Rabu, 01 Oktober 2014

MEMBONGKAR ISU KEMATIAN YESUS DI TIANG SALIB


Penyaliban adalah inti keimanan Kristiani, tidak ada Kristiani yang meragukan curahan darah Kristus diatas kayu salib sebagai upaya penebusan dosa manusia. Semua Kristiani telah didoktrin dengan pengharapan keselamatan akan kepercayaan terhadap kematian Yesus dalam penyaliban. Bagi Kristiani, penyaliban adalah jalan keselamatan satu-satunya dalam memperoleh hidup yang kekal.

Dogma penebusan dosa melalui penyaliban tercipta berdasarkan adanya keyakinan terhadap dosa waris yang semuanya diciptakan oleh oknum yang sama, yaitu Paulus Tarsus. Disini kita tidak akan membahas mengenai kepalsuan dogma penebusan dosa. ataupun dosa waris, tapi kita akan menguak kepalsuan kematian Yesus diatas kayu salib melalui persepsi Bible itu sendiri.

Didalam Islam, Allah mengajarkan kami untuk meminta bukti kebenaran dari apa yg orang2 non-moslim yakini. Agar mereka bisa membuktikan kebenaran iman mereka.

Allah berfirman :

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: `Sekali-kali tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang (yang beragma) Yahudi atau Nasrani`. Demikian itu (hanya angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: `Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar` (QS. 2:111)

Dan bukti paling valid dan autentik dari umat kristen itu sendiri adalah Bible, yg mereka percayai sebagai firman tuhan. Dan berikut ini adalah paparan saya mengenai kronologis yg telah disuguhkan oleh bible mengenai isu kematian yesus tersebut. Mulai dari sebelum penangkapan yesus, sampai sesudah ia dikuburkan.

→ 1. PERSIAPAN UNTUK JIHAD

Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.

Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36 Jawab mereka: "Suatu pun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Ini adalah persiapan untuk perang, untuk melakukan Jihad! Murid-muridnya telah dipersenjatai, mereka telah memiliki gambaran hal yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tidak mau menyerah bergitu saja dijadikan bulan-bulanan kaum Yahudi tanpa adanya perlawanan yang berarti.

Lukas 22:38 Kata mereka: "Tuan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Senjata telah siap, perlawanan akan dilakukan. Kristiani sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang kiasan. Entah apa maksud dari pedang kiasan tersebut, namun jika yang dimaksud tersebut adalah pedang kiasan, lalu jubah apa yang dimaksud Yesus untuk dijual? Jubah kiasan? Apa pula maksud dari dua pedang yang telah murid-muridnya siapkan? Dan yang terpenting, pedang kiasan tentu tidak akan dapat memutuskan telinga seorang hamba Imam Besar.

Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Dalam hal ini Yesus sama sekali tidak membicarakan tentang pedang kiasan, satu-satunya pedang yang dimaksud Yesus tersebut adalah pedang untuk melukai, untuk melakukan perlawanan, untuk membela diri.

Yesus mengetahui kesetiaan murid-muridnya yang menyertainya saat itu yang bersedia berkorban dan mati demi dirinya. Dengan senjata yang seadanya serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, murid-murid Yesus yakin dapat memenangkan pertempuran dalam menghadapi kaum Yahudi.

Dan Kristiani juga sering mempertanyakan mengapa dua pedang saja sudah cukup jika mereka berniat untuk melakukan pertempuran? jujur saja, saya sampai bosan mendengar pertanyaan seperti itu yang sering dilontarkan oleh mereka setiap saya menganggat artikel ini ke grup-grup debat. Jawaban dari pertanyaan itu mudah saja, itu semua dikarenakan Yesus dan murid-muridnya tidak punya cukup uang untuk membeli banyak pedang. Bahkan hanya untuk membeli pedang saja mereka sampai bela-belain menjual jubah, hal itu membuktikan bahwa mereka memang tidak mempunyai banyak uang. Sebelum Kristiani ngeyel terlalu jauh, coba jawab pertanyaan saya, jika pedang tersebut tidak dimaksudkan untuk melindungi diri atau memberikan perlawanan terhadap musuh Yesus, lalu apa maksud Yesus sampai menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubah hanya untuk membeli pedang? Untuk apa pedang tersebut dibeli? Untuk mengiris bawang kah? Coba dong sekali-kali mikir dulu kek sebelum bertannya, biar kesannya kalian tidak memberi pertanyaan yang BODOH.

→ 2. DOA YESUS KEPADA ALLAH

Matius 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

Dia menempatkan muridnya secara strategis pada pintu masuk kebun, karena situasi buruk yang mungkin terjadi.

Matius 26:37-38
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Dia menempatkan delapan orang pada pintu masuk dan sekarang ketiga murid lainnya yang terkenal fanatik dan bersemangat, dipersenjatai dengan pedang lainnya untuk menunggu, mengawasi dan menjaga Yesus saat berdoa.

Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa 'cawan' dalam ayat tersebut bermakna kematian, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi, Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.

Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:

Pertama,Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.

Kristiani juga sering memberikan ayat-ayat berikut ini sebagai pembenaran bahwa Yesus rela disalibkan untuk menebus dosa manusia.

"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45).

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28).

Untuk memahami ayat diatas kita harus melihat kisah penyaliban Yesus mulai dari awal sampai akhir. Jika dilihat dari redaksi yg disajikan di seluruh kitab, maka kita akan tahu bahwa Yesus sama sekali tidak rela untuk dibunuh, bahkan yesus berusaha melawan, membeli pedang, berjaga, berdoa meminta keselamatan, melakukan pembelaan dipengadilan dsb. Maka itu sudah membuktikan bahwa Yesus tidak mengajarkan penebusan dosa dengan menjadikan dirinya sebagai tumbal penebus dosa seluruh pengikutnya dengan cara penyaliban.

Frase "Tebusan" disana bermakna sebagaimana tugas seorang Rasul, yaitu memberikan pengajaran bagi umat manusia, agar bagi yang mau mengikuti sang Rasul, maka dosa-dosanya akan ditebus dengan iman yang mereka amalkan. Dengan kata lain, bagi umat yang mau mengikuti ajaran Rasul, maka mereka akan diampuni dosanya atau ditebus dosanya. Dan semua Rasul juga bertugas demikian.

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;" (Yohanes 10:11).

Yesus mengaku sebagai gembala yg baik yg rela memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Hal ini berhubungan dengan tugas kenabiannya, karna sedari awal tentu yesus sudah mengetahui kalau dalam tugas kenabiannya di dunia, ia akan dihadapkan dengan mara bahaya yg memungkinkan akan merenggut nyawanya. Tapi biarpun demikian, yesus tetap menjalankan tugas dari Allah untuk mengajarkan jalan kebaikan kepada orang-orang Israel. Maka dari sini kita akan temukan korelasinya dengan ayat diatas, dari sini kita akan tau bahwa yesus memang rela mati demi domba-dombanya dengan terus menjalankan syiarnya kepada umat Israel tanpa menyerah.

"Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali." (Yohanes 10:17).

Ayat diatas mempunyai korelasi dengan ayat berikut ini

Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Dari doanya yesus diatas kita bisa mengetahui bahwa disana yesus memang menyerahkan nyawanya kepada Allah dan tabah dengan ketetapan Allah bagi dirinya. Maka kalimat "Menyerahkan Nyawaku" yg dimasud yesus disini adalah keberserahan dirinya kepada ketetapan Allah.

"Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." (Matius 26:28).

Orang kristen sering memberikan ayat ini sebagai pembenaran bahwa yesus rela disalibkan untuk menebus dosa manusia. Ucapan Yesus tersebut merujuk pada ayat berikut ini.

Yohanes
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Frase "Daging & Darah" pada ayat diatas tidak lain adalah bermakna "Ajaran/Didikan" yg telah disampaikan oleh yesus kepada para jemaatnya. Dan tentu saja ajaran dari Allah yg diperuntukan untuk umat manusia yg telah disampaikan melalui Yesus tersebut memang akan ditumpahkan bagi banyak orang. Agar barangsiapa mau "Memakannya & Meminumnya" akan memperoleh hidup yg kekal di surga. Tidak ada yg aneh dalam hal ini, karna memang seorang nabi adalah jalan kebenaran, keselamatan dan hidup bagi umat manusia. Agar manusia-manusia yg tersesat dari jalan Allah (berdosa). Bisa mendapatkan petunjuk dari para nabiNya dan memperoleh hidup kekal disurga (dihapus/diampuni dosanya).

Dan frase "Memakan & Meminum" pada ayat diatas bermakna "Mengimani & Menjalankannya" memang sudah sepatutnya bagi seseorang yg telah beriman kepada para nabiNya, ia akan memperoleh hidup yg kekal di surga. Mempercayai seorang utusan sama halnya mempercayai Dia yg mengutus. Menghormati seorang utusan sama halnya menghormati Dia yg mengutus. Tetapi barang siapa menyangkal seorang utusan, maka ia tidak akan memperoleh kehidupan di surga, karna itu sama halnya mereka telah mengingkari risalah-risalah Rasul yg telah disampaikan kepadanya. Maka dari sini kita akan tau makna penumpahan darah yesus adalah tidak lebih hanya mengajarkan ajaran yg berasal dari Allah kepada para jemaatnya.

Yesus bersabda :

Yohanes 17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Matius 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

So! dengan demikian, GUGURLAH iman dan harapan kristen yg berangan-angan akan ditebus dosanya dan masuk surga oleh ISU KEMATIAN YESUS DI TIANG SALIB. Padahal Yesus tidak pernah mengajarkan kepada jemaatnya penghapusan dosa dengan kematiannya ditiang salib.

Doa Yesus yang meminta keselamatan juga sudah dinubuatkan dalam kitab Mazmur 22:20-21. Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah, pertanyaan selanjutnya adalah apakah doa Yesus dikabulkan?

Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.

Ayat diatas telah cukup menjelaskan bahwa doa Yesus dikabulkan Allah, dimana Yesus berdoa penuh ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut. Adakah Kristiani yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

→ 3. YESUS TERTANGKAP

Penangkapan yusus berikut ini tidak luput dari peran yudas sebagi penghianat yg memang telah dinubuatkan disini :

Mazmur 41:9 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Dan paralel dengan ayat yg ini :

Yohanes 13:18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Makna dari "MENGANGKAT TUMIT" tersebut adalah suatu perlawanan atau sebuah penghianatan. Dan telah tergenapi disini :

Yohanes 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Disamping itu karena kelalaian yang telah dilakukan murid-muridnya dijalur pertahanan yang telah membuat Yesus kecewa. Kelalaian itu adalah tertidur disaat-saat genting.

Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Markus 14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah tersebut.

Markus 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

Hal itu membuat Yesus pasrah terhadap apa yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.

Matius 26:44-45
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Murid-muridnya tertangkap ketika mereka sedang lengah dan dalam keadaan mengantuk, persiapan mereka selama inipun buyar. Mereka tidak mungkin mengalahkan sepasukan tentara yahudi yang sedia dengan pedang dan tameng serta keahlian militer yang mumpuni dalam keadaan mengantuk dan tidak ada persiapan. Yesus mengetahui resiko apa yang akan terjadi jika mereka melawan, Yesus berencana melakukan perubahan strategi. Meskipun begitu, beberapa muridnya masih sangat yakin akan keberanian mereka.

Lukas 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"

Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.

Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Yesus tidak ikut melawan. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.

Matius 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.

Kristiani juga sering menggunakan ayat-ayat ini sebagai pembenaran bahwa sedari awal Yesus memang tidak bermaksud untuk melawan musuhnya. maka pertanyaan saya adalah, apakah Yesus tidak mengetahui makna dari perintahnya ketika dia menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubah dan membeli pedang? Meminta muridnya untuk berjaga-jaga dengannya bahkan saat muridnya tertidur? Untuk apa semua itu? Mereka berjaga-jaga dari apa? Apakah mereka sedang melakukan ronda malam ditengah taman? Tentunya Yesus tahu bahwa maksudnya ialah untuk bersiaga dari serangan musuh. Lalu mengapa sekarang malah bertentangan? Sebenarnya tidak ada pertentangan. Situasi telah berubah, jadi strategi juga harus dirubah. Dia menyadari bahwa melawan tentara yang terlatih dan bersenjata lengkap dengan mengandalkan pasukannya yang masih mengantuk dan tidak siap, hanya merupakan tindakan bunuh diri.

Yohanes 18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Yesus telah melakukan perubahan strategi, yaitu "menyerahlah untuk menang", atau bahasa harfiahnya "menyerahlah untuk tidak mati". Hl ini dilakukan oleh Yesus untuk melindungi nyawa murid-muridnya. Sesuai yang tertulis dalam ayat berikut ini.

Yohanes
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.
18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.

→ 4. YESUS DIBAWA KEPENGADILAN


Yesus tertangkap lalu dibawa ke pengadilan musuh-musuhnya.

Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.

Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuhnya, muridnya justru enggan menampakkan batang hidung. Mereka yang dari awal mengaku bersedia untuk mati demi Yesus sewaktu perjamuan terakhir, menampakkan kesetiaan dalam strategi penyerangan di Getsemani, sekarang bungkam dan seakan tidak perduli.

Markus 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Belum usai penderitaan akan kegagalan Yesus dalam penyerangan di Getsemani, dia juga akhirnya ditinggalkan para murid yang diyakini setia terhadapnya. Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.

Matius 26:59-60
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,

Pengadilan ini hanya sandiwara, bagaimanapun keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, Yesus harus disalibkan. Tapi Yesus tidak dapat menahan diri untuk membela diri, Yesus adalah oknum tidak bersalah yang "keras kepala", meskipun dia tahu betul keputusan apa yang ada dalam hati para pengadilnya yang tidak adil tersebut untuk dirinya.

Yohanes 18:19-23
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Ada hal yang perlu ditinjau ulang dalam keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut.

Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Tapi telah disaksikan sendiri bahwa Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya, Yesus tidak terima saat ditampar oleh musuhnya dan meminta mereka untuk menunjukkan kesalahannya jika memang dia bersalah. jesal-jelas hal ini adalah pembelaan darinya karena Yesus memang tidaklah bersalah dalam kasus ini. Dan dari sini bisa kita lihat bahwa nubuat dalam kitab Yesaya diatas tidak berlaku buat Yesus, tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut. Lagi, Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya. Dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat anda teliti sendiri.

Nasib Yesus sudah diputuskan. Imam Besar di Mahkamah Agama (Kepala Imam-imam Yahudi) adalah orang yang mengambil keputusan pada setiap pengadilan sipil berdasarkan persangkaannya terhadap terdakwa. Dia telah memutuskan bahwa Yesus harus mati, tanpa mendengar persidangan pembelaan dan lain-lain. Dia telah merekomendasikan kepada mahkamah untuk membunuh Yesus bahkan sebelum terjadi kasus tersebut.

Yohanes 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."

Semua orang Yahudi tentu tidak ada yang mengimani bahwa Yesus adalah penebus dosa manusia, lantas apa maksudnya Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Yohanes 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Jadi, yang dimaksud tebusan untuk orang banyak adalah tidak lebih bahwa Yesus semacam tumbal untuk menghindari amuk orang Romawi. Para imam Yahudi tidak ingin Yesus banyak pengikut yang dapat menggeserkan kekuasaan mereka sehingga jalan satu-satunya adalah membunuhnya. Pada dasarnya tidak ada dosa yang harus ditebus, bagaimanapun kematian diatas kayu salib adalah suatu bentuk kutuk dan penghinaan dan inilah yang diinginkan oleh orang Yahudi.

Kaum Yahudi telah salah menilai Yesus bahwa dia menghina dan berkhianat terhadap ajaran agama. Kristen adalah sama dengan Yahudi dalam hal menghina Yesus, tetapi masalahnya berbeda. Baik Yahudi maupun Kristen keduanya menginginkan Yesus mati. Satu untuk "kekuasaan diri" dan yang satu lagi untuk "penebusan dosa", dan tidak ada dari keduanya yang benar. Yesus tidak mempunya hasrat menghasut bangsa Romawi merebut tempat suci, dan Yesus juga tidak pernah punya keinginan menebus dosa manusia serta tidak punya pengetahuan apapun soal penebusan diatas kayu salib yang merupakan dogma Paulus.

Matius 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

Keputusan diambil dengan cepat dan bulat, Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:

Yohanes 18:31 ...Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."

Yesus di wawancarai oleh Pilatus, pada dasarnya Pilatus tidak terlalu tertarik terhadap kasus Yesus. Menurutnya Yesus tidak membahayakan negaranya, dia tidak menentang kerajaan Romawi. Bahkan Pilatus mengetahui bahwa orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka.

Matius 27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.

Yohanes 18:38 Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.

Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah. Namun, pembelaan itu belumlah cukup, teriakan Yahudi yang haus dalam membunuh setiap Nabi dan Rasul Allah semakin memanaskan suasana. Pilatus pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.

Yohanes 19:1-3
19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah Manusia itu!"

Pilatus sudah berusaha mati-matian dalam membela Yesus yang tidak bersalah, Pilatus telah yakin bahwa Yesus memang tidak seharusnya dihukum. Dalam kegalauan suasana perjalanan sidang itu, istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadapnya.

Matius 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."

Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.

Yohanes 18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"
Matius 27:16-17
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun, harapan Pilatus agar imam-imam Yahudi tersebut mau membebaskan Yesus dan menghukum Barabas. Usaha yang sia-sia.

Matius 27:21-22
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"

Mengetahui bahwa semua usahanya sia-sia dan tidak berarti dihadapan kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.

Yohanes 19:12 ..."Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."

Pilatus angkat tangan, menyerah dengan semua pembelaan yang dia lakukan terhadap Yesus. Meskipun Pilatus bersikeras untuk tidak menghukum orang yang tidak bersalah dan berbahaya, dan istrinya pun membelanya berdasarkan mimpinya, tetapi Pilatus tidak bisa menentang pengaruh kaum Yahudi. Pilatus menyambut teriakan kaum Yahudi.

Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"

Yesus dan murid-muridnya tidak dapat menahan kaum Yahudi untuk berniat membunuhnya, pembelaan Pilatus seorang wali negeri ditahan dengan teriakan dan pemerasan kaum Yahudi. Pilatus pun menyerahkan Yesus untuk disalib.

Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban pada umumnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib saat melalui tahapan penyaliban.

→ 5. LAMA DITIANG SALIB


Berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya, dari tinjauan medis kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?

Menurut Bible, kaum Yahudi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar 3 jam. Sedangkan dalam tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal 2 hari secara perlahan, mulai dari Dehidrasi, Dehidrasi memakan waktu berhari-hari untuk membunuh seseorang. Kalau kita lihat demo mogok makan, orangnya sampai berhari-haripun belum mati. Dan juga Tetanus dikarnakan penusukan logam ditangan dan kaki.  Tetanus itu memakan waktu mingguan, karena masa inkubasi (masa sejak terjadinya infeksi sampai timbul gejala penyakit) bakterinya saja sekitar 1 minggu. Jadi tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Dan hal ini bisa dibuktikan dari sikap Pilatus yang keheranan dikarenakan mendengar kabar kematian Yesus.

Markus 15:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.

Mengapa Pilatus keheranan mendengar kabar kematian Yesus yg terjadi begitu cepat? Perlu diingat lagi, bahwa Pilatus adalah orang yang menyaksikan proses hukuman bagi Yesus, mulai saat Yesus disiksa sampai saat ia disalibkan. Dan posisi Pilatus disini adalah sebagai hakim di negeri tersebut, tentu saja ia tahu betul bahwa proses penyaliban tidak akan bisa membunuh seseorang hanya dalam hitungan jam. Itu sebabnya ia heran saat mendengar kabar kematian Yesus yang terjadi begitu cepat.

Pertanyaan berikutnya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:
Ulangan 21:23 Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu.

Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak Jum'at petang (Pukul 18.00), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tersalib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.

→ 6. PEREMUKAN TULANG

Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode tercepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.

Yohanes 19:31 ...maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Pada saat Yesus dihukum salib ada dua penjahat yang juga dihukum besertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?

Yohanes 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,

Perlu diketahui bahwa dasar orang Yahudi dalam menyatakan Yesus telah mati adalah hanya dengan melihat, tidak menyentuh apa lagi merasakan denyut nadinya.

Analoginya jika kita melihat orang yang tergeletak dijalanan, maka setidaknya ada tiga persepsi yang muncul, yaitu bahwa orang tersebut tertidur, pingsan, atau mati. Untuk menghilangkan persepsi bahwa orang tersebut tertidur, cukup dilihat jika orang tersebut benar-benar tidak bergerak karena bagaimanapun orang tertidur tentu masih menggerakkan tubuhnya. Sedangkan untuk mengetahui apakah orang tersebut pingsan atau mati, maka hal yang harus dilakukan adalah tidak cukup dengan melihat saja, melainkan harus menyentuh dan merasakan denyut nadinya. Baru bisa ketahuan tentang kondisi orang tersebut.

Apakah standar tersebut dilakukan untuk mengetahui bahwa Yesus telah benar-benar mati? Tidak! Karna ilmu medis pada masa itu belum seberkembang dimasa modern seperti sekarang. Beginilah cara Allah yang direkam oleh Bible dalam menyelamatkan Yesus, yaitu dengan menyerupakan Yesus nampak seperti telah mati dan membiarkan tentara yahudi hanya melihat dan menduga-duga sehingga tidak berkeinginan mematahkan kakinya. Terlihat dalam nubuat.

Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.

Mazmur 91
91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
91:11 SEBAB MALAIKAT-MALAIKAT-NYA akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, SUPAYA KAKIMU JANGAN TERANTUK KEPADA BATU.
91:13
Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.Mazmur 91:14 Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Orang kristen sering kali MENDUSTAKAN nubuat keselamatan yesus dari upaya penyaliban yg dilakukan oleh yahudi. Pada kitab Mazmur 91:10-16 dan berikut ini adalah bantahan dari saya :

Saat iblis sedang berusaha untuk mencobai yesus, dia meminta yesus untuk menerjunkan diri ke jurang dan membujuk yesus agar yesus mau menuruti maunya dengan menunjukkan nubuat tentang keselamatan yesus Pada kitab Mazmur 91:11-16..

Matius

4:5 Kemudian Iblis Membawa-Nya Ke Kota Suci Dan Menempatkan Dia Di Bubungan Bait Allah  4:6 Lalu Berkata Kepada-Nya: 'Jika Engkau Anak Allah, Jatuhkanlah Dirimu Ke bawah, Sebab Ada Tertulis: Mengenai Engkau Ia Akan Memerintahkan Malaikat Malaikat-Nya Dan Mereka Akan Menatang Engkau Di Atas Tangan Nya, Supaya Kaki Mu Jgn Terantuk Kepada Batu.

Perhatikan Kata Iblis "Ada tertulis mengenai engkau (yesus)"

Dimana? Disini :

Mazmur 91:11. Sebab Malaikat-Malaikat-Nya Akan Di Perintahkan-Nya Kepadamu Untuk Menjaga Engkau Di Segala Jalan Mu

Mazmur 91:12 Mereka Akn Menatang Engkau Di Atas Tangan Nya, Supaya Kakimu Jgn Terantuk Batu,

Mazmur 91:14 Sungguh Hati-Nya Melekat Kepada-Ku, Maka Aku Akan Meluput-Kan Nya Aku Akan Membentengi Nya, sebab Ia Mengenal Nama Ku

Mazmur 91:15 Bila Ia Berseru Kepadaku Aku Akan Menjawab Aku Akan Menyertai Dia Dlm Kesesakan. Aku Akn Meluputkan Nya Dan Akn Memuliakan Nya.

Mazmur 91:16 Dgn Panjang Umur Akan Ku Kenyangkan Dia, Dan Aku Perlihatkan Kepada Nya Keselamatan Dari Padaku

Dari Awal Allah tidak pernah bermaksud untuk membiarkan Yesus terbunuh, Dia sudah mentakdirkan Yesus untuk selamat dari penyaliban pada nubuat-nubuat diatas.

Dan terbukti bahwa yesus tidak pernah membantah nubuat tersebut. Dan berikut ini adalah bukti penguat bahwa nubuat tersebut adalah benar2 untuk yesus :

Masmur 91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

Itu adalah nubuat tentang penyaliban yesus, dan paralel juga dalam ayat berikut ini :

Mazmur 22:13 mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.

Dan diayat sesudahnya yesus meminta DISELAMATKAN.

Mazmur 22:16 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka MENUSUK tangan dan kakiku.

Mazmur 22:21 Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!

Dan doa yesus tersebut telah didengar oleh Allah, dan Allah MELUPUTKAN yesus dari maut.

Mazmur 91:14 Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Dan hal tersebut paralel dengan ayat berikut ini :

Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.

Jika umat kristen masih menganggap yesus pernah mati, itu artinya mereka mengimani bahwa yesus dan bapa telah BERDUSTA mengenai nubuat tersebut beserta penggenapannya.. 


Dan hal tersebut paralel dengan ayat berikut ini :

Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.

Jika umat kristen masih menganggap yesus pernah mati, itu artinya mereka mengimani bahwa yesus dan bapa telah BERDUSTA mengenai nubuat tersebut beserta penggenapannya.


→ 7. PENYEBAB YESUS PINGSAN

Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.

Yohanes 19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis 'vinegar', bukan 'wine'. Vinegar memiliki efek stimulasi sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi. Hal ini berdasarkan ayat berikut ini.

Amsal 31:6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati.
Vinegar yang disebutkan Bible dalam bahasa Latin disebut 'Acetum/Acidus/Acere/Acida'. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Ramuan 'Swallowwort' (Asclepias Acida) memiliki efek "extreme sweating" & "a dry mouth", dan ini sesuai dengan apa yang dialami oleh Yesus.

Yohanes 19:28 berkatalah Ia : "Aku haus!"

Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.

→ 8. DARAH YESUS MASIH MENGALIR

Tentara yahudi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Dan dikarenakan mereka tidak mempunyai standar medis yang cukup efektif untuk memastikan kematian seseorang, yaitu dengan memeriksa napas, nadi dan jantung. Maka salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak, untuk memastikan kematiannya. Dan hal ini membuktikan bahwa mereka memang tidak mempunyai keyakinan bahwa Yesus telah mati.

Yohanes 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Adalah rahmat Allah bahwa ketika tubuh manusia tidak kuat menahan rasa sakit atau nyeri yang amat sangat, maka tubuh akan pingsan. Tetapi pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di lambung, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali. Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdetak.

Dan perlu diperhatikan kalimat "segera mengalir keluar" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat dan hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan yang disangka telah mati. Dan air yg mengalir tersebut adalah dikarnakan adanya ganguan otot2 syaraf pada waktu penyaliban.

→ 9. TURUN DARI KAYU SALIB

Meski Bible menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 3 sore terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini adalah rencana Allah yang karenanya para murid rahasia Yesus (bukan yang 12 orang dimana mereka semua melarikan diri sewaktu pengadilan) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid rahasia Yesus) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.


Yohanes 19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea -- ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi -- meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnyalah yang menolong dan mengurus tubuh Yesus setelah diturunkan dari tiang salib. Pertanyaannya, mengapa murid-murid rahasia Yesus harus takut kepada orang yahudi jika memang mereka mengetahui bahwa Yesus telah mati? Hal ini membuktikan bahwa murid-murid rahasia Yesus mengetahui bahwa Yesus masih hidup dan mereka hendak melakukan misi penyelamatan rahasia. Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Yesus masih hidup maka mereka akan mencoba membunuh Yesus untuk yang kedua kali.

→ 10. YESUS DIKUBURKAN

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu. Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk.

Mayat tidak ditanam ke dalam tanah, melainkan diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur yang sengaja dibangun berbentuk semacam gua atau tempurung dan mempunyai pintu. Bentuk kuburan seperti ini memungkinkan orang-orang bebas memasukinya, seperti yang dilakukan Nikodemus.

Yohanes 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.

Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam. Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang ke kuburan dengan membawa ramu-ramuan? Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan minyak dan rempah2 untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman sebelumnya. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk dilulurkan ke tubuh Yesus yang terluka, yang memungkinkan sebagai proses penyebuhan. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.

Markus 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Demikianlah jasad Yesus yang telah dilulur dengan obat rempah-rempah ditidurkan dalam ruang kubur yang berbentuk gua dan berada dalam perawatan dari murid-murid rahasianya. Dan penyembuhan yesus didalam kubur tersebut sudah dinubuatkan disini.

Mazmur
41:3 TUHAN membantu dia di ranjangnya (kuburan tempat ia dibaringkan) waktu sakit; di tempat tidurnya Kau pulihkannya sama sekali dari sakitnya.
41:4 Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!

So! Tidak ada alasan lain bagi umat kristiani untuk menuduh yesus telah mati dan dibangkitkan dari kematian. Karna yesus telah disembuhkan dari luka-lukanya yg diakibatkan oleh siksaan yahudi pada saat proses penyaliban tersebut, atas kehendak Allah.

→ 11. PENYAMARAN DIHADAPAN MARIA

Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba di kuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.

Yohanes 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Malaikat yang senantiasa menjaga yesus lah yang telah menggeser batu tersebut karena dia telah sadar dan siuman dari komanya serta sudah hampir pulih dari kesakitan yang dia alami selama ini. Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.

Yohanes 20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Pertanyaannya, mengapa Maria menyangka sosok Yesus sebagai penunggu taman? Apakah orang yang baru sadar dari pingsannya dengan penuh luka ditubuhnya tampak seperti penunggu taman? Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.

Orang kristen seringkali mempermasalahkan PENYAMARAN yesus, mereka mengklaim bahwa yesus bukan tipe orang yg mau menyamar dan mengelabuhi orang dengan penyamarannya. Padahal alkitabpun mencatat, bahwa yesus adalah sosok orang yg ahli dalam penyamaran. Berikut adalah ayatnya :

Matius 17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

Markus 9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

Lukas 9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Lantas mengapa Yesus harus takut ketahuan oleh orang Yahudi? Karena dia belum mati. Yesus tidak ingin ketahuan penjaga tersebut bahwa dirinya masih hidup, karena jika hal itu terjadi, maka orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya. Jika Yesus bangkit dari kematian, maka Yesus tidak punya alasan lain untuk menyamar dan takut untuk pencobaan pembunuhan yang kedua kalinya.

Yesus tidak ingin Maria diliputi kebingungan dan kesedihan lebih lama, dia pun menjelaskan kepada Maria siapa dirinya yang berdiri dihadapan Maria cukup dengan menyebut nama Maria sehingga Maria langsung mengetahui bahwa yang dihadapannya adalah sosok gurunya.

Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.

Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, ...

Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya? Pertama karena tubuhnya meski sudah pulih tentu masih mengalami rasa nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya. Dan yg kedua, dia tidak ingin ada orang lain yang mencurigai penyamarannya. Kemudian Yesus berkata.

Yohanes 20:17 ...sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...

Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian. Yesus berkata dia belum pergi kepada Bapa, dia belum meninggal, dia masih hidup.

→ 12. YESUS BERTEMU KEDUA MURIDNYA DIJALAN EMAUS

Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.

Lukas 24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Perlu diketahui bahwa murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan. Lanjut cerita, mereka sudah hampir sampai ke Emaus dan mengajak Yesus yang mereka kira orang asing tersebut menginap dan makan bersama mereka.

Lukas 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Pada awalnya kedua murid yesus yg bertemu dengannya dijalan Emaus tidak mengenali yesus. Karna pada saat itu yesus masih belum membuka penyamarannya, dikarnakan disana masih banyak orang-orang yahudi yg akan mencoba membunuhnya kembali jika mereka mengetahui yesus masih hidup. Hal ini sesuai dengan ayat berikut ini.

Markus 16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Dan dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka. Dan yesus memberikan penjelasan kepada muridnya bahwa mesias (yesus) masih hidup.

Lukas
24:25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
24:26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
24:27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

→ 13. NUBUAT KESELAMATAN YESUS

Penjelasan yesus diatas sangatlah sesuai jika dipadukan dengan nubuat keselamatannya berikut ini.

Mazmur 91 :
15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan MELUPUTKANNYA DAN MEMULIAKNNYA.
16 Dengan PANJANG UMUR akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya KESELAMATAN dari pada-Ku."

Dari ayat ini sangat eksplisit memberi penjelasan kepada kita bahwa yesus belum mati. Allah telah menyertai yesus dalam kesesakan dan Allah telah meluputkan yesus dari kematian. Dan memperlihatkan KESELAMATAN kepadanya dan memuliakannya dengan UMUR PANJANG didalam surga yg penuh dengan kenikmatan. Sampai waktu kedatangannya kedunia untuk yg kedua kalianya.

Namun manakala mereka baru menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.

Markus 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

→ 14. YESUS MENEMUI MURID-MURIDNYA

Singkat cerita, setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.

Lukas 24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Yesus telah menampakkan diri kepada murid-muridnya, tapi murid-muridnya tidak percaya. Alasannya adalah karena dalam benak dan pikiran mereka bahwa Yesus telah mati sehingga berpikir bahwa sosok dihadapan mereka adalah hantu.

Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Reaksi murid2nya tersebut berbeda dengan reaksi maria saat ia mengetahui yesus sudah siuman. Maria gembira dan segera ingin merangkul yesus, karna maria ikut andil dalam misi penyelamatan yesus dan maria juga tau bahwa yesus belumlah mati. Sehingga sangatlah wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.

Lukas 29:39-40
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Dari ayat diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwa yg datang dihadapan para murid adalah yesus yg masih hidup, bukan ROH/HANTU yg baru dibangkitkan. Karna ROH/HANTU tidak mempunyai tulang dan daging. Dan tidak pula memakan makanan manusia seperti halnya ikan goreng. Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang ada dihadapan mereka adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.

Lalu ada kristiani yg berasumsi bahwa;
"Yg dibangkitkan adalah tubuh jasmani dan juga rohaninya. Jadi sangat wajar jika yesus masih memiliki tulang dan daging, dan memakan ikan goreng."

Padahal yesus berkata :

Markus 12:25 Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Petrus berkata :

1 Petrus 3:18 ,,Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Paulus berkata :

1 Korintus
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Jadi asumsi mereka hanya sebatas asumsi KOSONG dan tidak berdasarkan dari fakta alkitabiah. Karna 3 oknum penting dalam agama kristen tersebut semuanya membahas tentang kebangkitan dalam tubuh rohaniah. Tubuh yg dibangkitkan menurut iman kristen adalah tubuh yg telah dispiritualkan atau dimalaikatkan. Bukan tubuh kasar atau tubuh alamiah yg memiliki tulang dan daging dan masih membutuhkan asupan makanan. Dan hal yg dialami oleh yesus tersebut hanya akan terjadi pada tubuh alamiah yg masih hidup, dan belum mati.

Dan setelah murid2nya percaya bahwa yesus masih hidup, yesus memberikan penjelasan tentang nubuat keselamatan dia, sehingga muridnya mengerti

Lukas
24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Dan dari ayat diatas yesus membuktikan bahwa nubuat keselamatannya dalam kitab mazmur yg sudah saya berikan diatas, sudah digenapi. Kalau masih ada kristen yg mengatakan yesus pernah mati, itu artinya mereka mengimani bahwa yesus BERDUSTA tentang nubuat tersebut.

→ 15. TANDA NABI YUNUS

Perhatikan, kronologis semua peristiwa sejauh ini adalah penggenapan atas apa yang telah dikatakan oleh Yesus jauh sebelum peristiwa penyaliban. Manakala orang-orang Yahudi tetap tidak mau mengerti dan menerima misi kerasulan beliau, dan orang-orang Yahudi itu tetap meminta tanda-tanda ajaib kepada Yesus.

Lukas 11:29-30
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.





Jadi bagi orang Yahudi tiada tanda ajaib akan diberikan kecuali tanda ajaib yang seperti mukjizat Nabi Yunus. Bagaimanakah tanda ajaib Nabi Yunus itu? Seperti kita ketahui bahwa Nabi Yunus diutus oleh Allah, dan seperti yang terdapat dalam riwayat Al-Qur'an dan Bible bahwa Nabi Yunus berlayar dengan sebuah kapal, ditengah samudera datang badai dan orang-orang di kapal percaya bahwa untuk membuang sial maka harus ada satu orang yang dilemparkan ke laut. Singkat cerita Nabi Yunus lah yang dilemparkan ke laut dalam kondisi HIDUP. Dan di laut Nabi Yunus ditelan oleh ikan Paus dan masuk ke dalam perut ikan, apakah dia mati? Tidak! Setelah tiga hari tiga malam di dalam perut ikan, maka ikan itu memuntahkan keluar Nabi Yunus dari dalam perutnya, apakah dalam keadaan mati? Tidak! Nabi Yunus tetap HIDUP, dan dia menemui orang Ninewe dan mereka pun menerima Nabi Yunus.

Jadi perhatikanlah tanda ajaib Nabi Yunus, dia di hukum dalam keadaan HIDUP, di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP, dan keluar dari perut ikan dalam keadaan HIDUP. Inilah tanda ajaib yang sama dialami oleh Yesus, Yesus dihukum dalam keadaan HIDUP, dia dimasukkan ke dalam perut bumi (kuburan gua) dalam keadaan HIDUP, dan siuman dari pingsan dan keluar dari perut bumi dalam keadaan HIDUP. Kalau masih ada kristen yg mengatakan yesus pernah mati, itu artinya mereka mengimani bahwa yesus BERDUSTA mengenai tanda nabi yunus tersebut.

INILAH FAKTANYA

Demikianlah fakta yg tidak akan terbantahkan secara logis dari Bible itu sendiri, bahwa Yesus tidak lah mati di tiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dan dengan begini, gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebuskan dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Kajian dan penelitian secara cermat dan objektif dengan menggunakan sumber Kristen itu sendiri telah meruntuhkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.

Paulus berkata :


1 Korintus
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka SIA-SIALAH pemberitaan kami dan SIA-SIALAH juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata BERDUSTA terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka SIA-SIALAH kepercayaan kamu dan KAMU MASIH HIDUP DALAM DOSA.
15:18 DEMIKIANLAH BINASA JUGA ORANG2 YG (telah) MATI DALAM (keadaan) KRISTEN.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang PALING MALANG DARI SEGALA MANUSIA.

Dengan demikian, SIA-SIALAH kepercayaan Kristiani terhadap berbagai dogma Kristen. Lebih dari itu mereka juga masih hidup didalam DOSA. Dan mereka adalah orang2 yg PALING MALANG dari segala manusia. Dan bisa DIPASTIKAN orang2 yg telah mati dalam keadaan kristen, akan binasa didalam neraka, dan mereka tidak akan memperoleh hidup yg kekal disurga. Penebusan dosa melalui darah Yesus hanyalah mitos publik yang tidak akan pernah dirasakan oleh siapapun. Kebangkitan sebagai bentuk kemenangan hanyalah kisah fiktif yang dibungkus dengan kebohongan dan didramatisir sedemikian rupa. Kita telah sampai pada kesimpulan akhir yang menjanjikan. Tidak ada kematian, tidak ada penebusan dosa, tidak ada kekristenan.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kiita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar