Sabtu, 10 Oktober 2015

YESUS TIDAK RELA DISALIB

Kali ini saya akan berikan beberapa data dari alkitab mengenai ketidak relaan Yesus untuk disalibkan, silahkan dibaca dan dikaji baik-baik.

• BUKTI PERTAMA : Pembelian Pedang Untuk Melakukan Perlawanan

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36 Jawab mereka: "Suatu pun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Ini adalah persiapan untuk perang, murid-muridnya telah dipersenjatai. Mereka telah memiliki gambaran hal yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tidak mau menyerah bergitu saja dijadikan bulan-bulanan oleh Yahudi tanpa adanya perlawanan yang berarti.

Lukas 22:38 Kata mereka: "Tuan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Senjata telah siap, perlawanan akan dilakukan. Kristiani sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang kiasan. Entah apa maksud dari pedang kiasan tersebut, namun jika yang dimaksud tersebut adalah pedang kiasan, lalu jubah apa yang dimaksud Yesus untuk dijual? Jubah kiasan? Apa pula maksud dari dua pedang yang telah murid-muridnya siapkan? Dan yang terpenting, pedang kiasan tentu tidak akan dapat memutuskan telinga seorang hamba Imam Besar.

Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Dalam hal ini Yesus sama sekali tidak membicarakan tentang pedang kiasan, satu-satunya pedang yang dimaksud Yesus tersebut adalah pedang untuk melukai, untuk melakukan perlawanan, untuk membela diri.

Yesus mengetahui kesetiaan murid-muridnya yang menyertainya saat itu yang bersedia berkorban dan mati demi dirinya. Dengan senjata yang seadanya serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, murid-murid Yesus yakin dapat memenangkan pertempuran dalam menghadapi kaum Yahudi.

Sebelum kristiani NGEYEL di point ini, silahkan kalian jawab pertanyaan berikut :

Mengapa Yesus menyuruh membeli pedang? Akan digunakan sebagai apa pedang tersebut? Untuk mengiris bawang kah?

• BUKTI KEDUA : Yesus Berdoa Memohon Untuk Diselamatkan

Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa 'cawan' dalam ayat tersebut bermakna kematian, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi, Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.

Doa Yesus yang meminta keselamatan juga sudah dinubuatkan dalam kitab Mazmur 22:20-21. Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah.

Pertanyaan :

Jika Yesus rela dibantai, mengapa ia memohon-mohon kepada Tuhannya agar diselamatkan?

• BUKTI KETIGA : Yesus Berjaga Semalaman Dari Serangan Musuh

Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah tersebut dan tertidur.

Markus 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Pertanyaan :

Untuk apa Yesus berjaga semalaman dan meminta muridnya berjaga juga dengan dia? Apa Yesus mau ronda di taman Getsmani?

• BUKTI KEEMPAT : Yesus Melakukan Pembelaan Saat Ia Dipengadilan

Matius 26:59-60
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Pengadilan ini hanya sandiwara, bagaimanapun keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, Yesus harus disalibkan. Tapi Yesus tidak dapat menahan diri untuk membela diri, Yesus adalah oknum tidak bersalah yang "keras kepala", meskipun dia tahu betul keputusan apa yang ada dalam hati para pengadilnya yang tidak adil tersebut untuk dirinya.

Yohanes 18:19-23
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Ada hal yang perlu ditinjau ulang dalam keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut.

Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Tapi telah disaksikan sendiri bahwa Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya, Yesus tidak terima saat ditampar oleh musuhnya dan meminta mereka untuk menunjukkan kesalahannya jika memang dia bersalah. jelas-jelas hal ini adalah pembelaan darinya karena Yesus memang tidaklah bersalah dalam kasus ini. Dan dari sini bisa kita lihat bahwa nubuat dalam kitab Yesaya diatas tidak berlaku buat Yesus, tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut. Lagi, Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya. Dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat anda teliti sendiri.

Pertanyaan :

Jika Yesus memang rela dibantai, mengapa dia melakukan pembelaan saat mau diadili?

BUKTI KELIMA : Yesus Berseru Kepada Tuhannya Dan Berharap Untuk Diselamatkan

Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Dari sikap Yesus diatas kita bisa menyimpulkan bahwa ia sama sekali tidak rela dibunuh dan berharap Tuhannya mau menolong ia. Hal ini juga telah dinubuatkan dalam ayat berikut :

Mazmur 22:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Rusa di kala fajar. Mazmur Daud. (22-2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.

Pertanyaan :

Lebih kurang sama dengan pertanyaan point 2

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar