Jumat, 23 Januari 2015

MENJAWAB MASALAH SHALAWAT NABI


Salah satu tuduhan populer kaum kafir terhadap Islam adalah tuduhan bahwa umat Muslim bershalawat kepada Nabi Muhammad menandakan Nabi Muhammad belum selamat. Tuduhan tersebut muncul akibat ketidakmengertian mereka mengenai arti shalawat itu sendiri. Sebelumnya kita ketahui terlebih dahulu arti dari shalawat. Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan, perintah shalawat tertulis jelas dalam Al-Qur'an firman Allah Subhana Wa Ta'ala.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab' 33:56)

Jika dilihat, shalawat itu memang hampir mirip seperti doa, tapi sesungguhnya tidak bermakna doa manusia pada umumnya. Bershalawat dari Allah berarti pemberian rahmat oleh Allah, malaikat bershalawat kepada Nabi maksudnya malaikat turut memohon ampunan kepada Allah, dan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi bermakna ucapan salam dan penghormatan atas rahmat dan kesejahteraan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Shalawat merupakan kewajiban bagi kaum Muslim sebagai bagian dari perintah dari Allah. Lantas apakah itu berarti Nabi Muhammad belum selamat?

★ Setiap Nabi Dijamin Masuk Surga

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah dijamin masuk surga, ayatnya secara eksplisit maupun implisit banyak tertera dalam Al-Qur'an.

مَنْ كَانَ يَظُنُّ أَنْ لَنْ يَنْصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ
"Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya." (QS. Al-Hajj' 22:15)

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus," (QS. Al-Fath' 48:1-2)

Dosa Nabi Muhammad telah diampuni oleh Allah baik yang telah lalu maupun yang akan datang, serta beliau dipimpin ke jalan yang lurus. Itulah salah satu keistimewaan para nabi-nabi Allah yang semuanya sudah pasti mendapat jaminan surga. Semua utusan pilihan Allah sudah jelas akan diselamatkan diakhirat kelak beserta orang-orang yang beriman.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ
"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)," (QS. Al-Mu'min' 40:51)

Para Rasul Allah dipastikan selamat dunia dan akhirat, tapi jaminan itu tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap taat beribadah kepada Allah serta terus memohon ampunan kepada-Nya. Dan hal tersebut merupakan keistimewaan lain para Nabi dibanding manusia biasa. Walaupun jaminan surga sudah mereka dapatkan, tapi mereka tidak henti-hentinya bersyukur dengan ibadah yang lebih tekun.

Diriwanyaatkan dari Ibunda Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Sungguh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya. Aku bertanya kepada beliau, ”Mengapa engkau melakukan hal ini, wahai Rasulullah? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”, Beliau menjawab, “Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadits diatas adalah contoh bagaimana Nabi Muhammad terus bersyukur walaupun kehidupannya sudah dijamin dunia dan akhirat. Tanpa perlu penjelasan panjang lagi kita sudah mengetahui bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alahi Wasallam telah dijamin keselamatan dan surga baginya. Sekarang pertanyaannya, mengapa kita masih harus bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukankah dia sudah pasti masuk surga? Lantas apa fungsi shalawat itu?

★ Fungsi Shalawat Kepada Nabi

Tujuan Allah menyuruh manusia bershalawat kepada Nabi Muhammad ialah agar umat Islam seluruhnya menaruh rasa hormat kepada beliau. Sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi Nabi terakhir dan penutup para Nabi, yang membebaskan manusia dari kehidupan jahiliyah. Atas perjuangan beliau, umat manusia bisa dihantarkan ke alam yang terang benderang. Beliaulah yang mengantarkan umat manusia dari kehidupan hewani menjadi kehidupan yang manusiawi. Jika tanpa beliau yang diutus atas izin Allah, maka tidak akan ada yang membendung kebejatan moral yang dilakukan umat manusia hari ini.

Oleh sebab itu sebagai orang yang tahu diri, umat manusia sangat wajib untuk mensyukuri jasa beliau. Untuk mengabadikan rasa syukur dan jasa Nabi Muhammad inilah maka shalawat serta salam dijadikan sebagai salah satu rukun dzikri, yaitu suatu bacaan rukun bagi umatnya setiap mengerjakan shalat.

Dapat dilihat masyarakat kita pun memiliki cara tersendiri untuk mengenang jasa orang yang menurut mereka pahlawan. Contohnya membuat patungnya, gambarnya, atau seperti para pahlawan Indonesia yang wajahnya diabadikan dalam uang kertas. Sedangkan Allah memberi petunjuk kepada kita untuk mengenang jasa Nabi terakhir Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang terpuji dengan mengucapkan shalawat kepadanya.

Seandainya Allah tidak memberikan contoh dan petunjuk tentang tata cara mensyukuri karunia-Nya yang telah diberikan melalui baginda Nabi, tentu akan terjadi bermacam-macam cara dalam mensyukuri nikmat tersebut. Misalnya dengan memberikan sesajian, tumbal, korban hewan, dan lain-lain menurut selera serta keinginan masing-masing sehingga akhirnya mengarah pada pengkhultusan dan kemusyrikan. Oleh karena Allah memberikan petunjuk Al-Qur'an dalam hal etika menghormati manusia pilihan-Nya, maka umat Islam mematuhi perintah tersebut agar tidak terjadi kekacauan dalam beribadah kepada-Nya.

Fungsi lain shalawat pun tertera dalam salah satu hadits yang disebutkan sebagai berikut:
Dari Anas bin Malik radiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat." (HR. Bukhari, Nasa'i, Ibnu Hibban & Hakim)

Atas dasar hadits tersebut, maka umat Islam dimanapun berada selalu membacakan shalawat kepada Rasulullah setiap waktu shalat maupun setiap kali mendengar namanya disebut. Sebab dengan membacakan satu kali shalawat kepada Rasulullah, maka balasannya adalah mendapat sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan. Siapa yang tidak mau mendapat pahala sebanyak itu? Tentu saja untuk mendapatkan pahala kemuliaan itu pribadi kita juga harus didukung nilai-nilai Islami.

Dengan demikian, keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah sungguh membawa berkah dan rahmat bagi umatnya. Sebab dengan bershalawat kepadanya satu kali saja, akan memperoleh pahala sepuluh kebaikan dan menghilangkan sepuluh keburukan. Sungguh beruntung menjadi pengikut beliau.

Jadi intinya shalawat kepada Nabi itupun kembali kepada diri kita sendiri. Lantas apakah hanya Nabi Muhammad yang mesti dishalawatkan?

★ Nabi Lain Juga Dishalawatkan

Al-Qur'an mencatat bahwa setiap Nabi yang diutus oleh Allah, juga diberikan karunia shalawat atas mereka. Begitupun dengan umat mereka juga bershalawat kepada Nabi yang diutus untuknya.
Shalawat untuk para Rasul Allah:
"Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:180-183)

• Shalawat untuk Nabi Ibrahim Alaihissalam:
"Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:108-109)

• Shalawat untuk Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Harun Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian; (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:119-120)

• Shalawat untuk Nabi Nuh Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk Nuh itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian; "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." (QS. Ash-Shaaffaat' 37:78-79)

• Shalawat untuk Nabi Ilyas Alaihissalam:
"Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?" (QS. Ash-Shaffaat' 37:129-130)

• Shalawat untuk Nabi Yahya Alaihissalam:
"Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam' 13:12-15)

• Shalawat untuk Nabi Isa Alaihissalam:
"Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam' 19:30-33)

Itulah ucapan shalawat untuk para Nabi dalam Al-Qur'an. Gelar "Alaihissalam" sendiri yang dimiliki oleh para Nabi juga merupakan shalawat yang berarti "semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya". Begitu juga dengan gelar Nabi Muhammad yaitu Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Intinya bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah, bukan atas inisiatif para Nabi, bukan karena semata-mata keinginan Nabi Muhammad, tapi perintah Allah kepada manusia beriman sebagai bentuk pernghormatan kepada para Nabi-Nya.

Ketauhilah, bershalawat atau tidaknya kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan menurunkan derajat beliau disisi Allah sebagai manusia termulia. Seandainya pun di dunia ini tidak ada yang bershalawat kepada beliau, tentu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan tetap menjadi manusia yang terdahulu masuk surga bersama umatnya di akhirat kelak.

★ Yesus Dalam Bible Dishalawatkan

Umat Kristen begitu bersemangat mempermasalahkan masalah shalawat Nabi ini karena mereka berpikir dalam Bible-nya tidak ada shalawat terhadap Nabi. Apakah mereka betul? Ternyata mereka salah! Sang Nabi dari Nazaret pun didoakan shalawat oleh para pengikut beliau pada zamannya.

Matius 23:39 Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat aku lagi, hingga kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!
Lukas 13:35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat aku lagi hingga pada saat kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!
Lukas 19:38 Kata mereka: “DIBERKATILAH DIA yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!
Yohanes 12:13 Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Isa Al Masih sambil berseru-seru: “Hosana! DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!
Matius 21:9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

Ucapan pemberkatan dan doa Hosana tersebut tersebut diatas adalah untuk Yesus. Apakah arti "Hosana"? Doa atau pujian? Kita lihat Hosana dalam Perjanjian Lama.

Mazmur 118:25
אנא יהוה הושיעה נא אנא יהוה הצליחה נא
ānnā’ yəhwâ HWOSI‘AH NA’ ’ānnā’ yəhwâ haṣəlîḥâ nnā’
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

Kita bisa mengerti bahwa dalam banyak referensi Hosana mengandung pengertian seruan doa :

"derived from Aramaic ( הושע נא ) from Hebrew הושיעה נא) ) (Psalm 118:25, הוֹשִׁיעָהנָּא ), meaning “help” or “save, I pray“, “an appeal that became a liturgical formula; as part of the Hallel… familiar to everyone in Israel." (The Bauer lexicon)
"Diambil dari bahasa aram ( הושע נא ) dan juga bahasa Ibrani ( הושיעה נא ) (Mazmur 118:25, הוֹשִׁיעָהנָּא ) yang berarti “Tolong” atau “Selamatkanlah, Ku berdoa”. Sebuah seruan yang menjadi tata cara ibadah; sebagai bagian dari Hallel. yang dikenal setiap orang di israel." (Kamus Kata Bauer)

"hosanna, indecl. particle translit. fr. the Heb.; strictly, a cry expressing an appeal for divine help “save! Help, we pray!”; in a liturgical usage, a shout of praise and worship “hosanna, we praise you” (Matthew 21:9)" (The Friberg Lexicon)
"Hosanna, diambil dari bahasa Ibrani yang berarti: seruan dengan sungguh sungguh & tegas untuk meminta pertolongan Tuhan. “Selamatkanlah! Tolonglah, kami memohon!”. Dalam tata ibadah, seruan untuk berdoa & memohon “HOSANA, Kami memberkatimu" (Matius 21:9)" (Kamus Kata Friberg)

"hosanna (in Aramaic), an exclamation of praise literally meaning, “Save, I pray”." (The UBS Lexicon)
"Hosanna (bahasa aram), sebuah seruan doa yang berarti: “Selamatkanlah, Kumohon”." (Kamus Kata USB)

"hosanna (an Aramaic expression meaning “help, I pray” or “save, I pray,” but which had become a strictly liturgical formula of praise)" (The Louw-Nida Lexicon)
"Hosanna (sebuah ekspresi dari orang aram yang berarti “Selamatkanlah, Ku doakan”, tapi menjadi susunan kata ibadah doa yang tegas)." (Kamus Kata Louw-Nida)

"A Hebrew exclamation of praise to the Lord, or an invocation of blessings" (http://www.artikata.com/arti-90566-hosanna.php)
"Hosanna in the highest,” the closing words of which no longer give any sense The same is the case with the words “Hosanna to the son of David” in Matt xxi. 9, “Hosanna in the highest” being a corruption of the original version." (http://www.jewishencyclopedia.com/view.jsp?artid=925&letter=H&searc h=hosanna)
"Hoshanot Today is Hoshana Rabbah, the seventh day of the festival of Sukkot which is also a minor holiday of its own. The name means “The Great Hoshana” or “The Great ‘Please Save Us’!”." (http://velveteenrabbi.blogs.com/blog/2010/09/hoshanot.html)

Menurut info dari Wikipedia, pengertian kata Hosana ada 2 pandangan:
1. Judaism: "Hoshana" ( הושענא ) is a Hebrew word meaning PLEASE SAVE OR SAVE NOW. In Jewish liturgy, the word is applied specifically to the Hoshana Service, a cycle of prayers from which a selection is sung each morning during Sukkot, the Feast of Booths or Tabernacles. The complete cycle is sung on the seventh day of the festival, which is called Hoshana Rabbah ( הושענא רבא , “Great Hosanna”).
2. Christianity "Hosanna" (Greek transcription: ὡσαννά, hōsanna) is the CRY OF PRAISE OR ADORATION shouted in recognition of the Messiahship of Jesus on his entry into Jerusalem, Hosanna! Blessed is the one who comes in the name of the Lord![3] It is used in the same way in Christian praise.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Hosanna)

Jadi Yahudi yang empunya kata Hosana mengartikannya sebagai permohonan alias doa sedangkan Kristen mengartikannya sebagai pujian atau sanjungan.

Sekarang kita lihat maknanya secara etimologi:
Etymology: Hosanna \Ho*san”na\ (h[-o]*z[a^]n”n[.a]), noun; plural Hosannas(-n[.a]z). [Greek, from Hebrew h[=o]sh[=i]‘[=a]h nn[=a]save now, save, we pray, h[=o]sh[=i]a’ to save (Hiphil, a causative form, of y[=a]sha’) + n[=a], a particle.]
(http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt26b8.htm)

Dari etimologi diatas jelas bahwa makna kata "Hosana" adalah memohon atau mengharapkan selamat atasnya, bukan memuji sang penyelamat.

Jadi berdasarkan info-info tersebut, Hosana memiliki makna sebagai permohonan dilimpahkan atau doa keselamatan atasnya. Cek juga pemakaian kata itu pada liturgy Jahudi, dan ternyata para patriarch Abraham, Isaac, Jacob, Moses, Aaron, Joseph dan David juga dihosanahi alias dimohonkan keselamatannya. (http://en.wikipedia.org/wiki/Hoshana_Rabbah)

Dalam penggalan ayat Bible yang telah ditampilkan sebelumnya, dapat dilihat doa sekaligus berkat juga dialamatkan untuk Yesus Kristus atau Nabiullah Isa Al-Masih dari para pengikutnya.

Anda dapat mendoakan orang lain dengan format yang serupa pemberkatan. Misal, "Diberkatilah kamu oleh Tuhan", "Allah memberkatimu", "Dilapangkanlah jalan-jalanmu", "Dimudahkanlah ujian hari ini", dan sebagainya. Dalam bahasa Arab, seringkali seorang muslim mendoakan saudaranya dengan kalimat "Barokallahu fiikum" yang berarti "Semoga ALLAH memberkahi anda" atau "Berkat ALLAH tercurah atas anda".

Yesus bukan hanya mendoakan para pengikutnya, bahkan Nasrani generasi pertama pun juga mendoakan shalawat dan berkat untuk beliau. Sekali lagi, doa shalawat dan salam adalah kebiasaan setiap pengikut para Nabi dari dulu untuk Nabi mereka. Dan Islam pun terus melestarikan hal ini. Semoga ini dapat menjawab keraguan anda terhadap Islam.

Allahumma Shalli 'alaa Muhammad, Wa'alaa aali Muhammad. kama Shallaita' alaa Ibrahima Wa'alaa aali Ibrahima Wabarikh 'alaa Muhammad Wa'alaa aali Muhammad, Kama Barakhta 'alaa Ibrahima wa'ala aali Ibrahima, fil' aalamiinaa' Innaka hamidun majiid.

Semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua, Aamiin.. :)

Tidak ada komentar: