9)" (The Friberg Lexicon)
"Hosanna, diambil dari bahasa Ibrani yang berarti: seruan dengan sungguh sungguh & tegas untuk meminta pertolongan Tuhan. “Selamatkanlah! Tolonglah, kami memohon!”. Dalam tata ibadah, seruan untuk berdoa & memohon “HOSANA, Kami memberkatimu" (Matius 21:9)" (Kamus Kata Friberg)

"hosanna (in Aramaic), an exclamation of praise literally meaning, “Save, I pray”." (The UBS Lexicon)
"Hosanna (bahasa aram), sebuah seruan doa yang berarti: “Selamatkanlah, Kumohon”." (Kamus Kata USB)

"hosanna (an Aramaic expression meaning “help, I pray” or “save, I pray,” but which had become a strictly liturgical formula of praise)" (The Louw-Nida Lexicon)
"Hosanna (sebuah ekspresi dari orang aram yang berarti “Selamatkanlah, Ku doakan”, tapi menjadi susunan kata ibadah doa yang tegas)." (Kamus Kata Louw-Nida)

"A Hebrew exclamation of praise to the Lord, or an invocation of blessings" (http://www.artikata.com/arti-90566-hosanna.php)
"Hosanna in the highest,” the closing words of which no longer give any sense The same is the case with the words “Hosanna to the son of David” in Matt xxi. 9, “Hosanna in the highest” being a corruption of the original version." (http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=925&letter=H&searc h=hosanna)
"Hoshanot Today is Hoshana Rabbah, the seventh day of the festival of Sukkot which is also a minor holiday of its own. The name means “The Great Hoshana” or “The Great ‘Please Save Us’!”." (http://velveteenrabbi.blogs.com/blog/2010/09/hoshanot.html)

Menurut info dari Wikipedia, pengertian kata Hosana ada 2 pandangan:
1. Judaism: "Hoshana" ( הושענא ) is a Hebrew word meaning PLEASE SAVE OR SAVE NOW. In Jewish liturgy, the word is applied specifically to the Hoshana Service, a cycle of prayers from which a selection is sung each morning during Sukkot, the Feast of Booths or Tabernacles. The complete cycle is sung on the seventh day of the festival, which is called Hoshana Rabbah ( הושענא רבא , “Great Hosanna”).
2. Christianity "Hosanna" (Greek transcription: ὡσαννά, hōsanna) is the CRY OF PRAISE OR ADORATION shouted in recognition of the Messiahship of Jesus on his entry into Jerusalem, Hosanna! Blessed is the one who comes in the name of the Lord![3] It is used in the same way in Christian praise.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Hosanna)

Jadi Yahudi yang empunya kata Hosana mengartikannya sebagai permohonan alias doa sedangkan Kristen mengartikannya sebagai pujian atau sanjungan.

Sekarang kita lihat maknanya secara etimologi:
Etymology: Hosanna \Ho*san”na\ (h[-o]*z[a^]n”n[.a]), noun; plural Hosannas(-n[.a]z). [Greek, from Hebrew h[=o]sh[=i]‘[=a]h nn[=a]save now, save, we pray, h[=o]sh[=i]a’ to save (Hiphil, a causative form, of y[=a]sha’) + n[=a], a particle.]
(http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt26b8.htm)

Dari etimologi diatas jelas bahwa makna kata "Hosana" adalah memohon atau mengharapkan selamat atasnya, bukan memuji sang penyelamat.

Jadi berdasarkan info-info tersebut, Hosana memiliki makna sebagai permohonan dilimpahkan atau doa keselamatan atasnya. Cek juga pemakaian kata itu pada liturgy Jahudi, dan ternyata para patriarch Abraham, Isaac, Jacob, Moses, Aaron, Joseph dan David juga dihosanahi alias dimohonkan keselamatannya. (http://en.wikipedia.org/wiki/Hoshana_Rabbah)

Dalam penggalan ayat Bible yang telah ditampilkan sebelumnya, dapat dilihat doa sekaligus berkat juga dialamatkan untuk Yesus Kristus atau Nabiullah Isa Al-Masih dari para pengikutnya.

Anda dapat mendoakan orang lain dengan format yang serupa pemberkatan. Misal, "Diberkatilah kamu oleh Tuhan", "Allah memberkatimu", "Dilapangkanlah jalan-jalanmu", "Dimudahkanlah ujian hari ini", dan sebagainya. Dalam bahasa Arab, seringkali seorang muslim mendoakan saudaranya dengan kalimat "Barokallahu fiikum" yang berarti "Semoga ALLAH memberkahi anda" atau "Berkat ALLAH tercurah atas anda".

Yesus bukan hanya mendoakan para pengikutnya, bahkan Nasrani generasi pertama pun juga mendoakan shalawat dan berkat untuk beliau. Sekali lagi, doa shalawat dan salam adalah kebiasaan setiap pengikut para Nabi dari dulu untuk Nabi mereka. Dan Islam pun terus melestarikan hal ini. Semoga ini dapat menjawab keraguan anda terhadap Islam.

Allahumma Shalli 'alaa Muhammad, Wa'alaa aali Muhammad. kama Shallaita' alaa Ibrahima Wa'alaa aali Ibrahima Wabarikh 'alaa Muhammad Wa'alaa aali Muhammad, Kama Barakhta 'alaa Ibrahima wa'ala aali Ibrahima, fil' aalamiinaa' Innaka hamidun majiid.

Semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua, Aamiin.. :)

Kamis, 22 Januari 2015

ATURAN BERPERANG DALAM AL-QUR'AN DAN ALKITAB



Ayat-ayat Perang didalam Al-Qur’an sering dijadikan alat pembenaran oleh para Misionaris dan Para penghujat untuk Menghujat islam, Allah Swt dan nabi Muhammad Saw, dan ejekan mereka terhadap Muslim maupun Muslimah. Bahkan diantara mereka memberikan label terhadap ayat-ayat tersebut dengan label AYAT-AYAT SADIS didalam Al Qur’an.

Untuk menjawab hujatan tersebut maka cara paling efektif ialah dengan pendekatan yang mengutamakan Obyektifitas, memperhatikan Konteks ayat tersebut dan juga perbandingan dengan Ayat-ayat yang terdapat pada Kitab suci mereka, serta melakukan perbandingan dengan melihat fakta-fakta sejarah. Dan berikut ini adalah ayat-ayat didalam Al-Qur'an yg menjadi ayat faforit para penghujat Islam.

1. "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (QS. 8:39)

Untuk memahami ayat diatas sebaiknya kita baca ayat sebelum dan sesudahnya sehingga tahu konteks perintah tersebut.

"Dan , ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya." (QS. 8:30)

Jika kita sudah membaca ayat ke 30 diatas maka kita sudah bisa mengetahui bahwa motif perintah untuk berperang tersebut ialah untuk membela diri dari perlakuan orang-orang kafir yg berusaha untuk menangkap, memenjarakan, mengusir dan membunuh orang-orang yg beriman kepada Allah dengan tipu daya mereka.

2. "Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 9:5)

Untuk memahami ayat ini maka mari kita gali konteks ayatnya agar kita dapat memahami motif perintahnya.

"kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatupun (dari isi perjanjian) mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa." (QS. 9:4)

Dari ayat ke 4 diatas kita bisa memahami bahwa motif perintah tersebut ialah untuk berperang setelah jangka waktu perjanjian damai yg telah ditentukan sebelumnya. Yaitu pada bulan-bulan haram, 4 bulan perjanjian damai dengan orang-orang musyrikin. Dan setelah perjanjian damai tersebut sudah habis dan kaum musyrikin tidak pula berhenti memusuhi orang muslim. Maka Allah memerintahkan untuk membunuh mereka yg telah melakukan perjanjian sebelumnya.

"Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." (QS. 9:6)

Lanjut ke ayat ke 6, dari sini kita bisa melihat bagaimana keindahan Islam dalam mengatur peperangan. Orang-orang musyrikin yg tidak bersalah atau ikut campur dalam peperangan, lalu mereka meminta perlindungan kepada orang-orang muslim, maka Allah memerintahkan umat Islam yg berperang untuk mengantarkannya ke tempat yg aman agar mereka terhindar dari bahaya. Coba bayangkan, Allah bukan hanya memerintahkan untuk melepaskan mereka, tetapi juga mengantarkan mereka ke tempat yg aman. Dan aturan seperti ini tidak saya dapati di kitab agama lain.

3. "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir." (QS. 2:191)

Sekarang mari kita perhatikan juga ayat sebelum dan sesudahnya untuk memahmi ayat diatas.

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. 2:190)

Dalam ayat ke 190 ini kita bisa mengetahui bagaimana konteks ayatnya dan apa motif perintahnya. Yaitu untuk memerangi orang-orang kafir yg memerangi umat Islam. Akan tetapi biarpun demikian Allah melarang umatNya untuk melampaui batas. Jadi umat Islam tidak boleh membunuh anak-anak, perempuan dan para lansia yg tidak ikut serta dalam peperangan atau tidak pula memerangi umat Islam. Dan umat Islam juga dilarang membakar rumah, kebun, dan barang-barang orang kafir dsb. Inilah tuntunan perang yg diajarkan Allah terhadap kami umat Islam.

4. "Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. 9:123)

Mari kita mencari konteks ayatnya agar kita bisa memahami motif perintahnya.

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. 9:122)

Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa ayat-ayat diatas masih berbicara mengenai memerangi orang-orang kafir. Taktik perang yang ditunjukkan Allah SWT dalam ayat ini kepada Rasulullah SAW dan kaum muslimin lebih dahulu memerangi musuh-musuh Islam yang berada pada garis lingkaran yang terdekat dengan pusat kedudukan umat Islam. Kemudian dilanjutkan kepada lingkaran yang lebih jauh. Hal ini didasarkan kepada prinsip, bahwa peperangan yang dilakukan umat Islam hanyalah untuk mengamankan jalannya dakwah Islam dan untuk melindungi keselamatan umat Islam.

5. "Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka." (QS. 47:4)

Ayat ini sering disajikan oleh umat kristen secara sepotong seperti ini, agar terkesan sadis dengan mengaburkan konteks dan motifnya. Sekarang mari kita baca ayat lengkapnya dibawah ini.

"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka." (QS. 47:4)

Dengan membaca ayat lengkapnya seperti ini maka kita bisa memahami bahwa ayat tersebut diberlakukan pada saat peperangan berlangsung. Dan Allah juga memerintahkan umat Islam untuk melepaskan tawanan perang jika peperangan sudah berhenti dan umat Islam sudah mengalahkan musuh-musuhnya. Jadi tidak harus dibunuh semua atau memenjarakan mereka tanpa memberi kemerdekaan bagi mereka. Kembali ke perintah Allah sebelumnya untuk tidak melampaui batas tadi.

=====

So! Intinya agama Islam tidak pernah mengajarkan untuk memerangi orang yg tak bersalah atau yg memusuhi umat Islam. Walau ada beberapa ayat perang didalam Al-Qur'an maupun Hadits-Hadits sahih yg tidak didukung dengan konteks, tapi kita bisa menafsirkannya secara tepat dan benar dengan merujuk pada Asbabun Nuzulnya dan juga ayat-ayat yg lain. Karna baik Al-Qur'an maupun Hadits-hadits sahih itu adalah satu kesatuan yg saling berkaitan satu sama lain. Lagipula frase "Perang" itu kan tidak selalu mengkonotasikan peperangan fisik, contohnya memerangi kemiskinan, memerangi kebodohan dsb. Berhujjah dan berdakwah dijalan Allah itu juga salah satu contoh dalam memerangi kekafiran.

Orang-orang kafir sering kali menghujat bahwa umat Islam teroris, darah orang kafir halal untuk dibunuh oleh umat Islam dsb. Kita lihat dulu jenis kafir yg seperti apa yg halal untuk dibunuh, karna dalam pandangan Islam, orang kafir itu ada beberapa jenisnya, diantaranya adalah sebagai berikut.

A. Golongan kafir Dzimmi :
Yaitu golongan kafir yang hidup berdampingan dengan muslim golongan kafir Dzimmi nggak boleh diperangi.

Rasulullah saw bersabda :
"Barangsiapa yang mengganggu seorang kafir Dzimmi maka aku yang menjadi lawannya nanti pada hari kiamat!". [HR. Al Khathib dalam At Tarikh dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu
dengan sanad shahih]

B. Golongan kafir Mu'aahad :
Yaitu golongan kafir yang tidak memerangi islam golongan kafir Mu'aahad tidak boleh diperangi.

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang membunuh seorang kafir Mu'aahad maka dia tidak akan mencium aroma wangi al Jannah (padahal) sesungguhnya aroma wangi al Jannah itu didapati (tercium) sejauh perjalanan 40 tahun." [HR. Al Bukhari]

C. Golongan kafir Musta'min :
Yaitu golongan kafir yang dilindungi golongan kafir Musta'min tidak boleh diperangi.

Allah berfirman :
"Dan jika salah seorang dari kaum musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya" [QS. At Taubah :6]

D. Golongan kafir Harbi :
Yaitu golongan yang memerangi Islam, dan golongan kafir yang seperti ini harus diperangi.

Allah berfirman :
"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al Baqarah :190]

Jadi sudah sangat jelas bukan, bahwa agama Islam itu adalah agama yg damai, tidak akan mengusik jika tidak diusik.

=====

Bahkan Allah juga sudah menerangkan apabila ada seseorang yg membunuh seorang manusia yg tak bersalah, maka seakan-akan ia sama halnya telah membunuh manusia seluruhnya.

"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi." (QS. 5:32)

Bahkan Allah mengajarkan umatNya untuk berlaku adil terhadap seluruh manusia, walaupun mereka kafir.

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 5:8)

Tapi biarpun seluruh bukti sudah diberikan, masih ada saja umat kristen yg dengan bodohnya menilai agama dari para penganutnya, bukan dari ajarannya. Mereka bilang kalau umat Islam melakukan Bom bunuh diri, membakar Gereja dsb dengan teriakan "Allahu Akbar"

Saya sampai tidak habis pikir, coba bayangkan apa hubungannya tindakan sesat mereka yg mengatasnakaman agama dan Tuhannya, dengan agama Islam?

Analoginya begini :

A. Presiden Indonesia melarang penduduknya untuk menjadi teroris
B. Penduduk Indonesia melakukan tindakan terorisme dengan teriakan "Presiden yg agung"
C. Maka Kesimpulannya, baik Presiden maupun negara Indonesia tersebut adalah teroris.

Apakah kesimpulan seperti ini cukup logis? Ya penilaian ini cukup logis bagi umat yg memang otaknya sudah tidak waras lagi. Begitulah cara orang-orang bebal berkesimpulan dalam menghujat agama Islam.

Untuk menyikapi hal ini, Allah telah menjelaskan dalam firmannya berikut ini.

"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS. 18:5)

Ya mereka memang adalah orang-orang yg tidak berpengetahuan, punya akal tapi tidak digunakan, karna kedengkian mereka terhadap Islam, sampai-sampai membuat mereka buta akal sehatnya. Dan perumpamaan bagi mereka adalah seperti halnya anjing.

"Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derjat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir." (QS. 7:176)

Demikianlah klarifikasi kami dari tuduhan-tuduhan umat kristen terhadap Islam, semoga jawaban kami ini bisa menambah ilmu pengetahuan anda terhadap Islam dan membuka nalar anda sekalian.

============================================

Nah! Setelah kami sibuk mengklarifikasi beberapa hujatan kalian terhadap ayat-ayat Al-Qur'an diatas, maka sekarang giliran kalian untuk mengklarifikasi ayat-ayat berikut ini. Inilah ajaran kristen yg sesungguhnya diajarkan oleh tuhanmu selama ini.

1. BUNUHLAH SAHABAT DAN KELUARGAMU YG MEMBUJUKMU UNTUK MURTAD

Ulangan
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

2. BUNUHLAH, RAMPOKLAH DAN PERBUDAKLAH PENGIKUT AGAMA LAIN

Ulangan
20:10 Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya.
20:11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu.
20:12 Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya;
20:13 dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.
20:14 Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.
20:15 Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini.
20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,

3. BUNUHLAH SELURUH PENDUDUK BANGSA SAAT MELAKUKAN BALAS DENDAM TERMASUK BALITA

1 Samuel
15:1 Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.
15:2 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun

Yehezkiel
9:4 Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."
9:5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.
9:6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.
9:7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: "Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!" Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
9:8 Sedang mereka memukuli orang-orang sampai mati--waktu itu aku tinggal di belakang--aku sujud dan berseru, kataku: "Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau memusnahkan seluruh sisa Israel di dalam mencurahkan amarah-Mu atas Yerusalem?"
9:9 Jawab-Nya kepadaku: "Kesalahan kaum Israel dan Yehuda sangat banyak, sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya.

4. SAAT KAU BERPERANG AMBILLAH BAGIMU PEREMPUAN YG MASIH PERAWAN TAPI BUNUHLAH PEREMPUAN YG SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI

Bilangan
31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

5. BUNUHLAH ORANG YG TIDAK MENDENGARKAN PERKATAAN IMAM

Ulangan 17:12 Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.

Dan masih banyak lagi perintah-perintah tuhan yg biadap didalam alkitab, konteks ayat sudah saya berikan, motif perintah juga sudah saya sematkan, lalu mau alasan apa lagi?

=====

Toh pada kenyataannya yesus juga tidak meniadakan hukum-hukum sebelumnya walau satu titikpun sebelum hari kiamat.

Matius
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Jadi saat umat kristen menghadapi konteks yg serupa pada ayat-ayat alkitab diatas, maka umat kristen masih berkewajiban untuk menjalankan perintah membunuh tersebut. Karna hukum sebelumnya itu berlaku sampai akhir jaman.

Yesus juga mengakui bahwa ia datang bukan untuk membawa kedamaian, melainkan pedang dan pertentangan.

Matius
10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Lukas 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Yesus mengatakan pohon yg baik menghasilkan buah yg baik pula.

Matius 12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Lukas 6:43 Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Dan berikut ini adalah beberapa data sejarah dari hasil buah pohon yg buruk, sebagai perbandingan bagi orang-orang yg menilai agama dari oknumnya. Korban jiwa jang jatuh karena keterlibatan orang yang mengaku beragama Kristen. Ajaran yang diclaim "kasih"

Crusades (1095-1291) 1.000.000
Albigensian Crusade (1208-49) 1.000.000
During the Saracen slaughters in Spain 7.000.000
Saxons and Scandinavians lost their lives opposing the introduction of Christianity 2.000.000
Holy Wars against the Netherlands, Albigenses, Waldenses, and Huguenots 1.000.000
Spanish Inquisition (1478-1834) 350.000
French Wars of Religion 16th century 3.000.000
Thirty Years War 17th century 7.000.000

Total 22 000 000 selama 6 abad, siapakah pelakunya?

Penjajahan & Perang Abad 18 - 19

Congo Free State (1886-1908): 8.000.000
Annihilation of the American Indian 20.000.000
(untuk genocide American Indian diatas angkanya lebih banyak dari itu, sedang saya pelajari)
Philippines Insurgency (1899-1902): 220.000
Brazil (1900 et seq.): 500.000
Amazonia (1900-12): 250.000
Portuguese Colonies (1900-25): 325.000
French Colonies (1900-40) >200,000
Abyssinian Conquest (1935-41): 400.000
Algeria (1954-62): 537 000
British India 19th century 17.000.000 dll.

Total kira kira 45.000.000 jiwa selama 2 abad, siapakah pelakunya?

Abad 20

First World War (1914-1): 15.000.000
Second World War (1937-45): 55.000.000
That's 35,000,000 deaths which can probably be blamed on Hitler to one extent or another.
Mexican Revolution (1910-20): 1.000.000
Spanish Civil War (1936-39) and Franco Regime (1939-75): 365.000 + 100.000
Korean War (1950-53): 2.800.000
First Indochina War (1945-54): 400.000
Second Indochina War (1960-75): 3.500.000
Ethiopia (1962-92): 1.400.000
Rwanda and Burundi (1959-95): 1.350.000
Liberia (1989-97): 150.000
Zaire (Dem. Rep. Congo), Civil War (1997): 250.000
Bosnia and Herzegovina (1992-95): 175.000
Iraq - International embargo (1990-): 350.000
Guatemala (1960-1996): 200.000
Colombia (1946-5): 200.000
Greek Civil War (1943-49): 158.000
Balkan Wars (1912-13): 140.000. dll.

Total kira kira 70.000.000 juta jiwa selama 1 abad , melonjak drastic siapa lagi pelakunya? Jadi selama adanya Christianity hingga tahun ini sudah 140.000.000 juta jiwa melayang.

Bagaimana nantinya di abad 21? Apakah itu yang disebut buah ajaran kasih? Coba direnungkan berapa banyak korban jiwa dari keganasan umat Kristen 20 abad 140 juta jiwa & 14 abad 15 juta jiwa.

Kesimpulan :
Kalau saja mereka memperhatikan data-data ini, apakah mereka masih tetap menghujat Islam sebagai agama teroris dari tindakan para oknum-oknumnya? Kalau tetap bersikap demikian, maka sesungguhnya mereka hanya memamerkan MENTAL-MENTAL MUNAFIK sebagaimana kriteria yang Yesus sampaikan di kitab kanonik, mereka mempersoalkan selumbar di mata orang lain tetapi Balok di mata mereka sendiri tidak kelihatan.

Matius
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Demikianlah apa yg dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semuanya. Aamiin.. :)

Selasa, 20 Januari 2015

PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR'AN



Membahas mengenai asal muasal alam semesta selalu dapat menjadi topik yang menarik karena disinilah kesesuaian antara agama dan ilmu pengetahuan di uji. Agama mungkin menyatakan, akan tetapi ilmu pengetahuan yang akan membuktikan. Setiap kitab suci mungkin menceritakan mengenai bagaimana penciptaan alam semesta, karena dari penciptaan alam semesta itulah semua yang berada di alam “fana” ini bermula, baik dimensi ruang maupun waktu.

Ilmu pengetahuan saat ini sendiri belum dapat sepenuhnya mengungkapkan seluruh proses penciptaan alam semesta dengan bukti-bukti ilmiah, akan tetapi sudah banyak data mengenai alam semesta ini yang diyakini kebenarannya disertai dengan bukti-bukti secara ilmiah, seperti awal keberadaan alam semesta yang berasal dari ledakan besar (big bang), kemudian umur bumi, matahari, bulan, dan bintang-bintang pun telah dapat ditentukan dengan ilmu pengetahuan saat ini.

Al-Qur’an, dalam hal ini, memuat banyak ayat mengenai penciptaan langit dan bumi. Disini Al-Qur’an, sebagaimana pula kitab suci lainnya yang diklaimkan berasal dari Tuhan Yang Maha Sempurna dan Maha Tahu, harus mau “mempertaruhkan” dan mempertanggung-jawabkan kebenarannya mengenai penciptaan alam semesta dengan cara membandingkannya menggunakan data-data ilmu pengetahuan saat ini.

Enam hari, delapan hari atau 13.5 milyar tahun ?

Salah satu perbedaan besar antara data ilmu pengetahuan dengan kitab-kitab agama adalah masalah waktu penciptaan. Di mana data ilmu pengetahuan menunjukkan alam semesta tercipta 13,5 milyar tahun yang lalu dan bumi tercipta 4,5 milyar tahun yang lalu, kitab-kitab agama merujuk penciptaan alam semesta dalam hitungan hari, termasuk pula dalam hal ini Al-Qur’an.

Al-Qur’an menggunakan kata “ayyam” dalam menerangkan penciptaan langit dan bumi. “sittati ayyam” berarti enam hari, digunakan dalam 7 ayat Al-Qur’an berikut :

[7:54] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy …

[10:3] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan…

[11:7] Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa)…

[25:59] Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari (masa), kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy …

[32:4] Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy …

[50:38] Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari (masa), dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan…

[57:4] Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy …

Ketika dihadapkan dengan fakta-fakta yang ada, 6 hari dibandingkan milyaran tahun, maka apakah Al-Qur’an dalam hal ini salah ? “Imani saja, wahyu selalu lebih benar daripada ilmu. Belum tentu ilmu pengetahuan benar” mungkin bisa dijadikan alasan bagi sebagian orang yang mengedepankan wahyu. “Al-Quran memang tidak ditujukan sebagai kitab ilmu pengetahuan, tetapi sebagai kitab petunjuk hidup“, adalah jawaban lain yang sering kita dengar. Ya, memang benar ilmu pengetahuan belum mengungkapkan keseluruhan proses penciptaan, tapi sudah dapat mengungkapkan umur alam semesta dan umur bumi, matahari dan bulan, yang tentu saja berselisih tidak dalam hitungan hari. Jadi, apakah Al-Qur’an dalam ini salah ?

Untungnya, Al-Qur’an memberikan petunjuk, mengindikasikan bahwa “ayyam” (jamak) atau “yaum” (tunggal) apabila disebutkan dalam Al-Qur’an tidak harus berarti 24 jam.

[70:4] Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun

[32:5] Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Dalam hal ini Al-Qur’an menyatakan, dalam kaitannya dengan “langit dan bumi” (baca : alam semesta), satu hari bisa berarti berapapun menurut perhitungan kita. Oleh sebab itu, “ayyam” pada “sittati ayyam” dapat di terjemahkan sebagai “enam periode” atau “enam masa”, wallahu a’lam.

Salah satu penjelasan yang ditawarkan mengenai berapakah lama sebenarnya satu hari penciptaan menurut Al-Qur’an telah diuraikan di dalam postingan “UMUR BUMI MENURUT AL-QUR'AN DAN ALKITAB"

Mengapa Al-Qur’an tidak langsung mengatakan “langit dan bumi di ciptakan dalam enam hari, yang sehari kadarnya sama dengan dua milyar tahun menurut perhitunganmu”, misalnya ?

Pertama, penulis sendiri tidak yakin kata “milyar” sudah dikenal pada jaman Nabi Muhammad dimana Al-Qur’an diturunkan.

Kedua, Allah membiarkan manusia yang menemukan sendiri satu hari yang disebutkan itu kadarnya berapa tahun, sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Adapun lamanya tiap masa dalam enam masa tersebut, bisa saja tidak sama satu sama lain, dimana tiap masa dibandingkan dengan masa yang lain lamanya menurut perhitungan manusia di bumi dapat berbeda-beda, ataupun dapat pula sama akan tetapi relatif dari mana pengamatan “masa” atau “waktu” tersebut dilakukan, wallahu a’lam. Yang pasti, “masa” atau “hari” disini tidak berarti 24 jam waktu bumi.

Masalah lain timbul dan menjadi pertanyaan ketika seseorang membaca surah Fushshilat ayat 9-12 :

[41:9] Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”

[41:10] Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

[41:11] Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

[41:12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Keempat ayat di atas menceritakan mengenai penciptaan langit dan bumi dalam delapan masa. Dua masa penciptaan bumi, empat masa pemberkahan bumi, dua masa penciptaan langit. Dua ditambah empat ditambah dua sama dengan delapan. Sementara di tujuh ayat lain Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, di surah Fushhilat 9-12 ini Allah mengatakan prosesnya adalah dua tambah empat tambah dua. Apakah Al-Qur’an salah ?

Kuncinya adalah pada ayat ke sepuluh surah Fushhilat di atas. Terjemahan kata per kata dari ayat ke-10 tersebut adalah :

“Dan dia meletakkan baginya gunung-gunung yang kokoh di atasnya, dan Dia memberkahinya, dan menetapkan baginya rezekinya, dalam empat masa total, bagi mereka yang bertanya“.

Perhatikan kata total yang merupakan terjemahan dari “sawa-an”. “sawa-an” dalam bahasa arab berarti “menyamakan”, “sama dengan (equal)” , “total”, atau “keseluruhan”. Orang yang hanya berpatokan pada terjemahan mungkin akan merasa bingung, akan tetapi Al-Qur’an dengan jelas mengatakan bahwa empat masa itu adalah totalnya.

Penggunaan kata “sawa-an” dalam Al-Qur’an mengindikasikan bahwa proses pemberkahan dan pemberian rezeki bagi bumi memakan waktu dua masa, yang apabila digabung dengan penciptaan bumi dari awal, total keseluruhannya adalah empat masa. Juga mengindikasikan bahwa, karena itu total, belum berarti berurutan. proses penciptaan bumi dan pemberkahannya dalam empat hari belum tentu berurutan. Merupakan satu paket, ya, tapi belum tentu satu paket tersebut dalam waktu yang berurutan, karena Fushshilat ayat 9-10 disini sebetulnya berfokus pada penciptaan bumi dalam yang disebutkan di ayat ke-9. Jadi tidak ada pertentangan di sini. Semuanya tetap mengacu kepada enam masa penciptaan.

Langit atau bumi yang terlebih dahulu diciptakan ?

Beberapa orang meyakini apa yang dikatakan Al-Qur’an, mengatakan bahwa bumi-lah yang terlebih dahulu diciptakan daripada langit (berarti termasuk matahari, bulan, dan planet-planet), berdasarkan surah Fushshilat ayat 9-12 di atas.

“Telah jelas di dalam keempat ayat tersebut Allah mengatakan bahwa penciptaan langit terjadi sesudah penciptaan bumi”, begitulah argumen mereka, dengan menyertakan ayat lain yang mendukung :

[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia berkehendak (menuju) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Sementara menurut data ilmu pengetahuan mengatakan bahwa matahari diciptakan 4.57 milyar tahun yang lalu, bumi 4.567 milyar tahun yang lalu, dan bulan 4.53 milyar tahun yang lalu. Bahkan alam semesta diperkirakan mulai tercipta 13.7 milyar tahun yang lalu. Berarti secara ilmu pengetahuan, langit diciptakan terlebih dahulu daripada bumi.
Jadi manakah yang benar, Al-Qur’an ataukah ilmu pengetahuan ?

Proses Pembentukan Alam Semesta

Segalanya berawal dari suatu ledakan besar (big bang), tidak diragukan lagi, begitulah pendapat mayoritas ilmuwan saat ini. Dari big bangsegalanya berawal, menurut mereka. Dan begitu pula yang disebutkan oleh Al-Qur’an tentang penciptaan, begitulah masa pertama penciptaan dimulai dengan suatu ledakan besar :

[21:30] Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya (fataqnahunna).

Fataqnahunna (Kami pisahkan mereka), berasal dari akar kata fataqa, yang artinya menurut Lane’s Lexicon Arabic-English adalah memisahkan (disjoined), mencerai beraikan (disunited), atau memisahkan dengan cara merusak strukturnya (unstitch).
Al-Anbiyaa (21) ayat 30 di atas, menerangkan bahwa langit dan bumi pada mulanya adalah sesuatu yg satu, satu entitas, tidak ada yang namanya langit dan tidak ada yang namanya bumi, masih merupakan suatu kesatuan. Entitas ini yang kemudian di fataqa, dipisahkan, yang mengakibatkan suatu ledakan besar (big bang).

Pertanyaan selanjutnya muncul : apakah yang kemudian dibentuk menurut Al-Qur’an ? Penciptaan langitkah, atau penciptaan bumi ?

Sebelum membahas itu, perlu diingatkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada masa dimana mayoritas penduduk bumi menganut paham geo-sentris, bumilah pusat alam semesta dan semuanya mengelilingi bumi. Bahkan hampir semua orang saat itu menganggap bahwa bumi itu datar.

Mengatakan bahwa langit diciptakan terlebih dahulu daripada bumi mungkin akan memperoleh banyak cemoohan. Bagaimana mungkin bumi yang menjadi pusat alam semesta di ciptakan setelah langit. Sepatutnyalah bumi sebagai pusat diciptakan terlebih dahulu sebelum langit, matahari, bulan, bintang dan yang lainnya, sebagaimana logikanya, fondasi sebuah bangunan harus diciptakan terlebih dahulu sebelum atap-atapnya.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Benar, akan tetapi Allah menggunakan istilah yang dapat diterima pada masa itu, namun dapat dibuktikan kebenarannya di masa yang akan datangnya, wallahu a’lam. Perhatikan bahwa berbicara tentang penciptaan dalam enam masa, Allah selalu mengatakan “langit dan bumi”, bukan “bumi dan langit”. Surah Ath-Thaahaa (20) ayat 4 di sebutkan tentang “bumi dan langit” (dimana “bumi” disebut terlebih dahulu) tetapi bukan dalam kaitannya dengan penjelasan penciptaan dalam enam masa. Untuk surah Ath-Thaahaa ayat 4 ini akan ada pembahasan lebih lanjut di bawah. Seperti halnya Allah selalu mengatakan “malam dan siang”, bukan “siang dan malam”, karena malam lebih dulu ada daripada siang. Dan juga “matahari dan bulan”, bukan “bulan dan matahari”, karena matahari telah ada lebih dulu daripada bulan.

Perhatikan pula pada surah Fushhilat ayat 11 :

[41:11] Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Dalam memahami Al-Qur’an lebih jauh, selalu mengacu kepada redaksi aslinya. Terjemahan kata per kata dari ayat 11 ini adalah : “Kemudian (tsumma) Dia pergi menuju langit (samaa-i) dan dia berupa asap (hiya dukhaanun) …”

“tsumma” disini berarti kemudian, berfokus kepada ayat ke-9, yaitu setelah penciptaan bumi, bukan ayat-10 (setelah pemberkahan bumi). Di atas telah diuraikan bahwa penggunaan kata “sawa-an” (total/keseluruhan) dapat mengindikasikan sesuatu yang tidak berurut. Jadi ayat 10 menjelaskan ayat 9, dan ayat 11 melanjutkan ayat 9.

Perhatikan pula Allah menggunakan kata “samaa-i”, langit bentuk tunggal. “Kemudian Allah menuju langit (tunggal)”, menjelaskan bahwa pada saat itu langit sudah ada. Jadi, dalam rangka proses penciptaan bumi, termasuk di dalamnya adalah proses penciptaan langit pertama (yang pada saat itu belum disebutkan sebagai “langit pertama” atau “langit dunia” karena hanya ada satu lapis langit). Mengapa ? karena proses penciptaan langit pertama (galaksi-galaksi pertama, matahari dan sebagainya) ini sebelum bumi, sangat penting peranannya bagi penciptaan bumi itu sendiri, dalam menciptakan keseimbangan yang sempurna. Tetapi dijelaskan pula, pada saat bumi terbentuk, langit pertama itu sebagian besar masih merupakan asap (gas) yang panas. “Dukhaanun” merupakan bentuk indefinitif dari al-dukhn yang berarti “asap yang berasal dari api” dengan kata lain panas. Kata “gas” pada jaman Nabi Muhammad belum diketahui, sehingga Allah menggunakan kata dukhaan untuk menunjukkan sebagian besar alam semesta masih merupakan gas yang panas.

Di ayat ke dua belasnya Allah mengatakan :

[41:12] faqadahunna sab’a samaawaatin fi yaumayni …
“fadahunna” berarti “dan di lengkapi bagi mereka”. Mereka disini adalah “langit” (samaa-i) dan “bumi” (ardh-i). Berarti langit dan bumi saat itu sudah ada, akan tetapi Allah melengkapi bagi keduanya dengan menjadikan samaa-i menjadi sab’a samaawaatin.

Di ayat ke 12 ini juga Allah menerangkan bahwa di langit terdekat (samaa-i duniya) Allah memberikan lampu-lampu. Berarti dalam proses ini Allah memperbanyak pengadaan (menghias dengan) bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya yang sebelumnya masih berupa gas yang panas. Bukan berarti sebelumnya tidak ada bintang, akan tetapi bintang-bintang di awal penciptaan tidak sebanyak setelah penciptaan sab’a samaawaatin, karena bintang-bintang di awal penciptaan berfokus untuk kepentingan penciptaan bumi, dimana sebagian besar benda langit masih berupa gas, termasuk juga bumi, telah di bentuk bulat akan tetapi masih berupa gas, wallahu a’lam.

[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia berkehendak (menuju) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dalam Al-Baqarah ayat 29 ini juga Allah mengatakan “tsumma istawaa’ ila as-samaa-i fasawwahunna sab’a samaawaatin” yang diartikan “kemudian Dia pergi menuju langit (samaa-i) dan dijadikannya tujuh langit (sab’a samaawaatin), berarti langit sebelumnya sudah ada, tetapi belum menjadi tujuh langit.

Jadi lebih tepat jika dikatakan bahwa ayat ini menerangkan bahwa Allah mengkondisikan bumi sehingga bumi beserta isinya nantinya dapat menjadi tempat yang mampu dihuni dan diolah oleh manusia. “Dialah Allah yang menciptakan apa-apa yang ada di bumi untuk kamu semuanya”, bukan berarti saat itu telah terbentuk semuanya di bumi, akan tetapi bumi pada awal penciptaan semuanya dirancang sedemikian rupa untuk mendukung kehidupan manusia, ukurannya, struktur inti buminya, elemen-elemen pembentuknya, semuanya dipersiapkan demi kepentingan manusia, yang akan memasuki masa pemberkahan.

Masa pemberkahan itu sendiri di jelaskan di ayat yang lain beserta dengan penjelasan proses-sebelumnya, yang merangkum keseluruhan proses penciptaan, yaitu di surah An-Naazi’aat ayat 27-32 :

[79:27] Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit (samaa-u)? Allah telah membangunnya
[79:28] Dia telah meninggikan bangunannya dan menyeimbangkannya
[79:29] Dia menggelapkan malamnya dan nenampakkan cahaya pagi-nya (dhuhaha)
[79:30] Dan bumi setelah itu di hamparkan-Nya (dahaha)
[79:31] Ia mengeluarkan daripadanya mata airnya, dan tumbuh-tumbuhannya.
[79:32] dan gunung-gunung, dikokohkan-Nya

Dari Surah An-Naazi’aat dapat kita lihat :

1. Ayat ke-27 menjelaskan mengenai penciptakan langit pertama dan bumi. Darimana kita tahu bahwa ayat ke-27 menjelaskan mengenai penciptaan bumi juga ? Ini kaitannya dengan ayat ke 29. Adanya malam dan siang terjadi setelah ada bumi. Jadi ayat ke-27 sebetulnya menyatakan dua masa penciptaan bumi yang disebutkan di surah Fushshilat ayat 9. “Allah telah membangunnya”. Sebagaimana Allah menyebutkan “langit pertama sudah terbentuk saat bumi terbentuk, karena terciptanya langit pertama sebelum bumi diperlukan dalam penciptaan bumi itu sendiri” secara tersirat di Q.S Fushshilat 9-12, di surah An-Naazi’aat ini pun secara tersirat Allah menyatakan bahwa “bumi pun terbentuk ketika langit pertama telah terbentuk”. Langit pertama adalah fondasi bagi pembentukan bumi, dan dimasa ini sebagian besar benda langit masih merupakan gas panas, termasuk pula matahari dan permukaan bumi.

2. Ayat ke-28 adalah proses penciptaan “sab’a samaawaatin”, dimana saat itu Allah meninggikan langit dengan cara menjadikannya menjadi tujuh langit, dan menyeimbangkan semua benda-benda langit sehingga tidak cenderung saling betubrukan dan semuanya berjalan dengan keseimbangan yang sempurna. Juga dengan “menghiasi langit dengan lampu-lampu” (baca : komet, meteor, bintang, dsb) sehingga memperkokoh keseimbangan langit. Tujuan penciptaan “lampu-lampu” ini tidak lain agar menjadi “tiang yang tidak terlihat” yang disebutkan Allah dalam surah Ar-Rad ayat 2 : “[Q.S 13:2] Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat…” .Proses ini masuk dalam dua masa penciptaan tujuh langit (sab’a samaawaatin). Termasuk pula di bagian akhir dua masa penciptaan tujuh langit ini (atau dapat pula di awal dua masa pemberkahan bumi, wallahu a’lam) ini matahari telah terbentuk menjadi sempurna.

3. Kemudian memasuki memasuki masa-masa awal dua masa proses pemberkahan bumi. Ayat ke-29 menjelaskan tentang penciptaan lapisan-lapisan Atmosfer. Dalam postingan “Benarkah Al-Qur’an berkata matahari tidak menyebabkan siang ?” sudah dijelaskan bahwa siang dan malam terjadi bukan karena adanya matahari, akan tetapi karena adanya atmosfir yang mengubah “dhiyaan” (sinar) matahari, menjadi “dhuhaa” (cahaya pagi), sehingga siang hari di bumi terang dan berwarna biru. Telah diketahui bahwa atmosfir bumi pun terdiri atas tujuh lapis. Dari sudut pandangan manusia di bumi, awan, atmosfir, matahari, bulan, bintang, semuanya berada di “langit”, sehingga terkadang Al-Qur’an menggunakan kata “dari langit kami turunkan air”, atau “rezeki dari langit“, atau “air dari langit“, karena semuanya berada dalam lingkup langit pertama.

4. Ayat ke-30 juga menjelaskan mengenai dua masa proses pemberkahan bumi. kata “dahaha”, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam postingan “Bumi itu datar menurut Al-Qur’an ?“, berarti menggerakkan bumi sehingga menjadi terasa datar. Bukan berarti sebelumnya bumi tidak bergerak dan berputar, akan tetapi jika sebelumnya bumi masih berputar dengan sngat kencang dalam rangka memadatkan diri, dalam masa ini putaran dan pergerakannya disesuaikan sedemikian rupa sehingga bumi itu terasa datar bagi makhluk yang nantinya tinggal di permukaannya. Termasuk pada masa ini, batuan-batuan padat telah terbentuk dan pembentukan gunung pun telah dimulai pada masa ini.

5. Ayat ke-31 dan ke-32 masih merupakan kelanjutan penjelasan dari dua masa pemberkahan bumi, termasuk di dalamnya pengadaan air, pengadaan tumbuh-tumbuhan dan pengokohan gunung-gunung yang sbeelumnya telah mulai terbentuk, sehingga berfungsi sebagai pasak dan penyeimbang bagi bumi. Penyempurnaan pembentukan bulan pun terjadi pada dua masa pemberkahan bumi ini karena bulan dibutuhkan sebagai penyeimbang bumi dan berfungsi dalam mengatur ombak serta pasang surut air laut.

Dalam menerangkan penciptaan dalam enam masa, Allah menyebutkan langit terlebih dahulu daripada bumi dengan sebutan “samaawaati wal ardh” atau “langit dan bumi”, karena “sama-i” yang belakangan disempurnakan Allah menjadi “sab’a samaawaatin”, diciptakan lebih dahulu daripada bumi karena terkait untuk mendukung pembentukan bumi, walaupun “sab’a samaawaatin” diciptakan setelah pembentukan bumi. Hal ini menyebabkan secara umum “samaawaatin” (bukan “sab’a samaawaatin”) diciptakan lebih dulu daripada “ardh”.

Bagaimana dengan surah Ath-Thaahaa (20) ayat 4 yang berbunyi :

[20:4] yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi

Pertama, ayat ini tidak menjelaskan lamanya penciptaan, tetapi berupa penegasan bahwa Al-Quran di turunkan oleh sebagai peringatan bagi orang yang takut karena diturunkan dari Allah sang pencipta. Kedua, secara morfologi, ayat ini mengatakan “Allah yang menciptakan (1) bumi dan (2) langit yang tinggi (al-samaawati al-‘ula / highest heavens)”, bukan “bumi dan langit” (tanpa kata keterangan sebagaimana ayat-ayat yang lain). Pemberian kata keterangan “yang tinggi” (al-‘ula) untuk “langit” menjadi satu frasa “langit yang tinggi”, dan di sebut sesudah “bumi”, mengindikasikan bahwa peninggian langit memang terjadi sesudah penciptaan bumi, yaitu di dua masa penciptaan tujuh langit.

Lihatlah bagaimana Allah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan diterima oleh orang-orang dijaman Nabi Muhammad, akan tetapi akan dapat dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan. Pembentukan alam semesta sendiri masih merupakan misteri bagi manusia, akan tetapi pernyataan Al-Qur’an mengenai penciptaan alam semesta tidak ada yang bertentangan dengan data ilmu pengetahuan saat ini, dan juga tidak akan bertentangan dengan data ilmu pengetahuan dimasa yang akan datang, insya Allah.

Dihapuskannya tanda malam, pembentukan bulan menurut Al-Qur’an

Allah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 17 :

[17:12] Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa di awal pembentukan bulan, bulan memiliki lautan magma akibat dampak dari giant impact. Hal ini membuat bulan pada masa itu terang benderang. Dari buku “The magma ocean concept and lunar evolution” karangan Warren, P. H. (1985) disebutkan bahwa :
The newly formed Moon would also have had its own lunar magma ocean; estimates for its depth range from about 500 km to the entire radius of the Moon

Hal ini mengakibatkan dari sudut pandang bumi, bumi seolah-olah memiliki dua matahari. Akan tetapi Allah menghilangkan magma dari bulan yang saat itu menjadi tanda malam, sebagai proses “penghapusan tanda malam”. Kemudian Allah menyempurnakan lapisan atmosfir bumi yang membuat “tanda siang” menjadi lebih terang benderang, karena mampu menyaring cahaya matahari dan menyebarkannya di bumi sehingga siang menjadi berwarna biru dan terang. Salah satu tujuannya adalah “agar kamu mencari karunia Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun dan perhitungan”, yang akan sulit jika bumi memiliki “dua matahari”, karena manzilah-manzilah atau fasa-fasa bulan tidak terjadi jika bulan memiliki cahaya sendiri sebagaimana matahari.
Bentuk alam semesta

Dalam postingan yang berjudul “APAKAH BUMI ITU DATAR MENURUT AL-QUR'AN“, dijelaskan bahwa seperti halnya bumi, Al-Qur’an pun menyatakan bahwa langit memiliki banyak diameter (aqthar), yang mana mengacu kepada bentuk elipsoid, sebagaimana dinyatakan dalam surah Ar-Rahmaan ayat 33. Namun elipsoid alam semesta ini tidak seperti elipsoid bumi, akan tetapi suatu bentuk elipsoid yang sangat pipih relatif datar, seperti yang dikatakan dalam ayat berikut :

[51:47] Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (lamuusi’uuna)

lamuusi’uuna berasal dari kata wasi’a yang berarti “terus menerus melapangkan/meluaskan”. Ilmu pengetahuan menyatakan bahwa jarak antar objek di alam semesta dalam hal ini antar-galaksi semakin lama semakin jauh dan berkembang, sehingga alam semesta menjadi semakin luas.

Menurut Big Bang model, alam semesta berkembang dari keadaan yang sangat padat dan panas menjadi keadaan seperti sekarang ini, dan akan terus meluas/berkembang. Rem B. Edward dalam paparenya yang berjudul “What Caused The Big Bang” menganalogikan perkembangan alam semesta ini ini dengan “. . like raisins in a rising loaf of bread, or dots on the surface of an inflating balloon.”

Disini alam semesta di analogikan seperti adonan roti kismis yang awalnya berbentuk adonan bulat padat, yang terus mengembang, dan jarak antar kismis-kismis nya pun semakin jauh. Hal ini membuat bentuk alam semesta yang bulat pipih menjadi semakin pipih, hampir datar, dengan meluasnya alam semesta, sehingga seolah-olah dapat “digulung” atau “dilipat” seperti yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya :

[21:104] (Yaitu) pada hari Kami gulung (lipat/nathwii) langit seperti menggulung (melipat/kathayyi) lembaran – lembaran kertas.
Memipihnya alam semesta sehingga menjadi seperti “lembaran-lembaran kertas” diungkapkan Al-Qur’an.

Dikatakan oleh NASA bahwa :
The simplest version of the inflationary theory, an extension of the Big Bang theory, predicts that the density of the universe is very close to the critical density, and that the geometry of the universe is flat, like a sheet of paper. (http://map.gsfc.nasa.gov/universe/uni_shape.html)

Saat ini belum “equal to the critical density” akan tetapi “very close to the critical density” menyebabkan alam semesta semakin berbentuk bulat pipih/elipsoid relatif datar “seperti kertas”, hingga pada akhir nanti akan dapat “digulung/dilipat seperti menggulung/melipat lembaran-lembaran kertas” saat “less than the critical density”, wallahu a’lam.

Ada tidaknya udara di luar angkasa, sebuah pernyataan lain dalam Al-Qur’an

Allah berfirman dalam surah Al-An’aam ayat 125:

[6:125] Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Perhatikan pernyataan “niscaya Allah menjadikan dadanya sesak (dayyiqan) lagi sempit (harajaan) seperti halnya dia sedang mendaki menuju langit (samaa-i)”. Lihat bagaimana Allah menyatakan “jika kamu pergi menuju langit, maka semakin tinggi kamu pergi, akan semakin terasa sesak dan sempit dadamu”. Hal ini dikarenakan karena semakin jauh dari permukaan bumi, maka kadar oksigen semakin berkurang, sampai akhirnya tidak akan ada oksigen sama sekali. Hal ini menyebabkan dada sese orang akan terasa sesak dan sempit karena kesulitan bernafas.
Sesuatu yang sudah dinyatakan 15 abad yang lalu dan baru dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan saat ini, wallahu a’lam

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.