Sabtu, 07 Maret 2015

BENARKAH BAHWA ISHAQ YANG DIKORBANKAN OLEH ABRAHAM?


Kali ini kami akan membahas tentang kisah Ismail dan Ishak yang telah di manipulasi oleh pengarang alkitab. Mari kita analisa kisahnya berdasarkan teks alkitab sebagai berikut :

1. KISAH KELAHIRAN ISHAQ

Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun. Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.

"Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya." (Kejadian 16:1-3)

Bersama Hagar Nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya Ismail, ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :

Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. (Kejadian 16:16)

Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWT menjanjikan seorang anak lagi namun dari pihak Sarah :

“Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram” ( Kejadian 17:1)

Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.” (Kejadian 17:16)

Dan setahun kemudian lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama Ishaq, dua tahun kemudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, sehingga ketika Ishaq berumur 2 tahun Ismail berumur 16 tahun, namun Sarah berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk mengusir Hajar dan Ismail dari rumahnya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan rumah Sarah.

Kejadian 21:5 Adapun Abraham berumur 100 tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

Setelah itu Allah berfirman kepada nabi Ibrahim :

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 22:2)

Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible mengisahkan Ishak lah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

2. BENARKAH KISAH BIBLE?

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).

Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:

Pertama: Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.
Kedua: Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham.

Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam Kejadian 22:2.

“Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq” . (Kejadian 22:2)

Setelah dikaji, kalimat “yakni Ishaq” dalam ayat tersebut mempunyai kejanggalan yang teramat serius, alasannya :

Pertama: kalimat “yakni Ishaq” pada susunan tersebut adalah mubazir, karena kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa “yakni Ishaq” : Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,

Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut sebagai anak tunggal yang dikasihinya. Apa mungkin seorang ayah tidak tahu siapa anak tunggalnya?

Kedua: Kalimat “yakni Ishaq” kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang menyatakan: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi"

Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.

"Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu." (Kejadian 25:12)

Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.

3. BENARKAH ISHAK ADALAH ANAK TUNGGAL?

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi” (Kejadian 22:2)

Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq? Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak pertama telah meninggal, tetapi kenyataannya Ismail belum meninggal. Ismail bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin.

Penyebutan “yakni Ishaq” dalam kejadian 22:2 membuat fakta-fakta yang ada menjadi berantakan, ayat-ayat dalam Bible yang berhubungan dengan Ismail dan Ishaq menjadi banyak yang kontradiksi, Ishaq yang bukan anak tunggal disebut sebagai anak tunggal, Ismail yang anak sah nabi Ibrahim harus diingkari. Untuk mengingkari Ismail sebagai anak sah nabi Ibrahim, harus diingkari pula bahwa Hagar adalah Istri sah nabi Ibrahim.

Padahal murut kitab Kejadian 16:3: Hagar telah menjadi istri sah Abraham, perhatikan juga Ulangan 21:15-17, tentang bagaimana sifat-sifat perkawinan dan warisan pada masa Abraham.

Kejadian 22:2: Ambillah anakmu yang tunggal, yaitu Ishak.

Kontradiksi 1: Jika masih anak tunggal, seharusnya yang disebut Ismail bukan Ishak sebab Ismail lahir lebih dahulu, lihat Kejadian 16:15-16 dan 21:5.

Fakta bahwa Yahudi mengganti kata Ismail dengan Ishak untuk menghilangkan jejak Muhammad SAW sebagai keturunan Ismail atau setidaknya tidak mau mengakui kerasulan Muhammad, karena Muhammad bukan berasal dari bani Israil.

Kejadian 21:8: Ishak telah disapih (berhenti menyusui).

Berarti umur Ishak sekitar 2 tahun.

Kejadian 21:5-10: Kisah pengusiran Hagar dan Ismail dimana Ishak telah disapih (umur 2 tahun), otomatis umur Ismail 16 tahun (14 + 2 = 16).

Kejadian 21:14, silahkan baca sendiri dalam kitab versi LAI anda kemudian bandingkan dengan bible versi KJV+ :

(KJV+) Genesis 21:14 And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of Beer-sheba.

Amplified Bible 2011, 21:(14) So Abraham rose early in the morning and took bread and a bottle of water and gave them to Hagar, putting them on her shoulders, and he sent her and the youth away. And she wandered on [aimlessly] and lost her way in the wilderness of Beersheba.

Maka tampaklah Hagar berpergian sendirian (her away and she departed), padahal yang diusir seharusnya adalah Hagar dan Ismail (yang dalam gendongannya) dan kalimatnya seharusnya berbunyi them away and they departed.

Kontradiksi 2: Maka bagaimana kata them/they bisa berubah menjadi her/she?

Kontradiksi 3: Ismail berada dalam gendongan Hagar? Bukankah Ismael telah beranjak remaja (umurnya 16 tahun), kenapa masih digendong Hagar? Masuk akalkah?

Kejadian 21:15-16: Ismail diturunkan dari gendongan dan menangis? Padahal umur Ismael 16 tahun, diturunkan dari gendongan, kemudian menangis. Bukankah hanya anak kecil yang menangis kehausan padahal umur Ismael 16 tahun.

Narasi disini Yahudi bermaksud menunjukkan bahwa Ishak lah yang digendong oleh Hagar (karena Ishak masih kecil dan bukan Ismail), dan mereka tentunya tidak perlu menghitung umur Ismail karena yang dimaksud adalah Ishak yang masih kecil. Dan ayat berikutnya semakin menunjukkan kebingungan isi kitab yang mengatakan bahwa yang menangis adalah Hagar (her) akan tetapi kemudian TUHAN lah yang mendengar tangisan anak (he) itu dan bukan tangisan Hagar:

(KJV+) Genesis 21:16 And she went, and sat her down over against him a good way off, as it were a bow shot: for she said, Let me not see the death of the child. And she sat over against him, and lift up her voice, and wept.

(KJV+) Genesis 21:17 And God heard the voice of the lad; and the angel of God called to Hagar out of heaven, and said unto her, What aileth thee, Hagar? fear not; for God hath heard the voice of the lad where <="" strong="">he is

Dalam terjemahan bahasa Indonesia ditunjukkan bahwa yang menangis bukan Hagar tapi sang anak:

Kejadian 21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

Dan kesalahan Yahudi ini coba dihandel oleh penerjemah Alkitab bahwa anak yang menangis itu adalah Ismail dan bukan Ishak. Namun tetap saja terjadi kontradiksi disini, yaitu apakah iya bahwa Ismail yang berumur 16 tahun digendong dan menangis? Karena seharusnya Hagar lah, sang ibu yang renta yang digendong sang anak, apalagi Ismail adalah anak laki-laki dan sudah remaja.
Kejadian 21:17 Allah mendengar suara Ismael, dan dari langit malaikat Allah berbicara kepada Hagar, katanya, Apa yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut. Allah telah mendengar suara anakmu.

Kenapa Ismail diganti dengan Ishak pada konteks anak yang digendong di padang Bersyeba, tidak lain adalah adanya ayat berikut yang menyatakan bahwa keturunan Ismail akan menjadi bangsa yang besar, dan Yahudi tidak rela bahwa anak yang diangkat tersebut adalah Ismail namun dikondisikan bahwa anak itu adalah Ishak.
Kejadian 21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."

Kejadian
22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal (hebrew, yachiyd) kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Jika masih ngotot bahwa yang dimaksud Ishak sebagai anak tunggal yang dikorbankan itu adalah sebuah kata kiasan dari anak yang dikasihi (yang justru tidak masuk akal bahwa kata tunggal masih dikias-kiaskan lagi menjadi anak yang dikasihi), masih tetap menimbulkan pertanyaan, karena umur kesadaran dan kecerdasan berpikir untuk memutuskan sesuatu (kesediaan sang anak untuk dikorbankan) adalah pada masa-masa remaja sekitar umur 7-10 tahun yang berakibat umur Ismail bertambah menjadi 7-10 tahun yaitu jika umur Ishak 2 tahun + 7 = 9 tahun, maka umur Ismail 16 + 7 = 23 tahun dan Ismail bukan menjadi seorang remaja lagi saat Ishak disembelih dan bahkan mungkin sudah beristri. Kejadian 17:25 bahkan menunjukkan rentang waktu bahwa Ismael telah berumur 13 tahun saat Ishak belum dilahirkan.

Kejadian 22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"

Dalam kitab Ulangan 21:15-17, juga disebutkan bahwa yang dinamakan anak sulung (anak tunggal) itu adalah anak dari istri yang tidak disukai, padahal dalam Ulangan 21:11 disebutkan bahwa Abraham sangat sebal pada anaknya itu dan mengusir Hagar beserta anaknya keluar dari rumahnya yang menunjukkan bahwa Hagar adalah istri yang tidak disukai dan berarti Ismail lah anak sulung tersebut.

Kontradiksi lainnya yaitu pada kejadian 21, Abraham sudah mengusir Hagar dan Ismail hingga mengembara ke padang Barsheba dan menetap disana bersama ibunya, namun pada kejadian 22 seolah-olah Ismail belum terusir dari rumahnya dan masih menemani Ishak yang akan disembelih. Kontradiksi ini diperjelas bahwa Hagar dan Ismael telah diusir ke Barsheba pada Genesis 21:14, namun dalam Kejadian 22:15-19, Abraham bersama kedua anaknya pergi ke Barsheba dan Abraham pun menetap disana.

Karena itu bertele-tele mencoba menyangkal bahwa Ismail lah anak yang dikorbankan menjadi sebuah kesia-siaan belaka. Yang paling pas adalah mengakui bahwa alkitab telah diubah-ubah sesuai apa yang dikatakan oleh AlQuran dan harus mengakui BAHWA KITAB BIBEL-LAH YANG BERKONTRADIKSI (MENGUBAH SEJARAH).

Bukti lain bahwa anak yang tunggal adalah mempunyai pengertian yang sebenarnya :

Hakim-Hakim 11:34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal (hebrew, yachiyd); selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.

ya^chi^yd Definition :
1) only, only one, solitary, one (adjective)
1a) only, unique, one
1b) solitary
1c) (TWOT) only begotten son
2) one (substantive)
Part of Speech: see above in Definition

Sekali lagi berapa umur Ismael saat Ishak dikorbankan? 23 tahun atau 27 tahun? (jika memakai pasal kejadian 17:25). Perhatikan juga Ulangan 21:15-17. Dan mengapa Ismael masih digendong saat berumur 16 tahun?

Kejadian
17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu (keturunan Abraham = Ishak dan Ismail)
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
Ishak belum lahir saat itu tapi Tuhan sudah menyebutnya. Tidakkah ini secara psikologis dan nalar akan membuat bingung Abram, siapa si Ishak itu ataukah akankah kelak anaknya bernama Ishak?
Yang disunat malahan Ismael.
Kejadian
17:25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. 17:26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Dari semua data diatas sudah sangat jelas membuktikan bahwa Ismail lah yang di korbankan dan keturunan dari Ismail lah yang di berkati oleh Tuhan.

4. MENGAPA HARUS ISHAQ?

Orang-orang Israel sangat bangga atas kesukuannya, sangat mengagung-agungkan nenek moyangnya, mereka menjunjung tinggi nabi Ishaq tetapi merendahkan nabi Ismail, karena Ishaq adalah nenek moyang mereka yang berderajat tinggi dan berdarah murni sebagai keturunan nabi Ibrahim dengan Sarah yang berasal dari satu bangsa dan sebagai seorang majikan, sementara Ismail adalah nenek moyang bangsa Arab dari keturunan nabi Ibrahim dengan Hajar yang berdarah koptik (campuran) antara Israil dengan Mesir dan Hajar adalah budak dari Sarah. Menurut mereka bangsa Israel adalah bangsa yang lebih tinggi derajatnya daripada bangsa Arab.

Orang-orang Israel iri hati setelah Allah menjadikan Ismail sebagai korban yang akan disembelih, orang-orang Israel tidak mau orang-orang Arab mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT, mereka menginginkan segala kemuliaan dan berkah hanya untuk orang Israel, menurut mereka semestinya Ishaqlah yang dipilih sebagai korban sembelihan, karena kesombongan tersebut dan perasaan lebih tinggi dari bangsa Arab, mereka berani mengadakan kedustaan dengan mengubah-ubah ayat-ayat Allah, salah satunya dengan menambah kalimat: "Yakni Ishaq" Ke dalam kalimat anakmu yang tunggal itu

5 INILAH FAKTANYA

Jika anda benar-benar memperhatikan peta geografi yang dimaksud dalam perjanjian tersebut, maka kita segera tahu bahwa sejak dahulu kala hingga hari ini tidak ada satupun negeri dari keturunan Ishak (Israel ) yang menguasai wilayah dari Mesir hingga sungai Eufrat.

Bahkan di masa puncak kejayaan bangsa Israel yang mampu membagun kerajaan terbesarnya di bawah pemerintahan Daud hingga Solomon sekalipun, ternyata wilayah yang dikuasainya hanya sebatas pojok sebelah utara mesir, dan luasnya pun tidak lebih besar dari luas pulau Jawa.

Dan silahkan anda yang kristen kaget barang sejenak -- atau kejang-kejang yang lama sekalian -- saat menyadari fakta yang ada, bahwa sejak zaman dahulu kala hingga detik ini seluruh wilayah dari Mesir hingga Sungai Efrat tertsebut nyatanya dipenuhi oleh bangsa Arab keturunan Ismael.

Mereka sebenarnya mengetahui bahwa Ishaq bukanlah anak tunggal nabi Ibrahim, dan mereka mengetahui bahwa Ismail pernah menjadi anak tunggal nabi Ibrahim yaitu ketika Ishaq belum lahir, mereka tidak peduli bila penambahan tersebut akan mengakibatkan kontradiksi yang serius dalam kitab mereka, Allah SWT telah menyatakan dalam al-Qur’an:

“segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui” (QS.Al-Baqarah:75)

Begitu besar kebencian orang-orang Yahudi kepada orang-orang Arab sampai berani mengubah fakta bahwa Ishaq yang bukan anak tunggal ditulisnya sebagai anak tunggal dalam kitab mereka sebagai anak tunggal demi menghilangkan kemuliaan Ismail.

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar