Rabu, 25 Februari 2015

MENJAWAB MATAHARI TENGGELAM DI LAUT BERLUMPUR HITAM


Kali ini kita akan membahas mengenai ayat Alquran yang mengisahkan seseorang bernama Dzulkarnain yang melihat matahari tenggelam di laut berlumpur hitam. Berikut ini adalah bunyi ayatnya, Allah berfirman :

"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: `Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka`." (QS. 18:86)

Ayat diatas sering dijadikan ejekan oleh umat kristiani dan para penghujat Islam. Mereka mengklaim bahwa ayat diatas tidak ilmiah atau tidak sejalan dengan sains.

Ayat itu menjelaskan tentang Dzulkarnain, seorang pengembara. Matahari disitu adalah matahari DALAM PANDANGAN SEORANG MANUSIA yang tinggal DI MUKA BUMI, yakni Dzulkarnain.

Tenggelam merupakan makna kias, yang menandakan hari sudah sore. Seperti halnya jika anda pergi ke pantai, saat sore hari Matahari seolah-olah tenggelam di laut (Sunset). Ini mengindikasikan hari sudah sore saat Dzulkarnaen tiba di tepi Laut Hitam.

Ungkapan ‘aynin hami’ dalam ayat diatas yang terdiri dari kata ‘ayn’ = mata air’ dan ‘hami’ = lumpur. Ini dapat berarti pandangan yang kurang jelas atau tipuan penglihatan. Jadi Maknanya jelas dari kalimat “didapatinya Matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam” adalah didapatinya, “nya” disini adalah Zulkarnaen, jadi Zulkarnaen melihat pandangan yang kurang jelas atau tipuan penglihatan matahari masuk kedalam mata air.

Jika kita melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam. Selain itu, ayat ini berhubungan dengan adanya belahan dunia ini. Ketika matahari di satu daerah belahan dunia timur tenggelam di sebelah barat, maka ditempat terbenamnya matahari itupun kita akan menemukan sekumpulan manusia di belahan bumi barat dan disini kita akan menemukan matahari malah terbit.

Jadi ayat diatas sebenarnya menerangkan tentang waktu. Waktu dimana hari sudah sore. Bahwa ketika Dzulkarnain tiba di tepian laut Hitam dia melihat Matahari tenggelam (Sunset).

Dan jika ditelaah lebih lanjut maka ayat tersebut justru merupakan ISYARAT (clue of science) yang menjelaskan bahwa BUMI itu adalah BULAT, karena jika bumi tidak bulat maka tak akan pernah bisa terjadi peristiwa SUNSET tersebut. Jadi sudah sangat jelas bahwa dalam hal ini Alquran tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Lalu bagaimana keterangan dalam alkitab mengenai matahari? Apakah sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan modern? Mari kita baca ayat berikut ini :


Yosua
10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Ayat diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa alkitab menganut paham teori GEOSENTRIS. Yakni bumi sebagai pusat tata surya dan matahari mengelilingi bumi. Bisa dilihat dari ayat diatas dimana dikatakan bahwa matahari BERHENTI dan tidak bergerak. Ketika waktu malam dan siang terjadi begitu lama karena adanya keberhentian rotasi. Maka mana yang berhenti berotasi, matahari atau bumi? Tentu saja bumi, karena terjadinya siang dan malam itu dikarenakan rotasi bumi yang mengelilingi matahari. Dan hal ini kita kenal sebagai teori HELIOSENTRIS, yang sudah dibuktikan keakuratannya dari sudut pandang ilmu pengetahuan.

Seperti yang kita semua tahu, bumi berputar pada porosnya, sehingga kita mengalami siang dan malam. Lalu apa yang akan terjadi jika bumi tiba-tiba berhenti berputar?

• Semuanya Akan Meluncur pada Lintasan Balistik.

Hal pertama yang perlu diperhitungkan adalah momentum dari semua yang ada di permukaan bumi. Kita semua ditekan oleh gravitasi dan bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan rotasi dari 1674,4 km/jam (di khatulistiwa). Kita memang tidak merasakannya, karena momentum. Sama seperti tidak merasanya kita saat bergerak bersama mobil yang melaju di jalan raya. Tapi kita akan merasakan efeknya jika mobil tiba-tiba berhenti, atau me-rem mendadak. Jadi, jika bumi tiba-tiba berhenti berputar, semua yang ada di permukaan khatulistiwa bumi tiba-tiba akan bergerak dengan kecepatan awal lebih dari 1.600 km/jam ke timur. Kecepatan lepas dari Bumi adalah sekitar 40.000 km/jam, jadi kecepatan diatas tidak cukup untuk membuat kita terbang ke luar angkasa. Namun hal ini jelas akan menyebabkan beberapa kerusakan yang mengerikan karena segala sesuatu terbang dengan lintasan balistik ke timur. Bayangkan air lautan di khatulistiwa tiba-tiba bergerak ke timur dengan laju 1.600 km/jam. Hal yang sama juga dialami oleh udara yang akan menyebabkan badai terdahsyat yang pernah terjadi!

Kecepatan rotasi bumi menurun jika kita jauh dari khatulistiwa, ke arah kutub. Sehingga jika kita berada lebih ke selatan atau lebih ke utara dari khatulistiwa, maka kecepatan awal gerak kita saat bumi tiba-tiba berhenti berotasi, akan lebih kecil dari 1600 km/jam. Semakin kita lebih dekat dengan kutub bumi, kecepatan awal kita akan semakin kecil, bahkan jika kita berdiri tepat di kutub utara atau kutub selatan, kita akan nyaris tidak merasakannya.

• Bumi Takkan Terlindungi Dari Radiasi-Radiasi Yang Berbahaya bagi Kehidupan

Jika Bumi berhenti berputar, tidak akan ada lagi medan magnet bumi, karena rotasi bumilah yang memutar inti logam cair bumi dan menghasilkan medan magnet. Akibatnya, tidak akan ada lagi Aurora dan sabuk radiasi Van Allen yang melindungi kita dari sinar kosmik dan partikel berenergi tinggi lainnya, akan lenyap. Hal seperti ini akan menghancurkan Kehidupan di planet Bumi secara signifikan.

Maka dari data ilmiah tersebut, tentu saja kehidupan di bumi telah musnah semenjak kejadian itu terjadi. Toh buktinya ketika matahari dikatakan berhenti bergetak dan mengakibatkan waktu dalam satu hari berjalan lebih lamban, manusia masih hidup di masa itu. Jadi bagaimana mungkin hal itu terjadi? Tentu saja hal itu tidak ilmiah, disini kisah berhentinya matahari dan bulan dalam alkitab lebih tepat jika disebut dongeng. Dan hanya anak-anak yang daya pikirnya memang rendah, yang mau mempercayai dongeng sebagai kebenaran.

Ayat yang lain yang mendukung bahwa alkitab menganut teori geosentris diantaranya adalah sbb :

Habakuk 3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

Mazmur
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari
19:5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
19:6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

Pada kitab Mazmur diatas malah semakin menegaskan bahwa matahari itu BEREDAR MENGELILINGI BUMI.

Nah mengapa alkitab justru terdapat kesalahan dalam bidang sains? Bukankah kitab suci yang membahas tentang sains harus teruci secara ilmiah?

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar