Jumat, 03 Oktober 2014

MENJAWAB TUDUHAN ISLAM MELEGALKAN PENCURIAN DAN PERZINAHAN



Orang kristen memberikan hadits berikut ini sebagai bahan perolok-olokan dan menganggap Islam melegalkan pencurian dan perzinahan.

Hadis Sahih Bukhari, no 647:

Dari Abu Dzar. Rasulullah bersabda: ” barang siapa diantara umatku yg mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga!. “Aku (Dzar) bertanya, “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?” Jawab Nabi, “Ya! sekalipun dia berzina dan mencuri!”

Dalam hadits ini terjelaskan urgensi bertauhid dan bahayanya perbuatan syirik, menyekutukan Allah swt. Bertauhid dengan benar akan mengantarkan seorang muslim menuju syurga Allah SWT dan sebaliknya, kemusyrikan yang terbawa sampai mati akan mengantarkan pelakunya menuju neraka, bahkan mengekalkannya berada didalamnya. Oleh karena itu sudah seharusnya setiap kita berupaya keras agar dapat menutup usia kita dimuka bumi ini dengan baik, dengan sesuatu yang Allah SWT ridhai, bukan sebaliknya dengan sesuatu yang dimurkai-NYA, berusaha mewujudkan kematian terbaik serta memohon dan berdo’a kepada-NYA agar meraih husnul khotimah;

”Yaa Allah Jadikanlah sebaik-baik umurku adalah akhirnya, sebaik-baik amalku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari pertemuanku dengan diri-MU.”

Kalaulah puncak kebaikan itu tidak bisa kita raih, maka yang mesti kita upayakan dengan baik adalah agar jangan sampai kita melakukan perbuatan syirik sehingga peluang syurga masih terbuka untuk kita. Upaya yang dapat kita lakukan agar dapat bertemu Allah SWT dengan hati yang bersih -biqalbin salim- adalah dengan berusaha membersihkan seluruh sisi kehidupan kita dari kesyirikan dan menjauhkan diri kita dari segala bentuk kemusyrikan Syirik adalah kezhaliman yang besar, karena dosa ini terkait dengan kezhaliman kepada Allah SWT, tidak memposisikan Allah-Nya pada posisi yang seharusnya.

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya memepersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”. (QS. Luqman : 13)

Termasuk perbuatan syirik yang besar adalah menyakini bahwa selain Allah swt memiliki kemampuan dan wewenang dalam rububiyyah seperti menciptakan makhluq , menghidupkan dan mematikan, memberi rizki dan mengatur alam semesta. Ataupun menyakini bahwa selain Allah swt ada yang pantas menyandang sifat uluhiyyah layak disembah, seperti melakukan ritual peribadatan kepada sesembahan selain Allah SWT.

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلاّ إِيَّاهُ

“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS. Al-Isra’ : 23)

Diantara ancaman bagi pelaku syirik besar seperti ini adalah bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya jika terbawa sampai mati dimana pelakunya blum bertaubat;

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisa’ [4] : 48)

Disamping itu dosa ini akan membuat amal kebaikan tidak diterima Allah ta`ala, sebagaimana firman-Nya;

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

”Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: ”Jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar : 65)

Demikianlah seharusnya bagi seorang mukmin yang ingin meraih kebahagian akherat, agar senantiasa berupaya keras menjaga kemurnian aqidahnya dari noda-noda syirik yang akan mengotorinya sehingga pada hembusan nafas terahirnya dimuka bumi ini ia tidak membawa dosa syirik dan kelak ketika menemui Allah swt ia akan menemui-Nya sengan hati yang bersih biqalbin saliim.

Berzina dan mencuri itu adalah perbuatan orang-orang yang sudah menuhankan hawa nafsunya. Orang yang beriman kepada Allah dengan iman yang sebenar-benarnya tidak akan pernah mau melakukan perbuatan keji seperti mencuri.

=====

Seperti yg kita meyakini, bahwa tidak dapat dipungkiri kalau hari kiamat itu pasti terjadi, karena agama dan ilmu pengetahuan sudah membuktikannya. Setelah kiamat nanti terjadi maka peristiwa yang akan dilalui dan dijalani oleh setiap manusia adalah pengadilan dengan menggunakan timbangan yang haq. Tidak ada yang teraniaya karena tidak ada satu amal perbuatan pun yang tidak ditimbang. Inilah yang disebut Yaumul Mizan yaitu saat amal perbuatan manusia ditmbang antara amal perbuatan shaleh (kebajikan) dengan amal perbuatan buruk (kejahatan).

Firman Allah SWT :

“Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang berat timbangan (amal shalehnya) maka mereka adalah orang-orang beruntung dan siapa yang ringan timbangan kebajikannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri di sebabkan mereka selalu meringankan ayat-ayat Kami.” (QS. Al- A’raf : 8-9)

Sementara ajaran agama tentang amal perbuatan manusia selalu terkait dengan hubungan amal shaleh di dunia dengan pahala di akhirat atauamal d osa di dunia dengan siksa neraka di akhirat. Artinya setiap amal shaleh di dunia pasti akan mendapatkan pahala di akhirat yaitu berupa syorga dan setiap perbutan dosa pasti akan mendapat balasan siksa yaitu di neraka. Tidak ada suatu perbuaan pun yang tidak dipertanggung jawabkan.

Firman Allah SWT :

“Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarah (biji sawi) sekalipun, pasti ia akan melihat balasannya dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya pula.” (QS. Al-Zalzalah : 7-8)

Firman Allah SWT :

“Maka adapun orang-orang yang berat timbangan (kebajikannya) maka ia berada dalam kehidupan yang diridhai dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebajikannya) maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Tahukah kamu apa Neraka Hawiyah? Yaitu api yang sangat panas.” (QS. Al-Qari’ah : 7-9)

Ayat-ayat tersebut diatas memberikan peringatan kepada kita agar selama hidup di dunia kita selalu berupaya memilih amal kebajikan (amal shaleh) agar kelak di akhirat amal kebajikan kita timbangannya lebih berat dan menjauhi perbuatan dosa (amal yang sia-sia) karena yang demikian pasti akan mendapat balasan berupa siksa di Neraka.

Pada surat Ath-Taghabun:9

“(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan. Itulah hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”

jadi betul sekali, bahwa ketika amal perbuatan kita ditimbang, dan kemudian apabila ternyata amal perbuatan baik kita lebih banyak ketimbang dosa-dosa kita, maka tidak perlu mampir dulu ke neraka.

→ Islam melarang mencuri

Islam melarang menipu, korupsi dan mencuri serta mengancam pelakunya dengan hukuman. Islam mensyari’atkan had pencurian, yaitu potong tangan pencuri agar seseorang tidak memberanikan diri mencuri harta orang lain. Dan apabila ia tidak merasa takut akan hukuman di akhirat, maka ia akan jera karena dipotong tangannya. Maka dari itu, masyarakat yang hidup di suatu negeri yang menerapkan syari’at Islam merasa aman terhadap harta kekayaan mereka, bahkan jikalau potong tangan di-laksanakan maka sangat jarang sekali adanya pencuri. Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Artinya : Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas per-buatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Mahabijaksana.” [Al-Maa-idah: 38]

→ Islam melarang perzinahan

“(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya”.(QS. An-Nur : 1)

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”.(QS. An-Nur : 2)

“Laki-laki yang berzina tidak menikahi melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dinikahi melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min” .(QS. An-Nur : 3)

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik”.(QS. An-Nur : 4)

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”(QS. AN-Nur : 23)

“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (yaitu surga)” .(QS. An-Nur : 26)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.(QS. Al-Isra : 32)

Hanya saja di Indonesia tidak menerapkan syariat Islam, maka hukum potong tangan dan rajam ini tidak bisa diterapkan. Kalaupun diterapkan saya yakin tingkat kasus pencurian, perampokan, korupsi, pelecehan seksual, perzinahan dan perkosaan di Indonesia akan menurun secara drastis.

=====

Dan saya tekankan lagi, bahwa maksud dari sabda Rasulullah diatas adalah semua dosa akan diampuni kecuali syirik. Bukan berarti Rasulullah melegalkan perbuatan jahat dan maksiat. Dan dalam riwayat lain dikatakan bahwa orang muslim yg sudah mengucapkan kalimat syahadat, ia dijamin masuk surga walau ia meninggal dalam keadaan belum bertaubat. Tetapi yg perlu digaris bawahi disini adalah, mereka yg belum bertaubat akan disiksa terlebih dahulu di Neraka, setelahnya Allah akan mengangkat mereka ke surga. Kecuali mereka yg menyekutukan Allah, mereka akan KEKAL di Neraka.

Diriwayatkan dalam hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim :

Dari Abu Dzar RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah,' kemudian meninggal, maka pasti masuk surga."

Dari Anas RA, bahwa Nabi saw telah bersabda, "Akan keluar dari neraka bagi orang yang mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah,' walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya."

Dari Abu Dzar pula, dia telah berkata bahwa sesungguhnyaNabi SAW telah bersabda, "Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri." Nabi SAW mengulangi sampai dua kali.

Banyak hadis yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat memberi hak untuk masuk surga dan terlindung dari neraka bagi yang mengucapkannya (mengucap Laa ilaaha illallaah). Maksudnya ialah, meskipun dia banyak berbuat dosa, dia tetap masuk surga, walaupun terakhir. Sedangkan yang dimaksud terlindung dari neraka ialah tidak selama-lamanya di dalam neraka, tetapi diazab terlebih dahulu karena perbuatan maksiatnya. Jadi, tuduhan Islam melegalkan pencurian dan perzinahan sangatlah tidak benar.

=====

Dan sebenarnya Hadits-Hadits diatas hampir serupa dengan ayat Alkitab berikut yg ini.

Markus 3:
28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."

Disana diterangkan bahwa segala dosa akan diampuni, tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni selamanya dan dosa mereka itu kekal. Lantas apakah itu berarti kristen melegalkan berbuat kejahatan dan keburukan selain daipada menghujat Roh Kudus?

=====

Dan sebagai perbandingan, saya akan berikan ayat Alkitab dimana tuhan kristen memberikan Instruksi kepada umatnya untuk mencuri.

TUHAN KRISTEN MELEGALKAN PENCURIAN :

Ulangan 23:
24 Apabila engkau melalui kebun anggur sesamamu, engkau boleh makan buah anggur sepuas-puas hatimu, tetapi tidak boleh kaumasukkan ke dalam bungkusanmu.
25 Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu."

Dalam ayat diatas, tuhan kristen membolehkan umatnya untuk mencuri, tetapi tidak boleh dibawa pulang. Mereka mau mencuri makanan di ladang orang sebanyak mungkin dan sepuas hati mereka, itu dibolehkan, tetapi barang curian tersebut tidak boleh dibawa pulang. Dan bahkan Instruksi tersebut masih dijalankan sampai dizaman Yesus, dan bahkan Yesus tidak melarang orang untuk mencuri.

Matius 12:1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.

Markus 2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.

Lukas 6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.

=====

TUHAN KRISTEN TIDAK MENGHUKUM PESUNDAL :

Hosea 4:14 Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.

Yesaya
23:17 Dan sesudah lewat tujuh puluh tahun, TUHAN akan memperhatikan Tirus, sehingga ia kembali mendapat upah sundalnya, dan ia akan bersundal dengan segala kerajaan yang ada di muka bumi.
23:18 Labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN, tidak akan ditahan atau disimpan, tetapi dengan labanya itu akan disediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN.

So! Sudah sangat jelas bahwa agama yg terbukti BEJAT! adalah kristen, bukan Islam. Semoga paparan saya diatas bisa bermanfaat bagi anda sekalian. Aamiin.. 
Posting Komentar