Rabu, 11 Maret 2015

MENGGUGAT STATUS ISRAEL SEBAGAI BANGSA PILIHAN


Siapa yang tidak mengenal bangsa Israel, bangsa mayoritas Yahudi yang mengklaim memiliki tanah perjanjian dimana kemudian memotivasi mereka untuk memborbardir salah satu negara Islam, Palestina. Di masa lalu, umat Israel adalah umat yang mendapat karunia dari Allah, dibebaskan dari perbudakan Mesir, diberikan tanah yang aman dan baik, dan di Israel-lah para nabi banyak dilahirkan Allah. Di masa lalu juga, Israel merupakan bangsa yang terkenal mencetak rekor membunuh para nabi dan Rasul Allah, keras dalam kekafiran, dan sifat yang bebal serta tegar tengkuk membuat mereka begitu mudah masuk dalam kemusyrikan dan begitu sulit mendapat hidayah.

Tidak heran kebanyakan nabi yang dilahirkan di Israel mati ditangan umatnya sendiri. Pernah seorang nabi diutus ke tengah Israel untuk menyadarkan mereka, hanya beberapa hari saja ditinggal pergi, mereka kembali lagi menyembah berhala patung dan menyekutukan Allah serta menjadi musuh nabi tersebut kembali. Begitu juga dengan nabi yang hampir mati disalib dengan keji oleh umat Israel-Yahudi hanya karena ketidaksukaan terhadap pengajarannya. Wajar Allah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi (Baca: QS. Al-Maaidah' 5:82).

Selain itu, umat Israel juga mengklaim sebagai bangsa pilihan yang diberkati Tuhan. Dan anehnya pemahaman ini bukan hanya milik mereka sendiri, tetapi juga suatu umat yang entah karena apa rela berkorban apa saja untuk Israel dan menjadi semacam peliharaan yang akan melakukan apa saja demi tuannya, melupakan masa lalu kelam tentang nasib sesembahannya. Umat tersebut adalah Kristen. Kristen mengagungkan bangsa Israel dari segala sisi, mengatakan Israel pasti selalu meraih kemenangan sehingga dari tangan Kristiani bantuan akan selalu berdatangan untuk Israel, meskipun pandangan bangsa Israel-Yahudi terhadap Kristen begitu bertolak belakang dari pandangan Kristen terhadap mereka.

Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan penghambaan Kristiani terhadap Israel-Yahudi? Apakah mereka tidak tahu bahwa akidah Zionisme menjadikan Israel-Yahudi memandang mereka sebagai binatang? Apakah mereka tidak tahu kalau doktrin Talmud mengharuskan Israel-Yahudi untuk menghujat Yesus, Perjanjian Baru, serta pegangan Kristen lainnya? Apakah mereka tidak tahu bahwa umat Israel-Yahudi sejak kecil telah memiliki keyakinan bahwa Yesus adalah seorang penyihir terkutuk yang lahir dari hasil perzinahan? Benarkah Israel tercatat sebagai bangsa pilihan Tuhan dalam kitab suci, atau lagi-lagi ini hanyalah sebuah doktrin menyesatkan yang ditanam Gereja sejak mereka masih kecil?

1. Benarkah Israel Bangsa Pilihan Tuhan?

Kristiani menjadi pengagum Israel-Yahudi karena adanya pandangan bahwa Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, siapapun yang memberkatinya akan diberkati Tuhan, dan Kristiani percaya bahwa persepsi tersebut berlandaskan Bible. Sebelum membahas lebih jauh kebenaran pandangan tersebut, mari kita selidiki dulu sejarah umat Israel dalam Bible. Dalam Bible, pertama kali nama Israel disebutkan adalah sewaktu nama tersebut diberikan kepada Yakub, karena saat itu terjadi pergumulan seru antara Yakub dengan Allah dimana kemenangan ada dipihak Yakub dan dikatakan Allah memberkati Yakub dengan nama Israel. Keturunan Yakub selanjutnya disebut bangsa Israel.

Kejadian 32:24-28
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Tentu sebagai orang WARAS, kita tidak perlu mempercayai bagian ini. Selanjutnya, dikisahkan seluruh keluarga Israel/Yakub menetap di negeri Mesir. Lambat laun keturunan mereka ditindas oleh Firaun, Raja Mesir. Di masa ini bangsa Israel diperbudak oleh bangsa Mesir. Kemudian Allah mengutus Musa untuk membebaskan Israel dari perbudakan Mesir dan menuntun mereka keluar dari sana.

Keluaran 3:8-10
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

Singkatnya Musa berhasil membawa mereka keluar dari Mesir, namun inilah awal mula ulah umat Israel menjadi-jadi. Awalnya Israel adalah bangsa yang diberkati dan diberikan tanah yang baik karena janji Allah terhadap nenek moyang mereka yaitu Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tapi bangsa Israel tidak pandai bersyukur dalam hal itu, dan justru menentang banyak perintah Allah.

Ulangan 9:5-6
9:5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
9:6 Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!"

Allah dengan tegas berkata bahwa bangsa Israel sama sekali tidak memiliki jasa atau harfiahnya tidak berhak menerima berkat selain karena Allah telah berjanji terhadap nenek moyang mereka. Dari awal umat Israel sudah nampak kekafiran serta penentangannya dihadapan Allah yang kemudian memicu murka Allah untuk memunahkan mereka.

Ulangan 9:7-8
9:7 "Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN.
9:8 Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN gusar, bahkan TUHAN begitu murka kepadamu, hingga Ia mau memunahkan kamu.

Semakin hari bangsa Israel semakin menunjukkan kekejian dan penyimpangan dari ajaran Allah. Sewaktu Nabi Musa meninggalkan mereka beberapa saat, penyimpangannya semakin menjadi-jadi dan Allah bermaksud memunahkan bangsa Israel serta menggantinya dengan bangsa lain.

Ulangan 9:12-13
9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat patung tuangan.
9:13 Lagi TUHAN berfirman kepadaku: Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk.
9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan memunahkan mereka dan menghapuskan nama mereka dari kolong langit; tetapi dari padamu akan Kubuat suatu bangsa yang lebih berkuasa dan lebih banyak dari pada bangsa ini.

Tapi Nabi Musa masih dapat mencegah niat Allah untuk memunahkan mereka, dan berharap bahwa bangsa Israel suatu saat akan sadar dari penentangannya. Namun, sampai Musa menjelang wafatpun umat Israel tidak berubah dan justru tetap menunjukkan kedegilan dan kelakuan busuk terang-terangan di mata Musa.

Ulangan 31:27-28
31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.
31:28 Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka.
31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu."

Dalam banyak tempat di Bible, sangat jelas digambarkan tentang murka dan kutuk Tuhan terhadap bangsa Israel yang senantiasa berlaku durhaka dan menentang aturan. Dinubuatkan bahwa bangsa Israel akan dikembalikan ke Mesir untuk diperbudak.

Hosea 8:13 "...tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!"
Ulangan 28:68 "TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli."

Serta bangsa Israel akan dipunahkan dan dibinasakan.

Ulangan 9:7-8 Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN. Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN gusar, bahkan TUHAN begitu murka kepadamu, hingga Ia mau memunahkan kamu.
Ulangan 9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan memunahkan mereka dan menghapuskan nama mereka dari kolong langit
Ulangan 28:63 Seperti TUHAN bergirang karena kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat kamu banyak, demikianlah TUHAN akan bergirang karena kamu untuk membinasakan dan memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka.

Karena banyaknya perbuatan jahat bangsa Israel di mata Tuhan, hati Tuhan Allah sudah tidak lagi terpaut ke umat Israel.

Yeremia 15:1 TUHAN berfirman kepadaku: "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!

Kejahatan umat Israel semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu. Allah tetap mengutus banyak nabi di antara mereka dengan maksud suatu saat umat Israel sadar dan kembali lagi ke ajaran yang benar, ajaran Abraham nenek moyang mereka yang telah lama ditinggalkan, serta mengikuti nabi yang diutus kepada mereka. Namun, perilaku umat Israel sama sekali tidak berubah selain membunuh para nabi yang mencoba menyadarkan mereka tersebut.

Lukas 13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Hal tersebut terus berlanjut sampai masa diutusnya Yesus, dan sama dengan nabi lainnya yang kita ketahui, umat Israel juga menolak dan memusuhi Yesus serta mencoba membunuhnya. Dan akhirnya bangsa Israel kehilangan berkat Allah dan tergantikan.

Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Perhatikan, kekejian serta kejahatan Israel-Yahudi yang semakin besar dari waktu kewaktu membuat Allah menghilangkan berkat serta lepas tangan terhadap umat Israel. Kerajaan Allah yang artinya keselamatan tersebut telah diambil dan tidak dimiliki lagi oleh umat Israel. Itulah mengapa nabi selanjutnya tidak lagi diutus dari Israel.

Dari sini dapat dimengerti bahwa umat Israel bukan lagi bangsa pilihan, keselamatannya telah hilang. Perbuatan jahat di mata Allah yang senantiasa dilakukan umat Israel-Yahudi telah menjadikannya sebagai bangsa terkutuk yang tidak lagi memiliki pegangan ajaran Allah, dan nubuat Allah bahwa bangsa Israel suatu saat pasti akan punah sudah tentu akan terwujud.

2. Benarkah Israel Pemilik Tanah Perjanjian

Umat Israel-Yahudi mengklaim bahwa Palestina merupakan tanah perjanjian yang seharusnya mereka kuasai. Mereka menyebutkan Allah telah menjanjikan tanah tersebut kepada Abraham, Ishaq, dan Yakub untuk keturunannya. Sehingga diasumsikan bahwa tanah tersebut sepenuhnya harus dikuasai umat Yahudi, tidak untuk umat Islam ataupun Kristen. Sebenarnya, lepasnya status umat Israel sebagai bangsa pilihan telah cukup menunjukkan bahwa umat Israel sudah tidak berhak memiliki tanah yang dulu dijanjikan kepada mereka. Tapi untuk menegaskan lebih lanjut, masih banyak bukti bahwa umat Israel-Yahudi tidak seharusnya melakukan agresi biadab sekarang ini hanya karena keserakahan merebut daerah yang bukan hak mereka lagi.

Memang benar awalnya tanah tersebut dianugerahkan untuk umat Israel, karena Allah telah berjanji kepada nenek moyang mereka yaitu Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tetapi, janji tersebut akan tetap berlaku jika umat Israel berpegang teguh pada peraturan dan ketetapan Allah.

Ulangan 4:1-2
4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

Ulangan 4:25-27
4:25 Apabila kamu beranak cucu dan kamu telah tua di negeri itu lalu kamu berlaku busuk dengan membuat patung yang menyerupai apa pun juga, dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Nya,
4:26 maka aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu habis binasa dengan segera dari negeri ke mana kamu menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya; tidak akan lanjut umurmu di sana, tetapi pastilah kamu punah.
4:27 TUHAN akan menyerakkan kamu di antara bangsa-bangsa dan hanya dengan jumlah yang sedikit kamu akan tinggal di antara bangsa-bangsa, ke mana TUHAN akan menyingkirkan kamu.

Ulangan 4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Pendudukan umat Israel di tanah perjanjian hanya tetap berlaku jika umat Israel tidak berlaku busuk, tidak menyembah tuhan-tuhan lain, tidak melakukan apa yang jahat dimata Allah, dan menaati ketetapan dan peraturan Allah. Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa hilangnya status Israel sebagai bangsa pilihan dan digantikan dengan bangsa lain karena mereka telah melakukan hal tersebut semua.

Inilah kronologis yang dikisahkan dalam Bible tentang pemberian tanah perjanjian sampai akhirnya Israel-Yahudi tidak berhak lagi menduduki tanah yang dulu dipijakinya:

a. Umat Israel dijanjikan suatu daerah yang baik termasuk Kanaan, Palestina setelah keluar dari Mesir.

Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

b. Tuhan membantu umat Israel meluaskan daerah dengan mengalahkan musuh dan membantai orang-orang di tanah yang dijanjikan.

Keluaran 34:24 sebab Aku akan menghalau bangsa-bangsa dari depanmu dan meluaskan daerahmu; dan tiada seorang pun yang akan mengingini negerimu, apabila engkau pergi untuk menghadap ke hadirat TUHAN, Allahmu, tiga kali setahun.

Ulangan 20:16-17
20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apa pun yang bernafas,
20:17 melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,

c. Tetapi kemudian mereka berebut kekuasaan dan saling berperang satu sama lain. Tahun 922 SM setelah Salomo wafat kerajaan Israel terpecah belah menjadi dua. Wilayah utara tetap bernama Israel beribukota Samaria, sedangkan wilayah selatan menggunakan nama Yehuda (Yahudi) beribukota Yerusalem. Keduanya dilanda perang saudara yang berlarut-larut (II Raja-raja 9:1-37, II Raja-raja 10:1-36).

d. Kerajaan Israel dan Yehuda senantiasa melakukan dosa dan melanggar ajaran Allah. Berikut adalah rincian perbuatan dan perlakuan jahat Israel-Yahudi dimata Allah yang dicatat Bible.

• Israel-Yahudi degil dan tegar tengkuk:
Ulangan 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.

• Israel-Yahudi berlaku busuk dan menyimpang dari ajaran Allah dengan mudah:
Ulangan 9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat patung tuangan.

• Israel-Yahudi umat yang murtad dan tidak setia:
Yeremia 3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.
Yeremia 5:11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN.

• Israel-Yahudi membenci kebaikan dan mencintai kejahatan:
Mikha 3:2 hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya;

• Israel-Yahudi tidak menyukai keadilan dan kebenaran:
Mikha 3:9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus,

• Israel-Yahudi pembangkang dan terus berbuat lebih jahat lagi:
Yeremia 7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

• Israel-Yahudi tidak berbalik dan terus menyimpang meskipun telah diperingatkan berulang kali:
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka.

e. Berpuluh tahun kemudian karena Israel-Yahudi melakukan dosa terus menerus dan tidak pernah sadar, konsekuensinya:

Allah menjauhkan Israel-Yahudi dari hadapan-Nya:
II Raja-raj 23:27 Lalu berfirmanlah TUHAN: "Juga orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem, dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!"

Allah menarik damai sejahtera, kasih setia, dan belas kasihan dari umat Israel-Yahudi:
Yeremia 16:5 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Allah menghajar dan menyentakkan Israel-Yahudi dari tanah perjanjian:
I Raja-Raja 14:15 Kemudian TUHAN akan menghajar orang Israel, sehingga tergoyah-goyah seperti gelagah di air dan Ia akan menyentakkan mereka dari pada tanah yang baik ini yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka; Ia akan menyerakkan mereka ke seberang sungai Efrat sana, oleh karena mereka telah membuat tiang-tiang berhala mereka dan dengan demikian menyakiti hati TUHAN.

Dan benar, tahun 800-600 SM kerajaan Israel hancur diserang kerajaan Asyiria, sedangkan kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia pada tahun 600-500 SM. Mereka dibuang ke daerah Laut Kaspia dan hilang entah kemana. Sebagian ke Jerman dan disana dihajar lagi sehingga tidak ada tempat bagi umat Israel-Yahudi.

Jadi kesimpulannya bahwa umat Israel-Yahudi sudah tidak berhak menduduki tanah perjanjian, mengapa? Karena yang menghempaskan dan membuang mereka dari tanah perjanjian tersebut adalah Allah sendiri akibat dosa dan kejahatan yang mereka perbuat. Dan adalah kebohongan besar jika umat Israel masih saja bernafsu menduduki tanah perjanjian yang ada di wilayah Palestina dengan dasar janji Tuhan. Sebagai umat Muslim sudah seharusnya kita turut membela hak-hak saudara kita di Palestina dari cengkeraman kekejaman pemerintah Israel, karena itu adalah tanah mereka. Sedangkan bagi Kristiani sudah sepantasnya sadar dan membuka mata atas kekeliruan mereka mendukung perbuatan non-manusiawi militer Israel terhadap rakyat Palestina hanya karena kekosongan pengetahuan tentang Israel-Yahudi dalam kitab sendiri maupun dalam sejarah.

Percaya atau tidak, ternyata tidak semua umat Yahudi memiliki ideologi Zionisme pada umumnya yaitu menganggap Palestina merupakan tanah yang harus dikuasai penuh Israel. Beberapa komunitas Yahudi di berbagai negara justru dengan semangat membela rakyat Palestina dan dengan sifat terbuka mengakui bahwa dalam kitab suci mereka tanah Palestina memang bukan lagi hak Israel dan merupakan milik umat mayoritas yang tinggal di tanah tersebut yang tidak seharusnya diduduki Israel.

Sebut saja salah satunya komunitas 'International Jewish anti-Zionist Network (IJAN)'. IJAN merupakan jaringan internasional orang Yahudi yang berkomitmen untuk memperjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan Zionis Israel. IJAN mengaku berkomitmen untuk menentang Zionisme dan Negara Israel, menolak kolonialisme dan warisan kolonialisme, menentang organisasi Zionis, dan berkomitmen bekerja dan solidaritas terhadap keadilan. Richard Kuper, dari komunitas 'Jews for Justice for Palestinians', salah satu organisasi Yahudi dunia, dengan lantang berkata: "Kami serukan kepada seluruh pemerintah dan masyarakat di dunia berbicara dan menentang pendudukan serta pengepungan.".

Meskipun pada dasarnya mereka adalah orang Yahudi yang jelas ingkar terhadap ajaran Allah, tapi bagaimanapun kita sepantasnya menghormati sifat kemanusiaan dan keberpihakan mereka terhadap hati nurani sehingga berani menentang dan menelanjangi segala kejahatan dan mitos-mitos Zionis Israel, dibandingkan dengan Kristiani yang hanya bisa menjadi hamba setia mendukung berbagai bentuk kebiadaban Zionis Israel tanpa mengerti seluk-beluk sejarah dan pengetahuan perihal konflik Israel dan Palestina. Ironisnya lagi, Kristiani justru merasa bahwa dukungan mereka terhadap kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina ini dilandasi kitab suci atau firman Tuhan.

3. Israel, Zionisme, Dan Talmud

Zionisme merupakan ideologi atau akidah umum umat Israel-Yahudi, keyakinan yang paling rasialis sampai-sampai menjadikan penganutnya terindoktrinasi bahwa hanya bangsa Yahudi yang manusia, sedangkan non-Yahudi adalah binatang, dan "binatang" tersebut diciptakan untuk menjadi bawahan kaum Yahudi. Akidah ini secara rinci dapat ditemukan dalam Talmud, ajaran yang paling rasis juga diskriminatif dan dianggap kitab paling berbahaya yang pernah ada di muka bumi. llmuan terkenal dalam bidang kebudayaan Ibrani dan kajian tentang Talmud, Joseph Barcley, menyatakan "... Sebagian teks yang ada dalam Talmud adalah ekstrim, sebagiannya lagi menjijikkan, dan sebagiannya lagi berisi kekufuran ...". Karenanya, banyak penguasa negara dan penguasa agama (Paus) di Eropa mengharamkan beredarnya kitab ini.

Louis Daste di dalam bukunya 'Yahudi dan Organisasi Rahasia' mengatakan; "Dalam setiap perubahan pemikiran besar terdapat pengaruh Yahudi baik yang nampak ataupun rahasia. Sepanjang sejarah dunia, Yahudi memasukkan ribuan racun berbahaya.". Akidah Zionisme dimiliki umat Isrel semenjak kecil, penanaman doktrin rasisme yang terdapat dalam Talmud dilakukan para orangtua kaum Zionis kepada anak-anak mereka sejak dini. Indoktrinasi terhadap anak-anak Israel berlanjut hingga ia dewasa. Ayat-ayat Talmud dijadikan satu-satunya pedoman moral bagi mereka, dididik untuk fanatik terhadap superioritas ras Yahudi dan membenci golongan di luar Yahudi sebagai binatang.

Agama Yahudi sebenarnya bersumberkan pada dua pokok kitab, yaitu Perjanjian Lama yang mereka yakini sebagai kitab Taurat, dan juga Kitab Talmud yang merupakan kumpulan fatwa para rabbi Yahudi meskipun kaum Yahudi mengklaim itu adalah himpunan ajaran Musa. Kaum Kristen, karena ketidak-pahamannya, hingga dewasa ini menyangka Perjanjian Lama merupakan kitab tertinggi bagi agama Yahudi. Sangkaan itu keliru. Para rabbi Yahudi mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (guru agama), lebih tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan. Talmud mengemukakan hukum-hukumnya berada di atas Taurat, dan bahkan tidak mendukung isi Taurat.

Bukti tentang hal ini dapat ditemukan dalam Talmud Erubin 2b (edisi Soncino) yang mengingatkan kepada kaum Yahudi. "Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat.". Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting daripada Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi, prinsip, serta arahan bagi perumusan kebijakan negara dan pemerintahan Israel, dan menjadi pandangan hidup orang Yahudi pada umumnya. Itu pula sebabnya mengapa Israel disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik, theokratik, konservatif, dan sangat dogmatik.

Talmud merupakan manifesto yang paling berbahaya kepada perikemanusiaan. Ia menggariskan penghancuran total semua agama dan peradaban yang ada di dunia, demi terciptanya sebuah masyarakat Zionis internasional. Berikut Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud yang akan membuktikan akidah Zionisme Israel-Yahudi begitu rasialis, penuh kebencian, tidak berperikemanusiaan, dan ideologi yang lebih cocok untuk orang tidak waras.

Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yahudi dan non-Yahudi

• Semua harus taat pada perkataan rabbi Yahudi:
Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka.”

• Diperbolehkan seorang Yahudi berbuat kejahatan:
Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota, dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana.”

• Dibenarkan mempekerjakan paksa non-Yahudi:
Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya.”

• Dibenarkan merampok dan membunuh non-Yahudi:
Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya.”
Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel.”

• Dibenarkan menipu dan berdusta kepada non-Yahudi:
Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir.”
Choschen Ham 183, “Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.”

• Non-Yahudi digolongkan dengan binatang:
Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang.”
Abodah Zarah 22a–22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu.”

Pengajaran irasional dan tidak waras Talmud Zionis

• Penyembuhan penyakit:
Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu, lalu dimakan.”
Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan ambil kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas.”

• Perihal pernikahan:
Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi.”

• Yahudi boleh menikahi anak balita:
Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari).”
Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya.”

Pengajaran mitos-mitos dalam Talmud Zionis

• Kesaksian mengenai rabbi:
Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan masuk neraka.”
Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorang pun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar.”
Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut.”

• Doa wajib kaum Yahudi:
Menahoth 43b–44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak-belian’.”

• Perihal manusia pertama:
Yebamoth 63a, “’... Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga.”

• Keyakinan takhayul Yahudi:
Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, karena iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu; kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan.”
Pesahim 111a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan.”

Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yesus dan Kristen

• Yesus berada dalam neraka:
Gittin 57a, “Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas.”

• Yesus adalah penyihir:
Sanhedrin 43a, “Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya.”

• Kristen masuk neraka:
Rosh Hashanah 17a, “Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya.”

• Perjanjian Baru harus dimusnahkan:
Shabbath 116a, “Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru.”

• Wajib melaknat Kristiani:
Talmud 6 Bab 8 butir 9, “Sesungguhnya Talmud mewajibkan atas setiap orang Yahudi untuk melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan berdoa agar membasmi dan menghancurkan raja-raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan kepada orang Yahudi untuk merampas harta mereka dengan cara apapun.”

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis Israel, masih saja membantu agresi Israel, masih saja setuju dengan sikap politik Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri dan telah ikut-ikutan menghina Yesus sendiri. Jika tidak percaya, silakan ambil Talmud dan baca sendiri.

Sekarang marilah berpikir dengan akal sehat, dapatkah umat yang memiliki ajaran begitu rusak dan mengancam sisi-sisi kemanusiaan ini dikatakan umat yang diberkati Tuhan? Tuhan macam apa yang begitu rasis akan tetap menjanjikan keselamatan kepada bangsa yang nyata kebiadaban ajarannya ini? Ingatlah, dulu umat Israel diberkati Allah karena Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tetapi seperti yang telah dijelaskan, Allah memberikan syarat tertentu atas pemberian keberkatan tersebut dan secara telak umat Israel telah melanggar syarat-syarat itu. Sekali lagi, umat Israel-Yahudi telah kehilangan keberkatan, tanah perjanjian, dan pastinya keselamatan. Kita telah membuktikannya melalui dalil, sejarah, dan logika.

Terlebih buat Kristiani yang masih mengagungkan bangsa Israel-Yahudi sampai saat ini, harap dicatat baik-baik. Dommelow di bantu 16 orang yang hebat dalam sebuah tim dimana mereka adalah para pendeta bergelar doctor Theologi, mengatakan: "Ahli Talmud (para rabbi Yahudi) berkata: "Al Masih adalah anak seorang pezina (maria) yang membawa sihir keluar Mesir dengan menyayat daging yang ia miliki. Yesus mempraktekkan sihir, melancarkan tipudaya serta menggiring bangsa Israel pada pemujaan berhala." Sesungguhnya sesuatu yang menarik untuk di praktikkan bahwa Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan murka menolak tuduhan dan fitnah keras yang di lancarkan oleh orang orang Yahudi." (Dommelow’s Bible Comentary, hal 668).

Mengapa Kristiani begitu mengagungkan dan merajakan bangsa Israel-Yahudi yang jelas-jelas begitu menghinakan Yesus, sedangkan umat Islam yang begitu memuliakan Nabi Isa/Yesus dan menempatkannya pada derajad yang semestinya sebagai nabi Allah justru tidak seberuntung itu? Jangankan ucapan terima kasih, umat Islam malah senantiasa dijadikan sasaran hujatan Kristiani sedunia. Bahkan Kristiani selalu mencari alasan melalui tudingan yang menyakitkan hati hanya untuk membela kebiadaban Zionis Israel terhadap MUslim yang mencoba membela hak-hak yang sudah semestinya.

Apakah jika umat Muslim ingin dipuja-puja oleh Kristiani, juga harus berlomba-lomba mengecam Yesus sebagai anak hasil zinah yang berada dalam neraka serta membuat kitab yang lebih sadis melebihi Talmud tentang penghinaan terhadap Gereja? Lantas dimanakah letak logika Kristiani yang entah memuliakan Yesus atau sebenarnya menuhankan bangsa Israel-Yahudi?

Demikian uraian kami terhadap bangsa Israel sejauh mana kebenaran mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan. Tentunya kesimpulan dari uraian ini telah dapat anda cerna sendiri, bahwa sesungguhnya umat Israel-Yahudi bukan lagi bangsa pilihan, melainkan bangsa kutukan yang dipilih Tuhan menempati neraka, dan umat Israel-Yahudi tidak berhak memerangi Palestina untuk alasan apapun. Terlebih harus dipahami bagi Kristiani yang terindoktrinasi penghambaan terhadap umat Israel, agar segera melepaskan diri dari doktrin menyesatkan tanpa dasar tersebut. Berhenti mengagungkan musuh Yesus, karena tidak akan ada keberkatan bagi mereka yang mengagungkan umat yang jahat di mata Allah.

"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." (QS. Al-Maaidah' 5:78)

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.. :)
Poskan Komentar