Senin, 02 Maret 2015

MENJAWAB FITNAH : MUSLIM MENYEMBAH KA'BAH


Satu lagi bukti kebodohan kaum kafir, mereka tidak tau kedudukan Ka'bah didalam Islam. Ka'bah sendiri hanya bangunan berbentuk kubus yg tidak bisa berbuat apapun, kami umat muslim beribadah menghadap ke Ka'bah karna fungsi Ka'bah adalah sebagai Qiblat dalam peribadahan umat Islam sedunia.

Dapat dibayangkan andaikata umat Islam tidak punya arah qiblat, maka bagaimana sholat jama’ah mereka? Imamnya ingin ke utara, makmumnya mungkin ada yang ingin ke selatan, ada yang ingin ke barat, bisa berantakan sholat jama’ahnya. Supaya orang Islam berada di dalam satu kesatuan dengan persatuan yang kuat ketika mereka menyembah Allah Subhanallah Ta’ala, maka Allah Subhanallah Ta’ala menetapkan arah qiblat.

Dan ini bukan berarti orang Islam menyembah Ka’bah. Walaupun mereka menghadap ka’bah tetapi ini bukan berarti orang Islam menyembah ka’bah. Kenapa? Karena orang Islam hanya menjadikan ka’bah sebagai pematok arah. Karena yang namanya pematok arah tidak akan sempurna kalau tidak terlihat. Maka dibangunlah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il ka’bah sebagai pematok arah supaya orang melihat ke arah sana, ke arah ka’bah hendaknya kaum muslimin seluruh dunia menyatukan arah.

Dan jauh sebelum kelahiran nabi Muhammad, para nabi sebelumnya juga sudah lebih dulu beribadah menghadap ke Baitullah.

Nabi Daud beribadah menghadap ke Baitullah :

Mazmur 5:7 (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Selain beribadah menghadap ke Baitullah, nabi Daud juga melakukan ritual Tawaf :

Mazmur 26:6 Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan MENGELILINGI mezbah-Mu, ya TUHAN,

Qiblat peribadahan umat manusia sebelum nabi Muhammad lahir ialah di Yerusalem, tapi setelah itu Allah mengubah arah Qiblat bagi umat manusia ke arah Masjidil Haram.

Allah berfirman :

"Sesungguhnya Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan." (QS. 2:144)

Dan perpindahan arah qiblat umat manusia ini sudah dinubuatkan sebelumnya dalam kitab sebelum Al-Quran, mari kita baca sabda Yesus dibawah ini :

Yohanes 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Dan nubuat perpindahan Qiblat tersebut sudah tergenapi dimasa kenabian Muhammad SAW. Lebih lengkapnya silahkan dibaca disini :

http://adijullio.blogspot.com/2014/12/nubuat-perpindahan-qiblat.html

Jadi sudah cukup jelas bukan bahwa umat muslim tidaklah menyembah Ka'bah? Ka'bah hanyalah arah qiblat peribadahan umat Islam seperti apa yg telah diterapkan oleh para nabi sebelumnya. Jadi akan sangat bodoh jika masih ada kaum kafir yg mendakwa kami umat muslim menyembah batu atau Ka'bah. Khususnya yg beragama kristen, karna itu sama saja mereka menghujat para nabi mereka sendiri dan menganggap para nabi menyembah Baitullah.
Poskan Komentar