Rabu, 11 Maret 2015

ALKITAB DAN TEORI GEOSENTRIS


Kali ini kami akan membahas mengenai paham Geosentris didalam Alkitab. Salah satunya ialah terdapat pada ayat berikut ini :

Yosua
10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Ayat diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa alkitab menganut paham teori GEOSENTRIS. Yakni bumi sebagai pusat tata surya dan matahari mengelilingi bumi. Bisa dilihat dari ayat diatas dimana dikatakan bahwa matahari BERHENTI dan tidak bergerak. Ketika waktu malam dan siang terjadi begitu lama karena adanya keberhentian rotasi. Maka mana yang berhenti berotasi, matahari atau bumi? Tentu saja bumi, karena terjadinya siang dan malam itu dikarenakan rotasi bumi yang mengelilingi matahari. Dan hal ini kita kenal sebagai teori HELIOSENTRIS, yang sudah dibuktikan keakuratannya dari sudut pandang ilmu pengetahuan.

Seperti yang kita semua tahu, bumi berputar pada porosnya, sehingga kita mengalami siang dan malam. Lalu apa yang akan terjadi jika bumi tiba-tiba berhenti berputar?

• Semuanya Akan Meluncur pada Lintasan Balistik.

Hal pertama yang perlu diperhitungkan adalah momentum dari semua yang ada di permukaan bumi. Kita semua ditekan oleh gravitasi dan bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan rotasi dari 1674,4 km/jam (di khatulistiwa). Kita memang tidak merasakannya, karena momentum. Sama seperti tidak merasanya kita saat bergerak bersama mobil yang melaju di jalan raya. Tapi kita akan merasakan efeknya jika mobil tiba-tiba berhenti, atau me-rem mendadak. Jadi, jika bumi tiba-tiba berhenti berputar, semua yang ada di permukaan khatulistiwa bumi tiba-tiba akan bergerak dengan kecepatan awal lebih dari 1.600 km/jam ke timur. Kecepatan lepas dari Bumi adalah sekitar 40.000 km/jam, jadi kecepatan diatas tidak cukup untuk membuat kita terbang ke luar angkasa. Namun hal ini jelas akan menyebabkan beberapa kerusakan yang mengerikan karena segala sesuatu terbang dengan lintasan balistik ke timur. Bayangkan air lautan di khatulistiwa tiba-tiba bergerak ke timur dengan laju 1.600 km/jam. Hal yang sama juga dialami oleh udara yang akan menyebabkan badai terdahsyat yang pernah terjadi!

Kecepatan rotasi bumi menurun jika kita jauh dari khatulistiwa, ke arah kutub. Sehingga jika kita berada lebih ke selatan atau lebih ke utara dari khatulistiwa, maka kecepatan awal gerak kita saat bumi tiba-tiba berhenti berotasi, akan lebih kecil dari 1600 km/jam. Semakin kita lebih dekat dengan kutub bumi, kecepatan awal kita akan semakin kecil, bahkan jika kita berdiri tepat di kutub utara atau kutub selatan, kita akan nyaris tidak merasakannya.

• Bumi Takkan Terlindungi Dari Radiasi-Radiasi Yang Berbahaya bagi Kehidupan

Jika Bumi berhenti berputar, tidak akan ada lagi medan magnet bumi, karena rotasi bumilah yang memutar inti logam cair bumi dan menghasilkan medan magnet. Akibatnya, tidak akan ada lagi Aurora dan sabuk radiasi Van Allen yang melindungi kita dari sinar kosmik dan partikel berenergi tinggi lainnya, akan lenyap. Hal seperti ini akan menghancurkan Kehidupan di planet Bumi secara signifikan.

Maka dari data ilmiah tersebut, tentu saja kehidupan di bumi telah musnah semenjak kejadian itu terjadi. Toh knyataannya ketika matahari dikatakan berhenti bergetak dan mengakibatkan waktu dalam satu hari berjalan lebih lamban, manusia masih hidup di masa itu. Jadi bagaimana mungkin hal itu terjadi? Tentu saja hal itu tidak ilmiah, disini kisah berhentinya matahari dan bulan dalam alkitab lebih tepat jika disebut dongeng. Dan hanya anak-anak yang daya pikirnya memang rendah, yang mau mempercayai dongeng seperti ini sebagai kebenaran.

Ayat-ayat yang lain yang mendukung bahwa alkitab menganut teori geosentris diantaranya adalah sbb :

Habakuk 3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

Mazmur
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari
19:5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
19:6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.

Pada kitab Mazmur diatas malah semakin menegaskan bahwa matahari itu BEREDAR MENGELILINGI BUMI. Matahari keluar dan beredar mengelilingi bumi. Dan pada ayat tersebut juga dikatakan bahwa TIDAK ADA YANG TERLINDUNG DARI PANAS SINARNYA. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Alkitab menganut paham bahwa bumi itu DATAR. Kerena bumi yang bulat tidak mungkin bisa tersinari oleh matahari secara penuh. Pasti ada bagian yang terlindung dari sinar matahari.

Nah mengapa alkitab justru terdapat kesalahan fatal dalam bidang sains seperti ini? Bukankah kitab suci yang membahas tentang sains harus teruji secara ilmiah?

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar