Jumat, 27 Maret 2015

HUKUM PERBUDAKAN DALAM KRISTEN


Kali ini saya akan membahas mengenai hukum perbudakan dalam kristen. Dalam forum-forum perdebatan lintas agama, banyak umat kristiani yang mencela hukum perbudakan dalam Islam yang mereka anggap tidaklah manusiawi dsb. Maka untuk itulah saya ambil perbandingan dengan hukum perbudakan dalam kristen. Untuk mengetahui mana hukum yang lebih manusiawi. Baiklah mari kita awali materinya sbb :

• Bolehkah Menggauli Budak?

Orang-orang kristen sering mengkritik hukum perbudakan dalam Islam yang menghalalkan seorang majikan untuk menggauli budaknya, mengambil wanita sebagai harta rampasan perang untuk digauli dsb. Yang perlu dipahami disini adalah perbudakan itu sendiri, karena yang kita sedang bahas sekarang adalah budak yang benar-benar budak. Bukan pekerja rumah tangga atau karyawan.

Jadi sebelum kita memberikan penilaian tentang hukum perbudakan tersebut, hendaknya kita pahami dulu kondisi zaman pada saat hukum tersebut diturunkan. Apakah kondisi zamannya masih sama dengan saat ini ataukah sudah berbeda jauh. Dan sebagai perbandingan, apakah dalam iman kekristenan hal tersebut tidak dapat dibenarkan? Coba kita baca ayat berikut ini :

Bilangan
31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Pada ayat ini, kristen juga membenarkan tindakan menggauli budak rampasan perang. Karna pada ayat diatas, hanya wanita perawan saja yg yang boleh diambil. Pertanyaannya, lalu untuk apa perempuan-perempuan perawan tersebut dibiarkan hidup dan diambil sebagai rampasan perang jika bukan untuk digauli? Mungkin kristiani akan beranggapan bahwa perempuan tersebut hanya akan dijadikan budak saja, tanpa digauli oleh tuannya. Maka jika memang demikian, tentunya yg sudah menikah juga harus dibiarkan hidup kalau hanya untuk dijadikan budak. Ini adalah logika sederhana yang mudah untuk dimengerti.

Lukas 12:47 Adapun hamba yang tahu akan KEHENDAK TUANNYA, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Kita bisa lihat dalam konteks ayat tadi budak yg tidak melakukan kehendak tuannya, akan menerima pukulan. Apa saja kehendak tuannya?

Titus 2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa seorang budak tidak boleh melawan terhadap tuannya dan dianjurkan untuk mematuhi SEGALA HAL yg diinginkan tuannya. Maka dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa menggauli budak dalam kekristenan juga dibolehkan. Karna seorang budak tidak boleh membantah apapun yg tuannya inginkan, termasuk juga saat tuannya ingin menggauli budak tersebut. Jadi kalau kristiani masih tidak mau mengakui hal ini, maka dengan demikian mereka sama saja hendak menuntut oknum yg membuat aturan tersebut. Karena segala hal itu bisa berarti apa saja, termasuk pemukulan dan pembunuhan terhadap budak.

2 Samuel 5:13 Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan.

Pengertian dari gundik disini adalah budak yg diperistri oleh tuannya secara tidak sah, yg selama ini lebih kita kenali dengan istilah selir. Dan nabi Daud dalam ayat diatas dikatakan telah mengambil beberapa gundik.

1 Tawarikh 3:9 Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar ialah saudara perempuan mereka.

Pada ayat ini semakin menegaskan bahwa gundik disini memang untuk digauli oleh tuannya, dan Daud juga memiliki anak-anak dari gundik-gundiknya. Lalu apakah tuhan mengecam perbuatan daud sebagai perbuatan tercela? TIDAK! Bahkan, tuhan memberikan penghargaan dengan julukan “Nabi yang taat kepada tuhan dan berkenan di hatinya” (Kisah Para Rasul 13:22).

1 Tawarikh 1:32 Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.

Pada ayat ini nabi Abraham juga dikisahkan memiliki gundik dan mempunyai keturunan dari gundiknya tersebut. Lalu apakah tuhan mgecam perbuatan Abraham sebagai kejijikan? TIDAK! Justru tuhan menjanjikan keturunan Abraham akan diberkati oleh tuhan (Kisah Para Rasul 3:25)

1 Raja Raja 11:3 Ia (Salomo) mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.

Dan pada ayat ini, nabi salomo bahkan tidak tangung-tanggung dalam mengambil gundik, disini ia sampai memiliki 300 gundik. Apakah tuhan mengecam perbuatan Salomo? TIDAK! Justru tuhan menyayangi Salomo sebagai orang yang sudah dipilih tuhan sejak bayi menjadi hambanya yang akan mendirikan Bait Allah (1 Tawarikh 22:9-10).

Maka dalam hal ini kita bisa menyimpulkan bahwa dari semua data diatas, tuhannya umat kristen tidak pernah mengecam tindakan menggauli budak perempuan. Dan para nabi didalam alkitab juga melakukan hal tersebut' yakni menggauli budak-budaknya.

Jika dalam hukum Islam kami masih diatur mengenai syarat-syarat untuk menggauli budak, Semisal tidak boleh menggauli budak yang sedang hamil, haid, masih mempunyai suami yang bersama dengan budak tersebut dll. Lalu bagaimana tata cara dan syarat seseorang untuk bisa menggauli budak menurut Alkitab? Alkitab tidak memberikan aturan khusus untuk menggauli seorang budak, itu artinya tuhan tidak memberikan batasan seseorang untuk menggauli budak-budaknya, entah budak tersebut sedang Haid, Hamil dll.

Sebenarnya masih banyak materi yang mesti saya sajikan untuk topik diatas, tapi agar para pembaca tidak bosan membaca artikel saya karena terlalu panjang. Maka saya cukupkan saja materinya sampai disini. Saya ambil materi yang sering dikritisi oleh kristiani saja, yakni mengenai hukum menggauli budak. Yang selama ini sering mereka hujat hukum tersebut didalam Islam.

Tapi setelah melihat data alkitabiah diatas, itu artinya jika mereka menghujat hukum menggauli budak dalam Islam. Maka tanpa mereka sadari mereka telah MELUDAHI alkitabnya sendiri yang memberikan hukum yang serupa dengan Islam, bahkan justru lebih buruk lagi. Selebihnya bagi yang mahu bertanya mengenai topik diatas, saya persilahkan.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar