Senin, 02 Maret 2015

UKURAN BINTANG-BINTANG MENURUT ALKITAB


Mari kita lakukan analisis ilmiah mengenai perbintangan didalam alkitab, biar kita bisa menilai apakah alkitab sudah sejalan dengan ilmu pengetahuan atau sebaliknya. Coba kita perhatikan baik-baik seberapa besar ukuran matahari dan bumi, bandingkan seberapa besar ukuran matahari dan bintang Arcturus. Perhatikan seberapa besar bintang Arcturus dibanding bintang Antares, padahal ukuran bintang Antares itu paling tidak ialah bintang terbesar dengan nomor urut 15, ada 14 bintang lain yg lebih besar dari bintang Antares. Belum lagi jika Astronomi semakin berkembang, pasti masih banyak bintang lain yg jauh lebih besar dibanding bintang-bintang ini. Tapi dalam Alkitab, bintang-bintang di langit digambarkan sangat kecil sesuai pandangan manusia dengan mata telanjang, sehingga bisa jatuh ke bumi seperti buah ara yang berguguran atau seperti obor yang jatuh ke sepertiga sungai sungai di bumi. Mari kita baca ayat-ayat alkitab mengenai perbintangan di bawah ini :

Matius 24:29 Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

Wahyu 8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.

Wahyu 9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Ayat diatas adalah nubuat tentang datangnya hari kiamat dan gambaran tentang apa yang terjadi pada saat hari kiamat. Pada ayat diatas dikatakan bahwa bintang-bintang di langit akan berjatuhan dari ke bumi seperti obor yang berjatuhan ke bumi. Dan disana juga dinyatakan bahwa bintang yang berjatuhan ke bumi hanya menimpa sepertiga sungai-sungai dan mata air di bumi. Sekarang kita baca lagi ayat-ayat yang lainnya didalam alkitab mengenai bintang-bintang dibawah ini :

Wahyu 6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Wahyu 12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang- bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri dihadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya

Sekarang coba bayangkan, jika satu bintang saja ukurannya bisa beribu-ribu kali lebih besar daripada bumi, lalu bagaimana logikanya jika diklaim bahwa sepertiga bintang-bintang dilangit jatuh menghujani bumi? Apa lagi bintang-bintang tersebut hanyalah menimpa sepertiga sungai-sungai di bumi. Dan setelah bintang-bintang tersebut berjatuhan ke bumi, masih ada kehidupan di bumi. Dalam hal ini jelas-jelas terjadi kesalahan fatal, tampaknya penulis alkitab tidak paham sama sekali tentang ilmu astronomi dan hanya menggunakan imajinasinya sesuai apa yg ia lihat dengan mata telanjang. Padahal di alam semesta ini terdapat ribuan galaksi dan jumblahnya akan terus bertambah. Dan didalam satu galaksi terdapat miliaran bintang-bintang. Suhu matahari saja bisa mencapai 15.000.000 °C, ini barulah suhu dari matahari, bintang yang ukurannya hanya seupil jika dibandingkan dengan bintang-bintang raksasa lainnya. Lalu apakah logis jika bintang dengan suhu yang sangat panas tersebut bisa jatuh ke bumi, dan manusia masih bisa hidup pasca berjatuhannya bintang-bintang di langit? Jangankan manusia, bumi saja akan langsung hancur terbakar sebelum bintang-bintang tersebut menyentuh permukaan bumi. Jadi jika dilihat dari ilmu Astronomi, masuk akalkah ayat-ayat alkitab diatas? Apakah mungkin tuhan pakek acara salah segala dalam berfirman?

Demikianlah apa yang dapat kami sampaikan, dan semoga artikel ini cukup bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..:)
Poskan Komentar