Rabu, 25 Februari 2015

MENJAWAB MARYAM SAUDARA HARUN


Masih saja ada kristen yang bertanya masalah hal ini, Nabi Muhammad saw dulu pun sudah pernah menjawabnya, ketika ada orang-orang kafir menanyakannya, dan menganggap bahwa AlQuran telah salah sejarah. Mereka menganggap bahwa hanya Nabi Harun as yang memiliki nama "Harun".

Nabi Muhammad saw tahu bahwa AlQuran itu benar, dan tahu akan maksud ayat tersebut "MARYAM SAUDARA HARUN", walaupun orang-orang kafir menganggapnya salah sejarah dan menjadikannya sebagai bahan ejekan. Maryam ra memang memiliki saudara yang berprilaku baik dan beramal shaleh bernama Harun. Karena itulah, orang-orang Yahudi yang menganggap Maryam Ibunda Nabi Isa as telah membuat aib dengan kehamilannya, lalu menyinggung masalah itu. Bahwa tidaklah pantas saudara Harun seperti itu. Dan bangsa Israil saat itu seringkali memberi nama anak-anak mereka dengan nama para Nabi.

Al Mughirah bin Syu'bah ia berkata; Ketika aku mendatangi kota Najran, para penduduknya bertanya kepadaku; Sesungguhnya kalian membaca "wahai saudara Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa berjarak beberapa tahun.' Maka ketika aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku menanyakan hal itu kepada beliau, dan beliaupun menjawab: 'Dulu mereka memberi nama dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shaleh dari kaum sebelum mereka.' (HR. Muslim 3982)

Orang kristen sering menanyakan tentang sebutan "saudara harun" bagi Maryam, ibunda Nabi Isa as. Dan mengangap bahwa pernyataan tersebut adalah bukti dari kesalahan sejarah di dalam AlQuran. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu ditanyakan bila manusia itu mau jujur dan menggunakan akalnya, karena di ata-ayat yang lain AlQuran juga menceritakan bahwa Maryam memang tidaklah hidup sejaman dengan Nabi Harun As, saudara Nabi Musa As. Frase "Saudara Harun", itu juga bisa berarti bahwa Maryam memiliki garis keturunan dan hubungan darah melalui silsilahnya dengan Nabi Harun As. Bukanlah memiliki arti yang secara langsung, bahwa Maryam hidup sejaman dengan Nabi Harun As dan merupakan saudaranya, sama sekali tidak. AlQuran mengisahkan Maryam Ibunda nabi Isa As hidup sezaman dengan nabi Zakaria As, dan bahkan dibawah pemeliharaan beliau.

Allah berfirman :

"Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab." (QS. 3:36-37)

Ungkapan yang biasa digunakan pada masa turunkan nabi Isa As tersebut adalah seperti itu. Misalnya sebutan bagi anak keturunan Daud, tentu akan disebut anak-anak Daud, anak keturuanan Nabi Ibrahim tentu juga akan terbiasa disebut sebagai anak-anak Ibrahim. Untuk memperjelas pendapat yang saya sampaikan tersebut diatas, marilah saya tunjukkan hadis nabi, yang menceritakan salah satu Istri beliau yang merupakan seorang keturunan Yahudi. Sehingga oleh nabi Muhammad saw disebut sebagai "PUTRI DARI SEORANG NABI, MEMILIKI PAMAN NABI DAN BERSUAMIKAN SEORANG NABI." Sehingga sama sekali bukan berarti bahwa Shafiah istri nabi tersebut sebenar-benarnya memili bapak dan paman seorang nabi.

Berikut ini hadisnya :

Ma'mar dari Tsabit dari Anas ia berkata; "Sampai berita kepada Shafiah bahwa Hafshah mengatakan bahwa dirinya anak seorang yahudi, " maka Shafiah pun manangis. Setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemuinya sedang ia dalam keadaan menangis, beliau lalu bertanya: "Ada apa denganmu?" ia menjawab, "Hafshah mengataiku; sesungguhnya aku anak seorang yahudi, " lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya engkau adalah putri seorang Nabi, pamanmu seorang Nabi, dan engkau juga menjadi istri seorang Nabi, maka apa alasan dia membanggakan diri atas kamu!" lalu beliau bersabda lagi: "Takutlah engkau kepada Allah wahai Hafshah." (HR. musnad Ahmad 11943)

Hal tersebut adalah sama dengan sebutan Anak daud bagi Yesus, anak-anak Abraham dan juga Anak Allah. Hal-hal sebutan diatas sama sekali bukan sebenar-benarnya "anak Daud", sama sekali bukanlah "anak Abraham" apalagi "anak Allah" sama sekali bukan.

Dan didalam Islam, semua orang yang beriman kepada Allah dan beramal sholeh adalah saudara satu sama lain. Hal ini telah dinukilkan didalam ayat AlQuran sebagai berikut.

Allah berfirman :

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujuraat 10)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,” (QS. Ali ‘Imran 103-105)

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

Begitu juga dengan kristen, orang yang beriman kepada Allah dan beramal sholeh adalah saudara Yesus.

Matius 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Jadi jika kristen masih mempermasalahkan Maryam saudara perempuan Harun, itu artinya mereka tidak mau berkaca pada kitab mereka sendiri. Dan hanya memamerkan MENTAL-MENTAL MUNAFIK seperti apa yang dikatakan oleh Yesus berikut ini :

Lukas 6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar