Kamis, 15 Januari 2015

MENJAWAB FITNAH TENTANG GUA HIRA



Kita umat Islam sering kali dibuat heran dengan tingkah para kristener yg sering menghujat pewahyuan Rasulullah didalam Gua Hira. Mereka mengolok-olok bahwa yg mendatangi Rasulullah adalah iblis gua hira, mereka berkata : "Mana mungkin firman Tuhan datang di gua gelap, yg ada itu iblis penghuni gua hira yg mendatangi nabi Muhammad. Apa lagi tidak ada saksinya kalau nabi Muhammad mendapat wahyu yg disampaikan oleh malaikat Jibril"

Sungguh ini merupakan hinaan yg sangat membuat hati kami teriris, dan ironisnya hinaan-hinaan tersebut dilontarkan oleh orang yg suka gembar-gembor agama kasih karunia bla bla bla. Lalu bagaimanakah Al-Quran menanggapi hal ini? Mari kita baca Firman Allah berikut ini.

Allah berfirman :

"Dan orang-orang kafir berkata: `Al quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain`; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar." (QS. 25:4)

"Bahkan mereka mengatakan: `Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (al-Quran)`, Katakanlah: `Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang al-Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`." (QS. 46:8)

Mereka sering kali berkata dusta dan memfitnah Nabi Muhammad, tapi mereka tidak mempunyai bukti apapun dari fitnah-fitnah keji mereka. Bahkan Allah menantang para penghujat nabi Muhammad untuk membuat surat semisal Al-Qur'an jika mereka termasuk orang-orang yg benar.

Allah berfirman :

"Bahkan mereka mengatakan: `Muhammad telah membuat-buat Al quran itu`. Katakanlah: ` (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar`." (QS. 11:13)

Tantangan Allah belum selesai sampai disitu saja, kalau orang-orang kafir tidak bisa mendatangkan 10 surat yg semisal Al-Qur'an. Bahkan Allah menantang mereka untuk mendatangkan satu saja surat yg semisal Al-Qur'an.

Allah berfirman :

"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar." (QS. 2:23)

"Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir." (QS. 2:24)

Dan jika ketidakmampuan mereka membuktikan tuduhan mereka kepada Rasulullah tidak juga membuat mereka sadar dari fitnahnya. Maka Allah kembali mengajak mereka untuk berpikir.

Allah berfirman :

"Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. Dan sesungguhnya Al quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.(QS. 69:44-48)

Dan inilah alasan Allah memberikan tantangan tersebut kepada mereka yg menghujat nabi Muhammad.

Allah berfirman :

"(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. 57:29)

Lalu bagaimana akhir dari perjalanan nabi Muhammad sebagai utusan Allah? Bagi yg meragukan keselamatan nabi Muhammad di dunia dan akhirat, Allah menantang mereka.

Allah berfirman :

"Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya." (QS. 22:15)

Dan Allah juga mengetahui bahwa nabi Muhammad akan menjadi bahan ejekan oleh orang-orang kafir.

Allah berfirman :

"Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan):` Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?" (QS. 25:41)

Maka Allah memberi peringatan kepada orang-orang yg zalim tersebut, bahwa mereka hanya diberi penangguhan sampai waktu yg ditentukan Allah untuk mengazab mereka di neraka, atau sampai mereka tersadar tentang kebenaran Nabi Muhammad dan Kitab Al-Qur'an yg telah diwahyukan kepadanya.

Allah berfirman :

"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (QS. 14:42)

"Katakanlah: `Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras." (QS. 34:46)

"Katakanlah (ya Muhammad): `Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Ilah selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." (QS. 38:65)

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. 4:170)

Allah juga mengatakan bahwa mereka yg menghujat dan memfitnah Rasulullah hanyalah sekumpulan manusia yg tak berilmu dan pendusta.

Allah berfirman :

"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta." (QS. 18:5)

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya

=====

Dan sebagai perbandingan, mari kita baca kisah pewahyuan nabi Elia didalam Alkitab yg hampir serupa dengan kisah pewahyuan nabi Muhammad didalam Gua Hira.

1 Raja Raja 19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

Dengan membaca ayat diatas, lantas apakah umat kristen juga akan menuduh nabi Elia didatangi oleh Iblis penjaga Gua lantaran tidak ada saksi yg menyaksikan pewahyuannya?

Sungguh ironis, mereka dengan menggebu-nggebu memfitnah Rasulullah telah mendapat mandat dari iblis, tapi mereka BUTA dengan kisah para nabi didalam alkitab mereka sendiri. Ini bagaikan meludahi muka nabinya sendiri.

Dan mari kita baca juga pernyataan tuhannya umat kristen dibawah ini :

Yesaya 45:19 Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus."

So, jika tuhannya saja mengaku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi atau berbicara di tempat yg gelap, lalu siapa yg berbicara kepada nabi Elia didalam Gua tersebut? Tidakkah kalian pikirkan hal ini?

Dan ingatlah kalian terhadap pesan yesus dibawah ini.

Yesus bersabda :

Matius
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Ya! Orang-orang munafik seperti kalian memang sangat jelih melihat selumbar dimata orang lain, tetapi BUTA untuk bisa melihat balok dimata kalian sendiri. Dan hal itu sering sekali saya dapati sampai saat ini.

Semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua, Aamiin. 
Posting Komentar